Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENDAMPINGAN OLEH KADER DALAM PENGATURAN DIET RENDAH GARAM TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN PURWOYOSO SEMARANG Nofita Veronika; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.855 KB)

Abstract

Sasaran keperawatan kelompok resiko khususnya lansia yang mengalami resiko terjadinya suatu penyakit perlu mendapatkan perhatian yang serius. Kader kesehatan dan penderita yang mengalami hipertensi perlu kerjasama yang kokoh demi kestabilan tekanan darah penderita hipertensi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifitas pelaksanaan pendampingan oleh Kader dalam pengaturan diet rendah garam terhadap kestabilan tekanan darah lansia dengan hipertensi di Kelurahan Purwoyoso Semarang. Desain penelitian pre eksperimental dengan rancangan statis group comparism, jumlah sampel 52 responden dengan teknik cluster sampling. Hasil penelitian ada perbedaan yang bermakna dengan tekanan darah sistolik nilai p value 0,008 dan tekanan diastolik nilai p value 0,0001 artinya pelaksanaanpendampingan oleh Kader dalam pengaturan diet rendah garam efektif terhadap kestabilan tekanan darah lansia dengan hipertensi. Dari hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya memperbanyak jumlah sampel untuk meminimalkan faktor bias pada penelitian.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN PADA PEER GROUP TENTANG SARAPAN PAGI TERHADAP STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH DI SDN KEMBANGARUM 02 SEMARANG Nur Fajrin; Asti Nuraeni; Achmad Solechan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.294 KB)

Abstract

Sarapan pagi merupakan perilaku sehat yang berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi dan energi anak usia sekolah pada masa tumbuh kembang. Pendidikan kesehatan adalah salah satu langkah yang akan mendorong dilaksanakannya perilaku yang sehat melalui penggunaan sejumlah metode dan teknik pendidikan, dengan metode peer group anak usia sekolah akan lebih mudah memahami materi pendidikan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan pada peer group tentang sarapan pagi terhadap status gizi anak usia sekolah di SDN Kembangarum 02 Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 61 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan pada peer group tentang sarapan pagi terbukti efektif terhadap status gizi anak usia sekolah dengan p value 0,040. Status gizi pada pretest adalah sangat kurus dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) 16,99 dan status gizi pada posttest adalah kurus dengan IMT 17,10. Penelitian ini menyarankan bagi siswa untuk membiasakan diri melakukan sarapan pagi dan untuk pihak sekolah bisa menjadikan pendidikan kesehatan sebagai program rutin dengan metode peer group atau dengan metode lainnya.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PROGRAM GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DI WILAYAH PUSKESMAS KARANGAYU KOTA SEMARANG Felicia Risca Ryandini; Sri Puguh Kristiyawati; Asti Nuraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sedang mengalami transisi epidemiologis, yaitu peningkatan mortalitas dan morbiditas akibat penyakit tidak menular yang mengakibatkan hilangnya potensi / sumber daya manusia dan penurunan produktivitas. Pencegahan penyakit tergantung pada perilaku individu yang didukung oleh lingkungan, fasilitas dan infrastruktur dan dukungan peraturan dari pemerintah dan non-pemerintah, sehingga diperlukan suatu gerakan untuk mendorong perilaku hidup sehat. GERMAS adalah salah satu upaya yang diluncurkan oleh pemerintah, dan perawat memiliki peran dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup di masyarakat. Adanya masalah mitra belum memberikan upaya untuk melakukan kegiatan GERMAS yang berkelanjutan sehingga muncul gagasan layanan masyarakat dalam bentuk kolaborasi dengan Puskesmas Karangayu dengan membentuk kader GERMAS dan pelatihan kader GERMAS. Hasil dari upaya pemberdayaan kader GERMAS meliputi: pembentukan kader GERMAS, modul pedoman GERMAS, fasilitas sosialisasi untuk masyarakat, dan sosialisasi GERMAS di semua area wilayah kerja Puskesmas Karangayu. Hasil evaluasi menemukan bahwa kader merasa senang diberi kepercayaan untuk mengajarkan sesuatu yang baru kepada masyarakat, sehingga mereka tidak hanya mengerjakan kegiatan kader yang monoton. Selain itu, melalui kegiatan ini mereka bisa lebih kreatif dalam mengundang warga untuk hidup sehat. Sesuai dengan tujuan di awal, pada akhir kegiatan dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan warga terhadap upaya GERMAS telah dicapai dengan upaya tindak lanjut yang direncanakan untuk fokus pada kegiatan GERMAS berikutnya. Kata kunci: Tenaga Kesehatan, GERMAS
KELOMPOK PENDUKUNG SAKA SEBAGAI STRATEGI INTERVENSI KEPERAWATAN KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA AGGREGAT BALITA DI WILAYAH CISALAK, PASAR-CIMANGGIS KOTA DEPOK Asti Nuraeni; Junaiti Sahar; Henny Permatasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.095 KB)

Abstract

Balita sebagai salah satu populasi berisiko untuk mengalami masalah diare. Balita mengalai rata-rata 3-4 kali kejadian diare pertahun atau hampir 15-20% sebagian kehidupannya terkena diare. Salah   satu upaya untuk mengatasi permasalahan diare adalah dengan deteksi dan pencegahan diare secara dini di keluarga. Penulisan Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan untuk mengetahui  sejauhmana Kelompok Pendukung SAKA sebagai salah satu strategi intervensi keperawatan komunitas efektif dilaksanakan dalam pencegahan diare balita. Hasil p value 0.000 menunjukkan  ada  hubungan  antara perilaku keluarga dalam penerapan SAKA terhadap penurunan angka kejadian diare balita di Kelurahan Cisalak Pasar. Kelompok Pendukung SAKA sebagai salah satu strategi intervensi keperawatan komunitas efektif dalam pencegahan diare pada balita dengan melakukan pemantauan penerapan SAKA diare. Kegiatan Kelompok Pendukung SAKA sebagai salah satu program pengembangan program pencegahan diare pada balita yang harus dilakukan secara kontinu serta dilakukan pembinaan secara berkelanjutan yang dilakukan oleh Dinkes dan Puskesmas.   Daftar Pustaka, 106 (1993-2012) Kata kunci: Kelompok Pendukung; diare; balita; keluarga.
PEMBERDAYAAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN KONTROL LANSIA DALAM MENGIKUTI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS KARANGAYU Sri Haryani; Asti Nuraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular kronis cenderung meningkat di Indonesia diantaranya hipertensi dan diabetes melitus. Untuk pengendaliannya Kemetrian Kesehatan membuat program dalam pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS). Perlu adanya peran dari keluarga bagi lansia agar patuh demi keberhasilan Progam PROLANIS. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran informal keluarga dengan kepatuhan kontrol lansia dalam mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS) di Puskesmas Tlogosari Wetan Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 65 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total populasi. Uji statistik yang digunakan menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik menunjukkan p value 0,000 (< 0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan peran informal keluarga dengan kepatuhan kontrol lansia dalam mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS). Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan keluarga terus menerapkan peran informal keluarga sebagi motivator (pendorong), educator (pendidik), perawat keluarga dan fasilitator dengan terus mengingatkan dan peduli pada lansia agar lebih patuh lagi dalam mengikuti program PROLANIS. Kata Kunci : Peran Keluarga, Kepatuhan lansia, Program PROLANIS
PERBEDAAN EFEKTIFITAS KOMPRES ICE GEL DENGAN TERAPI DISTRAKSI MENGGENGGAM ES BATU TERHADAP SKALA NYERI ANAK YANG DILAKUKAN PEMASANGAN INFUS DI RSUD UNGARAN Asti Nuraeni; Tunik Saptawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.579 KB)

Abstract

Terapi kompres ice gel dan terapi distraksi menggenggam es batu merupakan suatu tindakan yang bertujuan untuk meminimalkan rasa nyeri dengan menimbulkan beberapa efek fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas terapi kompres ice gel dengan terapi distraksi menggenggam es batu terhadap skala nyeri anak yang dilakukan pemasangan infus di RSUD Ungaran. Rancagan penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan menggunakan two group design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 44 responden, yang dibagi menjadi 22 responden kelompok terapi kompres ice gel dan 22 responden kelompok terapi distraksi menggenggam es batu dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik untuk mengetahui perbedaan rata-rata skala nyeri menggunakan uji beda mean dua kelompok yaitu uji Mann Whitney didapatkan hasil p value 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skala nyeri terapi kompres ice gel dengan terapi distraksi menggenggam es batu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan efektifitas terapi kompres ice gel dengan terapi distraksi menggenggam es batu terhadap skala nyeri anak yang dilakukan pemasangan infus di RSUD Ungaran. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar perawat mampu menerapkan terapi tersebut untuk mengurangi skala nyeri anak pada saat dilakukan pemasangan infus.
PENGARUH SIT STRETCHING TERHADAP PERUBAHAN SKALA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA KARYAWAN DI PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA CABANG SEMARANG Gamalia Anggriya Dwi Putra; Asti Nuraeni; Mamat Supriyono
Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.917 KB) | DOI: 10.32584/jikk.v1i1.76

Abstract

Lower back pain is one of musculoskeletal disorder in the shape of pain in the back bone, to be exact is in the forth lumbar to the first sacrum. It is caused by the not appropriate posture (not ergonomic) while working or doing the activities, such as very long standing or sitting. This complaint can be reduced by sit stretching regularly. The aim of this study is to find out impact of sit stretching towards the changes of scale of lower back pain on employees at PT. Rifan Financindo Berjangka Branch Semarang. The method of research is quasy experiment designed in pre test and post test with compare group. Research subjects are 30 male and female employees. Sample taking uses total sampling. Statisitic test utilizes Mann Whitney with level of meaning (α=0,05). The result of pre test statisitc test is p-value = 0,467 (> 0,05), it means that  there is no significant difference scale of lower back pain between intervention group and compare group  before performing sit stretching to intervention  group. The post test statisitic the result is p-value = 0,001 (> 0,05), it means there is a significant difference scale of lower back pain at intervention group with compare group after performing sit stretching on the intervention group. Based on result of p-value on post test can be concluded that there is an impact of sit stretching towards the changes in scale of lower back pain on the employees at PT. Rifan Financindo Berjangka Branch Semarang.
PENURUNAN RISIKO JATUH MELALUI PENILAIAN TINETTI PERFORMANCE ORIENTED MOBILITY ASSESSMENT (POMA) DENGAN LATIHAN KESEIMBANGAN FISIK PADA LANSIA Asti Nuraeni; Sri Hartini
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.582 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.1.2019.56-61

Abstract

Proses menua merupakan proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan perbaikan kerusakan yang diderita. Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia salah satunya adalah muskuloskeletal, yaitu penurunan massa dan tonus otot, serat otot berkurang ukurannya, kekuatan otot berkurang. Insiden jatuh di Indonesia tercatat dari 115 penghuni panti sebanyak 30 lansia atau sekitar 43,47%. Salah satu upaya mencegah terjadinya jatuh pada lansia yaitu dengan cara latihan keseimbangan fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh latihan keseimbangan fisik dengan penilaian Tinetti POMA terhadap penurunan kejadian lansia jatuh. Desain penelitian ini menggunakan pre-eksperimental dengan metode one group pretest posttest design. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dan besar sampel menggunakan Roschoe dengan jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebelum diberikan intervensi, menunjukan hasil bahwa responden lansia yang memiliki risiko jatuh tinggi sebanyak 9 responden (30,0%), dan responden dengan risiko jatuh sedang sebanyak 21 responden (70,0%). Sedangkan setelah diberikan intervensi menunjukan hasil yang sama besar yaitu sebanyak 15 responden (50%) memiliki risiko jatuh sedang dan 15 responden (50%) memiliki risiko jatuh rendah. Hasil statistik dengan uji paired t test menunjukkan ada pengaruh latihan keseimbangan fisik lansia dengan kajian jatih pada lansia dengan P value 0,000. Perawat diharapkan mampu mencegah risiko jatuh pada lansia dengan memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada petugas panti/ kader tentang pengkajian lansia yang beresiko jatuh yang kemudian untuk melakukan pencegahan pada lansia dengan diberikan latihan keseimbangan fisik. Kata kunci : Tinetti POMA, latihan keseimbangan fisik RISK DECREASING FALLS THROUGH TINETTI PERFORMANCE ORIENTED MOBILITY ASSESSMENT (POMA) ASSESSMENT WITH EXERCISEPHYSICAL BALANCE IN ELDERLY ABSTRACT Aging is a process of slowly disappearing the ability of tissue to repair itself or replace and maintain its normal function so it cannot withstand infections and repair damage suffered. Health problems that often occur in the elderly, one of which is musculoskeletal, which is a decrease in muscle mass and tone, muscle fiber decreases in size, muscle strength decreases. The falling incident in Indonesia was recorded by 115 orphanage residents as many as 30 elderly or around 43.47%. One effort to prevent falls in the elderly is by physical balance training. The purpose of this study was to analyze the effect of physical balance training with the Tinetti POMA assessment of the decline in the incidence of elderly falls. The design of this study used a pre-experimental method with one group pretest posttest design. The sampling technique in this study used a simple random sampling method and the sample size used Roschoe with a sample of 30 respondents. The results showed that before the intervention was given, the results showed that elderly respondents who had a high risk of falling were 9 respondents (30.0%), and respondents with a moderate risk of falling were 21 respondents (70.0%). Whereas after being given the intervention showed the same results as many as 15 respondents (50%) had a risk of moderate fall and 15 respondents (50%) had a risk of falling low. Statistical results with paired t test showed that there was an effect of elderly physical balance training with a jatih study on the elderly with P value 0,000. Nurses are expected to be able to prevent the risk of falling on the elderly by providing knowledge to nursing staff / cadres about the study of elderly people who are at risk of falling who then to prevent the elderly by being given physical balance training. Keywords: POMA Tinetti, physical balance training
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pelaksanaan Posbindu PTM Asti Nuraeni; Prita Adisty Handayani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1187

Abstract

Lansia yang menderita penyakit kronis maupun penyakit tidak menular akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Kualitas hidup mencakup emosional, sosial, kesejahteraan fisik, serta kemampuan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Upaya kesehatan yang dilakukan kader dalam pelaksanaan Posbindu PTM yang dilakukan sangat mempengaruhi terhadap kehidupan lansia akibatnya adanya program Posbindu PTM dalam upaya peningkatan kesehatan lansia yang melibatkan kader. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader kesehatan dalam pelaksanaan Posbindu PTM dengan peningkatan kualitas hidup lansia. Desain penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental dengan metode one group pretest posttest design. Teknik Sampling pengambilan sampel ini mengunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Analisis data yang digunakan menggunakan uji independen t-test karena data berdistribusi normal. Hasil berdasarkan distribusi usia 45-60 tahun yaitu sebanyak 31 responden (62,0%), jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 42 responden (84%), pelaksanaan Posbindu PTM dilakukan dengan baik yaitu sebanyak 30 responden (60,00%), responden dengan kualitas hidup buruk sedang sebanyak 27 responden (54%). Distribusi frekuensi responden dengan kualitas hidup pada lansia sesudah diberikan intervensi menunjukan hasil bahwa responden yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 39 responden (78%). Hasil statistik didapatkan nilai p = 0,003, berarti pada alpha 5% terlihat ada perbedaan yang signifikan kualitas hidup lansia antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi yang dilakukan kader dalam pelaksanaan Posbindu PTM. Terdapat peningkatan yang signifikan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah pemberdayaan kader kesehatan dalam pelaksanaan Posbindu PTM.
Paket “SEMBACO” Seperangkat Materi Edukasi Bebas COVID-19 Sebagai Salah Satu Upaya Pencegahan COVID-19 Bagi Kader Kesehatan Asti Nuraeni; Prita Adisty
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.226

Abstract

Latar Belakang pada pengabdian masyarakat ini berdasarkan Kasus konfirmasi positif COVID-19 yang meningkat diwilayah Kelurahan Karangayu. Permasalahan yang muncul tidak ahanya fisik tetapi juga  masalah psikologis. Masyarakat mengalami reaksi emosional berupa ketakutan, perasaan stigmatisasi, kesepian, kebosanan, kemarahan, kegelisahan dan rasa ketidakpastian. Hasil survei yang dilakukan di wilayah Kelurahan Karangayu terkait tingkat pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 dalam kategori baik 88,5%, tetapi untuk sikap masih kurang 67,2%. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan COVID-19 melalui peran serta kader Kesehatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dimulai dengan prioritas masalah yang terjadi di wilayah Kelurahan Karangayu didapatkan kader kesehatan belum pernah mendapatkan informasi tentang pencegahan COVID-19, masyarakat mengalami kecemasan, kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan belum optimal. Solusi yang ditawarkan memberikan pelatihan kader Kesehatan melalui Paket SEMBACO untuk pencegahan COVID-19, selanjutnya dilakukan pembinaan dan pendampingan kader kesehatan dalam memberikan Paket SEMBACO dikegiatan POSBINDU PTM.  Hasil kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan persiapan melakukan rapat koordinasi terkait kegiatan yang akan dilakukan, melibatkan kader kesehatan untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dalam kegiatan POSBINDU PTM. Kegiatan pertama dilakukan dengan mengadakan pelatihan bagi kader kesehatan untuk materi pelatihan yang diajarkan meliputi penjelasan tenatang COVID-19, cara pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Kader Kesehatan yang terlibat berjumlah 29 orang, panduan kerja kader kesehatan tertuang dalam buku panduan Paket SEMBACO. Hasil pre test kader kesehatan tentang penguasaan materi yang diberikan dalam kategori kurang 40%, selanjutnya dilakukan kegiatan post test terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 50% dalam kategori baik. Kegiatan pengabdian masyarakat diakhiri dengan pembinaan dan monitoring dalam pelaksanaan POSBINDU PTM, kader kesehatan mampu meberikan edukasi terkait pencegahan COVID-19 dengan panduan Paket SEMBACO. Simpulan kejadian pandemic COVID-19 menimbulkan masalah fisik dan psikologis dimasyarakat, diperlukan peran kader kesehatan dalam upaya pencegahan yang dilakukan secara teratur dan periodik. Salah satu uapaya yang bisa dilakukan kader kesehatan dengan memberikan paket SEMBACO yaitu sepaket Edukasi mencegah Wabah COVID-19 yang berisi tentang penjelasan COVID-19, dampak yang ditimbulkan fisik dan psiologis serta edukasi yang diberikan kepada masyarakat.