Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN KONSEP MEKARING ADIGUNA GEMILANG DENGAN PENDEKATAN NEO-VERNAKULAR PADA PERANCANGAN POLITEKNIK TEKNIKA KOMPUTER MOJOKERTO Katrine Putri Eka Permatasari; Murti, Farida; Rolalisasi, Andarita
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 13 No. 01 (2025): Vol. 13, No. 01, April 2025
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v13i01.1305

Abstract

Pembangunan Politeknik Teknika Komputer di Kabupaten Mojokerto bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan di bidang teknologi komputer, Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mojokerto Tahun 2021-2026 dan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) untuk tahun 2017-2045. Politeknik ini mengusung konsep "Mekaring Adiguna Gemilang," yang bertujuan untuk menciptakan suatu bangunan pendidikan yang penggunannya memiliki pengetahuan dalam keterampilan dan keahlian ilmu untuk mencapai kesuksesan, serta belajar untuk berani dalam menghadapi era revolusi baru, menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan inovatif dengan pendekatan arsitektur Neo-Vernakular. Lokasi yang terpilih berada di Desa Bulanan, Mojosari, dipilih karena aksesibilitas strategis dan dukungan infrastruktur yang memadai. Desain tapak mengoptimalkan orientasi terhadap cahaya, efisiensi ruang, dan pemisahan aktivitas pengguna. Massa bangunan mengintegrasikan elemen arsitektur tradisional, seperti atap limasan dan teritisan panjang, untuk kenyamanan termal dan penghematan energi. Politeknik ini tidak hanya dapat menciptakan SDM yang terampil tetapi juga sekaligus menjadi ikon pendidikan vokasi berbasis teknologi di Mojokerto.
Penerapan Teknologi Inovatif Pada Museum Arkeologi Trowulan Mojokerto Isawwa, Syahfa Treesita Septi; Murti, Farida; Kusumaningayu, Intan
Jurnal Latar Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v3i1.95

Abstract

Museum Trowulan, yang merupakan salah satu situs bersejarah penting di Mojokerto, memerlukan modernisasi untuk meningkatkan daya tarik dan kepuasan pengunjung. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan teknologi inovatif seperti Augmented Reality (AR), Digitalisasi Koleksi, serta fasilitas Audio-Visual guna menciptakan pengalaman interaktif pengalaman yang mendidik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literatur, wawancara dengan pengelola museum, kuisioner yang disebarkan, serta studi lapangan di Museum Surabaya sebagai perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi modern dapat meningkatkan interaksi pengunjung hingga 49,25%, dengan banyak responden yang merasa lebih tertarik kepada fasilitas digital yang ditawarkan. Namun, Museum Trowulan masih belum memenuhi standar nasional karena keterbatasan fasilitas yang ada. Oleh karena itu, rekomendasi utama yang diajukan adalah renovasi fasilitas serta integrasi teknologi interaktif untuk mendukung pendidikan dan pelestarian budaya. Dengan demikian, penerapan teknologi inovatif memiliki potensi besar untuk mengtransformasikan Museum Trowulan menjadi destinasi budaya yang menarik, edukatif, serta relevan dengan tuntutan era digital.
EKSPLORASI STRUKTUR DAN MATERIAL ARSITEKTUR PADA NAUNGAN ATAP GEREJA PUHSARANG KEDIRI Masruchin, Febby Rahmatullah; Tohar, Ibrahim; Murti, Farida; Farrelino, Christian; Remetwa, Apolinaris; Riadi, Riadi
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.9279

Abstract

Gereja Puhsarang merupakan salah satu obyek arsitektur di Indonesia yang menerapkan naungan sebagai ciri khas arsitektur vernakular dan upaya adaptasi pada iklim tropis. Struktur dan material pada naungan atap Gereja Puhsarang memiliki perbedaan dengan bangunan vernakular lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi yang fokus terkait struktur dan material pada naungan atap Gereja Puhsarang. Metode deskriptif kualitatif digunakan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai melalui pengamatan di lapangan dan wawancara dengan narasumber. Hasil yang didapatkan terdapat perubahan dari kondisi awal Gereja 1936 dan kondisi saat ini 2025. Pada kondisi awal, struktur rangka atap terdiri dari 4 kuda-kuda lengkung yang menggunakan material sambungan papan kayu. Untuk menopang material penutup atap genteng tanah liat, terdapat gording, reng dan usuk dari material kawat dengan struktur kabel yang diikat dengan sistem ring. Penutup atap genting memiliki adaptasi yaitu berbentuk profil U yang dipasang berlawanan arah (atas dan bawah) serta diberi lubang untuk diikat pada sistem kabel. Sementara itu pada kondisi sekarang, kuda-kuda lengkung diganti dengan tabung baja serta penggantian sistem ring menjadi sambungan las permanen. Penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam pengembangan struktur dan material sesuai dengan teknologi saat ini serta penerapan pada obyek arsitektur masa kini.
Penerapan Konsep Neo-Vernakular pada Desain Atap Amorty Billiards Indonesia di Kota Malang Cahyaningrum, Eka; Anggraini, Rheina; Murti, Farida; Tohar, Ibrahim
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 8 No. 2 (2025): JAUR April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v8i2.12301

Abstract

This study explores the application of neo-vernacular architectural concepts to the roof design of the Amorty Billiards Indonesia building in Malang City. Neo-vernacular architecture is included in an approach that blends traditional local characters with modernity, using local materials and culture. The research method used in this study is a qualitative method through direct observation and documentation. The results of this research show that building roofs using clay tiles provide coolness and weather resistance even though they require regular maintenance. The Joglo Lawakan roof shape was chosen to add aesthetic and symbolic value to Javanese culture. This combination creates a classic and modern impression, enriches the aesthetics of the building and supports the preservation of local cultural values. This research concludes that the Implementation of Neo-vernacular architecture on the Amorty Billard roof has a positive impact on the environment and maintains traditional values ​​in a modern architectural context.
Kajian Arsitektur Neo Vernakular pada Bangunan di Taman Krida Budaya Kota Malang Dharma, Wahyu Nursila; Farida Murti; Tohar, Ibrahim
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i1.12306

Abstract

Indonesia is a country with various ethnicities and cultures. Each region of Indonesia has its own culture and uniqueness. As modern times become more modern, many local wisdoms and characteristics are starting to disappear. One way to ensure that local wisdom remains is by implementing neo vernacular architecture. Neo vernacular architecture is a form of applying architectural components to buildings in the form of shapes, structures and/or elements that are not in physical form such as concepts, thought patterns and spatial planning, which has the aim of using local components created from community culture to be futuristic and modern without reducing existing traditional elements. Research was carried out to look for the characteristics of Neo Vernacular Architecture in the cultural park area. The method used is qualitative description, by conducting literature studies and field observations. The place used as the object is the Krida Budaya Park in Lowokwaru District, Malang City. From the observations that have been made, it was found that Taman Krida Budaya applies the concept of neo vernacular architecture in several parts of the building, both in the main building and in supporting buildings.
Kajian Elemen Arsitektur Vernakular pada Pendopo Agung Trowulan dengan Studi Bentuk dan Ruang Agriya, Bulan Surya; Koeswanto, Alfinto Deonova; Murti, Farida; Tohar, Ibrahim
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i1.12334

Abstract

As a form of cultural heritage in Indonesia, Pendopo Agung Trowulan is located in the Trowulan archaeological site which has extraordinary historical value and is an important representation of traditional Javanese architecture. This study aims to identify the main characteristics of vernacular architectural elements integrated in the building's design, as well as analyze the vernacular architectural elements that influence the building's form and space. The method used was descriptive qualitative involving literature review, field observations, and interviews with local residents. The analysis was focused on various physical aspects such as the form and space in the Trowulan Great Hall building. With all its functions and meanings, Pendopo Agung Trowulan is a clear evidence of how vernacular architecture can play an important role in preserving and promoting local wisdom and enriching the social and cultural life of the community.
Penerapan Konsep Agroeduwisata Beras Merah Sebagai Pariwisata Berkelanjutan Di Desa Wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan Shafa, Anindya; Wilfritz Soaduon Panjaitan, Tigor; Murti, Farida
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v2i4.719

Abstract

Desa Wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, merupakan kawasan yang memiliki potensi luar biasa dalam bidang alam, budaya, dan tradisi pertanian, termasuk produksi beras merah organik. Konsep agroeduwisata berbasis beras merah cocok diterapkan di desa ini karena memadukan edukasi, rekreasi, dan pertanian dengan prinsip keberlanjutan. Dengan memanfaatkan sistem irigasi Subak yang diakui UNESCO, agroeduwisata ini tidak hanya meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap pertanian organik dan pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat lokal dan melestarikan nilai budaya setempat. Melalui analisis SWOT, survei lapangan, dan studi pustaka, penelitian ini merekomendasikan penerapan arsitektur ekologis yang ramah lingkungan, efisien energi, dan harmonis dengan lanskap alam. Dengan karakteristik tersebut, agroeduwisata beras merah di Jatiluwih dapat menjadi destinasi yang relevan untuk pengembangan pariwisata berbasis keberlanjutan serta contoh yang dapat diterapkan di daerah lain.
Strategi Desain Fasilitas Pendidikan Bagi Tunanetra Dan Tunagrahita: Design Strategies for Edicational Facilities for The Visually and Intellectual Disability Darmawati, Tria Laila; R.A Retno Hastijanti; Farida Murti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.781

Abstract

Untuk mendukung proses perkembangan dan pembelajaran anak tunanetra dan tunagrahita diperlukan suatu pendidikan khusus bagi penyandang tunanetra dan tunagrahita.Kebutuhan penyandang tunanetra dan tunagrahita untuk memperoleh pembelajaran yang layak berbanding terbalik dengan ketersediaan fasilitas khusus bagi mereka. Pada kenyataannya saat ini masih banyak fasilitas pedidikan yang khususkan untuk anak tunanetra dan tunagrahita yang tidak memenuhi persyaratan dan kebutuhan peserta didik. Kebanyakan sekolah luar biasa menyamaratakan sarana prasarana yang dikhususkan untuk penyandang tunanetra dan tunagrahita dengan sekolah pada umumnya sehingga artikel ini ditulis untuk memaparkan desain khusus untuk penyadang tunanetra dan tunagrahita. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif eksploratif yang diawali dari mencari infomasi dari jurnal, buku, maupun tulisan ilmiah mengenai karakteristik, kesulitan dan kebutuhan pengguna. Dari hal itu maka munculnya pemahaman desain seperti aksesibilitas, pola tata ruang, penataan furniture, orientasi, material, dimensi ruangan dan pencahayaan yang sesuai ,dibutuhkan , dan memberikan kenyamanan dan keamanan. Dengan melalui artikel ini diharapkan pembaca dapat mengetahui bagaimana desain yang diperlukan untuk tunanetra dan tunagrahita
Penerapan Arsitektur Ecotech pada Redesain Gedung Olah Raga Ken Arok Kota Malang: Application of EcotechArchitecture In Redesign Sport Center Building Ken Arok Malang City Ainur Rofiq, Aiko Rainaning Putri; Farida Murti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.792

Abstract

Gedung Olah Raga Ken Arok Kota Malang merupakan fasilitas olahraga dengan klasifikasi tipe A yang melayani tingkat daerah atau provinsi dengan kapasitas penonton mencapai 5000 jiwa. GOR ini sering digunakan pada berbagai acara baik acara olahraga maupun acara non olahraga. Namun beberapa sarana dan prasarana yang ada di GOR ini masih belum memadai seperti pada sirkulasi, pencahayaan, serta pendinginan pada bangunan. Selain itu lahan parkir pada tapak juga tidak bisa memenuhi kebutuhan ruang parkir dan memiliki sirkulasi yang kurang efektif. Sehingga redesain dengan pendekatan ecotech perlu dilakukan pada bangunan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Arsitektur ecotech merupakan prinsip arsitektur yang mengikuti perkembangan teknologi serta meperhatikan faktor lingkungan dan iklim. Prinsip arsitektur ecotech yang diterapkan meliputi penataan tapak, pemilihan struktur, konsep pencahayaan alami, konsep sirkulasi antar ruangan, serta bentuk bangunan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, analisa data, penyajian data, kemudian melakukan pembahasan serta menarik kesimpumpulan. Berdasarkan hasil penelitan didapatkan bahwa arsitektur ecotech dapat diterapkan pada redesain GOR Ken Arok dengan baik karena prinsip desain ini dapat diterapkan di segala aspek baik pada penataan tapak, bentuk bangunan, hingga sirkulasi bangunan. Selain itu karena arsitektur ecotech memehatikan lingkungan maka dapat menjadikan GOR Ken Arok menjadi fasilitas olahraga yang nyaman sekaligus ramah lingkungan. Kata kunci: Gedung Olahraga, Ecotech, GOR Ken Arok
SPATIAL AND ACOUSTIC ANALYSIS OF THEATER SPACE PLANNING LOMBOK TRADITIONAL ARTS PERFORMANCE BUILDING ANALISIS SPASIAL DAN AKUSTIK PERENCANAAN RUANG TEATER UNTUK GEDUNG PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL LOMBOK Setiawan, Muhamad; Tohar , Ibrahim; Murti , Farida
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i1.53

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat membutuhkan sarana operasional gedung pusat seni dan budaya, khususnya di wilayah Lombok. Dalam hal ini, desain gedung teater dirancang untuk mengakomodasi kegiatan seni pertunjukan dengan mempertimbangkan standar seperti ketinggian panggung, kebutuhan ruang, dan sudut pandang penonton. Mencari bentuk ruang seni pertunjukan yang sesuai dengan kebutuhan pertunjukan kegiatan seni tari, teater dan seni musik. jenis pertunjukan. Bentuk panggung suara dianalisis menggunakan metode penelitian dokumenter dan kemudian dibuat analisis bentuk panggung suara dengan pilihan bentuk teater yang fleksibel yang dapat digunakan untuk setiap sesi yang ditayangkan. Hasil penelitian ini berupa usulan konformasi bentuk ruang akustik yaitu persegi dan segi enam. Melalui bentuk ini akan diterapkan prinsip-prinsip ergonomis yang akan menjadi acuan dalam perancangan bentuk teater yang akan digunakan.
Co-Authors Achmad Nizar Fernanda Achmad Wahana Karimullah Agista Renata Annisa Agriya, Bulan Surya Agustin, Camelia Putri Ahmad Resahidayat Aiko Rainaning Putri Ainur Rofiq Ainur Rofiq, Aiko Rainaning Putri Andarwati, Ratna Armelia Anggraini, Rheina Annisa, Agista Renata Arazi Idrus aziizul, Aziizul Hakim Prasetyo Benny Bintardjo Benny Bintarjo Benny Bintarjo Cahyaningrum, Eka Christiono Utomo Darmawati, Tria Laila Dea Natania Dea Dewanto, Khrisna Daffa Dharma, Wahyu Nursila Dumatubun, Maria Farrelino, Christian Fernanda, Achmad Nizar Gesang, Wisnu Gustinasari, Renyta Hanny Chandra Pratama Haryono, Jessyca Angelique Hayqel Sukma, Tiara Intan Kusumaningayu Isawwa, Syahfa Treesita Septi Istijanto, Suko Jannah, Siti Miftahul Juan Fajar Virya Dista Katrine Putri Eka Permatasari Khosyati, Khilda Elzim Koeswanto, Alfinto Deonova Laitupa, Abdul M. Maftukhosyi, Hadad Alfito Makmum, Sukron Masruchin, Febby Rahmatullah Mitha Maulidina Moh. Hazazi Kirom Mufidah Mufidah Mufidah, Mufidah Muhammad Faisal Panjaitan, Tigor Wilfritz Soaduon Prakasa, Darmansjah Tjahja Pratama, Hanny Chandra PRAYOGO, ADI R.A Retno Hastijanti RA Retno Hastijanti Ratna A. Andarwati Remetwa, Apolinaris Retno Hastijanti Rheyvinza Dwi Prima Syach Putra Riadi, Riadi Ridwan Rizki, Qusai Rifdah Afanin Riyanto, Anton Rofiq, Aiko Rainaning Putri Ainur salsabillah, Irda Setia Pramuja, Azi Setiawan, Muhamad Shafa, Anindya Shalsabila, Nisa Najla Soaduon Panjaitan, Tigor Wilfritz Suko Istijanto Suko Istijanto Thohari, Muhammad Tigor W. S. P Tohar , Ibrahim Tohar, Ibrahim Tri Putranto, Yunantyo Tria Laila Darmawati Wilfritz Soaduon Panjaitan, Tigor WSP, Tigor Yasqi Ilyadiana Putri Yuda Wirana Yunantyo Tri Putranto