Claim Missing Document
Check
Articles

Kerupuk Pasir Ikan Kembung (Rastrelliger Kanagurta L.) Sebagai Camilan Sehat Pencegah Hiperkolesterol Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Firlia Ayu Arini; Nur Intania Sofianita; Fira Firgicinia
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.925 KB) | DOI: 10.17728/jatp.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu mencerdaskan dan mencegah kejadian hiperkolesterol pada masyarakat Indonesia mengingat prevalensi hiperkolesterol di Indonesia mencapai 35,9%. Apabila kejadian ini tidak dicegah akan berisiko meningkatkan angka kejadian penyakit degeneratif seperti aterosklerosis, penyakit jantung coroner, diabetes mellitus, hepar dan penyakit ginjal. Omega 3 dikenal mampu mencegah hiperkolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penambahan tepung ikan kembung agar meningkatkan kandungan omega 3 pada kerupuk pasir. Formulasi yang diberikan yaitu substitusi tepung tapioka dan tepung ikan kembung dengan perbandingan F1 (6,5:50,5), F2 (11,5:45,5), dan F3 (16,5:50,5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik hasil uji organoleptik adalah F2 yang mengandung 6,08% air, abu 3,83%, protein 21,69%, lemak 0,36%, karbohidrat 68,03%, energi total 363,16 kkal, omega 3 (EPA dan DHA) sebesar 19,7 g dan 39,1 g per 100 gramnya. Kandungan EPA dan DHA pada kerupuk pasir per 100 gram dapat menjadi sumber EPA dan DHA dengan menyumbang 5,66% dan 11,25% kecukupan omega 3 pada anak.This study aims to promote the brain activity and prevent the incidence of hypercholesterolemia in Indonesian society which was showed the prevalence of hypercholesterol reached 35.9%. This incident may increase the risk of degenerative diseases such as atherosclerosis, coronary heart disease, diabetes mellitus, liver and kidney disease. Omega 3 was known to prevent hypercholesterolemia. This research was done to analyze the addition of flour fish in the sand chips processing in order to increase the content of omega 3 in the chips. The formulation was substitution of tapioca flour and flour fish meal with the ratio of F1 (6,5: 50,5), F2 (11,5: 45,5), and F3 (16,5: 50,5). The best formula of organoleptic test result was F2 containing 6,08% water, ash 3,83%, protein 21,69%, fat 0,36%, carbohydrate 68,03%, total energy 363,16 kcal, omega 3 (EPA And DHA) of 19.7 g and 39.1 g per 100 g. EPA and DHA content in sand crackers per 100 gram could be used as source of EPA and DHA by contributing 5,66% and 11,25% sufficiency omega 3 in children.
Sosis Ikan Kembung (Rastrelliger Kanagurta L.) sebagai Pangan Sumber Omega 3 Iwenda Nalendrya; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Firlia Ayu Arini
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.078 KB) | DOI: 10.17728/jatp.178

Abstract

Penggunaan bahan kimia pada jajanan anak di Indonesia semakin meningkat. Data BPOM menunjukan pada tahun 2010 pangan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat sebanyak 35,46%. Penggunan formalin dan boraks pada makanan ringan berturut-turut sebesar 16,06% dan 9,11%. Perlu dikembangkan pangan sehat bagi anak yang dapat membantu perkembangan otak. Asam lemak esensial omega 3 dibutuhkan dalam pembentukan sel-sel otak untuk meningkatkan tingkat intelegensia. Omega 3 dapat ditemukan di produk perikanan. Namun, tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih rendah bila dibandingkan dengan rekomendasi FAO. Ikan kembung (Rastrelliger kanagurta L.) merupakan ikan air laut yang banyak mengandung omega 3 yang baik bagi kecerdasan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sosis dari ikan kembung sebagai pangan sumber omega 3. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan desain rancangan acak lengkap. Penambahan ikan segar yang digunakan sebanyak 30 gram (FS1), 45 gram (FS2), dan 60 gram (FS3), sedangkan tepung ikan yang digunakan 6,75 gram (FT1), 13 gram (FT2) dan 20 gram (FT3). Formula terbaik hasil uji organoleptik adalah FS2 yang mengandung 44,48% air, abu 2,65%, protein 9,4%, lemak 5,48%, karbohidrat 37,88%, energi 238,48 kkal dan omega 3 sebesar 0,18 gram / 100 gram. Kandungan omega 3 sosis ikan kembung per 100 gram dapat menjadi sumber omega 3 dengan menyumbang 20% kecukupan omega 3 anak.AbstractThe use of chemicals on children's snacks in Indonesia is increasing. Data from BPOM show in 2010 school children’s snacks which is not qualified as much as 35,46%. The use of formaline and borax on snacks are 16.06% and 9.11%. It is necessary to develop healthy food for children which can help brain development. Omega 3 is needed in the brain cells formation to increase level of intelligence. Omega 3 can be acquired from the fishery products. However, the level of fish consumption in Indonesia is still low when compared with FAO recommendations. Long jawed mackerel (Rastrelliger kanagurta L.) is a marine fish that contains omega 3 which is good for brain intelligence. The objective of this study was to develop formulations sausage of long jawed mackerel as a food source of omega 3. This study used experimental method and completely randomized design. The addition of fresh fish that is used as much as 30 gram (FS1), 45 gram (FS2), and 60 gram (FS3), fish flour 6.75 gram (FT1), 13 gram (FT2) and 20 gram (FT3). The best formula from organoleptic test was FS2 which is containing of 44.48% water, 2.65% ash, 9.4% protein, 5.48% fat, carbohydrates 37.88%, 238.48 kcal energy and omega 3 at 0,18 gram / 100 gram. The content of omega 3 from long jawed mackerel sausages in 100 gram can to be omega 3 source which contribute 20 % adequacy of omega 3 of children.
Intervensi Pendidikan Gizi Seimbang terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Anak-Anak Sekolah Nur Intania Sofianita; Eflita Meiyetriani; Firlia Ayu Arini
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.14.2.54-64

Abstract

Tujuan penelitian : untuk melihat pengaruh intervensi pendidikan gizi seimbang terhadap pengetahuan, sikap dan praktik anak sekolah dasar negri di Depok. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan non randomized pre test and post test non control design. Subjek penelitian  adalah anak-anak SDN 1 Krukut dan SDN 1 Limo Depok kelas 4 dan 5. Analisis data dengan menggunakan uji t pre dan post test. Intervensi pendidikan gizi dilaksanakan dengan menggunakan poster, leaflet dan booklet gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi sebesar 23% dengan p (0,000), perubahan sikap ada peningkatan sebesar 10,3% dengan p (0,000) dan perubahan praktik sedikit meningkat sebesar 1,6% dengan p (0,000). 
Pengaruh Pelatihan Pemberian MP ASI Kepada Ibu dengan Anak Baduta Di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Pemberian MP ASI Firlia Ayu Arini; Nur Intania Sofianita; Ibnu Malkan Bahrul Ilmi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.36 KB) | DOI: 10.24853/jkk.13.1.80-89

Abstract

Prevalensi gizi kurang pada balita di Indonesia menurut RISKESDAS tahun 2013 adalah 19,6% dan prevalensi stunting atau balita pendek sebesar 37,2% . Praktik pemberian makanan pada bayi dan anak terutama di usia 0 – 23 bulan harus dilakukan secara benar dan tepat. Kesalahan pemberian makanan di periode tersebut dapat mengakibatkan masalah gizi kurang dan balita pendek. Masalah gizi pada bayi dan anak disebabkan karena pemberian ASI dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak tepat secara jumlah dan kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis  pengaruh pelatihan pemberian MP-ASI terhadap pengetahuan dan perilaku ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun dalam  pemberian MP-ASI yang nantinya akan berdampak pada status gizi anak. Penelitian ini menggunakan desain studi kuasi  eksperimental menggunakan kelompok kontrol dengan pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara mengenai pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2016. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pengetahuan dan perilaku pemberian MPASI pada sebelum dan sesudah penyuluhan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p: < 0.05). Terdapat perbedaan skor pengetahuan yang signifikan setelah pemberian penyuluhan dan pelatihan MP-ASI antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p:0.011) namun tidak terdapat perbedaan skor perilaku antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol baik pada sebelum maupun sesudah perlakuan. Peningkatan skor pengetahuan lebih baik pada kelompok yang diberikan penyuluhan dengan Modul MP-ASI dan Pelatihan pembuatan MP-ASI.Kata kunci: Pengetahuan dan Perilaku, MP-ASI
Hubungan Pengetahuan Anemia, Pengetahuan Tablet Tambah Darah, Status Gizi dan Asupan Gizi (Fe) dengan Anemia Remaja Putri di SMA/K Kota Depok Tahun 2017 Sintha Fransiske Simanungkalit; Ikha Deviyanti P; Firlia Ayu Arini
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.518 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2522

Abstract

Anemia gizi besi merupakan salah satu dari empat masalah utama kesehatan masyarakat. Anemia padaremaja putri khususnya dapat menurunkan prestasi belajar. Survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun2005, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri usia 10 – 14 tahun adalah sebesar 57,1%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remajaputri SMA/K di Depok tahun 2017. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain Crosssectional. Alat ukur penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan, timbangan berat badan, microtoise dankuesioner Food Frequency Questionaire. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan tentang anemia dantablet darah, status gizi berdasarkan IMT/U, asupan gizi (Fe dan protein), dan kadar Hb. Sampel yangdigunakan dalam penelitian ini sejumah 122 orang siswi yang bersekolah setingkat SMA/K di Kota Depokpada tahun 2017. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Penelitian ini mendapatkan tidak adahubungan antara pengetahuan tentang anemia dan Tablet tambah darah dengan kejadian anemia, tidak adahubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, dan tidak ada hubungan antara asupan Fe dan proteindengan kejadian anemia. Penelitian ini tidak mendapatkan adanya hubungan variabel-variabel independenyang diteliti dengan kejadian anemia.
The Association Between Fast-Food Consumption and Physical Activity with Overweight Occurrence at School Among 9-11-Year-Old Children in Cakung Payangan Bekasi Iin Fatmawati; Andreas Wisnu Pradhan; Firlia Ayu Arini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.348 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2020.11.3.236-246

Abstract

Overweight occurs because of excessive energy intake stored in the form of fat tissue. The national prevalence of overweight and obesity among children aged 5­-12 years old was 10.8% and 8.8%, respectively. Several factors are responsible for increasing the prevalence of overweight, including food consumption and physical activity. The purpose of this study was to examine the association between fast-food consumption and physical activity with the overweight occurrence among school-aged children in Cakung Payangan, Bekasi. This is a cross-sectional study with a total of 80 students recruited through a simple random sampling method. There was a significant association between fast-food consumption and overweight (p = 0.013, CI 95% = 1,420 – 10,977). Also, there was a significant association between physical activity and overweight (p = 0.027, CI 95% = 1,023 – 74,825). Frequent fast-food consumption and mild physical activity have a significant relationship with overweight occurrence among school-aged children.
KARAKTERISTIK IBU, RIWAYAT ASI EKSKLUSIF DAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKMAJAYA Farahdilla Azmii, Firlia Ayu Arini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.836 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i4.193

Abstract

AbstractStunting Prevalence in Sukmajaya District was high enough that could affect brain development. Stunting caused by factors, such as mother's knowledge, mother's education, and family income, history of exclusive breastfeeding and history of infectious diseases. The purpose of this study was to analyze the incidence of stunting, maternal nutrition knowledge, maternal education, family income, history of exclusive breastfeeding and history of infectious diseases related to stunting incidence in infants aged 12-59 months in the working area of UPT Puskesmas Sukmajaya. The research design was using Cross Sectional. Number of respondents in this study were 106 mothers of infant, taken by clustered sampling method. The study was conducted from April to May 2017. Height of infant, mother's nutritional knowledge, mother's education, family income, history of exclusive breastfeeding, and history of infectious diseases were obtained through interviews using questionnaires. The result showed that there were a significant (p <0.05) between correlation mother's nutritional knowledge (p = 0.007), family income (p = 0.037), and history of infectious disease (p = 0.006) to stunting in infants aged 12-59 months. Where as maternal education (p = 0.148) and history of exclusive breastfeeding (p = 0.177) there is no correlation (p> 0.05) to stunting in infants 12-59 months. Maternal nutritional knowledge, family income, and history of infection had a significant relationship to stunting in infants 12-59 months. While the mother's education and breast feeding exclusively history is not related to stunting in infant under 12-59 months in the work area of Sukmajaya Community Health Center. Keywords: Characteristics of mother's, breastfeeding exclusively history, history of infectious diseases, Stunting.
GAMBARAN IMT/U, ASUPAN ZAT BESI (FE), DAN INHIBITOR ZAT BESI (FE) DENGAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 7 SAWANGAN, DEPOK TAHUN 2018 Agrina Herliana Damanik; Sintha Fransiske Simanungkalit; Firlia Ayu Arini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.898 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.201

Abstract

Latar belakang : anemia adalah keadaan yang ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah suatu metaloprotein yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan besi yang digunakan untuk sintesis hemoglobin (Hb). Anemia defisiensi besi pada anak usia sekolah saat ini menjadi masalah gizi yang serius di Indonesia.Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran IMT/U, asupan zat besi (Fe), dan inhibitor zat besi (Fe) dengan anemia remaja putrid di SMA Muhammadiyah 7 Sawangan Depok tahun 2018.Metode : jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain cross sectional. Dengan mengambil sampel menggunakan metode probability sampling dan didapatkan 42 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan dengan instrument kuesioner, Semi Quantitative- Food Frequency Questionare (SQ-FFQ), pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan dan pemeriksaan Hb dengan menggunakan alat Easytouch GcHb.Hasil : hasil analisis data meliputi analisis univariat untuk distribusi frekuensi variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan 18 responden (42.9%) yang menderita mengalami anemia, 32 responden (76.2%) IMT/U tidak normal, 39 responden (92.9%) kurang mengkonsumsi asupan zat besi, dan 30 responden (71.4%) sering mengkonsumsi inhibitor zat besi yang dikarenakan sering mengkonsumsi teh lebih dari 1 kali dalam seminggu.Kesimpulan: Sebagian besar responden tidak mengalami anemia, imt tidak normal, kurang mengkonsumsi asupan zat besi, dan konsumsi inhibitor zat besi yang sering  lebih dari 1 kali dalam seminggu.
HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM, ASUPAN LEMAK, STATUS GIZI (IMT/U), DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA DI SMK LINGGA KENCANA DEPOK TAHUN 2019 Alfiani Listiana Putri; Firlia Ayu Arini; Muhammad Ikhsan Amar; Iin Fatmawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i1.833

Abstract

Latar belakang: Tekanan darah ialah kekuatan yang diperlukan agar darah dapat mengalir di dalam pembuluh darah dan beredar ke semua jaringan tubuh manusia. Tekanan darah terdiri dari dua bagian yaitu tekanan sistolik dan tekanan diastolik. Apabila tekanan darah sistolik dan diastollik melebihi 140/90 mm Hg maka tergolong tinggi. Saat ini tekanan darah tinggi sudah terjadi pada kelompok umur remaja. Perubahan status gizi, pola makan, aktivitas fisik merupakan faktor risiko terjadinya tekanan darah tinggi pada remaja. Tujuan: untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan lemak, status gizi (IMT/U) dan aktivitas fisik, dengan tekanan darah remaja di SMK Lingga Kencana Depok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional pada  73 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling.. Data yang dikumpulkan meliputi tekanan darah, asupan natrium dan lemak, status gizi (IMT/U), aktivitas fisik dan karakteristik remaja (jenis kelamin dan usia). Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer aneroid, asupan natrium dan lemak dengan SFFQ, status gizi dengan antropometri, dan aktivitas fisik dengan kuesioner PAL. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan, 20,5% responden tergolong hipertensi dengan persentase yang memiliki asupan lemak berlebih sebanyak 71,2%. Pada analisis faktor risiko dibuktikan bahwa terdapat hubungan antara asupan natrium (p= 0,000), status gizi (IMT/U) (p= 0,003), dan aktivitas fisik (p= 0,002) dengan tekanan darah. Namun tidak terdapata hubungan antara asupan lemak (p= 0,204)        dengan tekanan darah pada remaja di SMK Lingga Kencana Depok. Kesimpulan: Ada hubungan antara asupan natrium (p= 0,000), status gizi (IMT/U) (p= 0,003), dan aktivitas fisik (p= 0,002) dengan tekanan darah dan tidak terdapat hubungan antara asupan lemak (p= 0,204)  dengan tekanan darah pada remaja di SMK Lingga Kencana Depok. 
Low Sun Exposure as a Dominant Risk Factor of Hypertension Among Adolescents in SMPN 21 South Tangerang Novita Harumsari; Firlia Ayu Arini; Aimmatul Fauziyah; Utami Wahyuningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2023.14.2.223-238

Abstract

Hypertension is a global health problem that can occur in adolescents. According to Riskesdas 2018, the national prevalence of hypertension is 34.1%. In Banten Province, it stands at 29.4%, and in South Tangerang City, it’s 27.5%. This study was aimed to determine the association between age, sex, vitamin D intake, fat intake, and sun exposure with the incidence of hypertension among adolescents at SMPN 21 South Tangerang and the dominant factor among these variables that is a risk factor of hypertension. This study used a cross-sectional design with a sample of 102 respondents taken using a stratified random sampling technique. Data were collected through blood pressure measurements, the Sun Exposure Questionnaire (SEQ), and the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Association analysis was conducted using the chi-square test and Fisher's exact test, showing that there was an association between sun exposure (<0.05; OR = 7.902) with the incidence of hypertension, and there were no association between age (p = 0.556), sex (p = 0.386), vitamin D intake (p = 0.760), and fat intake (p = 1.000) with the incidence of hypertension among adolescents at SMPN 21 South Tangerang. The result of multivariate analysis using the regression logistic test showed that sun exposure was the most correlated factor of hypertension among adolescents at SMPN 21 South Tangerang (p = <0.05; OR = 7.949). Respondents should have more sun exposure to prevent hypertension.