Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Dampak Siklon Tropis Pabuk terhadap Unsur Cuaca di Kalimantan Barat Nur Fitri; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.53197

Abstract

Siklon tropis adalah sistem tekanan rendah yang terbentuk di atas perairan luas yang memiliki suhu tinggi. Pada tahun 2019 tercatat siklon tropis terjadi sebanyak 29 kali di Samudra Pasifik Barat. Siklon tropis Pabuk merupakan salah satu siklon tropis yang tumbuh paling dekat dengan wilayah Kalimantan Barat. Siklon tropis dapat memberikan dampak secara tidak langsung ke wilayah sekitarnya baik peningkatan maupun penurunan jumlah curah hujan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh siklon tropis Pabuk terhadap unsur cuaca di Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data biner dari satelit Himawari-8 IR, European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) ERA-5 dan Global Satellite Measurement of Precipitation (GSMaP) yang divisualisasi dengan persamaan indeks konvektif, pola angin, transpor uap air, dan curah hujan melalui perangkat lunak The Grid Analysis and Display System (GrADS). Hasil analisis deskriptif yang diperoleh menunjukkan siklon tropis Pabuk menyebabkan terjadi hujan di wilayah Kalimantan Barat pada fase badai tropis tanggal 1-2 Januari 2019 sekitar 30-45 mm, dengan indeks konvektif 40-50, kecepatan angin 8-12 m/s dan jumlah massa uap air 600-1000 kg/(ms). Ekor siklon tropis Pabuk mengenai wilayah Kalimantan Barat karena jarak pembentukannya yang cukup dekat.
Keterkaitan Variasi Sinar Kosmik dengan Tutupan Awan Riza Adriat
POSITRON Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1750.746 KB) | DOI: 10.26418/positron.v5i1.9801

Abstract

Sinar kosmik merupakan salah satu faktor dari luar angkasa yang mempengaruhi pemanasan global melalui pengaruhnya terhadap proses pembentukan tutupan awan. Sinar kosmik dapat mempengaruhi proses pembentukan tutupan awan melalui mekanisme ion-aerosol clear-air dan mekanisme ion-aerosol near-cloud. Sinar kosmik berperan sebagai sumber energi yang mengionisasi aerosol sehingga mempercepat pembentukan inti kondensasi awan. Sinar kosmik dikorelasikan dengan awan global menggunakan klasifikasi ISCCP yang membagi awan menjadi sembilan jenis dari tahun 1984 sampai 2008. Sinar kosmik memiliki korelasi positif dengan tutupan awan rendah (untuk jenis Stratocumulus dan Stratus) dan tutupan awan tinggi (untuk jenis Cirrus).
Prototipe Alat Ukur Curah Hujan Berbasis Sensor Reed Switch dengan Antarmuka Website Abdul Muid; Mahavira Zen; Riza Adriat
POSITRON Vol 9, No 1 (2019): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.64 KB) | DOI: 10.26418/positron.v9i1.31696

Abstract

Pengukuran curah hujan diperlukan untuk berbagai hal di negara tropis seperti Indonesia. Alat ukur curah hujan yang ada saat ini yang bekerja secara real time, dapat mengirim data ke komputer masih relatif mahal dan tidak portabel. Pada penelitian ini, telah dibuat prototipe alat ukur curah hujan berbasis sensor reed switch dengan penakar curah hujan tipe tipping bucket menggunakan mikrokontroler arduino yang mudah diperoleh dengan biaya murah dan bersifat portabel. Sinyal sensor reed switch dihubungkan ke arduino mega untuk diproses menjadi data curah hujan dan dikirim ke web server menggunakan ethernet shield. Data kemudian diunduh dan diolah menjadi bentuk grafik dan ditampilkan pada halaman website. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat memiliki resolusi sebesar 0,285 mm dan mampu menghitung curah hujan pada luasan 125,62 cm2 dengan error sebesar 1,36%.
Analisis Kecenderungan Hujan Ekstrem Berbasis Indeks Iklim Ekstrem Periode Tahun 1990-2019 di Kalimantan Barat Riri Nur Ariyani; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
POSITRON Vol 12, No 1 (2022): Vol. 12 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.507 KB) | DOI: 10.26418/positron.v12i1.47312

Abstract

Perubahan iklim dapat meningkatkan peluang kejadian cuaca/iklim ekstrem. Salah satu dampak cuaca/iklim ekstrem adalah bencana hidrometeorologi, termasuk banjir. Banjir merupakan bencana paling banyak terjadi di Kalimantan Barat periode tahun 1998-2019. Salah satu faktor pemicu terjadinya banjir ialah hujan ekstrem. Durasi, intensitas, maupun frekuensi hujan ekstrem dapat diidentifikasi menggunakan Indeks Iklim Ekstrem (IIE) parameter hujan. Informasi terkait kecenderungan hujan ekstrem diperlukan untuk mendukung pembangunan berbagai sektor, terutama mitigasi bencana hidrometeorologi. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini menganalisis kecenderungan  hujan ekstrem berdasarkan delapan jenis nilai IIE di Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian periode tahun 1990-2019 pada 14 lokasi di Kalimantan Barat. Data curah hujan harian digunakan untuk menghitung nilai IIE menggunakan perangkat lunak RClimDex. Analisis kecenderungan menggunakan metode Uji Mann-Kendall, dengan tingkat kepercayaan ditentukan sebesar 95%. Hasil menunjukkan telah terjadi kecenderungan nilai IIE secara signifikan pada empat lokasi penelitian. Nilai Consecutive Dry Day (CDD) mengalami kecenderungan menurun di Bengkayang mengindikasikan hari kering cenderung terakumulasi pada suatu waktu yang relatif lebih singkat. Kemudian di Sekayam, Kabupaten Sanggau nilai CDD meningkat, namun Consecutive Wet Day menurun mengindikasikan periode jeda hujan semakin meningkat, namun hujan menjadi lebih lebat. Nilai Max 5-day precipitation amount meningkat di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya terkait dengan perubahan tutupan lahan yang terjadi secara drastis. Nilai Annual total wet days precipitation dan Number of days above 50 mm di Karangan, Kabupaten Landak meningkat bersesuaian dengan kejadian banjir yang juga meningkat.
Edukasi Fenomena Kulminasi dan Dampaknya bagi Masyarakat Kota Pontianak Muhardi Muhardi; Zulfian Zulfian; Hasanuddin Hasanuddin; Joko Sampurno; Riza Adriat
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 2 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i2.4757

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa (ekuator). Sebagai konsekuensi dari letak geografis tersebut, Kota Pontianak akan mengalami peristiwa kulminasi sebanyak 2 kali dalam setahun, yaitu setiap tanggal 21 - 23 bulan Maret dan September. Pemerintah Kota Pontianak memanfaatkan fenomena ini dengan melaksanakan berbagai agenda rutin tahunan yang terkait dengan fenomena kulminasi, termasuk di dalamnya mengedukasi masyarakat tentang fenomena dan dampak kulminasi. Edukasi ini dilaksanakan oleh tim dari Jurusan Fisika, FMIPA Untan, bermitra dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak. Kegiatan edukasi dilakukan selama 2 hari, yaitu pada tanggal 21 dan 23 September 2022, di sekitar area Tugu Khatulistiwa dan melalui media massa (RRI Pro 1 Pontianak). Masyarakat yang berkunjung ke Tugu Khatulistiwa merupakan pelajar, mahasiswa, guru, pegawai instansi pemerintah, jurnalis, dan masyarakat umum. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dengan pelaksanaan kegiatan edukasi, sebagian besar masyarakat menyatakan memahami fenomena, penyebab dan kapan terjadinya kulminasi, serta mengetahui dampak kulminasi. Kegiatan edukasi juga dinilai terselenggara dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Prediksi Awal Musim Hujan dan Awal Musim Kemarau di Ketapang Bagian Selatan Menggunakan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) Erna Wati; Yudha Arman; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58142

Abstract

Kabupaten Ketapang khususnya bagian selatan termasuk daerah zona musim (ZOM) yaitu daerah yang memiliki perbedaan yang sangat jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau. Prediksi awal musim hujan dan kemarau diperlukan dalam berbagai hal. Metode yang digunakan untuk melakukan prediksi dalam penelitian ini adalah metode ARIMA. Data yang digunakan merupakan data curah hujan selama 11 tahun (2011-2020). Penelitian ini hanya dilakukan di wilayah ketapang yang memiliki zona musim yaitu Kabupaten Ketapang bagian selatan. Berdasarkan analisis yang diperoleh model terbaik yaitu ARIMA (0,1,2)(2,1,1,36) awal musim hujan terjadi pada bulan November 2020 yang jika dilihat pada data aktualnya model ARIMA memprediksi awal musim hujan terlambat satu dasarian dan awal musim kemarau terjadi pada bulan Juli 2020, model memprediksi awal musim kemarau satu bulan lebih awal dari aktualnya. Dengan tingkat keakuratan modelnya dalam memprediksi awal musim satu tahun kedepan yaitu sebesar MAPE 57,08%, koefisien korelasi 0,2.
Distribusi Spasial Tingkat Kebasahan Lahan di Kota Pfdontianak Menggunakan Normalized Difference Water Index (NDWI) Febriana Diah Permata; Yoga Satria Putra; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.60549

Abstract

Distribusi tingkat kebasahan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan Normalized Difference WaterIndex (NDWI). NDWI merupakan indeks yang menunjukan tingkat kebasahan vegetasi pada suatu wilayah.NDWI merupakan fungsi kanal Near Infrared (NIR) dan Short Warelength Infrared (SWIR). NIR dan SWIRdigunakan untuk mengidentifikasi kelembapan vegetasi dari kelembapan tanah. Nilai NDWIdiklasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu kebasahan rendah, sedang dan tinggi. Pada tahun 2016 nilai NDWImenunjukan nilai kebasahan yang rendah dengan nilai sebesar -0.327 pada bulan Maret, -0.308 bulan Aprildan -0.367 bulan Mei. Pada Tahun 2019 nilai NDWI menunjukan kebasahan yang tinggi dengan nilai 0.65pada bulan Maret, bulan April sebesar 0.556 dan bulan Mei sebesar 0.646. Nilai NDWI dapat dipengaruhioleh beberapa faktor seperti curah hujan, kerapatan vegetasi maupun fenomena El Nino dan La Nina.
Pemetaan dan estimasi potensi energi matahari di kota pontianak Rahwanda Rahwanda; Yoga Satria Putra; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58096

Abstract

Matahari merupakan salah satu unsur iklim yang memengaruhi keadaan iklim atau cuaca yang dapat menghasilkan pancaran cahaya. Pancaran cahaya memiliki energi yang sangat besar yang dikenal dengan energi matahari. Salah satu wilayah yang memiliki potensi energi matahari adalah Kota Pontianak. Kota Pontianak merupakan wilayah yang dilintasi oleh garis khatulistiwa sehingga memiliki kekayaan sumber daya energi matahari yang sangat melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai estimasi potensi energi matahari dan mengetahui hubungan radiasi matahari terhadap lama penyinaran matahari di Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan korelasi angstrom menggunakan data radiasi matahari dan data LPM selama 5 tahun (2014-2018) diperoleh koefisien korelasi r=0,63, sedangkan untuk menganalisis pola sebaran dalam pemetaan menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Berdasarkan hasil penelitian mendapatkan nilai potensi energi matahari sebesar 3,31 - 5,25 kWh/m2.
Keterkaitan Karbon Monoksida (CO) Terhadap Ozon Permukaan (O3) Di Wilayah Kalimantan Barat Delfi Warsita Masdat; Yoga Satria Putra; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.57853

Abstract

Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu pembentuk ozon yang sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan ozon di atmosfer. Ozon permukaan (O3) terbentuk karena adanya proses fotokimia oleh prekursor (pembentuknya) salah satunya yaitu gas karbon monoksida (CO). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah parameter CO dan O3 periode 2015-2019. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang seberapa besar keterkaitan CO terhadap ozon permukaan (O3) di wilayah Kalimantan Barat dengan menggunakan metode korelasi pearson, untuk menganalisis pola sebaran ozon permukaan dan CO di wilayah Kalimantan Barat dengan menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Dari analisis yang telah dilakukan, nilai rata-rata CO dan O3 tertinggi yaitu pada tahun 2016 dan nilai rata-rata CO terendah yaitu pada tahun 2019. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai korelasi tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan nilai sebesar 0,553 dan nilai korelasi terkecil terjadi pada tahun 2018 dengan nilai 0,417, dengan hasil perhitungan tersebut dapat dikatakan bahwa hubungan atau kererkaitan CO dan O3 diwilayah Kalimantan Barat memiliki nilai korelasi yang terkategori sedang.
Respons Curah Hujan Terhadap Fenomena Quasi Biennial Oscillation (QBO) di Kota Pontianak Yulia Agustin; Muliadi Muliadi; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58100

Abstract

Quasi Biennial Oscillation (QBO) merupakan fenomena atmosfer yang terjadi pada wilayah stratosfer di atas Ekuator, QBO ditandai dengan arah angin yang bergerak dari timur ke barat atau dari  barat ke timur dengan laju 1 km per bulan. Fenomena ini berpengaruh terhadap suhu udara di wilayah Ekuator karena adanya pergerakan angin zonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons curah hujan terhadap fenomena QBO di Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah transformasi wavelet dan cross wavelet. Metode transformasi wavelet digunakan untuk mengetahui kekuatan curah hujan dan QBO. Metode cross wavelet digunakan untuk mengetahui korelasi antara curah hujan dan indeks angin zonal. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan dan indeks angin zonal selama 34 tahun. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh sinyal QBO di Kota Pontianak lebih dahulu merespons dari pada sinyal curah hujan selama 5 kejadian (1995 – 1999) dan sinyal curah hujan lebih dahulu merespons dari pada sinyal QBO selama 5 kejadian (2007 – 2011). Dapat disimpulkan bahwa fenomena QBO cukup mempengaruhi curah hujan di Kota Pontianak sebanding dengan fenomena QBO yang terjadi selama 10 kejadian dalam rentang waktu 34 tahun. Pengaruh yang disebabkan oleh fenomena QBO di Kota Pontianak adalah meningkatnya intensitas curah hujan pada saat fase baratan QBO dan menurunnya intensitas curah hujan pada saat fase timuran QBO.
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Muid Abdul Muid Agus Prasetiono Aliftha, Tita Anastasia Anastasia Andi Ihwan andriani, riski Angga Irfandi Yudistira Anggreni, Reni Annisa, Citra Agita Anugerah, Anugerah Aprilina Aprilina Aprilina, Aprilina Ardianto, Randy Ariyani, Riri Nur Arsyad, Ya' Muhammad Asih Astarini Azrul Azwar Bintoro Siswo Nugroho Delfi Warsita Masdat Dewanti, Yanuarti Pasta Dwiria Wahyuni Elfrida Ratnawati Erna Wati Eva, Theresia Faras, Angelia Millenis Febriana Diah Permata Fernanda, Anastasia Gracia Fitriani Fitriani Fransiska, Butet Galuh Utamia Dillayati Hajrul, Siti Hasanuddin Hasanuddin Heni Susiati Hidayat, Fitri Dayanti Irfana Diah Faryuni Jannati Jannati Jesiani, Eka Mey Joko Sampurno Joko Sampurno Jumarang, Muh Ishak Laras Toersilowati Mahavira Zen Massuro, Lusyndatul Mega Sari Juane Sofiana Merlyn Elsyani Monica Monica Muh. Ishak Jumarang Muhammad Sholeh Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Nanda Darmawan Natasha, Ingga Niyati, Nurasniyati Noang, Aurel Vivaldi Novi, Maria Brigita Nugraha, Alfa Nur Fitri Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Okto Ivansyah Okviani, Nadya Perawiska, Erni Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Prabowo, Ridho Puteri, Martsa Farindi Dwi Putri, Evi Pania Putri, Tiara Nusa Rahwanda Rahwanda Ramat, Muhammad Farhan Riri Nur Ariyani Risko, Risko Rista, Lorensiana Safitri, Andriani Salawati Salawati Salawati, Salawati Sariana Sariana, Sariana Satria Putra, Yoga Satyawardhana, Haries Siti Helmyati Suhardi Irawan Tantri, Oktaviana Toersilowati, RR. Laras Tri, Mario Andika Tyas Khansa Tsabita Wahyu Tri Hidayat Wahyuni, Ade Tri Wilnaldo, Andre Ya' Muhammad Arsyad Yani, Elyda Yoga Satria Putra Yoga Satria Putra Yudha Arman Yulia Agustin Yuris Sutanto Yusuf Arief Nurrahman Zibar, Zan Zulfian Zulfian