Claim Missing Document
Check
Articles

Creative Kampong and the Promotion of Sustainable Development Knowledge in Urban Grassroots: The Case of Surakarta Permana, Chrisna Trie Hadi; Mukaromah, Hakimatul; Astuti, Winny
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 15 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v15i2.9891

Abstract

As the global trend is going into circular economy paradigm. The trend encourages business entities to focus on the production of durable, efficient, and reusable commodities to promote sustainable development. On the demand side, the market also gradually adjusts its preferences to commodities with sustainability values. With limited scale of capital, networks, and technology, Small and Medium Enterprises (SMEs) are usually lagged behind in catching new knowledge, especially those exchanged internationally. Sustainability, which is as an important knowledge under the circular economy trend, has caused serious problem for SMEs because those unable to catch the knowledge will be incompetent to serve the new market preferences and vulnerable to survive. Urban planning practices introduce the business district as one of spatial concepts to mediate the problem. It encourages enterprises with business linkages to locate next to each other and share activities and facilities. In Indonesia, the creative kampong is a local translation of business district concept, which emerges as a national hype. This research aims at studying the empirical case of the creative kampong and its knowledge transfer effectiveness for SMEs. By using the logic of Actor Network Theory (ANT) and focusing on the case study of four creative kampongs in Surakarta, we unravel the level of understanding of SMEs towards sustainability. Our data are based on stakeholder interviews and documentary reviews. The findings reveal that the majority of SMEs were understand of sustainability, and the creative kampong provided a significant contribution to ease the transfer knowledge process.
Local Wisdom in Housing and Settlement Planning: A Case Study of Sudiroprajan Chinatown, Surakarta Suminar, Lintang; Astuti, Winny; Sunjaya, Nyimas Indri; Kusumaputri, Azzahra Nugrarizky; Margareta, Lauren Adellia; Pamungkas, Paundra Bintang
ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2024): (Juni, 2024) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Sains
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v12i2.3641

Abstract

Local wisdom is essential in urban development planning by bringing cultural values. Local wisdom in housing and settlements forms special characteristics both in spatial and social aspects. Chinatown is a form of residential area created by Chinese community groups. Sudiroprajan Chinatown Village is the center of Chinese settlement which is also located in the economic center area of Surakarta City. The method used in this research is qualitative with literature study, observation, description and analysis of settlement character based on physical and non-physical characteristics. Chinatown Village has a linear pattern following the road and is influenced by feng shui in arranging the interior and exterior of housing. Most residents in Sudiroprajan Chinatown Village work in the trade and services sector, namely by opening businesses in house buildings or at Pasar Gede. The temple is also the worship centre for Chinese residents in Chinatown Village. The local wisdom found in Chinatown Village influences other activities, such as the emergence of economic activities and cultural tourism. This shows that local wisdom influences the character and condition of settlements physically and non-physically.
Analisis Tingkat Kelayakahunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Studi Kasus: Rusunawa Begalon, Jurug, Mojosongo, dan Mangkubumen Kota Surakarta) Salsa, Annissa Salsabilla; Winny Astuti; Lintang Suminar
Journal Of Plano Studies Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v2i1.5356

Abstract

Penyediaan rusunawa merupakan salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan hunian di perkotaan untuk mengatasi kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan. Hadirnya rusunawa tidak lepas dari berbagai permasalahan yang ditinjau dari berbagao aspek dalam memenuhi kebutuhan bermukim. Keberhasilan dalam penyediaan rusunawa dapat diukur dari tingkat livability. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat livability pada rusunawa di Surakarta. Dalam penelitian pemilihan lokasinya berdasarkan usia bangunan, pada setiap kecamatan diambil satu rusunawa, dan pengelolaan oleh pemerintah kota. Lokasi penelitian ini pada Rusunawa Begalon II, Jurug, Mojosongo, dan Mangkubumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekdutif Jenis penelitian pada penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan analisis skoring dan deksriptif kuantitaif. Untuk kuantitatif di gunakan kepada kuesioner metode studi literatur untuk menganalisis berbagai aspek yang memengaruhi tingkat livability, termasuk kualitas fisik bangunan, aksesibilitas terhadap fasilitas publik, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kepuasan penghuni. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat livability rusunawa di Kota Surakarta diperoleh skor persentase sebesar 76,8%. dikategorikan dalam tingkat livability “Tinggi.” Artinya, meskipun kondisi hunian sudah cukup layak dan mendukung kehidupan penghuninya, masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan peningkatan agar mencapai tingkat yang lebih optimal untuk meningkatkan livability rusunawa di Kota Surakarta.
PENINGKATAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN MELALUI PENGHIJAUAN PADA KAWASAN SMART FISHERIES VILLAGE (SFV) DI DESA SUMBERDODOL, KABUPATEN MAGETAN Widodo, Candraningratri Ekaputri; Astuti, Winny; Rini, Erma Fitria; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v6i2.21804

Abstract

Desa Sumberdodol, yang terletak di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu desa yang progresif dalam mengelola potensinya. Dengan udara yang sejuk, lanskap pegunungan yang indah, dan sumber air melimpah, desa ini memiliki berbagai potensi, khususnya di bidang pariwisata dan sumber daya air. Desa Sumberdodol juga dikembangkan sebagai Desa Perikanan Cerdas atau Smart Fisheries Village (SFV) yang diluncurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Magetan pada tahun 2023. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan Kawasan SFV melalui pengijauan kawasan. Kegiatan ini dilakukan melalui kerjasama Grup Riset Sustainable Urban Region Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan mitra Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Karya Mandiri Desa Sumberdodol. Penghijauan dilakukan berupa penanaman 50 bibit pohon Ketapang kencana sebagai peneduh dengan melibatkan masyarakat. Melalui kegiatan penghijauan ini, diharapkan jalan akses menjadi lebih hijau, teduh, terhindar dari erosi tanah, sehingga menjadi nyaman bagi pengunjung yang datang ke SFV. Peningkatan jumlah kunjungan ke SFV diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha BUMDes, mendukung pengembangan perekonomian Desa Sumberdodol, serta menjadikan SFV sebagai ruang interaksi sosial yang produktif.
Analisis Potensi Pengembangan Sentra Industri Kreatif Di Surakarta: Studi Kasus Kelurahan Serengan Aurelia, Jovina Chandra; Astuti, Winny; Permana, Chrisna T.
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v5i2.2180

Abstract

A creative city aims to improve community welfare by nurturing local creative clusters. Surakarta is a creative city that developed by establishing creative clusters in the form of creative villages. It is widely known for its batik idustry. While most of its clusters focus on batik industries, Serengan Subdistrict has an alternative creative cluster potential that specifically produces blangkon and shuttlecock. This study employs a qualitative descriptive method to examine the potential of non-batik creative cluster in Serengan Subdistrict. Our analysis is guided by the three dimensions of creative potential: creative economy, creative milieu, and creative class. Data and information were collected from documentary reviews, observations, and interviews. The data were subsequently processed using a descriptive qualitative research method. The study findings emphasies the strong potential of Serengan to be promoted as a strategic creative cluster that produces alternative products amidst the domination of batik industries in Surakarta, which is expected to improve the well-being of the local community. However, among the three components of a creative city, the creative class and the creative milieu’s development remain underdeveloped. Collaborative processes and participatory activites are still infrequent, and there are no dedicated spaces that facilitate these interaction.
Kesesuaian Karakteristik Rusunawa-rusunawa di Kecamatan Cakung Jakarta Timur terhadap Preferensi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Isanjaya, Alfanto Kurneryo; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.90918.26-40

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Jakarta sebagai ibu kota negara menyebabkan meningkatnya permintaan lahan untuk tempat tinggal, sementara ketersediaan lahan terbatas dan mahal. Hal ini menjadikan sulit bagi penduduk yang berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian yang layak dan menyebabkan banyaknya permukiman kumuh yang tidak sehat. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Provinsi Jakarta membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian karakteristik Rusunawa-rusunawa di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur terhadap preferensi MBR. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengumpulkan data melalui survei dan wawancara terhadap penghuni empat Rusunawa di Cakung, Jakarta Timur, yaitu Rusunawa Rawa Bebek, Rusunawa Cakung Barat, Rusunawa Pinus Elok, dan Rusunawa Penggilingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Rusunawa-rusunawa di Cakung secara keseluruhan sesuai dengan preferensi MBR, dengan rata-rata persentase kesesuaian sebesar 97%. Aksesibilitas dan keamanan mendapat nilai sempurna, sementara kenyamanan dan fasilitas juga mendapat nilai tinggi meskipun terdapat sedikit perbedaan dengan preferensi MBR. Di sisi lain, harga sewa menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan, yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik Rusunawa-rusunawa di Cakung telah berhasil memenuhi kebutuhan dan preferensi MBR dalam banyak aspek penting meskipun perlu evaluasi kebijakan harga untuk memastikan kesesuaian dapat maksimal.
Dampak Industri PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban terhadap Kondisi Permukiman di Sekitarnya Sari, Rahma Novita; Astuti, Winny; Suminar, Lintang
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.90054.%p

Abstract

Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Timur yang memiliki kawasan peruntukkan industri berskala internasional, yaitu PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban yang berdiri sejak tahun 1994. Pada tahun 2023, industri semen ini memiliki kapasitas produksi mencapai 15 juta ton/hari. Namun, lokasi industri ini tidak sesuai dengan peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Kawasan Industri yang menjelaskan bahwa jarak industri dengan kawasan permukiman minimal 2.000 m untuk menghindari dampak negatif yang akan dirasakan oleh masyarakat sekitar. Pada kenyataannya, lokasi industri semen ini memiliki jarak kurang dari 2.000 m. Kondisi eksisting dan perkembangan industri tersebut tiap tahunnya akan berdampak pada kawasan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan oleh industri semen terhadap kawasan permukiman. Metode penelitian yang digunakan adalah skoring dengan jenis penelitian cross-sectional. Terdapat kelompok target, yaitu kawasan permukiman yang terletak antara radius 0-2.000 m, dan kelompok kontrol, yaitu kawasan permukiman yang terletak antara radius 2000-4000 m. Dari hasil analisis, diketahui bahwa industri semen pabrik Tuban memberikan dampak terhadap kawasan permukiman pada radius 0-2.000 m, baik dampak negatif maupun dampak positif. Industri semen ini memberikan dampak negatif terhadap kondisi lingkungan, kondisi sosial, dan kondisi tata guna lahan. Di sisi lain, dampak positif ditimbulkan industri semen ini terhadap kondisi perekonomian masyarakat sekitarnya.
POLA SPASIAL PERMUKIMAN DI BANTARAN SUNGAI PREMULUNG, KOTA SURAKARTA Sasongko, Rifqy; Astuti, Winny; Yudana, Galing
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v4i2.59526.152-166

Abstract

Permukiman merupakan kebutuhan manusia yang harus terpenuhi agar manusia dapat hidup dengan layak. Seiring dengan pertumbuhan penduduk di perkotaan, kebutuhan akan penyediaan sarana prasarana penunjang permukiman semakin meningkat. Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan bentuk atau pola permukiman pada suatu kawasan. Pola permukiman dibentuk dari karakteristik elemen pembentuk permukiman diantaranya alam, manusia, masyarakat, bangunan, dan jaringan. Kota Surakarta merupakan kota inti dari kota satelit di sekitarnya yang memiliki penduduk sekitar 517.887 jiwa pada tahun 2019. Bertambahnya jumlah penduduk membuat lahan Kota Surakarta menjadi lebih padat dan harga lahan semakin tinggi. Lokasi penelitian terletak di Kawasan Sondakan yang terdiri dari Kelurahan Sondakan dan Kelurahan Pajang. Kawasan ini memiliki karakteristik letak permukiman berbatasan dengan sungai dan kurang tertata, kepadatan bangunan tinggi, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola spasial permukiman berdasarkan karakteristik elemen pembentuk permukiman di tepi Sungai Premulung, khususnya di Kawasan Sondakan.Pendekatan penelitian ini menggunakan metode induktif dengan jenis penelitian gabungan atau campuran melalui strategi campuran penguatan dengan basis penelitian metode kualitatif deskriptif. Elemen pembentuk permukiman memiliki empat karakteristik, karakteristik kependudukan, karakteristik infrastruktur, karakteristik hunian, dan karakteristik sosial ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola permukiman tepi Sungai Premulung, Kawasan Sondakan membentuk pola mengelompok dengan infrastruktur yang merata dan menyebar serta berorientasi menghadap ke jalan.
Penilaian Kualitas Permukiman Perkotaan Berdasarkan Konsep Livable Settlement (Studi Kasus: Permukiman Kumuh Danukusuman) Rifiona, Frinka Salma Nanda; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.91906.62-74

Abstract

Kota Surakarta dinobatkan menjadi Kota Paling Layak Huni atau the Most Livable City berdasarkan survey Indonesian Most Livable City Index (MLCI) pada tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia. Namun, sesungguhnya masih banyak dapat ditemui permukiman-permukiman kumuh atau tidak layak huni di Kota Surakarta. Pemerintah Kota Surakarta juga masih menetapkan sejumlah kawasan permukiman kumuh perkotaan. Salah satu kawasan kumuh perkotaan yang mempunyai aktivitas pergerakan yang tinggi di Kota Surakarta adalah permukiman kumuh kawasan Danukusuman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas permukiman pada permukiman kumuh kawasan Danukusuman berdasarkan konsep livablesettlement dengan menggunakan analisis skoring dan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat dengan kriteria yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kualitas permukiman berdasarkan konsep livable settlement pada permukiman kumuh kawasan Danukusuman mempunyai skor sebesar 82,4% yang termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Kategori yang sangat tinggi tersebut menunjukkan bahwa kawasan Danukusuman tidak termasuk ke dalam permukiman kumuh jika dinilai berdasarkan konsep livable settlement.
Identifikasi Karakteristik Kawasan Permukiman Pesisir dalam Menghadapi Bencana Banjir Rob di Pantai Utara Kota Pekalongan Husna, Tsabita Aqila; Astuti, Winny; Andini, Isti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.83737.70-88

Abstract

Kebertahanan permukiman pesisir merupakan kapasitas adaptasi yang dimiliki kawasan permukiman di wilayah pesisir. Kebertahanan pada permukiman pesisir menjadi pertimbangan dalam merencanakan pembangunan di suatu wilayah pesisir yang terkena dampak perubahan iklim. Kawasan permukiman di pesisir Kota Pekalongan yang berlokasi di pantai utara pulau Jawa ditetapkan menjadi salah satu kawasan minapolitan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan karena memiliki potensi sumber daya kelautan dan sarana prasarana penunjang wilayah pesisir yang memadai. Namun demikian, kawasan permukiman pesisir Kota Pekalongan menjadi salah satu kota di pesisir yang kerap mengalami bencana banjir rob setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kebertahanan permukiman pesisir terhadap bencana banjir rob. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kebertahanan permukiman pesisir terhadap bencana banjir rob di pantai utara Kota Pekalongan memiliki klasifikasi kebertahanan tingkat sedang. Nilai klasifikasi kebertahanan tingkat sedang dapat diartikan bahwa karakteristik pada kawasan permukiman pesisir di pantai utara Kota Pekalongan belum sepenuhnya memenuhi kriteria dari beberapa indikator.
Co-Authors Abdallh Lhwaint, Abdallh Abdllah Lhwaint Agus Parwito Rahmadi Alsadik Mohamed, Alsadik Anggraeni, Okti Anis Yuniarta Antissia Meuthia Rizky Araujo, Carla Magno Arsianti, Ari Arvia Ari Sugesti Ary Setyawan Ary Setyawan Astuti Setia Ningrum Aulia Rasma Indah Aurelia, Jovina Chandra Ayunda Rizqa Hidayah Candraningtyas, Callista Fabiola Choiriyah, Roisaten Nuril Darryl Hall Dini Nurdiani Dyah Ayu Lupitasari Erlana Citra Putri Kharisma Erma Fitria Rini Erma Fitria Rini Erma Fitria Rini Erma Fitria Rini Fakhri, Hariz Fatchur Rohman Fitri Nur Cahyani Galing Yudana Galing Yudana Galing Yudana, Galing Galing Yudhana Gunung Gambiro Hafiza Jasmine Azzahra Hakimatul Mukaromah Hamza Hassan Taher Haque, Aprillia Husna, Tsabita Aqila Isanjaya, Alfanto Kurneryo Isti Andini Isti Andini Kusumaputri, Azzahra Nugrarizky Lazuardi, Muhamad Juliarachman Lestari Hidayati Marfuah Lintang Suminar Mahrunisa, Tania El Mamok Suprapto Maresty Krisandriyana Margareta, Lauren Adellia Mukaromah, Hakimatul Murtanti Jani Rahayu Murtanti Jani Rahayu Murtanti Jani Rahayu Nur Laila Fitriana Nurhayati, Laily Nurul Widowati Pamungkas, Paundra Bintang Paramita Rahayu Parithustha Mahayati Permana, Chrisna T. Permana, Chrisna Tri Hadi Permana, Chrisna Trie Permana, Chrisna Trie Hadi Permana, Raden Chrisna Trie Hadi Pratama, Afnan Budi Primabudi, Eko Priscilia Nurvita Bella, Priscilia Nurvita Pujantiyo, Bambang Rahayu, Paramita Resi Iswara, Resi Rifiona, Frinka Salma Nanda Rufia Andisetyana Putri Rufia Andisetyana Putri Salsa, Annissa Salsabilla Sari, Rahma Novita Sasongko, Rifqy Sidqi, Muhammad Udhian Sihite, Gabriel Vichelino Suci Kusumaningsih Suminar, Lintang Sunjaya, Nyimas Indri Suryanto Suryanto Suryono, Lintang Praharyaning Widodo, Candraningratri Ekaputri Zaimul Azzah Aszahro