Claim Missing Document
Check
Articles

KONSUMSI MAKANAN, KOPI DAN KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP KEBIASAAN TIDUR SUPIR OJEK ONLINE DI DAERAH CIPEDAK Nilamwati Adelia; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Yessi Crosita; Firlia Ayu Arini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i2.820

Abstract

Latar belakang: Supir ojek online merupakan profesi yang paling dibutuhkan masyarakat sekarang. Supir ojek online bekerja tanpa ada aturan waktu yang mengaturnya. Mereka bekerja sesuai dengan keinginan dan pesanan yang masuk. Sehingga membuat jadwal makan mereka tidak teratur. Selain itu juga, agar tidak mengantuk mereka sering merokok dan minum kopi. Kebiasaan ini berdampak pada kebiasaan tidurnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan, kebiasaan minum kopi dan kebiasaan merokok terhadap kebiasaan tidur supir ojek online di Cipedak. Metode :  Desain penelitian pada penelitian ini adalah cross-sectional. Responden yang dilibatkan sebanyak 35 orang. Pemilihan responden dilakukan secara purposive. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis pada penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara konsumsi makanan (p=0,404) dengan kebiasaan tidur. Terdapat hubungan kebiasaan minum kopi (p<0,05) dan kebiasaan merokok (p<0,05) terhadap kebiasaan tidur supir ojek online. Kesimpulan: Kebiasaan mengonsumsi kopi dan merokok dapat mempengaruhi kebiasaan tidur supir ojek online.    
KANDUNGAN GULA ES KRIM YANG DISUKAI MAHASISWA DEPOK Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Firlia Ayu Arini; Avliya Quratul Marjan; Salsabila Firdausiyah Nur Habieb
GIZI INDONESIA Vol 46 No 2 (2023): September 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i2.924

Abstract

The prevalence of obesity in Indonesia is always increasing every year. Depok City occupies the second position with the highest prevalence of obesity in West Java. One of the causes of obesity is the habit of consuming foods containing added sugar such as ice cream. This is supported by the opening of many ice cream shops. This study aims to look at the description of ice cream consumption habits in college students, the amount of sugar content in ice cream and the relationship between ice cream consumption habits and nutritional status. The method used is descriptive observational to see the habit of consuming ice cream. Habits include frequency, preference, and type of ice cream. The questionnaire was distributed online via social media. Laboratory tests were carried out to see the content of macronutrients and sugar content (glucose, sucrose and fructose). The data analysis used was crosstabulation and chi-square test. The number of students involved was 938 students from 34 universities in Depok City. The nutritional status of Depok students was mostly normal (65.6%). Most Depok college students often eat ice cream with a frequency of 1-2 times a week. There are 83 types of ice cream variants that are often consumed by Depok students. The content of ice cream consumed was in the range of protein 2.6 - 3.7 gr, fat 4.4-7.06 gr, carbohydrates 24.3-76.1 gr, total sugar 13.2-30.0, and total calories of 154.1-383.1 kcal. There is no relationship between ice cream consumption habits and the nutritional status of Depok students (p=0.679). Ice cream contributes to fulfilling 7-20 percent of RDI and half of the daily sugar recommendation, so it is necessary to limit the consumption of ice cream. ABSTRAK Prevalensi obesitas di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kota Depok menempati posisi kedua prevalensi obesitas tertinggi di Jawa Barat. Salah satu penyebab kejadian obesitas adalah kebiasaan mengonsumsi makanan mengandung gula tambahan seperti es krim. Hal ini didukung dengan banyak dibuka toko es krim. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kebiasaan konsumsi es krim pada mahasiswa, jumlah kandungan gula pada es krim serta hubungan kebiasaan konsumsi es krim dengan status gizi. Metode yang digunakan adalah observasional deskriptif untuk melihat kebiasaan konsumsi es krim. Kebiasaan meliputi frekuensi, preferensi, dan jenis es krim. Kuesioner disebarkan secara online melalui media sosial. Uji laboratorium dilakukan melihat kandungan zat gizi makro dan kandungan gula yaitu glukosa, sukrosa dan fruktosa. Analisis data yang digunakan yaitu crosstabulation dan uji chi-square. Jumlah mahasiswa yang terlibat sebanyak 938 mahasiswa yang berasal dari 34 universitas di Kota Depok. Status gizi mahasiswa Depok sebagian besar normal (65,6%). Sebagian besar mahasiswa Depok sering mengonsumsi es krim dengan frekuensi 1-2 kali seminggu. Jenis varian es krim yang sering dikonsumsi mahasiswa Depok sebanyak 83 jenis. Kandungan es krim yang dikonsumsi berada pada rentang protein 2,6 – 3,7 gr, lemak 4,4 – 7,06 gr, karbohidrat 24,3 – 76,1 gr, gula total 13,2-30,0 serta total kalori sebesar 154,1-383,1 kkal. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi es krim dengan status gizi mahasiswa Depok (p=0,679). Es krim berkontribusi memenuhi 7-20 persen kebutuhan gizi serta setengah rekomendasi gula harian, sehingga perlunya dibatasi konsumi es krim. Kata kunci: es krim, gula, kalori, mahasiswa
Hubungan Pengetahuan Anemia, Pengetahuan Tablet Tambah Darah, Status Gizi dan Asupan Gizi (Fe) dengan Anemia Remaja Putri di SMA/K Kota Depok Tahun 2017 Sintha Fransiske Simanungkalit; Ikha Deviyanti P; Firlia Ayu Arini
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2522

Abstract

Anemia gizi besi merupakan salah satu dari empat masalah utama kesehatan masyarakat. Anemia padaremaja putri khususnya dapat menurunkan prestasi belajar. Survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun2005, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri usia 10 – 14 tahun adalah sebesar 57,1%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remajaputri SMA/K di Depok tahun 2017. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain Crosssectional. Alat ukur penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan, timbangan berat badan, microtoise dankuesioner Food Frequency Questionaire. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan tentang anemia dantablet darah, status gizi berdasarkan IMT/U, asupan gizi (Fe dan protein), dan kadar Hb. Sampel yangdigunakan dalam penelitian ini sejumah 122 orang siswi yang bersekolah setingkat SMA/K di Kota Depokpada tahun 2017. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Penelitian ini mendapatkan tidak adahubungan antara pengetahuan tentang anemia dan Tablet tambah darah dengan kejadian anemia, tidak adahubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, dan tidak ada hubungan antara asupan Fe dan proteindengan kejadian anemia. Penelitian ini tidak mendapatkan adanya hubungan variabel-variabel independenyang diteliti dengan kejadian anemia.
DURASI : Edukasi Pemberian MPASI di Kelurahan Cisalak Pasar Krisanti Nurbaiti; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Nur Intania Sofianita; Firlia Ayu Arini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12489

Abstract

ABSTRAK Baduta adalah anak berusia di bawah 2 tahun. Masa ini adalah masa keemasan dimana sedang dalam masa perkembangan dan pertumbuhan. Anak dalam  masa ini memerlukan asupan zat gizi seimbang untuk mencapai berat badan dan tinggi badan optimal. Untuk mencapai status gizi yang optimal pada anak 6-24 bulan dilakukan dengan pemberian Makanan Pendamping ASI dengan benar dan tepat mulai dari usia pemberian, tekstur, frekuensi, porsi, dan variasi. Menurut riskesdas 2018, cakupan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sesuai standar hanya 46,6%.  MPASI merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan, dan diberikan secara bertahap sesuai dengan usia serta kemampuan pencernaan bayi guna memenuhi kebutuhan gizi. Memberikan edukasi tentang pola pemberian MPASI yang sesuai di Cisalak Pasar Kota Depok. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan menggunakan poster secara door to door. Analisis data diuji menggunakan uji Wilcoxon. Hasil yang didapatkan terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest (p<0,05) atau terdapat pengaruh intervensi melalui kegiatan penyuluhan pengetahuan tentang pemberian MPASI pada ibu baduta di Cisalak Pasar Kota Depok. Kata Kunci: Baduta, Edukasi, Makanan Pendamping ASI, Poster    ABSTRACT Baduta is a child under 2 years old. This period is a golden age where it is in a period of development and growth. Children at this time require a balanced intake of nutrients to achieve optimal weight and height. To achieve optimal nutritional status in children 6-24 months, it is done by giving complementary feeding correctly and appropriately starting from the age of administration, texture, frequency, portion, and variety. According to riskesdas 2018, the coverage of complementary complementary feeding according to standards is only 46.6%. MPASI is food or drink containing nutrients, given to infants or children aged 6-24 months, and given gradually according to the age and digestive ability of the baby to meet nutritional needs. Providing education about appropriate patterns of giving complementary feeding at the UPTD Puskesmas Cisalak Pasar Depok City. The method used is counseling using posters. Data analysis was tested using the Wilcoxon test. The results obtained showed that there was a difference between the pretest and posttest values (p <0.05) or there was an influence of intervention through knowledge outreach activities about giving MPASI to under-aged mothers in Cisalak Pasar, Depok City. Keywords: Baduta, Breast Milk Complementary Foods, Education, Poster
Pendampingan Gizi di Katering Makanan Bayi Baby Lahap Untuk Mendukung Pencegahan Stunting Firlia Ayu Arini; Almira Nuraelah; Avlya Quratul Marjan; Ibnu Malkan Bahrul Ilmi; Khoirul Anwar; Nur Intania Sofianita
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Prevalensi Stunting di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 21,6%. Di Kabupaten Karawang, menurut hasil pemantauan status gizi oleh Dinas Kesehatan pada tahun 2020, desa yang memiliki prevalensi stunting di atas 10% sebanyak 64 desa.  Salah satu upaya percepatan penurunan stunting yaitu dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat.  PT. Baby Lahap Indonesia yang berlokasi di Karawang merupakan perusahaan katering yang memproduksi MPASI untuk balita dan telah memiliki pelanggan tetap. Namun produk katering Baby Lahap belum menyertakan label gizi pada produk frozen food yang diproduksi berbentuk gorengan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memberikan pendampingan gizi pada PT Baby Lahap dalam produksi MPASI, agar melengkapi produk dengan label gizi dan menyesuaikan menu katering dengan pedoman gizi dan kebutuhan gizi anak. Metode: Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu webinar, melakukan pendampingan pembuatan label gizi, pelatihan membuat menu MPASI, dan penyuluhan bagi tenaga pengolah makanan di katering Baby Lahap. Hasil: Pada kegiatan webinar terdapat peningkatan rerata pengetahuan gizi pada peserta. Tim pengabdi melakukan uji lab untuk menganalisis kandungan gizi pada 5 produk PT Babylahap dan hasilnya disajikan dalam bentuk label gizi. Kegiatan lainnya yaitu memberikan alternatif menu MPASI yang tidak berbentuk gorengan, dan tim pengabdi memberikan 5 menu baru yang terdiri dari 5 menu selingan dan 1 menu lauk hewani.
Hubungan Frekuensi Penggunaan Aplikasi Pesan Antar Makanan Online dan Besaran Uang Saku Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UPN "Veteran" Jakarta Putri, Navianur Prilia; Sofianita, Nur Intania; Maryusman, Taufik; Arini, Firlia Ayu
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 01 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.6785

Abstract

Data Riskesdas tahun 2018 menyatakan bahwa angka gizi lebih pada usia dewasa 13,6%.  Pada era digital saat ini, mahasiswa yang masuk ke dalam rentang 19-24 tahun memanfaatkan teknologi untuk mengakses makanan lebih cepat yaitu melalui aplikasi pesan antar makanan online. Namun, pada aplikasi tersebut lebih banyak menawarkan makanan cepat saji dengan promosi dan harga terjangkau. Konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat meningkatkan resiko gizi lebih. Selain itu, pengaruh sosial ekonomi seperti besaran uang saku dapat menjadi faktor gizi lebih. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan frekuensi penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dan besaran uang saku dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswa di  Jakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel berjumlah 136 responden menggunakan teknik stratified random sampling. Berdasarkan hasil uji statistik  menunjukkan tidak adanya hubungan antara frekuensi penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dengan kejadian gizi lebih (p = 0,676) dan tidak adanya hubungan antara besaran uang saku dengan kejadian gizi lebih (p = 0,636). Saran untuk penelitian lanjutan terkait analisis faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya gizi lebih pada mahasiswa.
Edukasi Pemberian ASI Eksklusif di Cisalak Pasar Harumsari, Novita; Malkan Bakhrul Ilmi, Ibnu; Intania Sofianita, Nur; Ayu Arini, Firlia
SABDAMAS Vol 2 No 1 (2023): SABDAMAS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unika Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/sabdamas.v2i1.5018

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai bayi berusia 6 bulan tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat dan vitamin). Cakupan pemberian ASI eksklusif tahun 2021 di Depok sebesar 73,61% dan di Puskesmas Cisalak Pasar sebesar 75,51%. Intervensi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan cakupan adalah penyuluhan berupa pemberian edukasi terkait pemberian ASI eksklusif. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cisalak Pasar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara door-to-door menggunakan media booklet dan brosur kepada pengasuh bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cisalak Pasar. Analisis statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil yang didapatkan adalah terdapat perbedaan antara nilai pretest dan postes setelah diberikan penyuluhan pemberian ASI eksklusif, dengan nilai p-value = 0,006. Simpulan yang dapat diambil ialah terdapat pengaruh kegiatan intervensi berupa penyuluhan terkait pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cisalak Pasar.
Risk Factor Analysis for Stroke Incidence in North Sulawesi: Based on the 2018 Indonesia Basic Health Research Mulyani, Lia; Marjan, Avliya Quratul; Arini, Firlia Ayu; Octaria, Yessi Crosita
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2024.15.1.70-84

Abstract

Stroke is a serious public health issue and the main cause of disability and death after ischemic heart disease. Every year, 12.2 million individuals worldwide suffer from a stroke, which results in 6.5 million deaths. There has been an increasing incidence of stroke in Indonesia, including in North Sulawesi. This study aims to examine the risk factors for stroke incidence in North Sulawesi in a population aged ≥35 years based on the 2018 Indonesia Basic Health Research data. This quantitative research was an analytical observational study with a cross-sectional design. The Chi-square test and multiple logistic regression were performed during data analysis involving 7,111 respondents. The multivariate analysis results showed that hypertension (p=0.000; AOR 8.739; 95% CI 5.758-13.263), physical activity (p=0.000; AOR 2.771; 95% CI 1.944-3.948), gender (p=0.000; AOR 2.047; 95% CI 1.388-3.017), heart disease (p=0.015; AOR 1.919; 95% CI 1.133-3.250), age (p=0.008; AOR 1.669; 95% CI 1.144-2.434), occupation (p=0.008; AOR 1.693; 95% CI 1.145-2.504), and fatty foods consumption (p=0.023; AOR 0.603; 95% CI 0.390-0.932) had a significant correlation with stroke incidence in this study. The main finding of this study shows that hypertension is the most influential risk factor for stroke incidence in a population aged ≥35 years in North Sulawesi. Regular blood pressure screenings are needed as an early hypertension detection effort to prevent stroke incidence.
Sindrom Makan Malam, Konsumsi Ultra-processed Foods, dan Aktivitas Fisik sebagai Faktor Risiko Gizi Lebih pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UPN “Veteran” Jakarta: Night Eating Syndrome, Ultra-processed Foods Consumption, and Physical Activity as Risk Factors for Overnutrition in Students of Faculty of Health Science UPN “Veteran” Jakarta Hanifa, Raishi Amatullah; Arini, Firlia Ayu; Wahyuningsih, Utami
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.43-50

Abstract

Background: Overnutrition among university students is a pressing concern, disrupting academic productivity and increasing the risk of metabolic diseases at a young age. According to RISKESDAS (2018), the prevalence of overweight/obesity among early adulthood populations reached 36%. Dietary patterns, unhealthy lifestyles, and night eating syndrome (NES) may contribute to overnutrition cases in university students. Objectives: This study aimed to investigate the association between night eating syndrome, ultra-processed food consumption, physical activity, and overnutrition among students at the Faculty of Health Science, UPN "Veteran" Jakarta. Methods: This analytical case-control study included 94 participants (47 case and 47 control), aged 19-24 years, from UPN “Veteran” Jakarta. Inclusion criteria comprised students with Body Mass Index (BMI) > 25 (case group) and BMI 18.5-25 (control group). Data collection employed anthropometric measurements, individual assessment using Night Eating Questionnaire (NEQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), and International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Bivariate analysis utilized Chi-square tests. Results: Results indicated a significant association between night eating syndrome and overnutrition (p-value=0.004, OR=5.214). No significant associations were observed between ultra-processed food (UPF) consumption (p-value=0.409) or physical activity (p-value=0.149) and overnutrition. Conclusions: This study concluded that night eating syndrome significantly predicts overnutrition incidence. Conversely, UPF consumption and physical activity demonstrated no significant associations with overnutrition.
Perbedaan Status Gizi, Pola Makan, Riwayat Diare, dan Pengetahuan Gizi Seimbang pada Anak Autisme dan Non-Autisme di Jakarta: Differences Nutritional Status, Dietary Patterns, Diarrhea History, and Nutritional Knowledge between Children with Autism and children without Autism in Jakarta Aulia, Andini Rizky; Simanungkalit, Sintha Fransiske; Arini, Firlia Ayu
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.433-446

Abstract

Background: Autism Spectrum Disorder (ASD) is characterized by difficulties in social interaction and communication. Children with ASD are at risk of being overweight due to selective eating patterns and parents' lack of nutritional knowledge, and they often experience diarrhea due to enzyme deficiencies. Objectives: This study aims to determine the differences in nutritional status, dietary patterns, and diarrhea history between children with ASD and children without ASD, as well as the differences in the nutritional knowledge of parents or caregivers of children with ASD and children without ASD. Methods: The research uses a case-control design with 102 samples (51 children with ASD and 51 children without ASD) obtained through cluster random sampling. Nutritional status data were collected from anthropometric measurements, dietary patterns through the SQ-FFQ, and parents' nutritional knowledge and children's diarrhea history through questionnaires. Data analysis utilized Independent Sample T-test or Mann Whitney tests. Results: Results showed significant differences in nutritional status (height-for-age, p-value=0.006), frequency of staple food consumption (p-value=0.018), animal protein (p-value=0.014), dairy products (p-value=0.001), amount of staple food consumption (p-value=0.016), dairy products (p-value=0.003), fat intake (p-value=0.037), fiber intake (p-value=0.033), frequency of diarrhea (p-value=0.042), and duration of diarrhea (p-value=0.042). However, there were no significant differences in BMI-for-age (p-value=0.410) and caregiver’s nutritional knowledge scores (p-value=0.855). Conclusions: It can be concluded that children with ASD and without ASD have differences in nutritional status, dietary patterns, and diarrhea history.