Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS KONDISI EKSTERNAL TAPAK UNTUK PERANCANGAN PASAR INDUK AGROBIS DI KOTA PROBOLINGGO Ridwan Rizki, Qusai; Murti, Farida; Soaduon Panjaitan, Tigor Wilfritz
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i1.89

Abstract

Pasar Agrobis di Kota Probolinggo memiliki peran penting dalam mendukung jual beli barang hasil pertanian secara grosir. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pasar induk agrobis yang dapat meningkatkan distribusi komoditas unggulan, seperti bawang merah, mangga, dan tebu, serta mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. Lokasi desain berada di Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, dengan luas area 49.736 m². Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif mencakup observasi lapangan, pengumpulan data dari instansi terkait, serta analisis lingkungan, meliputi suara, tata surya, angin, dan aliran irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan ekonomi jika dirancang secara ramah lingkungan. Strategi desain mencakup pemanfaatan panel surya untuk energi terbarukan, ventilasi silang untuk efisiensi udara, serta sistem drainase yang terpisah dari irigasi air. Selain itu, penggunaan flora sebagai penghambat angin dan pengurang kebisingan memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung. Dengan pendekatan ini, pasar induk agrobis di Kota Probolinggo diharapkan menjadi pusat perdagangan kontemporer yang berkontribusi pada pengembangan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
EKSPLORASI STRUKTUR DAN MATERIAL ARSITEKTUR PADA NAUNGAN ATAP GEREJA PUHSARANG KEDIRI Masruchin, Febby Rahmatullah; Tohar, Ibrahim; Murti, Farida; Farrelino, Christian; Remetwa, Apolinaris; Riadi, Riadi
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.9279

Abstract

Gereja Puhsarang merupakan salah satu obyek arsitektur di Indonesia yang menerapkan naungan sebagai ciri khas arsitektur vernakular dan upaya adaptasi pada iklim tropis. Struktur dan material pada naungan atap Gereja Puhsarang memiliki perbedaan dengan bangunan vernakular lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi yang fokus terkait struktur dan material pada naungan atap Gereja Puhsarang. Metode deskriptif kualitatif digunakan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai melalui pengamatan di lapangan dan wawancara dengan narasumber. Hasil yang didapatkan terdapat perubahan dari kondisi awal Gereja 1936 dan kondisi saat ini 2025. Pada kondisi awal, struktur rangka atap terdiri dari 4 kuda-kuda lengkung yang menggunakan material sambungan papan kayu. Untuk menopang material penutup atap genteng tanah liat, terdapat gording, reng dan usuk dari material kawat dengan struktur kabel yang diikat dengan sistem ring. Penutup atap genting memiliki adaptasi yaitu berbentuk profil U yang dipasang berlawanan arah (atas dan bawah) serta diberi lubang untuk diikat pada sistem kabel. Sementara itu pada kondisi sekarang, kuda-kuda lengkung diganti dengan tabung baja serta penggantian sistem ring menjadi sambungan las permanen. Penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam pengembangan struktur dan material sesuai dengan teknologi saat ini serta penerapan pada obyek arsitektur masa kini.
Penerapan Konsep Neo-Vernakular pada Desain Atap Amorty Billiards Indonesia di Kota Malang Cahyaningrum, Eka; Anggraini, Rheina; Murti, Farida; Tohar, Ibrahim
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 8 No. 2 (2025): JAUR April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v8i2.12301

Abstract

This study explores the application of neo-vernacular architectural concepts to the roof design of the Amorty Billiards Indonesia building in Malang City. Neo-vernacular architecture is included in an approach that blends traditional local characters with modernity, using local materials and culture. The research method used in this study is a qualitative method through direct observation and documentation. The results of this research show that building roofs using clay tiles provide coolness and weather resistance even though they require regular maintenance. The Joglo Lawakan roof shape was chosen to add aesthetic and symbolic value to Javanese culture. This combination creates a classic and modern impression, enriches the aesthetics of the building and supports the preservation of local cultural values. This research concludes that the Implementation of Neo-vernacular architecture on the Amorty Billard roof has a positive impact on the environment and maintains traditional values ​​in a modern architectural context.
Kajian Arsitektur Neo Vernakular pada Bangunan di Taman Krida Budaya Kota Malang Dharma, Wahyu Nursila; Farida Murti; Tohar, Ibrahim
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i1.12306

Abstract

Indonesia is a country with various ethnicities and cultures. Each region of Indonesia has its own culture and uniqueness. As modern times become more modern, many local wisdoms and characteristics are starting to disappear. One way to ensure that local wisdom remains is by implementing neo vernacular architecture. Neo vernacular architecture is a form of applying architectural components to buildings in the form of shapes, structures and/or elements that are not in physical form such as concepts, thought patterns and spatial planning, which has the aim of using local components created from community culture to be futuristic and modern without reducing existing traditional elements. Research was carried out to look for the characteristics of Neo Vernacular Architecture in the cultural park area. The method used is qualitative description, by conducting literature studies and field observations. The place used as the object is the Krida Budaya Park in Lowokwaru District, Malang City. From the observations that have been made, it was found that Taman Krida Budaya applies the concept of neo vernacular architecture in several parts of the building, both in the main building and in supporting buildings.
Kajian Elemen Arsitektur Vernakular pada Pendopo Agung Trowulan dengan Studi Bentuk dan Ruang Agriya, Bulan Surya; Koeswanto, Alfinto Deonova; Murti, Farida; Tohar, Ibrahim
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i1.12334

Abstract

As a form of cultural heritage in Indonesia, Pendopo Agung Trowulan is located in the Trowulan archaeological site which has extraordinary historical value and is an important representation of traditional Javanese architecture. This study aims to identify the main characteristics of vernacular architectural elements integrated in the building's design, as well as analyze the vernacular architectural elements that influence the building's form and space. The method used was descriptive qualitative involving literature review, field observations, and interviews with local residents. The analysis was focused on various physical aspects such as the form and space in the Trowulan Great Hall building. With all its functions and meanings, Pendopo Agung Trowulan is a clear evidence of how vernacular architecture can play an important role in preserving and promoting local wisdom and enriching the social and cultural life of the community.
Strategi Desain Fasilitas Pendidikan Bagi Tunanetra Dan Tunagrahita: Design Strategies for Edicational Facilities for The Visually and Intellectual Disability Darmawati, Tria Laila; R.A Retno Hastijanti; Farida Murti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.781

Abstract

Untuk mendukung proses perkembangan dan pembelajaran anak tunanetra dan tunagrahita diperlukan suatu pendidikan khusus bagi penyandang tunanetra dan tunagrahita.Kebutuhan penyandang tunanetra dan tunagrahita untuk memperoleh pembelajaran yang layak berbanding terbalik dengan ketersediaan fasilitas khusus bagi mereka. Pada kenyataannya saat ini masih banyak fasilitas pedidikan yang khususkan untuk anak tunanetra dan tunagrahita yang tidak memenuhi persyaratan dan kebutuhan peserta didik. Kebanyakan sekolah luar biasa menyamaratakan sarana prasarana yang dikhususkan untuk penyandang tunanetra dan tunagrahita dengan sekolah pada umumnya sehingga artikel ini ditulis untuk memaparkan desain khusus untuk penyadang tunanetra dan tunagrahita. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif eksploratif yang diawali dari mencari infomasi dari jurnal, buku, maupun tulisan ilmiah mengenai karakteristik, kesulitan dan kebutuhan pengguna. Dari hal itu maka munculnya pemahaman desain seperti aksesibilitas, pola tata ruang, penataan furniture, orientasi, material, dimensi ruangan dan pencahayaan yang sesuai ,dibutuhkan , dan memberikan kenyamanan dan keamanan. Dengan melalui artikel ini diharapkan pembaca dapat mengetahui bagaimana desain yang diperlukan untuk tunanetra dan tunagrahita
SPATIAL AND ACOUSTIC ANALYSIS OF THEATER SPACE PLANNING LOMBOK TRADITIONAL ARTS PERFORMANCE BUILDING ANALISIS SPASIAL DAN AKUSTIK PERENCANAAN RUANG TEATER UNTUK GEDUNG PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL LOMBOK Setiawan, Muhamad; Tohar , Ibrahim; Murti , Farida
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i1.53

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat membutuhkan sarana operasional gedung pusat seni dan budaya, khususnya di wilayah Lombok. Dalam hal ini, desain gedung teater dirancang untuk mengakomodasi kegiatan seni pertunjukan dengan mempertimbangkan standar seperti ketinggian panggung, kebutuhan ruang, dan sudut pandang penonton. Mencari bentuk ruang seni pertunjukan yang sesuai dengan kebutuhan pertunjukan kegiatan seni tari, teater dan seni musik. jenis pertunjukan. Bentuk panggung suara dianalisis menggunakan metode penelitian dokumenter dan kemudian dibuat analisis bentuk panggung suara dengan pilihan bentuk teater yang fleksibel yang dapat digunakan untuk setiap sesi yang ditayangkan. Hasil penelitian ini berupa usulan konformasi bentuk ruang akustik yaitu persegi dan segi enam. Melalui bentuk ini akan diterapkan prinsip-prinsip ergonomis yang akan menjadi acuan dalam perancangan bentuk teater yang akan digunakan.
DESIGNING MUSLIM TRADING FACILITIES WITH ISLAMIC ARCHITECTURAL PRINCIPLES IN CITY OF SURABAYA PERANCANGAN FASILITAS PERDAGANGAN MUSLIM DENGAN MENERAPKAN PRINSIP ARSITEKTUR ISLAM DI KOTA SURABAYA aziizul, Aziizul Hakim Prasetyo; Faisal, Muhammad; Murti, Farida
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i1.65

Abstract

Fasilitas pendukung wisata religi dengan konsep islami adalah Fasilitas yang dalam perancangannya terkait dalam Qur’an dan Sunnah yang akan di terapkan kedalam proses rancang bangunan. Perancangan Fasilitas Pendukung Wisata Religi dengan konsep islami diharapkan rasa aman dan nyaman akan hadir bagi orang yang berjualan dan yang berkunjung pada fasilitas perdagangan ini. Hal yang mendasari perancangan fasilitas ini dikarenakan kurangnya fasilitas penjualan untuk mewadahi para pedagang yang mengakibatkan para pedagang melakukan proses perdagangan di bahu jalan dan trotoar masjid Al Akbar Surabaya. Menggunsksn metode komparasi konsep arsitektur islam yang identik dengan bangunan keagamaan seperti masjid, kemudian di terapkan ke dalam perancangan fasilitas perdagangan pendukung wisata religi masjid Al Akbar Surabaya. Dengan metode kualitatif berupa literatur dan survey langsung, hasil akhir rancangan nantinya akan akan menerapkan konsep arsitektur islam ke dalam pola tata masa, material, dan bentuk bangunan fasilitas pendukung wisata religi di kawasan masjid Al Akbar Surabaya.
KAJIAN PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK MENURUT KEN YEANG DALAM PERANCANGAN FASILITAS AGROINDUSTRI JAGUNG Prayogo, Adi; Murti, Farida
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.53

Abstract

Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas unggulan setelah padi dan termasuk salah satu komoditas tanaman palawija utama di Indonesia yang manfaatnya relatif luas terutama digunakan sebagai alternatif karbohidrat yang dikonsumsi manusia serta dapat menjadi bahan pakan ternak hewan, sehingga perlunya membangun sebuah agroindustri yang dapat mengembangkan olahan jagung menjadi suatu produk unggulan, agroindustri juga menjadi peran utama dalam perkembangan sector pertanian. Pada umumnya bangunan industri banyak yang kurang mengoptimalkan energi alami sebagai energi alternatif pada bangunan dan kurangnya memperhatikan lingkungan sekitar seperti pembuangan limbah industri yang memberi dampak buruk bagi lingkungan, maka dengan menerapkan prinsip arsitektur bioklimatik yang dipakai oleh Ken Yeang bisa dapat digunakan untuk merespon permasalahan tersebut, arsitektur bioklimatik merupakan metedologi untuk memberikan arahan kepada seorang arsitek untuk memperoleh susunan rencana solusi desain yang memperhatikan hubungan antara bentuk bangunan dengan iklim lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan melakukan pengumpulan data kondisi eksisting lingkungan serta studi literatur, tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan strategi penerapan prinsip arsitektur bioklimatik menurut Ken Yeang pada perancangan fasilitas agroindustri jagung.
APPLICATION OF NON-PHYSICAL ELEMENTS IN THE NEO-VERNACULAR CONCEPT IN THE MOJOKERTO REGENT'S OFFICE PENDOPO BUILDING, EAST JAVA PENERAPAN ELEMEN NON-FISIK DALAM KONSEP NEO-VERNAKULAR PADA BANGUNAN PENDOPO KANTOR BUPATI MOJOKERTO, JAWA TIMUR Shalsabila, Nisa Najla; Gesang, Wisnu; Murti, Farida; Tohar, Ibrahim
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i2.112

Abstract

Salah satu Kabupaten yang terdapat di Jawa Timur adalah Kabupaten Mojokerto, yang memiliki luas wilayah kurang lebih 969,360 km2. Pada masa Kerajaan Hindu-Budha, Mojokerto memiliki peranan penting yang terlihat dari banyaknya peninggalan berupa candi dan artefak dari masa Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, kawasan Mojokerto semakin memperkuat identitasnya dengan mempertahankan arsitektur dan budaya Majapahit. Hal ini diterapkan pada bangunan pusat pemerintahan, seperti Pendopo Kantor Bupati Mojokerto. Bertujuan untuk melestarikan arsitektur lokal agar sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam penelitian ini, menggunakan metode deskriptif kualitatif, melalui observasi langsung, analisis data, identifikasi, serta mendeskripsikan terhadap ciri arsitektur Neo-Vernakular khususnya pada elemen non-fisik. Penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa adanya keselarasan antara nilai-nilai budaya, sistem kepercayaan, filsafat, serta tata letak bangunan dalam penerapan elemen non-fisik pada Bangunan Pendopo Kantor Bupati Mojokerto. Dengan demikian, bangunan ini dapat menjadi acuan bagi pembangunan di masa depan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya lokal.