Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN TRANSFORMASI SPASIAL PADA PERANCANGAN MUSEUM WALISONGO DI GRESIK DENGAN FILOSOFI MEMAYU HAYUNING BAWANA Riyanto, Anton; Tohar, Ibrahim; Murti, Farida
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to explain the spatial variations in the design of the Warisongo Museum in Gresik based on the philosophy of Memayu Hayunin Bawana. This philosophy is a social wisdom aimed at maintaining harmonious relationships between humans, humans and nature, and humans with their Creator. This philosophy is applied to the layout depicting Javanese community life, including architecture designed with significance. Memayu Hayunin Bawana is believed to play an important role in human life, especially in Javanese society. The designers of the Warisongo Museum must consider that the museum's design represents the journey of Warisongo in spreading Islam in Java. The research is conducted using visual observation and documentation, literature review, 2d and 3d desain methods, and comparison to explore data and context. Renovation of traditional Javanese houses. The results of the research indicate the transformation of the Warisongo Museum's design through spatial transformation following the guidelines of the Memayu Hayunin Bawana philosophy. Changes that violate traditional house rules are now believed to reduce the practice of Memayu Hayunin Bawana, While individuals who are observed adhering to the rules will persist in their practices, additional research is required to examine the alteration of traditional structures in various instances of Javanese traditional architecture, illustrating the implementation of principles associated with Memayu Hayunin Bawana in spatial changes. Keyword: Museum, Transformasi, Walisongo Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan transformasi spasial pada perancangan museum walisongo di gresik berdasarkan filosofi memayu Hayuning Bawana. Filosofi ini merupakan kearifan masyarakat yang diarahkan untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan manusia, manusia denhan alam serta manusia dengan sang pencipta. Filosofi ini diterapkan dalam rancangan untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa seperti arsitektur yang dirancang secara bermakna. Memayu Hayuning Bawana dinilai berperan penting dalam prinsip hidup manusia khususnya masyarakat jawa. Perlu diketahui bahwa perancangan museum walisongo ini merupakan rancangan museum yang di harapkan dapat menggambarkan perjalanan walisongo dalam menyebarkan islam di tanah jawa, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi visual dan dokumentasi, tinjauan pustaka, wawancara, metode grafis, dan perbandingan untuk menggali data dan latar belakang transformasi pada rumah tradisional jawa. Hasil penelitian menunjukan hasil dari transformasi perancangan museum walisongo dengan tranformasi spasial sesuai pedoaman filosofi Hamemayu Hayuning Bawana. Sementara itu, transformasi yang ditemukan melanggar aturan rumah adat diyakini akan mengurangi praktik Hamemayu Hayuning Bawana, sedangkan mereka yang terpantau mematuhi aturan akan mempertahankan praktik tersebut. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai transformasi bangunan tradisional dalam kasus lain arsitektur tradisional Jawa guna menampilkan adanya pengapliaksian konseptual terkait Hamemayu Hayuning Bawana dengan tranfomasi spasial. Kata Kunci: Musem, Transformasi, Walisongo
PERANCANGAN FASILITAS PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SATUAN PENGAMANAN SWASTA PROVINSI JAWA TIMUR DI KOTA SURABAYA Laitupa, Abdul M.; Murti, Farida; Istijanto, Suko
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya, as the second largest metropolitan city in Indonesia, has significant security challenges. High crime rates, including theft, burglary, and other crimes, indicate the need for increased security in the city. Security standards by security guards in Indonesia must also follow certain international standards as needed, so that Indonesia can be accepted in the international community, including in terms of security standards. The scope of the target security standard is an installation or area, which also follows the usual boundaries required by international standards. Judging from the book by the Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia, Regarding labor needs by sector and position in 2021-2024, in CHAPTER IV (Estimation of Indonesian Job Opportunities). With the increasing need for security services in various sectors such as banking, industry and property, private industrial security has experienced significant growth. for example, in the Electricity and Gas Procurement sector, Security Guards will increase by 2,556 people, in the Real Estate sector, security guards are expected to increase by 5,264 people. Indonesia is the largest archipelagic country in the world located on the Asian continent. Indonesia is a rich country, namely rich in culture, language, art, ethnicity, mining products and regional potential. Administratively, Indonesia is divided into thousands of regions and every region in Indonesia definitely has potential, both potential from natural resources (SDA) and potential from human resources (SDM). The reason for choosing a location in the Surabaya area is because for the East Java region, Surabaya itself is the center of the city and is also the main gathering point or destination for various regions, and also makes it easier to reach through various adequate means of transportation in the city of Surabaya. Therefore The role and presence of educational and training places for Security Units in the city of Surabaya can be shaped by the community and the private sector which is increasingly needed to fulfill the community's sense of security. Meanwhile, the police, with all their limitations, cannot possibly meet the needs and serve the entire community simultaneously at the same time. With the results of this research, it can be concluded that the design of education and training facilities requires special attention from BUJP AND Polri, especially in the unarmed protection sector in the East Java Province, Surabaya City. This is because the growth and interest in security service jobs according to the 2021-21024 employment estimate book, the population has increased significantly every year, especially in East Java province, for the sake of sustaining the level of work in social life. Keywords: Security, Design, Education and Training Unit Surabaya, disebut juga sebagai kota metropolitan terbesar yang kedua di Indonesia, memiliki tantangan keamanan sangat signifikan. Tingkat kriminalitas yang tinggi, termasuk tindak pencurian, perampokan, dan kejahatan lainnya, menunjukkan perlunya peningkatan keamanan di kota tersebut. Cakupan dari sasaran standar pengamanan yang ada di Indonesia merupakan suatu instalasi atau areanya, yang juga mengikuti batasan biasa dituntut dari standar internasional. Dilihat dari buku Kementerian di Ketenagakerjaan negara Indonesia, Mengenai Proyeksi dari kebutuhan tenaga kerja dari berbagai bidang dan jabatan tahun 2021-2024, Pada BAB IV (Perkiraan Kesempatan Kerja Indonesia). Meningkatnya kebutuhan akan Jasa keamanan di berbagai sektor seperti perbankan, industri, dan properti, industri pengamanan swasta mengalami pertumbuhan yang signifikan. contohnya Pada sektor Pengadaan Listrik dan Gas, Penjaga Keamanan akan meningkat sebanyak 2.556 orang, area sektor Real Estate, penjaga di bidang pihak keamanan diperkirakan semakin meningkat sebanyak 5.264 orang. Negara kita Indonesia di juluki negara yang Melimpah, yakni melimpah akan budayanya, bahasanya, seninya, sukunya, hasil tambangnya, dan bagian wilayah. Secara segi administratif, nrgara Indonesia menjadi ribuan wilayah dan setiap wilayah di Indonesia memiliki banyak keunggulan, entah dari potensi dari sumber daya alamnya (SDA) maupun keunggulan dari sumber daya manusianya (SDM). Alasan pemilihan lokasi di area Surabaya di karenakan untuk wilayah jawa timur, Surabaya sendiri merupakan Pusat kota dan juga merupakan tempat titik kumpul atau tujuan utama dari berbagai daerah, dna juga dengan di permudah jangakauan melalui berbagai alat transportasi yang memadai di kota Surabaya.Maka dari itu Peranan dan kehadiran tempat pendidikan dan pealtihan satuan Pengamanan di kota surabaya ini mampu dibentuk oleh masyarakat sendiri dan pihak swasta yang sangat memerlukan untuk memenuhi rasa aman di kalangan masyarakat. Sementara itu, polisi dengan segala keterbatasannya juga tidak mungkin memenuhi kebutuhan dan melayani seluruh masyarakat secara signifikan dalam waktu yang bersamaan. Dengan hasil penelitian ini bawasanya dapat di simpulkan bahwa di Peerancangan Faislitas pendidikan dan pelatihan ini perlu perhatian khusus dari BUJP DAN Polri, terutama di sektor pertahanan tanpa bersenjata di Provinsi jawa timur kota Surabaya. Hal ini dikarenakan pertumbuhan dan minat pekerjaa jasa keamanan menurut buku perkiraan kerja tahun 2021-21024 penduduk pada setiap tahun mengalami kenaikan secara signifikan terutama di provinsi jawa timur, demi keberlangsungan tingkat kerja hidup bermasyarakat. Kata Kunci: Satuan Pengamanan, Perancangan, Pendidikan dan Pelatihan
KAJIAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA SITE KECAMATAN JEPON SEBAGAI FASILITAS PELATIHAN KESENIAN TRADISIONAL BLORA Maftukhosyi, Hadad Alfito; Murti, Farida
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56072

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Blora memiliki beberapa potensi sosial budaya yang dapat dikembangkan, salah satunya yang berada di Kecamatan Jepon. Kecamatan Jepon ini memiliki potensi kesenian dan tradisional yang melekat pada lingkungan sekitar terutama pada Dukuh Nglobener. Adanya perkembangan zaman di era postmodern menyebabkan lingkungan sekitar site mengalami kemajuan dengan terdapat beberapa fasilitas yang mengacu pada prinsip arsitektur neo-vernakular dengan tetap mempertahankan nilai lokalitas tradisional setempat. Perkembangan pada era postmodern menyebabkan munculnya gaya arsitektur neo-vernakular. Gaya arsitektur neo-vernakular lahir pada tahun 1960-an sebagai jawaban atas kritik terhadap gaya arsitektur modern yang mengutamakan fungsionalisme dan rasionalisme yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Arsitektur neo-vernakular berkaitan dengan adaptasi dan perpaduan budaya lokal dalam kehidupan bermasyarakat, norma hukum, serta rasa keharmonisan dan keselarasan antara bangunan, lingkungan dan alam, dengan teknologi.Tujuan dari penelitian perancangan ini adalah untuk mengkaji dan mengadaptasi prinsip-prinsip arsitektur neo-vernakular pada lokasi Dukuh Nglobener, Kelurahan Jepon yang dapat berguna untuk adanya fasilitas pelatihan kesenian tradisional Blora. Metode yang digunakan adalah analisa kualitatif dengan pendekatan metode deskriptif evaluatif melalui observasi langsung, studi literatur tentang prinsip-prinsip arsitektur neo vernakular, pengumpulan data dari sumber lainnya. Pokok pada permasalahan yang akan diselesaikan terhadap objek penelitian ini yaitu, masalah minimnya produktifitas adanya pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional setempat yang diterapkan pada prinsip arsitektur neo-vernakular. Sehingga didapat bahwa kondisi site memenuhi prinsip arsitektur neo-vernakular karena masih terdapat beberapa bangunan atau lingkungan sekitar yang mempertahankan dan melestarikan lokalitas tradisional setempat. Kata Kunci: Arsitektur, Blora, Jepon, Neo-Vernakular, Prinsip ABSTRACT District of Blora has several socio-cultural potentials that can be developed, one of which is in Jepon District. Jepon District has artistic and traditional potential inherent in the surrounding environment, especially in Dukuh Nglobener. The development of the times in the postmodern era has caused the environment around the site to experience progress with several facilities that refer to neo-vernacular architectural principles while maintaining traditional local values. Developments in the postmodern era led to the emergence of the neo-vernacular architectural style. The neo-vernacular architectural style was born in the 1960s as a response to criticism of the modern architectural style which prioritized functionalism and rationalism which was influenced by technological advances. Neo-vernacular architecture is related to the adaptation and integration of local culture in social life, legal norms, as well as a sense of harmony and harmony between buildings, the environment and nature, and technology. Therefore, the aim of this design research is to examine and adapt the principles of neo-vernacular architecture in the Dukuh Nglobener location, Jepon Village which can be useful for providing training facilities for traditional Blora arts. The method used is qualitative analysis with a descriptive evaluative method approach through direct observation, literature study on the principles of neo-vernacular architecture, data collection from other sources. The main problem that will be resolved regarding the object of this research is the problem of minimal productivity in the preservation and development of local traditional arts which are applied to the principles of neo-vernacular architecture. So it was found that the condition of the site meets the principles of neo-vernacular architecture because there are still several buildings or surrounding environments that maintain and preserve local traditional locality. Keywords: Architecture, Blora, Jepon, Neo-Vernacular, Principles
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR ETNIK PADA PASAR DESA ADAT KEDONGANAN DI KABUPATEN BADUNG Dewanto, Khrisna Daffa; Murti, Farida; Tohar, Ibrahim
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 2 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Desa Adat Kedonganan merupakan salah satu pasar yang terletak di Kabupaten Badung, Bali. Pasar Desa Adat Kedonganan memiliki potensi karena terletak di pinggir pantai dan memiliki fungsi penunjang berupa wisata kuliner hasil laut. Akan tetapi, Pasar Desa Adat Kedonganan mengalami penurunan pengunjung dan pedagang serta Pasar Desa Adat Kedonganan masih belum memenuhi Kriteria Peraturan Daerah Provinsi Bali (Perda Bali) Nomor 5 Tahun 2005, Sehingga pasar layak untuk di Redesain. Redesain Pasar akan menerapkan Konsep Arsitektur Etnik berupa Konsep Arsitektur Tri Hita Karana dan Konsep Arsitektur Tri Angga. Hal ini bertujuan untuk selain memenuhi Peraturan Daerah juga untuk mengenalkan dan menyebar luaskan Konsep Arsitektur Tradisional Bali kepada masyarakat awam.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR ETNIK PADA PASAR DESA ADAT KEDONGANAN DI KABUPATEN BADUNG Dewanto, Khrisna Daffa; Murti, Farida; Tohar, Ibrahim
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 2 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Desa Adat Kedonganan merupakan salah satu pasar yang terletak di Kabupaten Badung, Bali. Pasar Desa Adat Kedonganan memiliki potensi karena terletak di pinggir pantai dan memiliki fungsi penunjang berupa wisata kuliner hasil laut. Akan tetapi, Pasar Desa Adat Kedonganan mengalami penurunan pengunjung dan pedagang serta Pasar Desa Adat Kedonganan masih belum memenuhi Kriteria Peraturan Daerah Provinsi Bali (Perda Bali) Nomor 5 Tahun 2005, Sehingga pasar layak untuk di Redesain. Redesain Pasar akan menerapkan Konsep Arsitektur Etnik berupa Konsep Arsitektur Tri Hita Karana dan Konsep Arsitektur Tri Angga. Hal ini bertujuan untuk selain memenuhi Peraturan Daerah juga untuk mengenalkan dan menyebar luaskan Konsep Arsitektur Tradisional Bali kepada masyarakat awam.
Penerapan Konsep Arsitektur Ekologis Versi Heinz Frick Pada Perancangan Fasilitas Edukasi Pertanian Modern Di Kabupaten Nganjuk Yuda Wirana; Farida Murti; Suko Istijanto
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 2 (2024): multi science and knowlegde
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu kabupaten penghasil bawang merah terbesar kedua setelah Kabupaten Brebes di Jawa Timur, sebagian besar masyarakat di kabupaten Ini adalah bercocok tanam (agraris), hal Ini karena didukung dengan kondisi dan struktur tanah yang sangat produktif sehingga Kabupaten Ini mampu menghasilkan berbagai jenis hasil pertanian. Sektor Pertanian di Kabupaten Nganjuk menjadi roda penggerak utama perekonomian sehingga perlu untuk ditingkatkan, namun hal ini berbanding terbalik dengan minat penduduk Kabupaten Nganjuk khususnya generasi muda terhadap Sektor Pertanian dimana setiap tahun jumlah pekerja di Sektor Pertanian justru mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan karena masyarakat beranggapan bahwa bekerja disektor pertanian kurang keren dan masih terkesan tradisional, untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan sebuah wadah yang digunakan sebagai tempat penyampaian informasi dan edukasi dunia pertanian yang modern sesuai dengan perkembangan zaman namun tetap memperhatikan faktor lingkungan mengingat potensi iklim yang ada di Kabupaten Nganjuk sangat mendukung untuk menciptakan eko-arsitektur terutama terkait dengan kondisi angin dan lingkungan, disamping hal itu juga membantu mensukseskan program pemerintah Kabupaten Nganjuk terkait dengan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, dengan begitu Perancangan Fasilitas Edukasi Pertanian-Modern di Kabupaten Nganjuk dengan pendekatan arsitektur ekologis versi Heinz Frick dapat dijadikan solusi dari permasalahan ini.
Evaluasi Sirkulasi Ruang Dalam pada Pasar Tradisional Blimbing di Kota Malang Achmad Nizar Fernanda; Farida Murti; Ibrahim Tohar
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v19i1.872

Abstract

Pasar Tradisional Blimbing merupakan pasar berstandar kelas A yang terletak di Kota Malang dan termasuk dalam kategori pasar tradisional kota. Pasar ini mencakup area seluas 1,9 hektar dengan fungsi utama sebagai zona perdagangan dan jasa. Salah satu ciri khas dari pasar ini adalah adanya dua jenis sirkulasi ruang yang berbeda dalam satu bangunan, yang menjadikannya objek menarik untuk kajian mengenai kriteria sirkulasi ruang interior. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memahami kelebihan serta kekurangan faktor-faktor yang mempengaruhi sirkulasi interior di Pasar Tradisional Blimbing, dengan fokus pada konfigurasi jalur sirkulasi, hubungan antara jalur dan ruang, bentuk ruang sirkulasi, serta dimensi lebar ruang sirkulasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait desain sirkulasi ruang untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pergerakan di dalam pasar. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perbaikan desain sirkulasi ruang pasar tradisional pada umumnya.
KRITERIA PEMILIHAN TAPAK PADA PERANCANGAN OCEANARIUM BIOTA LAUT DI PULAU JAWA – STUDI KASUS DI KOTA SURABAYA Haryono, Jessyca Angelique; Murti, Farida; Istijanto, Suko
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i1.80

Abstract

Surabaya ialah salah satu kota yang sangat strategis dan memiliki peluang untuk mengembangkan pariwisata biota laut di Pulau Jawa. Hal itu di tunjukkan oleh beberapa acara/kegiatan tentang biota laut, salah satunya yang di selenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sangat diminati oleh masyarakat. Surabaya juga kurang memiliki banyak tempat wisata, tetapi kota ini memiliki banyak sumber daya alam yang bisa dieksplorasi, termasuk keindahan bawah laut Indonesia. Objek wisata yang dapat di rancang adalah oceanarium. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi yang paling sesuai untuk perancangan oceanarium biota laut Jawa di Surabaya dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kesesuaian fungsi, aksesibilitas, utilitas potensi wisata, utilitas, dan kebijakan tata ruang. Metodologi kuantitatif MCDM digunakan pada pemilihan lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unit Pengembangan II Kertajaya Surabaya, khususnya wilayah Kecamatan Wonorejo, memiliki potensi terbesar untuk merancang oceanarium. Wilayah ini unggul dalam hal kedekatan dengan sumber air laut, aksesibilitas bagi wisatawan, serta infrastruktur penunjang dan kebijakan pemerintah setempat. Dengan perencanaan yang matang hasil analisis pemilihan tapak pada perancangan oceanarium biota laut Jawa di Surabaya diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan manfaat pengetahuan mengenai biota laut Jawa bagi masyarakat sekitar.
PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK DALAM RANCANGAN FASILITAS KESENIAN TRADISIONAL DI BLORA salsabillah, Irda; Murti, Farida; Hastijanti, Retno
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blora merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, dikenal tidak hanya karena kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga karena keberagaman seni dan budaya tradisionalnya. Namun, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021–2024, terjadi penurunan jumlah sarana kesenian dan kebudayaan, sehingga dibutuhkan fasilitas baru untuk mendukung pertunjukan seni tradisional di wilayah ini. Proses perancangan fasilitas budaya ini menggunakan metode eksplorasi pemecahan masalah dengan mengangkat nilai lokal, khususnya filosofi Sedulur Sikep yang menekankan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Filosofi ini kemudian diterjemahkan melalui pendekatan arsitektur biofilik, yang menjadi dasar konsep utama dalam rancangan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa penerapan prinsip arsitektur biofilik diwujudkan melalui penataan ruang dengan bukaan lebar untuk pencahayaan alami, integrasi elemen vegetasi, keberadaan air seperti kolam, jalur pejalan kaki yang terbuka, serta penggunaan material alami lokal. Strategi ini bertujuan menciptakan suasana yang sejuk, menenangkan, dan menyatu dengan alam. Dengan menyelaraskan kearifan lokal dan strategi arsitektural, desain ini tidak hanya menjawab kebutuhan akan fasilitas budaya di Blora, tetapi juga mendorong kesadaran lingkungan dan kesejahteraan pengguna melalui ruang yang menghubungkan manusia dengan alam.
ANALISIS KONDISI EKSTERNAL TAPAK UNTUK PERANCANGAN PASAR INDUK AGROBIS DI KOTA PROBOLINGGO Ridwan Rizki, Qusai; Murti, Farida; Soaduon Panjaitan, Tigor Wilfritz
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i1.89

Abstract

Pasar Agrobis di Kota Probolinggo memiliki peran penting dalam mendukung jual beli barang hasil pertanian secara grosir. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pasar induk agrobis yang dapat meningkatkan distribusi komoditas unggulan, seperti bawang merah, mangga, dan tebu, serta mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. Lokasi desain berada di Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, dengan luas area 49.736 m². Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif mencakup observasi lapangan, pengumpulan data dari instansi terkait, serta analisis lingkungan, meliputi suara, tata surya, angin, dan aliran irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan ekonomi jika dirancang secara ramah lingkungan. Strategi desain mencakup pemanfaatan panel surya untuk energi terbarukan, ventilasi silang untuk efisiensi udara, serta sistem drainase yang terpisah dari irigasi air. Selain itu, penggunaan flora sebagai penghambat angin dan pengurang kebisingan memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung. Dengan pendekatan ini, pasar induk agrobis di Kota Probolinggo diharapkan menjadi pusat perdagangan kontemporer yang berkontribusi pada pengembangan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Co-Authors Achmad Nizar Fernanda Achmad Wahana Karimullah Agista Renata Annisa Agriya, Bulan Surya Agustin, Camelia Putri Ahmad Resahidayat Aiko Rainaning Putri Ainur Rofiq Ainur Rofiq, Aiko Rainaning Putri Andarwati, Ratna Armelia Anggraini, Rheina Annisa, Agista Renata Arazi Idrus aziizul, Aziizul Hakim Prasetyo Benny Bintardjo Benny Bintarjo Benny Bintarjo Cahyaningrum, Eka Christiono Utomo Darmawati, Tria Laila Dea Natania Dea Dewanto, Khrisna Daffa Dharma, Wahyu Nursila Dumatubun, Maria Farrelino, Christian Fernanda, Achmad Nizar Gesang, Wisnu Gustinasari, Renyta Hanny Chandra Pratama Haryono, Jessyca Angelique Hayqel Sukma, Tiara Intan Kusumaningayu Isawwa, Syahfa Treesita Septi Istijanto, Suko Jannah, Siti Miftahul Juan Fajar Virya Dista Katrine Putri Eka Permatasari Khosyati, Khilda Elzim Koeswanto, Alfinto Deonova Laitupa, Abdul M. Maftukhosyi, Hadad Alfito Makmum, Sukron Masruchin, Febby Rahmatullah Mitha Maulidina Moh. Hazazi Kirom Mufidah Mufidah Mufidah, Mufidah Muhammad Faisal Panjaitan, Tigor Wilfritz Soaduon Prakasa, Darmansjah Tjahja Pratama, Hanny Chandra PRAYOGO, ADI R.A Retno Hastijanti RA Retno Hastijanti Ratna A. Andarwati Remetwa, Apolinaris Retno Hastijanti Rheyvinza Dwi Prima Syach Putra Riadi, Riadi Ridwan Rizki, Qusai Rifdah Afanin Riyanto, Anton Rofiq, Aiko Rainaning Putri Ainur salsabillah, Irda Setia Pramuja, Azi Setiawan, Muhamad Shafa, Anindya Shalsabila, Nisa Najla Soaduon Panjaitan, Tigor Wilfritz Suko Istijanto Suko Istijanto Thohari, Muhammad Tigor W. S. P Tohar , Ibrahim Tohar, Ibrahim Tri Putranto, Yunantyo Tria Laila Darmawati Wilfritz Soaduon Panjaitan, Tigor WSP, Tigor Yasqi Ilyadiana Putri Yuda Wirana Yunantyo Tri Putranto