Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Arsitektur Ecotech pada Redesain Gedung Olah Raga Ken Arok Kota Malang: Application of EcotechArchitecture In Redesign Sport Center Building Ken Arok Malang City Aiko Rainaning Putri Ainur Rofiq; Farida Murti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.792

Abstract

Gedung Olah Raga Ken Arok Kota Malang merupakan fasilitas olahraga dengan klasifikasi tipe A yang melayani tingkat daerah atau provinsi dengan kapasitas penonton mencapai 5000 jiwa. GOR ini sering digunakan pada berbagai acara baik acara olahraga maupun acara non olahraga. Namun beberapa sarana dan prasarana yang ada di GOR ini masih belum memadai seperti pada sirkulasi, pencahayaan, serta pendinginan pada bangunan. Selain itu lahan parkir pada tapak juga tidak bisa memenuhi kebutuhan ruang parkir dan memiliki sirkulasi yang kurang efektif. Sehingga redesain dengan pendekatan ecotech perlu dilakukan pada bangunan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Arsitektur ecotech merupakan prinsip arsitektur yang mengikuti perkembangan teknologi serta meperhatikan faktor lingkungan dan iklim. Prinsip arsitektur ecotech yang diterapkan meliputi penataan tapak, pemilihan struktur, konsep pencahayaan alami, konsep sirkulasi antar ruangan, serta bentuk bangunan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, analisa data, penyajian data, kemudian melakukan pembahasan serta menarik kesimpumpulan. Berdasarkan hasil penelitan didapatkan bahwa arsitektur ecotech dapat diterapkan pada redesain GOR Ken Arok dengan baik karena prinsip desain ini dapat diterapkan di segala aspek baik pada penataan tapak, bentuk bangunan, hingga sirkulasi bangunan. Selain itu karena arsitektur ecotech memehatikan lingkungan maka dapat menjadikan GOR Ken Arok menjadi fasilitas olahraga yang nyaman sekaligus ramah lingkungan. Kata kunci: Gedung Olahraga, Ecotech, GOR Ken Arok
PERANCANGAN FASILITAS PARKIR PASAR BLAURAN SURABAYA Ahmad Resahidayat; Intan Kusumaningayu; Farida Murti
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v13i3.57254

Abstract

This study discusses the design of parking facilities at Pasar Blauran Surabaya in response to the problem of limited parking space that affects the smooth operation of the market and the convenience of visitors. Through a mixed qualitative and quantitative approach, this research conducts an in-depth analysis of the parking conditions at the market. Primary data were collected through field surveys, including observations of parking patterns and interviews with market traders and visitors. The results show that parking space at Pasar Blauran is still limited, leading visitors and traders to often choose unofficial parking spots, increasing the risk of congestion and traffic problems. The limitation of parking space at Pasar Blauran Surabaya is a serious issue that affects the market's operation and the comfort of visitors and traders. This research identifies the factors causing and the impacts of this issue and offers solutions. Through a mixed qualitative and quantitative approach, including literature reviews, field surveys, and data analysis, the main findings and recommendations are presented. The research site is Pasar Blauran, located in a densely populated area in South Surabaya. The results are expected to provide guidance for local governments, market managers, traders, and the community in improving the quality and sustainability of the market. Keywords: Pasar Blauran, Surabaya, parking facilities, limited parking space, parking conditions.
KRITERIA PEMILIHAN TAPAK PADA PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA MILIK DI MEDOKAN AYU SURABAYA Ratna A. Andarwati; Andarita Rolalisasi; Farida Murti
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v13i3.57266

Abstract

Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Timur. Kota Surabaya mengalami perkembangan yang sangat pesat, setiap tahunnya populasi kepadatan penduduk semakin bertambah. Pesatnya perkembangan kota mengakibatkan berbagai macam masalah dalam penyediaan sarana, prasarana dan lingkungan perumahan di perkotaan, hal ini disebabkan kurangnya lahan yang memadai. Dalam mengatasi permasalahan tersebut pemerintah kota Surabaya berencana membangun rumah susun sederhana milik. Dalam Pembangunan rusunami yang perlu diperhatikan adalah fasilitas lingkungan sekitar yang bisa menunjang kebutuhan para penghuni rusunami, fasilitas Pendidikan, fasilitas Kesehatan, fasilitas pemerintahan, aksebilitas perlu di pertimbangkan. Oleh karena itu, pemilihan tapak sangat berperan penting dalam Pembangunan rusunami. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tapak agar dapat digunakan sebagai data dasar dalam perancangan rumah susun sederhana milik di Medokan ayu Surabaya. Metode yang digunakan adalah analisis skoring yang dilakukan dengan menghitung jarak dari tiap-tiap kriteria prioritas tapak. Kriteria tapak bertujuan agar lahan mampu dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Kata Kunci: Rumah susun, Rusunami, Surabaya, Analisis Tapak
TINJAUAN KONSEP ARSITEKTUR REGIONALISME SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN PADA PENERAPAN FASILITAS PERTUNJUKAN KESENIAN LOKAL Annisa, Agista Renata; Hastijanti, Retno; Murti, Farida
Jurnal Teknik Gradien Vol 16 No 01 (2024): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v16i01.1134

Abstract

Distinctive features in architecture need to be preserved because it is part of the ancestral cultural heritage which is now one of the privileges and richness of local culture. Along with the times and technological advances, it causes a new and different mindset such as the existence of modern art, so that local people become less interested in local art, especially in Salatiga City. In addition to the lack of interest in local arts, there is also a lack of performance facilities for local arts that are useful as a place to accommodate performances and are supported by exhibitions and training which is one way to preserve Salatiga's local art. With the design of local art performance facilities that will accommodate local art activities with performances supported by exhibitions and training, it is expected to foster interest and talent as one of the efforts to preserve Salatiga's local art. The design of performing arts facilities that will use regionalism architecture will continue to apply in terms of local architecture and local culture of the Salatiga area as one of the design elements. With qualitative descriptive methods, the author will analyze the basic theories as well as architectural concepts of regionalism.
ANALISA PEMILIHAN TAPAK PADA PERANCANGAN FASILITAS PAGELARAN KESENIAN TRADISIONAL DAN KONTEMPORER DI KABUPATEN NGANJUK Juan Fajar Virya Dista; Farida Murti; Benny Bintarjo
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 4 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v3i4.3309

Abstract

Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang memiliki banyak jenis kesenian. Dari sekian banyaknya kesenian di Kabupaten Nganjuk, kurangnya tempat pelestarian pada keseniannya membuat para seniman memiliki tempat yang terbatas dalam mewadahi kreativitas para seniman di Kabupaten Nganjuk. Oleh karena itu, diperlukan lokasi yang lebih besar yang dapat mencakup seluruh kesenian di Nganjuk sebagai tempat berkembangnya para pelaku seniman, pengunjung serta warga yang turut serta dalam pelestarian kesenian tersebut. Maka perlunya pemilihan lokasi tapak yang strategis sebagai lokasi Perancangan Fasilitas Pagelaran Kesenian Tradisional Nganjuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan lokasi tapak yang tepat dalam memaksimalkan fungsi bangunan dengan melakukan analisa sirkulasi, iklim, view dan segala aspek yang diperlukan dalam skoring pemilihan tapak sesuai fungsinya.
TINJAUAN PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA PERANCANGAN FASILITAS KONSERVASI TERUMBU KARANG Rheyvinza Dwi Prima Syach Putra; Farida Murti; Suko Istijanto
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 5 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v3i5.3470

Abstract

Penerapan arsitektur biofilik telah menjadi fokus penting dalam desain lingkungan binaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia melalui koneksi yang lebih mendalam dengan alam. Studi ini mengkaji konsep arsitektur biofilik sebagai landasan dalam perencanaan dan pengembangan fasilitas konservasi terumbu karang. Pendekatan ini mengintegrasikan elemen-elemen alami seperti vegetasi, air, dan pencahayaan alami untuk menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional tetapi juga mendukung keseimbangan ekosistem laut. Melalui tinjauan literatur dan analisis kasus, penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip utama arsitektur biofilik yang relevan, seperti akses visual ke alam, ventilasi alami, dan penggunaan material organik, yang dapat diterapkan pada desain fasilitas konservasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan arsitektur biofilik tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan tetapi juga meningkatkan efektivitas program konservasi terumbu karang dengan menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi manusia dengan ekosistem laut. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi arsitektur biofilik dalam desain fasilitas konservasi terumbu karang merupakan pendekatan yang inovatif dan berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan manusia.
Penerapan Pendekatan Arsitektur Vernakular Kontemporer pada Redesain Malang Trade Center Blimbing, di Kota Malang Fernanda, Achmad Nizar; Murti, Farida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11554

Abstract

Pasar tradisional Blimbing merupakan pasar tradisional berstandar kelas I di kota Malang, namun keberadaannya saat ini dirasa kurang mampu untuk mewadahi aktivitas perekonomian masyarakat. Permasalahan tersebut akhirnya direspon oleh pemkot Malang dan investor swasta pasar Blimbing untuk meningkatkan fungsi pasar tradisional Blimbing dan sekaligus mengembangkan fungsi Malang trade center Blimbing. Namun upaya tersebut tidak sejalan dengan yang diharapkan oleh pedagang pasar sehingga upaya redesain tersebut terhambat hingga penulisan jurnal ini dibuat. Maka dari itu tujuan dari penulisan jurnal ini bertujuan untuk meredesain pasar tradisional Blimbing menjadi Malang trade center Blimbing dengan harapan untuk menyelesaikan permasalahan ketiga belah pihak (pedagang pasar, investor swasta, dan pemkot Malang). Penerapan pendekatan arsitektur vernakular kontemporer pada redesain Malang trade center Blimbing ini adalah menciptakan solusi arsitektural untuk membangun kekerabatan (paseduluran) antara pedagang dan pembeli agar prinsip keseimbangan (timbal balik) semakin optimal dan diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi daerah bagi masyarakat kota Malang.
PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGIS PADA PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI NADIUN OHOIDERTAWUN DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA Dumatubun, Maria; Prakasa, Darmansjah Tjahja; Murti , Farida
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 6 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i6.1636

Abstract

Maluku Tenggara memiliki kekayaan alam yang sangat indah terkenal akan pariwisata alam yang beragam dan salah satunya wisata alam pantai. Maluku Tenggara memiliki keindahan wisata alam yang sangat menarik, memiliki keindahan dan karakteristik tersendiri. Kurangnya perhatian dari pemerintah untuk mengembangkan kawasan wisata sehingga memberi dampak terhadap kunjungan wisatawan. Salah satu faktor utama yaitu kurangnya fasilitas wisata untuk mewadahi aktivitas wisatawan, belum adanya implementasi desain yang menggambarkan tempat wisata alam yang unik untuk menarik kunjungan wisatawan, kurangnya atraksi wisata, dan juga implementasi material yang tidak cocok terhadap kondisi lokasi sehingga itu sangat berpengaruh terhadap pemakai dan juga lingkungan. Karena itu, desain pengembangan kawasan wisata pantai Nadiun Ohoidertawun akan menerapkan pendekatan Arsitektur Ekologis sehingga di harapkan dapat memperhatikan lingkungan, manusia, dan alam sehingga desain bisa berkelanjutan. Pengembangan kawasan wisata pantai nadiun ini akan menerapkan prinsip – prinsip arsitektur ekologis ke dalam desain dengan menyesuaikan pada kondisi tapak sehingga beberapa prinsip akan di terapkan menyesuaikan dengan tapak. Implementasi elemen material lokal yang ramah lingkungan agar memberi kesan santai dan juga lokal karena tapak yang berada di desa dan juga merupakan wisata pantai.
KAJIAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA SITE KECAMATAN JEPON SEBAGAI FASILITAS PELATIHAN KESENIAN TRADISIONAL BLORA Maftukhosyi, Hadad Alfito; Murti, Farida
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56072

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Blora memiliki beberapa potensi sosial budaya yang dapat dikembangkan, salah satunya yang berada di Kecamatan Jepon. Kecamatan Jepon ini memiliki potensi kesenian dan tradisional yang melekat pada lingkungan sekitar terutama pada Dukuh Nglobener. Adanya perkembangan zaman di era postmodern menyebabkan lingkungan sekitar site mengalami kemajuan dengan terdapat beberapa fasilitas yang mengacu pada prinsip arsitektur neo-vernakular dengan tetap mempertahankan nilai lokalitas tradisional setempat. Perkembangan pada era postmodern menyebabkan munculnya gaya arsitektur neo-vernakular. Gaya arsitektur neo-vernakular lahir pada tahun 1960-an sebagai jawaban atas kritik terhadap gaya arsitektur modern yang mengutamakan fungsionalisme dan rasionalisme yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Arsitektur neo-vernakular berkaitan dengan adaptasi dan perpaduan budaya lokal dalam kehidupan bermasyarakat, norma hukum, serta rasa keharmonisan dan keselarasan antara bangunan, lingkungan dan alam, dengan teknologi.Tujuan dari penelitian perancangan ini adalah untuk mengkaji dan mengadaptasi prinsip-prinsip arsitektur neo-vernakular pada lokasi Dukuh Nglobener, Kelurahan Jepon yang dapat berguna untuk adanya fasilitas pelatihan kesenian tradisional Blora. Metode yang digunakan adalah analisa kualitatif dengan pendekatan metode deskriptif evaluatif melalui observasi langsung, studi literatur tentang prinsip-prinsip arsitektur neo vernakular, pengumpulan data dari sumber lainnya. Pokok pada permasalahan yang akan diselesaikan terhadap objek penelitian ini yaitu, masalah minimnya produktifitas adanya pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional setempat yang diterapkan pada prinsip arsitektur neo-vernakular. Sehingga didapat bahwa kondisi site memenuhi prinsip arsitektur neo-vernakular karena masih terdapat beberapa bangunan atau lingkungan sekitar yang mempertahankan dan melestarikan lokalitas tradisional setempat. Kata Kunci: Arsitektur, Blora, Jepon, Neo-Vernakular, Prinsip ABSTRACT District of Blora has several socio-cultural potentials that can be developed, one of which is in Jepon District. Jepon District has artistic and traditional potential inherent in the surrounding environment, especially in Dukuh Nglobener. The development of the times in the postmodern era has caused the environment around the site to experience progress with several facilities that refer to neo-vernacular architectural principles while maintaining traditional local values. Developments in the postmodern era led to the emergence of the neo-vernacular architectural style. The neo-vernacular architectural style was born in the 1960s as a response to criticism of the modern architectural style which prioritized functionalism and rationalism which was influenced by technological advances. Neo-vernacular architecture is related to the adaptation and integration of local culture in social life, legal norms, as well as a sense of harmony and harmony between buildings, the environment and nature, and technology. Therefore, the aim of this design research is to examine and adapt the principles of neo-vernacular architecture in the Dukuh Nglobener location, Jepon Village which can be useful for providing training facilities for traditional Blora arts. The method used is qualitative analysis with a descriptive evaluative method approach through direct observation, literature study on the principles of neo-vernacular architecture, data collection from other sources. The main problem that will be resolved regarding the object of this research is the problem of minimal productivity in the preservation and development of local traditional arts which are applied to the principles of neo-vernacular architecture. So it was found that the condition of the site meets the principles of neo-vernacular architecture because there are still several buildings or surrounding environments that maintain and preserve local traditional locality. Keywords: Architecture, Blora, Jepon, Neo-Vernacular, Principles
KAJIAN TRANSFORMASI SPASIAL PADA PERANCANGAN MUSEUM WALISONGO DI GRESIK DENGAN FILOSOFI MEMAYU HAYUNING BAWANA Riyanto, Anton; Tohar, Ibrahim; Murti, Farida
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to explain the spatial variations in the design of the Warisongo Museum in Gresik based on the philosophy of Memayu Hayunin Bawana. This philosophy is a social wisdom aimed at maintaining harmonious relationships between humans, humans and nature, and humans with their Creator. This philosophy is applied to the layout depicting Javanese community life, including architecture designed with significance. Memayu Hayunin Bawana is believed to play an important role in human life, especially in Javanese society. The designers of the Warisongo Museum must consider that the museum's design represents the journey of Warisongo in spreading Islam in Java. The research is conducted using visual observation and documentation, literature review, 2d and 3d desain methods, and comparison to explore data and context. Renovation of traditional Javanese houses. The results of the research indicate the transformation of the Warisongo Museum's design through spatial transformation following the guidelines of the Memayu Hayunin Bawana philosophy. Changes that violate traditional house rules are now believed to reduce the practice of Memayu Hayunin Bawana, While individuals who are observed adhering to the rules will persist in their practices, additional research is required to examine the alteration of traditional structures in various instances of Javanese traditional architecture, illustrating the implementation of principles associated with Memayu Hayunin Bawana in spatial changes. Keyword: Museum, Transformasi, Walisongo Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan transformasi spasial pada perancangan museum walisongo di gresik berdasarkan filosofi memayu Hayuning Bawana. Filosofi ini merupakan kearifan masyarakat yang diarahkan untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan manusia, manusia denhan alam serta manusia dengan sang pencipta. Filosofi ini diterapkan dalam rancangan untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa seperti arsitektur yang dirancang secara bermakna. Memayu Hayuning Bawana dinilai berperan penting dalam prinsip hidup manusia khususnya masyarakat jawa. Perlu diketahui bahwa perancangan museum walisongo ini merupakan rancangan museum yang di harapkan dapat menggambarkan perjalanan walisongo dalam menyebarkan islam di tanah jawa, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi visual dan dokumentasi, tinjauan pustaka, wawancara, metode grafis, dan perbandingan untuk menggali data dan latar belakang transformasi pada rumah tradisional jawa. Hasil penelitian menunjukan hasil dari transformasi perancangan museum walisongo dengan tranformasi spasial sesuai pedoaman filosofi Hamemayu Hayuning Bawana. Sementara itu, transformasi yang ditemukan melanggar aturan rumah adat diyakini akan mengurangi praktik Hamemayu Hayuning Bawana, sedangkan mereka yang terpantau mematuhi aturan akan mempertahankan praktik tersebut. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai transformasi bangunan tradisional dalam kasus lain arsitektur tradisional Jawa guna menampilkan adanya pengapliaksian konseptual terkait Hamemayu Hayuning Bawana dengan tranfomasi spasial. Kata Kunci: Musem, Transformasi, Walisongo
Co-Authors Achmad Nizar Fernanda Achmad Wahana Karimullah Agista Renata Annisa Agriya, Bulan Surya Agustin, Camelia Putri Ahmad Resahidayat Aiko Rainaning Putri Ainur Rofiq Ainiyah Sekar Ayu Kenar Kinasih Ainur Rofiq, Aiko Rainaning Putri Andarwati, Ratna Armelia Anggraini, Rheina Annisa, Agista Renata Arazi Idrus aziizul, Aziizul Hakim Prasetyo Benny Bintardjo Benny Bintarjo Benny Bintarjo Cahyaningrum, Eka Christiono Utomo Dadoes Soemarwanto Darmawati, Tria Laila Dea Natania Dea Dewanto, Khrisna Daffa Dharma, Wahyu Nursila Dumatubun, Maria Farrelino, Christian Fernanda, Achmad Nizar Gesang, Wisnu Gustinasari, Renyta Hafidz, Achmad Wildan Hanny Chandra Pratama Haryono, Jessyca Angelique Hayqel Sukma, Tiara Hersanyo, Benny Bintarjo Dwinugroho Ilmi Lintang Cahyani Intan Kusumaningayu Isawwa, Syahfa Treesita Septi Istijanto, Suko Jannah, Siti Miftahul Juan Fajar Virya Dista Katrine Putri Eka Permatasari Khosyati, Khilda Elzim Koeswanto, Alfinto Deonova Laitupa, Abdul M. Maftukhosyi, Hadad Alfito Makmum, Sukron Masruchin, Febby Rahmatullah Mitha Maulidina Moh. Hazazi Kirom Mufidah Mufidah Mufidah, Mufidah Muhammad Faisal Panjaitan, Tigor Wilfritz Soaduon Prakasa, Darmansjah Tjahja Pratama, Hanny Chandra PRAYOGO, ADI R.A Retno Hastijanti RA Retno Hastijanti Ratna A. Andarwati Ravitya Camolind Damahesa Remetwa, Apolinaris Retno Hastijanti Rheyvinza Dwi Prima Syach Putra Riadi, Riadi Ridwan Rizki, Qusai Rifdah Afanin Riyanto, Anton Rofiq, Aiko Rainaning Putri Ainur salsabillah, Irda Setia Pramuja, Azi Setiawan, Muhamad Shafa, Anindya Shalsabila, Nisa Najla Soaduon Panjaitan, Tigor Wilfritz Suko Istijanto Suko Istijanto Thohari, Muhammad Tigor W. S. P Tohar , Ibrahim Tohar, Ibrahim Tri Putranto, Yunantyo Tria Laila Darmawati Wilfritz Soaduon Panjaitan, Tigor WSP, Tigor Yasqi Ilyadiana Putri Yuda Wirana Yunantyo Tri Putranto