Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Konsumsi Protein, Zat Besi dan Asam Folat dapat Mempemgaruhi Kadar Hemoglobin Remaja Putri Sari, Intan Purnama; Kusdalinah, Kusdalinah; Wahyudi, Anang; Yunita, Yunita; Suryani, Desri
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i2.3243

Abstract

Usia remaja antara 11 hingga 20 tahun adalah waktu yang penting untuk transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Banyak remaja, terutama perempuan, menderita anemia dan malnutrisi kronis selama tahap ini. Hal ini berdampak buruk terhadap kesehatan dan perkembangan mereka, bahkan dapat memengaruhi keturunan mereka, serta memperparah siklus malnutrisi antargenerasi (WHO, 2019). Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana kadar hemoglobin pada remaja perempuan kelas X di Kota Bengkulu berhubungan dengan pola makan mereka yang mengandung protein, zat besi, dan asam folat, dengan menggunakan metodologi cross-sectional dan pendekatan kuantitatif dan analisis observasional, studi ini melibatkan 72 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Analisis data dilakukan men erapkan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan protein (p < 0,001), zat besi (p = 0,001), dan asam folat (p = 0,004) terhadap kadar hemoglobin.Kesimpulannya, kecukupan asupan protein, zat besi, dan asam folat sangat penting untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan mendukung kesehatan remaja putri.
Relationship between vitamin D, vitamin C and blood glucose in patients with type 2 diabetes mellitus Maharany, Amelia Putri; Kusdalinah, Kusdalinah; Witradharma, Tetes Wahyu
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 5, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(5).315-323

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi cukup dalam memproduksi insulin. Diabetes Melitus  sebagai salah satu dari lima  penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian tertinggi sehingga diprioritaskan untuk pencegahan dan pengendaliannya. Beberapa penelitian vitamin D dan vitamin C menunjukkan kecendrungan variasi pro dan kontra dalam peningkatan sensitivitas insulin penderita Diabetes Melitus.Tujuan: mengetahui hubungan konsumsi vitamin D dan vitamin C dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan Diabetes Melitus tipe 2 Rumah Sakit Umum Daerah Harapan dan Doa Kota Bengkulu.Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2. Sampel sebanyak 57 pasien dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Korelasi.Hasil: Uji korelasi vitamin D dengan glukosa darah menunjukkan nilai p = 0,238, sedangkan vitamin C dengan kadar glukosa darah adalah nilai p = 0,000.Kesimpulan: Tidak ada hubungan konsumsi vitamin D dengan kadar glukosa darah, namun ada hubungan konsumsi vitamin C dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan Diabetes Melitus tipe 2. KATA KUNCI: Vitamin D; Vitamin C; glukosa darah; Diabetes melitus tipe 2  ABSTRACTBackground: Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas no longer produces enough insulin. Diabetes mellitus is one of the five non-communicable diseases with the highest mortality rate, therefore, its prevention and control are prioritized. Several studies on vitamin D and vitamin C have shown varying trends in improving insulin sensitivity in people with diabetes mellitus.Objectives: To determine the relationship between vitamin D and vitamin C consumption and blood glucose levels in outpatients with type 2 diabetes mellitus at Harapan dan Doa Regional General Hospital, Bengkulu City.Methods: The study design was an observational analytical study with a cross-sectional approach. The study population was patients with type 2 diabetes mellitus. A sample of 57 patients was selected using a purposive sampling technique. Data analysis used a correlation test.Results: The correlation test for vitamin D and blood glucose showed a p-value of 0.238, while the correlation between vitamin C and blood glucose levels showed a p-value of 0.000.Conclusions: There is no relationship between vitamin D consumption and blood glucose levels, but there is a relationship between vitamin C consumption and blood glucose levels in outpatients with type 2 diabetes mellitus. KEYWORDS: Vitamin D; Vitamin C; blood glucose; type 2 diabetes mellitus
PEMBINAAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR Simbolon, Demsa; Rizal, Ahmad; Kusdalinah, Kusdalinah; Natan, Okdi; Ningsih, Lisma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37837

Abstract

Abstrak: Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, terus meningkat, sementara pemahaman masyarakat dan keterampilan kader Posbindu dalam deteksi dini masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu dalam mendeteksi faktor risiko PTM serta mendorong partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Mitra kegiatan adalah Pemerintah Kecamatan Sukaraja dengan melibatkan 10 kader Posbindu dari 2 Posbindu. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest–posttest 20 pertanyaan untuk menilai pengetahuan kader dan observasi pelaksanaan kegiatan Posbindu. Kegiatan berlangsung selama April–Oktober 2024. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 44,17 sebelum pelatihan menjadi 74,17 setelah pelatihan, atau meningkat sekitar 68%, serta peningkatan keterampilan kader dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan pengisian KMS FR-PTM, serta meningkatnya jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan Posbindu. Kegiatan ini efektif memperkuat peran kader dalam deteksi dini faktor risiko PTM dan perlu ditindaklanjuti melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan akses layanan kesehatan, serta edukasi masyarakat secara rutin. Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) in Sukaraja District, Seluma Regency, continue to increase, while community awareness and the early detection skills of Posbindu cadres remain limited. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of Posbindu cadres in detecting NCD risk factors and to encourage community participation. The methods included socialization, training, and mentoring. The activity was conducted in partnership with the Sukaraja District Government and involved 10 Posbindu cadres from two Posbindu units. Evaluation was carried out using pretest–posttest questionnaires to assess cadres’ knowledge and observation of Posbindu implementation. The program was conducted from April to October 2024. The results showed an improvement in cadres’ knowledge and skills in measuring blood pressure, blood glucose, and completing the NCD Risk Factor Monitoring Card (KMS FR-PTM), as well as an increase in community participation in Posbindu activities. This program was effective in strengthening the role of cadres in the early detection of NCD risk factors. Continuous training for cadres, strengthened collaboration among cadres, health workers, and village authorities, and improved community access to health services are recommended. Regular community education is also needed to increase awareness of the importance of early detection.