Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Microbiological Test and Antioxidant Activity of Moringa Leaf Brownies Substituted with Tempeh Flour which is High in Protein for Anemic Pregnant Women Nugroho, Arie; Sutrio, Sutrio; Sari, Adinda Juwita; Kusdalinah, Kusdalinah
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v14i2.3558

Abstract

Brownies are food, a distraction loved by all class ages. Most study regarding the added brownies' and other material shows that the product experience organoleptic changes and does not increase mark nutrition, including antioxidants. This study test marks microbiology and activity of leaf brownies antioxidants moringa substituted flour tempeh. This is the advanced study year, the second which brownies are the most liked, and the control will be compared in a manner mark microbiology and activity antioxidants. The research method in this study is draft random complete (RAL) with five replications. Leaf moringa, added to making these brownies, is porridge leaf moringa obtained from fresh leaf moringa, as much as 10% of the total flour. Treatment consisted of different composition bases comprising brownies from flour wheat compared flour tempeh with substitution tempeh flour, which is 100:0 (A1) and 75:25(A3), the most preferred panelist from the previous study. Good brownies products it controls, and A3 have marked microbiology following SNI standards to consume them safely. Activity value antioxidants from A3 are taller compared to controls. Recommended brownies products using leaf moringa as additional toppings to minimize decline activity antioxidants because of the oven.
Pemberdayaan Kelompok Dasawisma Pada Deteksi Dini Pertumbuhan Balita Dalam Pencegahan Stunting di Desa Panca Mukti Kabupaten Bengkulu Tengah Jumiyati, Jumiyati; Krisnasary, Arie; Kusdalinah, Kusdalinah; Yunita, Yunita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15086

Abstract

ABSTRAK Stunting salah satu masalah kesehatan nasional yang memerlukan penanganan secara dini terutama dalam memantau pertumbuhan balita, untuk mengatasi atau pencegahan stunting dapat melibatkan kelompok masyarakat diantaranya kelompok Dasawisma. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan kelompok dasawisma mendeteksi dini pertumbuhan balita dalam pencegahan stunting. Kelompok Dasawisma melakukan secara mandiri dalam mendeteksi dini pertumbuhan balita. Kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan metode cara ceramah, diskusi dan simulasi. Pengetahuan dan keterampilan dalam deteksi dini pertumbuhan balita diukur sebelum dan sesudah pelatihan kelompok dasawisma selama 2 hari. Memonitoring dan evaluasi hasil pelatihan dengan melihat pengukuran status gizi terhadap ibu yang mempunyai balita. Ada perbedaan pengetahuan, keterampilan kelompok dasawisma dalam mendeteksi dini pertumbuhan balita sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan nilai p 0.01. Hasil dari deteksi dini pertumbuhan dalam pengukuran status gizi balita pada 68 orang balita diperoleh hasil hampir seluruh balita memiliki status gizi normal 82,4%, pendek 11,8% dan sangat pendek 5,8% yang dilakukan oleh kader dasawisma. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader mengenai deteksi dini stunting. Saran untuk dilakukan pemantauan status gizi secara berkala agar terlacak stunting secara dini sehingga dapat ditanggulangi secara cepat. Kata Kunci: Dasawisma, Deteksi Dini, Pemberdayaan, Stunting  ABSTRACT Stunting is a national health problem that requires early treatment, especially in monitoring the growth of toddlers. To overcome or prevent stunting, community groups can be involved, including the Dasawisma group. This activity aims to increase the knowledge and skills of the dasawisma group in detecting early growth in toddlers in preventing stunting. The Dasawisma group independently detects early growth in toddlers. Community service activities were carried out using lecture, discussion and simulation methods. Knowledge and skills in early detection of toddler growth were measured before and after the dasawisma group training for 2 days. Monitoring and evaluating training results by looking at measuring the nutritional status of mothers with toddlers. There were differences in the knowledge and skills of the dasawisma group in detecting early growth in toddlers before and after being given training with a p value of 0.01. The results of early growth detection in measuring the nutritional status of 68 toddlers showed that almost all toddlers had a normal nutritional status of 82.4%, 11.8% short and 5.8% very short, which was carried out by dasawisma cadres. This service activity was successful in increasing cadres' knowledge and skills regarding early detection of stunting. Suggestions are to monitor nutritional status regularly so that stunting can be tracked early so that it can be overcome quickly. Keywords: Dasawisma, Early Detection, Empowerment, Stunting
Asupan Karbohidrat Dan Faktor Stres Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu : - kusdalinah, kusdalinah
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v2i1.391

Abstract

Latar Belakang : Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon pengatur gula darah atau glukosa). Beberapa faktor yang mempengaruhi meningkatnya kadar glukosa darah yaitu asupan karbohidrat telah melebihi kebutuhan karena tidak tersedia cukup hormon insulin yang mengubah glukosa menjadi glukagon sedang stres dapat menyebabkan produksi berlebih pada hormon kortisol. Kortisol merupakan musuh dari insulin sehingga membuat glukosa lebih sulit untuk memasuki sel dan meningkatkan glukosa darah Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan asupan karbohidrat dan faktor stres dengan kadar glukosa darah penderita Diabetes Melitus di Wilayah Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi terdiri dari 53 orang sedagkan sampel yang di ambil sebanyak 38 orang di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu secara simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner food record dan kuesioner PSS-10. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dengan tingkat signifikan ɑ = 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan asupan karbohidrat responden rata-rata memiliki asupan karbohidrat tidak baik sedangkan faktor stres responden lebih banyak mengalami stres, namun asupan karbohidrat dengan kadar glukosa darah terdapat hubungan yang mana p value = 0,027, dan faktor stres dengan kadar glukosa darah penderita diabetes juga terdapat hubungan yang mana p value = 0,005. Kesimpulan : Ada hubungan antara asupan karbohidrat dan faktor stres dengan kadar glukosa darah.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU Azarni, Lasnita; Krisnasary, Arie; Kusdalinah, Kusdalinah
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 2 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i2.1172

Abstract

Nuitritional statuis is a meiasuirei of a peirsons body condition which can bei seiein from thei food consuimeid and thei uisei of nuitrieints in thei body. Good nuitrition is an important factor in achieiving optimal heialth. Thei aim of thei reiseiarch was to deiscribei thei nuitritional statuis of nuitrition stuideints. The reiseiarch was a deiscriptivei obseirvational stuidy with a suirveiy approach. Data analysis in this stuidy uiseid SPSS with uinivariatei teists. Thei samplei in this stuidy was 189 stuideints majoring in nuitrition at thei Heialth Polyteichnic, Ministry of Heialth, Beingkuilui, takein uising thei total sampling meithod. Thei reiseiarch reisuilts showeid that thei majority of reispondeints weirei feimalei (91%), and ageid 20 yeiars. Thei aveiragei heiight of stuideints was 156 cm and thei aveiragei weiight of stuideints was 53 kg. The nutritional status of students based on body mass index (BMI) in underweight category was 22.2%, with good nutritional status 59.3%, overweight 8.5%, and obesity 10%. Most of thei stuideints nuitritional statuis based on body mass index was normal. Stuideints with oveirweiight and obeisei nuitritional statuis shouild pay morei atteintion to theiir dieit and thei amouint of food consuimei to maintain an ideial body weiight and maintain normal nuitritional statuis. Statuis gizi adalah suiatui uikuiran meingeinai kondisi tuibuih seiseiorang yang menunjukkan gambaran asupan makanan yang dikonsuimsi dan peingguinaan zat zat gizi di dalam tuibuih. Keiadaan gizi yang baik meiruipakan salah satui faktor peinting dalam uipaya meincapai deirajat keiseihatan yang optimal. Tuijuian peineilitian yaitui untuk mengetahui gambaran statuis gizi pada mahasiswa. Peineilitian ini meiruipakan peineilitian deiskriptif obseirvasional deingan peindeikatan suirveiy. Analisis data dalam peineilitian ini meingguinakan SPSS deingan analisis uinivariat. Sampeil pada peineilitian ini meiruipakan mahasiswa juiruisan gizi Polteikkeis Keimeinkeis Beingkuilui seibanyak 189 mahasiswa tingkat II yang diambil deingan meitodei total sampling. Hasil peineilitian meinuinjuikkan seibagian beisar reispondein beirjeinis keilamin peireimpuian (91%) dan beiruisia 20 tahuin. Rata-rata tinggi badan mahasiswa yaitui 156 cm dan rata-rata beirat badan mahasiswa yaitui 53 kg. Status gizi mahasiswa berdasarkan indeks massa tubuh dengan kategori kurus atau underweight sebesar 22,2%, dengan kategori status gizi baik sebesar 59,3%, kategori status gizi overweight sebesar 8,5%, dan status gizi obesitas sebesar 10%. Seibagian beisar statuis gizi mahasiswa berdasarkan indeks massa tubuh berada pada kategori normal. Pada mahasiswa deingan statuis gizi geimuik dan obeisitas agar leibih meimpeirhatikan pola makan dan juimlah makanan yang dikonsuimsi agar teitap dapat meinjaga beirat badan yang ideial dan meimpeirtahankan statuis gizi normal.
Konsumsi Zink Dan Magnesium Berhubungan dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Usia Dewasa Junia, Suchi Putri; Rizal, Ahmad; Kusdalinah, Kusdalinah
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.85-92

Abstract

Hiperglikemia adalah keadaan dimana kadar glukosa darah dalam tubuh melebihi kadar normal. Hiperglikemia yang tidak dikontrol akan berkembang menjadi penyakit diabetes mellitus dan dan merupakan faktor risiko untuk penyakit metabolik lainnya. Tujuan penelitian adalah  mengetahui hubungan konsumsi zink dan magnesium dengan kadar glukosa darah puasa pada usia dewasa. Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 55 sampel pada usia dewasa diwilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu. Data yang diambil adalah data frekuensi konsumsi zink dan magnesium dengan menggunakan lembar kuisioner Food Frequency Questionnaire FFQ serta data kadar glukosa darah puasa yang diukur dengan alat Glukometer dengan satuan mg/dL. Pengolahan data statistik menggunakan uji korelasi Spearmen Rank. Hasil menunjukan terdapat hubungan antara konsumsi zink dan konsumsi magnesium dengan kadar glukosa darah puasa pada usia dewasa  (p0,05) pada usia dewasa di wilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu tahun 2024.. Disarankan pada pasien usia dewasa untuk mengatur pola  makan dengan meningkatkan konsumsi sumber zink dan magnesium.Kata Kunci: glukosa darah puasa konsumsi zink, magnesium
Softdrink Habit, Breakfast and Physical Activity Associated with Overweight in SMA Negeri 7 Bengkulu Putri, Frita Aulia Eka; Maigoda, Tonny Cortis; Rizal, Ahmad; Jumiyati, Jumiyati; Kusdalinah, Kusdalinah; Hari Hariadi
Open Global Scientific Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Open Global Scientific Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ogsj.v3i1.29

Abstract

Overweight and obesity can occur in individuals of all age groups, including adolescents, who are experiencing a phase of rapid growth. This study aims to determine the relationship between soft drink consumption, breakfast habits, and physical activity with the incidence of excess body weight among adolescents at SMA Negeri 7 Bengkulu City in 2024. The research is an analytic observational study employing a cross-sectional design. A total of 54 class XI students were selected through simple random sampling. Data on soft drink consumption and breakfast habits were collected using the FFQ form, while physical activity data was gathered using the GPAQ questionnaire. The incidence of excess body weight was determined by measuring height and weight with a microtoise and a weight scale. Univariate and bivariate data analyses were conducted using the chi-square test with a significance level of α = 0.05. The results indicated that the majority of respondents frequently consume soft drinks (75.9%), rarely eat breakfast (80.7%), and engage in sufficient physical activity (71.8%). There is a significant relationship between the habit of consuming soft drinks and the incidence of excess weight in adolescents (p = 0.007), between breakfast habits and the incidence of excess weight (p < 0.001), and between physical activity and the incidence of excess weight (p = 0.002).
OPTIMALISASI REMAJA DALAM DETEKSI KEKURANGAN ENERGI KRONIK MELALUI PENGGUNAAN MEDIA CAKRAM EDUKASI DI DESA SRI KUNCORO BENGKULU TENGAH: OPTIMIZING THE ROLE OF ADOLESCENTS IN DETECTING CHRONIC ENERGY DEFICIENCY THROUGH THE USE OF AN EDUCATIONAL DISC MEDIA IN SRI KUNCORO VILLAGE CENTRAL BENGKULU Simanjuntak, Betty Yosephin; Krisnasary, Arie; Rizal, Ahmad; Kusdalinah, Kusdalinah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.2743

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan kelompok posyandu remaja di desa Sri Kuncoro terbatas hanya pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja, seharusnya kegiatannya bisa beragam. Penyelenggaraan posyandu remaja juga dapat digunakan sebagai deteksi dini masalah gizi melalui pemantauan keadaan gizi setiap bulan. Namun fakta di lapangan, kegiatan posyandu remaja sebatas pembagian tablet zat besi kepada remaja putri. Padahal kegiatan dapat dioptimalisasi melalui kegiatan pengukuran status gizi baik BB, TB dan Lingkar Lengan Atas sehingga dapat diantipasi kejadian malnutrisi pada remaja baik kekurangan maupun kelebihan gizi. Metode: Kegiatan ini dilakukan pada bulan Agustus - Septermber 2025 diawali dengan mengadvokasi dan mensosialisasi  kegiatan di kantor kepala desa dengan berkoordinasi dengan kepala Puskesmas Sri Kuncoro. Tim dosen mengedukasi 10 remaja putri dan dilanjutkan menginterpretasikan hasil pengukuran menggunakan media Cakram Edukasi. Tahapan berikutnya adalah kesepuluh remaja membawa remaja putri yang ada di Desa Kuncoro sebanyak masing-masing 5 orang, sehingga mereka dapat mempraktekkan cara menggunakan pita LILA, menginterpretasikan hasil perhitungan dan memberikan edukasi seputar LILA dan KEK kepada teman sebayanya. Data peningkatan pengetahuan dianalisis dengan menggunakan Excel, sementara data keterampilan dianalisis berdasarkan kemampuan remaja melakukan pengukuran LILA dan menginterpretasikan hasil LILA menggunakan cakram edukasi. Hasil:  Peningkatan pengetahuan remaja terlihat dari rata-rata pretest pengetahuan dari 54,5 menjadi 78. Peningkatan keterampilan remaja melalui demontrasi penggunaan pita LILA dan menginterpretasikan hasil pengukuran menggunakan cakram edukasi.  Remaja putri yang diukur LILA berada di rentang usia 15-23 tahun, mayoritas memiliki status gizi baik, tidak terdapat satupun remaja yang memiliki status gizi obesitas, overweight, maupun gizi buruk. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait dengan deteksi dini status gizi melalui penggunaan pita LILA dan cakram edukasi.
Hubungan Konsumsi Karbohidrat dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah Pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu Fania, Esty; Kusdalinah, Kusdalinah; Witradharma, Tetes Wahyu
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.114-121

Abstract

Penyakit diabetes melitus (DM) termasuk dalam sepuluh penyakit tidak menular yang menduduki peringkat teratas kasus terbanyak dan merupakan penyakit dengan beban pembiayaan terbesar. Penyakit DM yaitu tidak dapat disembuhkan dan seringkali menimbulkan komplikasi di banyak bagian tubuh, dan  meningkatkan risiko kematian dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi karbohidrat dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai Poltekkes Kemenekes Bengkulu yang memiliki riwayat keluarga diabetes melitus berjumlah 33 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat  menggunakan  uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukan  tidak ada hubungan yang bermakna terhadap konsumsi karbohidrat dengan kadar gula darah pada pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Saran yang diharapkan bagi responden menjaga makanan yang dikonsumsi terutama karbohidrat sederhana serta rutin berolahraga dan selalu mengontrol kadar gula darah.Kata Kunci: aktivitas fisik, kadar gula darah,konsumsi karbohidrat
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA CIVITAS AKADEMIK POLTEKKES KEMENKES BENGKULU: THE RELATIONSHIP BETWEEN URIC ACID LEVELS AND BLOOD PRESSURE IN THE ACADEMIC COMMUNITY OF THE BENGKULU MINISTRY OF HEALTH POLYTECHNIC Agustira, Vina; Simbolon, Demsa; Kusdalinah, Kusdalinah
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2023): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v17i2.1288

Abstract

Latar Belakang: Asam urat merupakan produk akhir dari katabolisme purin dalam tubuh manusia. Penyebab meningkatnya kadar asam urat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor antara lain alkohol, genetik, hipotiroid, obesitas, dan diet tinggi purin. Kadar asam urat yang tinggi dapat menjadi faktor risiko hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia (3,8%) termasuk tertinggi di antara Negara Asia lainnya, dan jauh lebih tinggi dibandingkan prevalensi hipertensi didunia (2,1%). Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui hubungan kadar asam urat dengan tekanan darah pada Civitas Akademik Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Metode: Penelitian menggunakan data sekunder hasil Medical Check Up yang dilakukan di Laboratorium Prodia dengan pendekatan Cross Sectional dimana pengukuran asam urat dan tekanan darah secara bersamaan. Penelitian dilakukan pada tanggal 8-19 Mei 2023. Populasi adalah seluruh Civitas Akademik Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Sampel sebanyak 74 orang yang memenuhi kriteria. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat untuk mendeskripsikan masing-masing variabel, analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kadar asam urat dengan tekanan darah sistolik (p=0,002<0,005) dan tekanan darah diastolik pada Civitas Akademik Poltekkes Kemenkes Bengkulu (p=0,016 <0,005). Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara kadar asam urat dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada Civitas Akademik Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Temuan ini dapat menjadi rekomendasi bagiseluruh Civitas Poltekkes Kemenkes seluruh Indonesia akan pentingnya pengaturan pola makan untuk mencegah tingginya asam urat sebagai faktor risiko hipertensi.
Indeks Massa Tubuh, Lingkar Perut dan Gula Darah Puasa pada Tenaga Pendidik Wanita Poltekkes Kemenkes Bengkulu Kusdalinah, Kusdalinah; Amanda, Amanda Devina; Wahyudi , Anang
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom metabolik yang ditandai dengan obesitas sentaral, peningkatan kadar gula darah, dan penumpukan lemak abdominal yang telah menjadi perhatian utama kesehatan global, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Wanita usia kerja, termasuk tenaga pendidik wanita, merupakan kelompok berisiko tinggi akibat fluktuasi hormonal, perilaku sedentari, dan kebiasaan makan yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks massa tubuh, lingkar perut dan kadar gula darah puasa pada tenaga pendidik wanita Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif Sebanyak 35 tenaga pendidik wanita dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut, serta pemeriksaan gula darah puasa menggunakan alat Easy Touch GCU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,6% responden memiliki indeks massa tubuh kategori obesitas I, 40% memiliki lingkar perut berisiko (>80 cm), dan 14,3% memiliki gula darah puasa tinggi (>126 mg/dL). Temuan ini berkaitan dengan faktor usia, pola aktivitas fisik yang rendah, dan riwayat keluarga diabetes melitus.