Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Dalam Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Di Desa Ketewel Kecamatan Sukawati Komang Agus Jerry Widyanata; Ni Nyoman Ari Mayadewi; Putu Lakustini Cahyaningrum; Mirah Ayu Putri Trarintya
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 2 Vol. 2 April, 2021
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v2i2.58

Abstract

Obat tradisional sejak jaman dahulu hingga saat ini masih dipercaya memiliki peranan yang penting di dunia kesehatan. Tanaman obat dapat menghasilkan keuntungan yang besar apabila dibudidayakan dengan baik, salah satunya sebagai penyedia bahan baku obat tradisional untuk masyarakat dan untuk memenuhi kebutuhan industri. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam budidaya tanaman obat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 87 orang. Instrument yang digunakan berupa kuisioner yang diisi melalui google form. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Hasil: Tingkat pengetahuan masyarakat tentang budidaya tanaman obat menunjukan hasil kategori baik 63,2%, cukup 36,8%, dan kurang 0%. Sedangkan untuk perilaku masyarakat dalam budidaya tanaman obat menunjukan hasil baik sebanyak 94,3% dan kurang baik sebanyak 5,7% Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam budidaya tanaman obat di desa Ketewel masuk dalam kategori baik
Terapi Akupunktur Untuk Pasien Stroke Iskemik Anak Agung Ayu Reka Andjani; Putu Lakustini Cahyaningrum; Ida Bagus Putra Suta
Widya Kesehatan Vol 5 No 2 (2023): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah penyakit yang berbahaya yang dapat melumpuhkan seluruh tubuh penderitanya, menghambat produktivitas kerja, bahkan berujung pada kematian. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stroke terbesar di Negara Asia. Sebagian besar penyebab stroke di Indonesia saat ini disebabkan oleh faktor ekonomi, gaya hidup, dan pola makan. Terdapat dua jenis stroke yakni iskemik dan non-iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah tersumbat oleh thromboembolic, sehingga mengakibatkan daerah di bawah sumbatan tersebut mengalami iskemik. Salah satu cara untuk membantu dalam penanganan stroke iskemik adalah terapi akupunktur. Akupunktur merupakan salah satu jenis pengobatan dan peningkatan kesehatan dengan cara menusukkan jarum khusus ke permukaan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menggambarkan berbagai layanan pengobatan tradisional komplementer, khususnya terapi akupunktur, yang diberikan kepada pasien stroke iskemik di Kota Denpasar. Studi ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan teori fungsionalisme struktural, etnografi, dan pendekatan Ayurweda, terutama Marma Chikitsa. Penelitian ini menggunakan kajian dokumen, observasi, wawancara, dan catatan untuk mengumpulkan data. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel yang digunakan. Studi menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu mengembalikan keseimbangan energi (Qi) dalam tubuh dengan merangsang titik-titik akupunktur, sehingga membantu membuka dan melancarkan peredaran darah. Titik akupunktur utama yang digunakan praktisi adalah LI.4, LI.11 dan ST.36. Efek yang dirasakan setelah pengobatan akupunktur memberikan perasaan nyaman dan tenang, peningkatan
PEMANFAATAN POTENSI LIMBAH KULIT SALAK DAN KAYU SECANG MENJADI PRODUK TEH CANG-SALAK DI DESA SIBETAN KARANGASEM Putu Lakustini Cahyaningrum; Sang Ayu Made Yuliari; Ida Bagus Putra Suta; Ni Kadek Citra Lestari; Anak Agung Istri Adi Suwi Setyawat
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4562-4568

Abstract

Pemanfaatan limbah kulit salak belum banyak diketahui oleh masyarakat. Padahal dari hasil riset menunjukkan kulit buah salak memiliki kandungan yang efektif untuk kesehatan terutama penyakit degeneratif. Masih minimnya informasi yang diketahui oleh masyarakat terutama ibu-ibu PKK di Desa Sibetan yang merupakan sentra penghasil buah salak terbesar di Bali. Oleh sebab itu, dilakukan program pengabdian masyarakat melalui pemanfaatan limbah kulit salak dan kayu secang menjadi produk inovasi teh cang-salak. Metode yang diterapkan menggunakan metode PRA (Participatory Rural Appraisal) yang dibagai menjadi 4 tahapan yaitu yaitu (1) Sosialisasi dan penyuluhan kegiatan, (2) Pelatihan dan pendampingan pembuatan produk teh cang-salak (3) Pengemasan produk teh cang- salak, dan (4) Evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2023 yang dihadiri oleh 23 peserta dari ibu-ibu PKK. Tim pengabdian memberikan informasi dan sosialisasi serta pendampingan pembuatan teh cang-salak. Kegiatan berjalan dengan lancar dan antusias dari ibu-ibu PKK.  Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian pemanfaatan kulit salak dan kayu secang sebagai produk inovasi teh cang-salak dapat memberikan pengetahuan dan menambah keterampilan bagi ibu-ibu PKK di Desa Sibetan sehingga ide pembuata produk teh cang-salak dapat dijadikan rintisan awal untuk peluang usaha dalam menambah pendapatan keluarga serta dapat digunakan sebagai minuman fungsional untuk menjaga kesehatan.
SKRINING FITOKIMIA BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) SEBAGAI OBAT BISUL Putu Lakustini Cahyaningrum; Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca; I Gusti Ayu Diah Yuniti; Cokorda Javandira
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2023): Agrofarm: Jurnal Agroteknologi
Publisher : Faculty of Agriculture and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar , Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80233

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dayak onions (Eleutherine sp.) are plants that are often found in the Kalimantan region. Dayak onion tubers are plants that contain flavonoid compounds so they have the potential to be developed and used as traditional medicine by the community. The chemical compounds contained in Dayak onions include 15 compounds including flavonoid and naphthaquinone derivatives. Several studies show the extract's activity as anti-inflammatory, antidiabetic, anticancer, antidiabetic, antimicrobial. This research aims to find out about the Dayak onion plant which is still very lacking, especially in its development as a raw material for the development of biopharmaceuticals. Until now, the development and use of this plant is very minimal, even though the benefits of this plant have long been felt by local rural communities
Formulasi dan Evaluasi Produk Inovasi Balsem Sindrong Jangkep Dengan Penambahan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Lakustini Cahyaningrum, Putu; Ayu Made Yuliari, Sang; Bagus Putra Suta, Ida; Kadek Citra Lestari, Ni; Agung Istri Adi Suwi Setyawati, Anak
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2024): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v9i1.1632

Abstract

The complexity of infectious and non-communicable diseases has led to the development of traditional medicine. This is mediated by safety, side effects, and relatively cheaper prices. Medicinal plants have been developed in the form of sindrong jangkep balm products combined with patchouli essential oil (Pogostemon cablin Benth). The purpose of this study was to determine the formulation and evaluation of sindrong jangkep balm products combined with patchouli essential oil. Experimental research design with a completely randomized design. Three concentrations of sindrong jangkep were formulated, 1:1, 2:2, and 4:4, and analyzed for efficacy. The results of the physical quality evaluation of sindrong jangkep balm with the addition of patchouli essential oil as a whole have a distinctive odor of sindrong jangkep, pale yellow to brownish color, semi-solid texture, all homogeneous, have a spreadability between 5.50-5.85 cm with a stickiness of 3-5 seconds, and viscosity, between 56,000-63,000 cP. Chemical quality obtained pH for FI 6.74 ± 0.142 combination of sindrong jangkep oil and patchouli essential oil ratio 1:1; FII with pH 6.29 ± 0.075 ratio 2:2, and FIII with pH 5.32 ± 0.015 ratio 4:4 has met the requirements and is safe for skin preparations. Sindrong jangkep balm supplemented with essential oil fulfilled the prerequisites for balm preparation and is worth developing in the future.
ANTIDIABETIC ACTIVITY TEST USING AMLA FRUIT (PHYLLANTHUS EMBLICA L) EXTRACT IN ALLOXAN-INDUCED BALB/C MICE Cahyaningrum, Putu Lakustini; Made Yuliari, Sang Ayu; Suta, Ida Bagus Putra
Journal of Vocational Health Studies Vol. 3 No. 2 (2019): November 2019 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.227 KB) | DOI: 10.20473/jvhs.V3.I2.2019.53-58

Abstract

Background: The content of secondary metabolites in amla (phyllanthus emblica L.) such as flavonoids and phenols have the potential as an antioxidant. One of the benefits of antioxidants is to prevent degenerative diseases, such as diabetes mellitus. Purpose: This research to determine activity of amla fruit extract in reducing blood glucose levels at balb/c mice induced with alloxan. Method: This research method uses a pre and posttest-controlled group design with 35 balb/c mice divided into five treatments groups. In the positive control group and the treatment group alloxan was injected for 14 days. Result: Amla (Phyllanthus emblica L.) fruit extract at a dose of 40 mg / 20 g BW was equivalent to positive control of glibenclamide dose 3 mg / 20 g BW compared to the treatment group at a dose of 10 mg / 20 g BW and 20 mg /20 g BW. Conclusion: From this research, it was obtained that the best dose of Amla fruit (phylanthus emblica L) extract applied to blood glucose was 40 mg/20mg BW with a decrease percentage of 56,93% with an effective dose value (ED50) 50% of 34.00 mg / 20 g BW.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF MARIGOLD FLOWER (TAGETES ERECTA L.) ETHANOL EXTRACT CREAM AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS Cahyaningrum, Putu Lakustini; Widyantari, A.A A Sauca Sunia
Journal of Vocational Health Studies Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V6.I3.2023.165-172

Abstract

Background: Acne is caused by inflammation and obstruction of the skin pores, which traps excess oil (acne vulgaris). The bacterium Staphylococcus aureus is the causative agent of acne. Treatment and prevention efforts can be made traditionally. Purpose: Testing the antibacterial efficacy of the marigold flower ethanol extract cream (Tagetes erecta L.) against Staphylococcus aureus. Method: This type of research is descriptive exploratory and experimental. Samples of ethanol extract from marigold flowers (Tagetes erecta L.) were formulated into three treatments, namely concentrations of 25%, 50%, and 100% with three replications. Antibacterial efficacy testing was carried out by the agar well diffusion method. Data analysis used One-way ANOVA and Tukey HSD tests. Result: The inhibition zones produced by the ethanolic extract of marigold flowers were 8.59 ± 0.047, 9.23 ± 0.026, and 10.23 ± 0.044 respectively. Thus, a higher concentration of the ethanolic extract of marigold flowers in the cream produced more significant inhibitory activity. Conclusion: The ethanol extract cream of marigold flower (Tagetes erecta L.) showed antibacterial activity against Staphylococcus aureus and is suitable to be applied as a cream for the traditional treatment of acne (acne vulgaris).
PENGOLAHAN DAUN PEGAGAN SEBAGAI PRODUK WELLNESS TOURISM DI DESA WISATA KENDERAN KABUPATEN GIANYAR BALI Lakustini Cahyaningrum, Putu; Novia Indriani, Made; Wina Premayani, Ni Wayan; Riska Dewi, Ni Putu; Citra Diah Lestari, Ni Kadek
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.68-78

Abstract

Desa Wisata Kenderan memerlukan produk inovasi sebagai pendukung konsep wellness tourism. Desa Wisata Kenderan memiliki tumbuhan pegagan yang sangat potensial dikembangkan menjadi produk kesehatan karena memiliki khasiat yang luar biasa. Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Kenderan sebagai wadah organisasi dalam mengoptimalkan Desa Wisata Kenderan, sangat mengharapkan adanya produk inovasi yang dihasilkan dari olahan tumbuhan pegagan yang banyak tumbuh di Desa Kenderan menjadi produk wisata penunjang wellness tourism yang dapat dipasarkan di kalangan wisatawan yang berkunjung maupun masyarakat luas lainnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan produk wellness tourism dari tumbuhan pegagan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra POKDARWIS. Solusi yang diberikan dalam kegiatan ini ada 4 yaitu penyuluhan tentang manfaat pegagan sebagai produk inovasi wellness tourism, pelatihan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Bahan Baku, SOP Produksi, SOP Quality Control dan SOP Pengemasan Produk Inovasi Wellnes Tourism dari pegagan menjadi teh dan masker, pengadaan alat teknologi pengolahan dan pengemasan teh dan masker pegagan serta pelatihan dan pendampingan pengolahan pegagan menjadi teh dan masker pegagan. Mitra POKDARWIS yang juga melibatkan ibu-ibu PKK Desa Kenderan berperan aktif dalam mengikuti setiap tahapan pengolahan daun pegagan sebagai produk wellness tourism berupa teh dan masker pegagan. Kegiatan pengabdian ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan skill mitra dalam produksi teh dan masker pegagan sebagai produk wellness tourism karena keberadaan produk sangat dinantikan sebagai solusi dalam meningkatkan daya saing pariwisata Desa 
Fisioterapi Dan Yoga Dalam Mengatasi Nyeri Pinggang Kronis Yuliari, Sang Ayu Made; Cahyaningrum, Putu Lakustini; Putra Suta, Ida Bagus
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/jpah.v9i2.3672

Abstract

Healthy is the dream of every person living on this earth. However, in the course of life, humans experience pain, such as low back pain experienced by people aged 50 years and over. To overcome this, the therapist uses two methods, namely physiotherapy and yoga exercise. Based on this, this research aims to find out more about physiotherapy and yoga in treating chronic low back pain, its procedures and implications. To achieve this goal, qualitative data is uses with purposive sampling tecniques, data collection through observation,in-depth interviews, documentation, literature studies and health theory and structural functionalism.Based on these methods and theories, the results obtained are, 1) Physiotherapy and Yoga can overcome low back pain more quickly because they complement each orther and have the function of improving blood circulation,treating pain, relaxing, increasing muscle elasticity and flexibility, managing emotions and  increasing lactic acid. 2) Physiotherapy procedures, namely, start by asking the patient about the complaint they are feeling, after that it is treated with modalities according to the complaint such as infrared, ultrasound and Tens as well as yoga procedures in the form of asanas such as Cobra /bhujanggasana, Cat/Marjariasana, flappingfish/Matsya kridasana and bridge/setubandha. 3) Based on data from 30 patients with 16 men and 14 women, ther are two types of treatment, namely physiotherapy and physical exercise in the form of asanas. The results of the treatment show two patterns, namely (a) Patients who undergo 3 therapy sessions and 2 physicl exercise sessions ten to recover, (b) Patients hwo underwent 8 therapy sessions and 1 physical exercise experienced a reduction in paint, but were not completely cured. The implication of this therapy was that the patient felt happy, relaxed, warm and grateful so that endhorphins increased.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADUTERNAKAN DAN MADU KELENGKENG SEBAGAI PENGOBATAN ALAMI Cahyaningrum, Putu Lakustini
Widya Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i1.279

Abstract

Dalam madu terdapat sumber kesehatan yang sangat luar biasa dan sangat bermanfaat untuk berbagai bentuk pengobatan yang alami. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiaktivitasantioksidandariduajenismadu yang berbedayaitumaduternakandanmadukelengkengdenganmenggunakanmetode DPPH.Dalam penelitian ini, penentuan aktivitas antiradikal bebas pada madu ternakan dan madu kelengkeng dilakukan secara langsung tanpa ada pemisahan dan pemurnian senyawa sehingga aktivitas antiradikal bebas yang dihasilkan tidak hanya dihasilkan oleh satu senyawa (misalnya karoten) melainkan hasil kerja sama senyawa-senyawa antioksidan yang terdapat pada madu. Dari hasilpenelitiandiperolehhasilbahwarata-rata persentase peredaman absorbansi DPPH madu ternakansebesar69,37 % sedangkan madu kelengkeng 82,10 % sehingga persentase peredaman absorbansi DPPH yang paling besar terdapat pada madukelengkeng. Hal ini membuktikan bahwa madu dengan jenis bunga yang berbeda memiliki aktivitas antiradikal bebas berbeda pula. Perbedaan ini disebabkan karena sumber nektar kedua madu tersebut berbeda sehingga komposisi senyawanya juga berbeda. Nilai aktivitas antiradikal bebas yang tinggi pada madu, merupakan hasil kerjasama oleh beberapa senyawa antioksidan seperti flavonoid, vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam fenolik dan lain sebagainya.
Co-Authors AA Putu Agung Mediastari Adi Suwi Setyawat, Anak Agung Istri Adnyana , I Made Dwi Mertha Agung Istri Adi Suwi Setyawati, Anak Anak Agung Ayu Reka Andjani Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widyantari Anak Agung Istri Adi Suwi Setyawat Anak Agung Putu Agung Mediastari Andjani, Anak Agung Ayu Reka Ariani, Ni Putu Rela Armita, Pande Made Nova Astuti, Ni Made Widi Ayu Made Yuliari, Sang Bagus Putra Suta, Ida Budiani, Ketut Cahayani Ariawa, Dewi Citra Diah Lestari, Ni Kadek Citra Lestari, Ni Kadek Cokorda Javandira Dirgayasa, Pande Nyoman Selamet Gusti Ayu Linda I Gede Mahardika I Gusti Ayu Diah Yuniti I Kadek Indra Wiguna I Made Agus Gelgel Wirasuta I Made Dira Swantara I Nyoman Arsana I Nyoman Arsana, I Nyoman I Putu Sudiartawan I Wayan Martadi Santika I Wayan Tanjung Aryasa I. A. R. Astiti Asih IDA BAGUS PUTRA SUTA Ida Bagus Putra Suta Ida Bagus Wiryanatha Kadek Citra Lestari, Ni Kartina, Ni Luh Made Dwi Made Kresna Aditama Duarba Made Novia Indriani Mirah Ayu Putri Trarintya, Mirah Ayu Putri N. W. Bogoriani Ni Kadek Citra Lestari Ni Kadek Warditiani Ni Luh Gede Sudaryati Ni Luh Made Dwi Kartina Ni Made Widiastuti Ni Nyoman Ari Mayadewi Ni Putu Rahayu Artini Ni Wayan Wina Premayani, Ni Wayan Wina Pande Made Nova Armita Putra Suta, Ida Bagus Putri, Ni Made Ayu Diana Putri, Putu Ayu Cempaka Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca Putut Dewantha Jenar rahayu artini yuan Riska Dewi, Ni Putu Sang Ayu Made Yuliari Saraswati, Ida Ayu Asri Diva Sari, Ida Ayu Putu Putrami Sari, Made Dwi Kemala Sriani, Ni Luh Komang Srinadi, Ni Komang Ayu Suarniti, Ni Luh Kade Sudiartawan, I Putu Susilawati, Ni Luh Putu Arya Suta, Ida Bagus Putra Widyanata, Komang Agus Jerry Widyantari, A.A A Sauca Sunia