Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Edukasi Stunting dan Gizi Seimbang Berbasis Buku Saku terhadap Pengetahuan Ibu Hamil dan Ibu Balita di Kelurahan Pangkalan Jati, Kota Depok, Jawa Barat Putri, Nabila Alifia; Fathurrizky, Fakhrina; Dewi, Nadia Fahira; Arini, Firlia Ayu
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Februari
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v2i2.106

Abstract

Ancaman stunting telah menjadi topik utama permasalahan gizi secara nasional karena memiliki prevalensi yang dianggap tinggi. Salah satu pemicu tingginya prevalensi stunting adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting mulai dari masa sebelum hamil maupun ketika anak sudah balita. Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai stunting kepada seorang ibu dapat dilakukan pemberian edukasi yang dibantu dengan pemberian buku saku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak edukasi stunting dan gizi seimbang berbasis buku saku terhadap pengetahuan dan pemahaman dengan melibatkan ibu hamil dan ibu balita sebagai responden. Data diolah menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil dari kegiatan menunjukkan terdapat pengaruh pemberian edukasi terkait stunting dan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) terhadap peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dan ibu balita di Kelurahan Pangkalan Jati, Kota Depok, Jawa Barat dengan p-value < 0.05.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu dalam Pengukuran Antropometri di Negeri Lesluru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku Aisyah, Yonita Laty; Arini, Firlia Ayu; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Februari
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v2i2.110

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Terlebih lagi di Provinsi Maluku permasalahan stunting mengalami peningkatan menjadi 28,4%. Salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan ini adalah dengan meningkatkan pengetahuan kader terkait dengan pengukuran antropometri agar dapat meningkatkan keakuratan pengumpulan data status gizi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Negeri Lesluru dengan melibatkan 10 kader Negeri Lesluru. Kegiatan ini diawali dengan pengisian pre-test, pemberian materi melalui penyuluhan, demonstrasi langsung, dan role play pengukuran antropometri dengan diakhiri oleh pengisian post-test. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari pre-test (6,30) dan post-test (7,90) dengan pvalue (0,041) pada CI 95%. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader mengenai pengukuran antropometri. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung kemampuan kader dalam melakukan pengukuran antropometri secara lebih akurat, sehingga berkontribusi pada deteksi dini masalah gizi dan peningkatan kualitas pelayanan di Posyandu. Program pelatihan dan pendampingan intensif selanjutnya diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar dalam meningkatkan kapasitas kader di masa depan.
Penyuluhan Pencegahan Obesitas Sejak Dini pada Baduta dengan Media Poster di Wilayah UPTD Puskesmas Pengasinan Anugrah, Aulia; Firlia Ayu Arini; Anita Yuningsih
ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ABDIMAS JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Research and Community Service INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/abdimas.v6i1.3505

Abstract

Berdasarkan Depkes RI baduta dapat diartikan sebagai anak di bawah dua tahun atau sekitar 0-23 bulan. Masa periode emas atau masa dimana terjadinya pertumbuhan fisik dan mental pada anak terjadi pada masa baduta ini, Sehingga masa ini sangat memerlukan perhatian khusus dan pemberian makan yang baik supaya dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Baduta merupakan kelompok umur yang rentan terhadap kesehatan dan gizi jika terjadi gangguan gizi pada awal kehidupan tentu akan mempengaruhi kualitas kehidupaannya. Sebagai indicator kesehatan, status gizi menjadi hal yang penting supaya pertumbuhan dan perkembangan balita tidak terganggu. Gizi lebih adalah kondisi ketika adanya ketidakseimbangan antara jumlah energi yang dikonsumsi dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila seorang anak telah mengalami gizi lebih sejak kecil, biasanya akan berlanjut sampai usia dewasa dimana dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes hingga gangguan kardivaskular. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan terkait pencegahan gizi lebih sejak dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengkaji permasalahan gizi pada baduta serta faktor penyebab terjadinya masalah gizi tersebut di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pengasinan Kota Depok. Kegiatan Penyuluhan COD (Cegah Obesitas sejak Dini) dilakukan di salah satu rumah kader di Pengasinan dan di salah satu rumah kader di Bedahan pada 2 September 2023. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan poster kepada 30 ibu baduta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan skor pengetahuan ibu sebesar 80.0%. Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Sig. 0,001 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan
A Cross-Sectional Study on the Risk Factors of Overnutrition Status among Junior High School Students Ayuningtyas, Dyah; Arini, Firlia Ayu; Fauziyah, A'immatul; Nasrulloh, Nanang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v17i1.523

Abstract

Abstract Background: Overweight status in adolescents is known to have a high prevalence and continues to grow every year. This trend increased by 5.2% among adolescents aged 13-15 in Indonesia, and the Bekasi Regency has the fourth highest prevalence in West Java Province. Over time, changes in the quality and quantity of diet and lifestyle can be a factor in the occurrence of overweight status in adolescents. This study aims to determine the relationship between ultra-processed food consumption habits, physical activity, and sleep duration with overweight status in adolescents at Junior High School 1 South Tambun. Method: This study used an analytic observational method with a cross-sectional design. The study population comprised 160 students in grades 7 and 8 at State Junior High School 1 South Tambun, and a sample of 113 respondents using a stratified random sampling technique. Research data were obtained directly through anthropometric measurements and filling out questionnaires. Data were analysed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square statistical test. Result: The percentage of overnutrition status in adolescents was 28.3%. Based on data analysis through the Chi Square test, the relationship between ultra-processed food consumption habits and overweight status (p=0.270), physical activity and overweight status (p=0.306), and sleep duration with overweight status (p=0.771). Conclusion: Consumption habits of ultra-processed foods, physical activity, and sleep duration are not associated with overweight among Junior High School 1 South Tambun adolescents. The high percentage of overnutrition status in this study suggests that adolescents should adopt a healthy diet and lifestyle to prevent an increase in the prevalence of overnutrition status.
Determinants of Underweight Among Children Aged 6-23 Months in Central Sulawesi Province (SSGI Analysis 2022) Arini, Firlia Ayu; Azahra, Nabilla Zalfa; Sufyan, Dian Luthfiana
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 9 No. 1 (2025): VOLUME 9 - NUMBER 1 - MARCH 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v9i1.41831

Abstract

Underweight in children, defined as failure to achieve a normal weight for age, poses a significant risk of stunting if not properly addressed. This study investigates the determinants of underweight among children aged 6–23 months in Central Sulawesi Province through quantitative analysis of secondary data from the 2022 SSGI. The research employed a cross-sectional design with a sample size of 1,991 children, analyzing the data through chi-square tests and logistic regression. Multivariate analysis identified several significant factors: low birth weight (low birth weight (LBW)) (p=0.000; OR 2.304; 95% CI 1.620–3.277), exclusive breastfeeding (p=0.023; OR 1.507; 95% CI 1.057–2.149), frequency of complementary feeding (CF) (p=0.043; OR 0.775; 95% CI 0.606–0.992), age at introduction of CF (p=0.043; OR 0.708; 95% CI 0.507–0.989), acute respiratory infections (ARI) (p=0.005; OR 1.429; 95% CI 1.117–1.828), and diarrhea (p=0.045; OR 1.368; 95% CI 1,007–1,859). The study concludes that low birth weight (low birth weight (LBW)) is the primary risk factor for underweight in this population. Recommendations include further research into the quantity and diversity of complementary foods, the frequency of CF, and maternal health factors during pregnancy.
Pengaruh Penyuluhan Manajemen Laktasi terhadap Pengetahuan Ibu dengan Balita di Kota Depok Arini, Firlia Ayu; Wahyudi, Chandra Tri; Fatmawati, Iin; Sofianita, Nur Intania
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2719

Abstract

Background: Menurut WHO, pada usia 0-6 bulan pertama kehidupan, anak diberikan ASI secara eksklusif dan dilanjutkan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada usia 6 bulan. Angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih kurang dari capaian persentase cakupan yang ditetapkan pemerintah yaitu 80%. Berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Depok tahun 2020, capaian ASI eksklusif masih di bawah target pemerintah yaitu 68,49%. Artinya, masih terdapat bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif dan kemungkinan mendapat MP-ASI dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memberikan penyuluhan gizi mengenai manajemen laktasi, agar pengetahuan ibu meningkat dan ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode memberikan ceramah dan diskusi menggunakan lembar balik dan mempraktikkan pemijatan laktasi yang dapat melancarkan ASI. Jumlah ibu dari balita yang mengikuti kegiatan ini yaitu 21 orang yang berasal dari 2 kelurahan. Sebelum penyuluhan, peserta melakukan pretest, kemudian menerima materi manajemen laktasi. Setelah penyuluhan manajemen laktasi diikuti praktik melakukan pijat oksitosin, peserta diminta mengerjakan posttest. Hasil: Setelah menerima penyuluhan manajemen laktasi, pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan manajemen laktasi meningkat secara signifikan, hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna antara nilai pretest dan posttest (p= 0,003). Sebanyak 51,7% peserta memiliki skor posttest yang lebih tinggi dari pretest. Kesimpulan: Penyuluhan manajemen laktasi meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan manajemen laktasi. Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu balita dapat memberikan ASI secara eksklusif dan mempraktikkan manajemen laktasi dengan tepat.
Penyuluhan Pencegahan Obesitas Sejak Dini pada Baduta dengan Media Poster di Wilayah UPTD Puskesmas Pengasinan Anugrah, Aulia; Firlia Ayu Arini; Anita Yuningsih
ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ABDIMAS JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Research and Community Service INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/abdimas.v6i1.3505

Abstract

Berdasarkan Depkes RI baduta dapat diartikan sebagai anak di bawah dua tahun atau sekitar 0-23 bulan. Masa periode emas atau masa dimana terjadinya pertumbuhan fisik dan mental pada anak terjadi pada masa baduta ini, Sehingga masa ini sangat memerlukan perhatian khusus dan pemberian makan yang baik supaya dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Baduta merupakan kelompok umur yang rentan terhadap kesehatan dan gizi jika terjadi gangguan gizi pada awal kehidupan tentu akan mempengaruhi kualitas kehidupaannya. Sebagai indicator kesehatan, status gizi menjadi hal yang penting supaya pertumbuhan dan perkembangan balita tidak terganggu. Gizi lebih adalah kondisi ketika adanya ketidakseimbangan antara jumlah energi yang dikonsumsi dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila seorang anak telah mengalami gizi lebih sejak kecil, biasanya akan berlanjut sampai usia dewasa dimana dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes hingga gangguan kardivaskular. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan terkait pencegahan gizi lebih sejak dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengkaji permasalahan gizi pada baduta serta faktor penyebab terjadinya masalah gizi tersebut di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pengasinan Kota Depok. Kegiatan Penyuluhan COD (Cegah Obesitas sejak Dini) dilakukan di salah satu rumah kader di Pengasinan dan di salah satu rumah kader di Bedahan pada 2 September 2023. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan poster kepada 30 ibu baduta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan skor pengetahuan ibu sebesar 80.0%. Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Sig. 0,001 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan
DIVERSIFIKASI KERIPIK TEMPE PONDOK PESANTREN SIRAJUSSAADAH DEPOK ilmi, ibnu malkan bakhrul; Sofianita, Nur Intania; Arini, Firlia Ayu; Anwar, Khoirul
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26587

Abstract

The Sirajussa'adah Islamic Boarding School implements entrepreneurial activities for teenage students studying atthe Islamic boarding school in order to improve the skills of the students and instill an entrepreneurial spirit in theirstudents in carrying out tempe processing business activities called "tempa santri SS". Tempe Santri SS is a santribusiness created in order to help the community get hygienic and premium quality tempeh so that it can be enjoyedby the community. However, there are problems experienced by Islamic boarding schools, including the price ofsoybeans which continues to increase, there is still tempeh which is not sold every day, due to lack of marketing andthis has an impact on reducing product profits. The solution provided for community service activities is to diversifytempeh products by making tempeh with the addition of sago flour. Tempeh with the addition of sago will improvethe taste, reduce the use of soybeans and can be processed into tempeh chips, and can extend the product's shelf life.In this activity, training was carried out regarding the proper way to make tempeh chips, sanitation and hygiene offood managers/handlers at the production site and the practice of making tempeh chips. The data collected wasprocessed using the t test (SPSS). This activity, which was attended by 14 Islamic boarding school students andfemale students, showed an increase in the participants' knowledge, as shown by the increase in the average scorebefore and after the training with a value of (P=0.037) and the participants succeeded in making tempeh chipsindependently as a result of practical training in making tempeh chips. ABSTRAK Pondok Pesantren Sirajussa’adah menerapkan kegiatan kewirausahaan bagi para santri remaja yang bersekolah dipesantren agar dapat meningkatkan keterampilan santri dan menanamkan jiwa kewirausahaan pada santrinya dalammelaksanakan kegiatan usaha pengolahan tempe yang diberi nama “tempa santri SS”. Tempe Santri SS merupakanusaha santri yang dibuat dalam rangka membantu masyarakat agar mendapat tempe yang higienis dan berkualitaspremium hingga dapat dinikmati oleh masyarakat. Namun terdapat permasalahan yang dialami oleh pondokpesantren antara lain harga kedelai yang terus meningkat, masih terdapat tempe yang tidak laku terjual setiap harinya, karena kurangnya pemasaran dan hal ini berdampak pada berkurangnya keuntungan produk. Solusi yangdiberikan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah diversifikasi produk tempe melalui pembuatan tempe denganpenambahan tepung sagu. Tempe dengan penambahan sagu akan meningkatkan cita rasa, mengurangi penggunaankedelai dan dapat diolah menjadi keripik tempe, serta dapat memperpanjang masa simpan produk. Pada kegiatan inidilakukan pelatihan terkait cara pembuatan keripik tempe yang baik, sanitasi dan higienitas pengelola/penjamahmakanan yang berada di tempat produksi dan praktek pembuatan keripik tempe. Data hasil pengumpulan diolahmenggunakan uji t test (SPSS). Kegiatan yang diikuti oleh 14 santri dan santriwati ini menunjukkan adanyapeningkatan pengetahuan peserta ditunjukkan dari peningkatan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan dengannilai sebesar (P=0,037) dan peserta berhasil membuat keripik tempe secara mandiri sebagai hasil pelatihan praktikpembuatan keripik tempe.
Edukasi PHBS Rumah Tangga, Pengukuran Status Gizi dan Tekanan Darah di Kampung Pemulung Pondok Kelapa Jakarta Timur Fatmawati, Iin; Marjan, Avliya Quratul; Wahyudi, Chandra Tri; Jadmiko, Arief Wahyudi; Arini, Firlia Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12841

Abstract

ABSTRAK Kesadaran untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu ditingkatkan karena adanya kendala di masyarakat akibat kurangnya akses dan fasilitas. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat di Kampung Pemulung dalam menerapkan PHBS dan memantau status gizi dan kesehatan untuk menghindari risiko penyakit di tingkat rumah tangga. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan asesmen gizi dan tekanan darah yang merupakan bagian dari PHBS serta sosialisasi PHBS kepada 45 orang ibu di RT 02 Kampung Pemulung Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil asesmen, lebih dari separuh peserta mengalami obesitas dan hipertensi. Berdasarkan observasi selama pengabdian masyarakat, sebagian besar peserta mempunyai pola makan yang tidak seimbang. Saat kami menggalakkan PHBS, diketahui bahwa sebagian besar peserta belum pernah mendengar tentang PHBS dan tidak mengetahui cara penerapannya di tingkat rumah tangga. Pengabdian masyarakat ini berhasil dengan antusiasme peserta dan aktif bertanya seputar PHBS. Dari pengabdian masyarakat ini, kami berharap peserta dapat menambah pengetahuannya tentang PHBS dan memperbaiki pola hidup agar terhindar dari risiko penyakit baik menular maupun tidak menular. Kata Kunci: Tekanan Darah, Kampung Pemulung, Asesmen Gizi, Promosi PHBS.  ABSTRACT Awareness of implementing Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS/ Healthy Living) needs increments because there was obstacles in community due to lack of access and facilities. The purpose of this community service was to educate community at Kampung Pemulung to implementing PHBS and monitoring nutritional and health status to avoid disease risk at household level. Method of this community service were obtaining nutritional and blood pressure assessment which are part of PHBS and promote PHBS to 45 mothers from RT 02 Kampung Pemulung Pondok Kelapa, East Jakarta. According to assessment result, more than half of participants were obese and hypertension. Due to observation during the community service, most of participants had unbalance diet pattern. As we promote PHBS, it was known that most of participants had never been heard about PHBS and they did not know how to implementing at household level. This community service were succeeded by participants enthusiasm and they were active to ask about PHBS. From this community service, we hope that participants could increase their knowledge about PHBS and improve their life pattern to avoid disease risk whether communicable nor non communicable. Keywords: Blood Pressure, Kampung Pemulung, Nutrtitional Assessment, PHBS Promotion.
Factors Associated with Menstrual Cycle in Female Students at Al-Hidayah Islamic Boarding School Depok Kadek Ayu Dessyana; Iin Fatmawati; Marjan, Avliya Quratul; Firlia Ayu Arini
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 12 (2023): December, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i12.6553

Abstract

Menstrual disorders are still a problem which is often found. In Indonesia, the prevalence of menstrual cycle disorders in adolescent females is 11.7%. It can occur due to several factors; such as, imbalanced nutritional intake, the level of academic stress experienced by adolescent, and sleep quality. If menstrual cycle disorders are not treated properly, it can affect the quality of life related to health; such as, increasing the risk of various uterine cancers, bone fractures and infertility. The aim of this study is that to analyze the relationship between protein, fat intake, academic stress levels and sleep quality with menstrual cycle in adolescent females at the Al-Hidayah Islamic Boarding School. This study was a quantitative study by using a cross sectional study design. The sampling technique was stratified random sampling with a sample size of 104 respondents. Moreover, the data in this study was obtained from filling out questionnaires and interviews. Meanwhile, bivariate analysis was conducted by using the chi square test. The results of the chi square test shows that there is a significant relationship between protein intake (p-value = 0.026) and fat intake (p-value = 0.029) with the menstrual cycle. Meanwhile, variables which are not related are academic stress level (p-value = 0.0.491) and sleep quality (p-value = 0.5). It is expected to be more paid attention to food intake based on balanced nutrition