Claim Missing Document
Check
Articles

Terapi akupunktur untuk pasien stroke iskemik: Acupuncture treatment for ischemic stroke patients Andjani, Anak Agung Ayu Reka; Cahyaningrum, Putu Lakustini; Suta, Ida Bagus Putra
Widya Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v5i2.4824

Abstract

Stroke adalah penyakit yang berbahaya yang dapat melumpuhkan seluruh tubuh penderitanya, menghambat produktivitas kerja, bahkan berujung pada kematian. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stroke terbesar di Negara Asia. Sebagian besar penyebab stroke di Indonesia saat ini disebabkan oleh faktor ekonomi, gaya hidup, dan pola makan. Terdapat dua jenis stroke yakni iskemik dan non-iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah tersumbat oleh thromboembolic, sehingga mengakibatkan daerah di bawah sumbatan tersebut mengalami iskemik. Salah satu cara untuk membantu dalam penanganan stroke iskemik adalah terapi akupunktur. Akupunktur merupakan salah satu jenis pengobatan dan peningkatan kesehatan dengan cara menusukkan jarum khusus ke permukaan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menggambarkan berbagai layanan pengobatan tradisional komplementer, khususnya terapi akupunktur, yang diberikan kepada pasien stroke iskemik di Kota Denpasar. Studi ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan teori fungsionalisme struktural, etnografi, dan pendekatan Ayurweda, terutama Marma Chikitsa. Penelitian ini menggunakan kajian dokumen, observasi, wawancara, dan catatan untuk mengumpulkan data. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel yang digunakan. Studi menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu mengembalikan keseimbangan energi (Qi) dalam tubuh dengan merangsang titik-titik akupunktur, sehingga membantu membuka dan melancarkan peredaran darah. Titik akupunktur utama yang digunakan praktisi adalah LI.4, LI.11 dan ST.36. Efek yang dirasakan setelah pengobatan akupunktur memberikan perasaan nyaman dan tenang, peningkatan
Manfaat ramuan virgin coconut oil (VCO) dan kunyit (Curcuma longa) untuk kesehatan kulit wajah: Advantages of virgin coconut oil (VCO) and turmeric (Curcuma longa) for skin health Putri, Putu Ayu Cempaka; Cahyaningrum, Putu Lakustini
Widya Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v6i1.6003

Abstract

Beauty is very important for every woman. Looking beautiful can cause women to feel confident in every activity they do. The emergence of skin problems can reduce the self-confidence of adolescents and young adults due to reduced facial beauty. Efforts to maintain healthy skin can be done by utilizing natural ingredients including virgin coconut oil (VCO) and turmeric (Curcuma longa). This research was conducted in Denpasar City. Where the people of Denpasar City who are heterogeneous and live in urban areas, experience many complaints about the health of their facial skin. This study aims to determine the use of turmeric concoctions and pure coconut oil as natural ingredients that can clean and maintain facial skin health. This research is qualitative research using ethnomedicine theory and structural functionalism. Data collection methods used in this research are library research, observation, and interviews. The sampling technique used purposive sampling technique. Based on the research results, it is known that the ingredients of virgin coconut oil (VCO) and turmeric (Curcuma longa) can maintain facial skin health because they are made from natural ingredients and are easy to obtain and the price is affordable because they are materials commonly used by the community. The procedure for using the ingredients of virgin coconut oil (VCO) and turmeric (Curcuma longa) is in certain way and is done at least once a day. As well as the implications of using virgin coconut oil (VCO) and turmeric (Curcuma longa) ingredients for facial skin health is that facial skin becomes more moisturized, reduces dullness, overcomes acne, protects facial skin from microbes, and reduces wrinkles.
Phytochemical Profiling, Antibacterial Properties and Toxicity of Amla Fruit Tea (Phyllanthus emblica L.): An In Vitro and In Silico Study Cahyaningrum, Putu Lakustini; Sudaryati, Ni Luh Gede; Bogoriani, Ni Wayan; Asih, Ida Ayu Raka Astiti; Adnyana, I Made Dwi Mertha; Jenar, Putut Dewantha
Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Articles in Press
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47352/jmans.2774-3047.284

Abstract

Antimicrobial resistance represents a critical global health challenge, necessitating the exploration of alternative therapeutic agents. This study investigated the antimicrobial potential of amla fruit tea (Phyllanthus emblica L.) through comprehensive phytochemical characterization, antibacterial assessment, and computational modeling to identify potential mechanisms of action. LC-HRMS analysis was employed for phytochemical profiling, antibacterial activity was evaluated via disk diffusion method against Staphylococcus aureus and Escherichia coli, and molecular docking studies were conducted against tyrosyl-tRNA synthetase and FimH adhesin proteins. Analysis identified 89 bioactive compounds, with oxidized hydroxytetrahydrofuranyl acetate, L-α-palmitin, and ellagic acid predominating. Antibacterial activity against S. aureus and E. coli was evaluated via the disk diffusion method, revealing that moderate inhibition increased at higher concentrations (25%) and with extended exposure, with E. coli exhibiting greater susceptibility than S. aureus. Molecular docking studies against tyrosyl-tRNA synthetase (S. aureus) and FimH adhesin protein (E. coli) identified the W-18 benzenesulfonamide derivative as the most promising compound, which demonstrated strong binding affinities of -11.01 and -7.48 kcal/mol, respectively. While all five principal compounds met Lipinski's drug-likeness criteria, toxicological assessment revealed varying safety profiles, with two compounds classified as "possibly hazardous" and two as "toxic when swallowed." These findings suggest that amla fruit tea has antibacterial properties through two mechanisms: disruption of protein synthesis and bacterial adhesion. However, its efficacy remains considerably lower than that of conventional antibiotics, suggesting potential applications as complementary therapy rather than antibiotic replacement.
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Strategi Pemasaran Produk Penciri Desa Kenderan Cahyaningrum, Putu Lakustini; Indriani, Made Novia; Premayani, Ni Wayan Wina; Jenar, Putut Dewantha
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.18850

Abstract

Kemajuan teknologi informasi telah mendorong perubahan paradigma dalam strategi pemasaran, termasuk dalam pengembangan potensi desa wisata. Desa Kenderan, yang terletak di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu desa wisata yang mengangkat konsep wellness tourism. Desa ini memiliki potensi lokal berupa tanaman pegagan (Centella asiatica) yang telah diolah menjadi produk teh dan masker. Namun, potensi ini belum diiringi dengan kemampuan pelaku lokal dalam memasarkan produk secara digital, khususnya melalui media sosial. Minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam digital marketing menjadi kendala dalam memperluas pasar serta meningkatkan nilai tambah produk unggulan desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kenderan dalam mengelola strategi pemasaran berbasis media sosial. Metode yang digunakan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Sosialisasi bertujuan mengenalkan potensi pegagan sebagai penciri desa. Pelatihan difokuskan pada pembuatan akun media sosial (Instagram, Facebook, TikTok, YouTube), produksi konten digital, serta strategi pemasaran berbasis konsinyasi dengan pelaku pariwisata lokal. Pendampingan diberikan untuk memastikan transfer pengetahuan berjalan optimal, sementara monitoring dilakukan untuk mengukur keberhasilan implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas Pokdarwis untuk mengelola akun media sosial secara mandiri dan memproduksi konten promosi yang menarik. Model pemasaran digital yang dikembangkan mampu memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan permintaan terhadap produk teh dan masker pegagan. Selain itu, strategi konsinyasi turut memperkuat kerja sama antara Pokdarwis dan pelaku wisata lokal. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi desa, peningkatan citra produk lokal, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan potensi alam Desa Kenderan.
Pengobatan Tradisional Bali Usadha Tiwang Arsana, I Nyoman; Sudiartawan, I Putu; Sudaryati, Ni Luh Gede; Wirasuta, I Made Agus Gelgel; Armita, Pande Made Nova; Warditiani, Ni Kadek; Astuti, Ni Made Widi; Santika, I Wayan Martadi; Wiryanatha, Ida Bagus; Cahyaningrum, Putu Lakustini; Suta, Ida Bagus Putra
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): August 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.113

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengobatan tradisional Bali, dengan mengambil fokus kajian pada pengobatan yang tertuang dalam lontar Usadha Tiwang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (Library Research). Unit analisis berupa naskah lontar Usadha Tiwang, yang telah ditransliterasi dari aksara Bali ke aksara Latin. Temuan: Hasil penelitian diketahui bahwa tiwang adalah penyakit yang mempunyai gejala badan terasa meluang, sakit dan ngilu, gelisah, mata mendelik, otot kaku bahkan sampai pingsan. Jenis tiwang dicirikan berdasarkan gejala yang muncul. Pengobatan dilaksanakan secara holistik oleh pengusada sesuai tatalaksana pengusada, dengan menggunakan ramuan obat-obatan yang terbuat dari campuran berbagai jenis tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya seperti arak, lengis tanusan, garam, gula, kapur, maupun santen, bahkan tain seksek serta iduh bang. Penggunaannya dengan cara dimakan, diminum, ditutuhkan, disemburkan, diuapkan atau dilulurkan, maupun ditempelkan. Takaran, cara pengolahan, serta cara pemakaian masih belum jelas. Implikasi: Masyarakat Bali tetap percaya terhadap sistim pengobatan tradisional Bali. Namun demikian, masyarakat Bali yang berobat ke tempat praktik pengobatan tradisional sangat sedikit. Simpulannya adalah pengobatan tradisional Bali dilakukan secara holistik untuk mencapai keseimbangan antara shtula sarira-suksma sarira-antahkarana sarira.
Formulation of the Balm Aromatherapy Combination Using the Essential Oils Ocimum basilicum L. and Cymbopogon citratus DC Cahyaningrum, Putu Lakustini; Suta, Ida Bagus Putra; Sudiartawan, I Putu; Saraswati, Ida Ayu Asri Diva; Dirgayasa, Pande Nyoman Selamet
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 8 No. 1 (2024): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v8i1.518

Abstract

This study aimed to analyze the formulation of an aromatherapy balm composed of the essential oils O. basilicum L. and C. citratus DC. Experimental research design involving the compilation of five balm formulations at concentrations of 0, 5, 10, 15, and 20%. For four months, balm formulations were made, and physical, chemical, and microbiological tests were carried out, which were further analyzed descriptively. The findings showed that the yield of essential oils obtained from distillation reached 0.19% w/v (O. basilicum L.) and 0.24% w/v (C. citratus DC). All formulations at concentrations of 0, 5, 10, 15, and 20% passed the organoleptic tests for topical dosage balms. This means that they were semisolid, smelled like essential oils, and were yellowish-brown based on the raw materials. The balm is completely homogeneous; there are no granules, and the color is evenly spread throughout the smear. The pH for the topical preparations ranged from 6–7, the dispersion power ranged from 5.02–6.10, and the adhesion ratio ranged from 2–6 depending on the concentration. Microbiological testing revealed that the aromatherapy balm was free of S. aureus and P. aeruginosa bacteria.
PEMANFAATAN POTENSI LIMBAH KULIT SALAK DAN KAYU SECANG MENJADI PRODUK TEH CANG-SALAK DI DESA SIBETAN KARANGASEM Lakustini Cahyaningrum, Putu; Ayu Made Yuliari, Sang; Bagus Putra Suta, Ida; Citra Lestari, Ni Kadek; Adi Suwi Setyawat, Anak Agung Istri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4562-4568

Abstract

Pemanfaatan limbah kulit salak belum banyak diketahui oleh masyarakat. Padahal dari hasil riset menunjukkan kulit buah salak memiliki kandungan yang efektif untuk kesehatan terutama penyakit degeneratif. Masih minimnya informasi yang diketahui oleh masyarakat terutama ibu-ibu PKK di Desa Sibetan yang merupakan sentra penghasil buah salak terbesar di Bali. Oleh sebab itu, dilakukan program pengabdian masyarakat melalui pemanfaatan limbah kulit salak dan kayu secang menjadi produk inovasi teh cang-salak. Metode yang diterapkan menggunakan metode PRA (Participatory Rural Appraisal) yang dibagai menjadi 4 tahapan yaitu yaitu (1) Sosialisasi dan penyuluhan kegiatan, (2) Pelatihan dan pendampingan pembuatan produk teh cang-salak (3) Pengemasan produk teh cang- salak, dan (4) Evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2023 yang dihadiri oleh 23 peserta dari ibu-ibu PKK. Tim pengabdian memberikan informasi dan sosialisasi serta pendampingan pembuatan teh cang-salak. Kegiatan berjalan dengan lancar dan antusias dari ibu-ibu PKK.  Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian pemanfaatan kulit salak dan kayu secang sebagai produk inovasi teh cang-salak dapat memberikan pengetahuan dan menambah keterampilan bagi ibu-ibu PKK di Desa Sibetan sehingga ide pembuata produk teh cang-salak dapat dijadikan rintisan awal untuk peluang usaha dalam menambah pendapatan keluarga serta dapat digunakan sebagai minuman fungsional untuk menjaga kesehatan.
PENGOLAHAN DAUN PEGAGAN SEBAGAI PRODUK WELLNESS TOURISM DI DESA WISATA KENDERAN KABUPATEN GIANYAR BALI Lakustini Cahyaningrum, Putu; Novia Indriani, Made; Wina Premayani, Ni Wayan; Riska Dewi, Ni Putu; Citra Diah Lestari, Ni Kadek
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.68-78

Abstract

Desa Wisata Kenderan memerlukan produk inovasi sebagai pendukung konsep wellness tourism. Desa Wisata Kenderan memiliki tumbuhan pegagan yang sangat potensial dikembangkan menjadi produk kesehatan karena memiliki khasiat yang luar biasa. Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Kenderan sebagai wadah organisasi dalam mengoptimalkan Desa Wisata Kenderan, sangat mengharapkan adanya produk inovasi yang dihasilkan dari olahan tumbuhan pegagan yang banyak tumbuh di Desa Kenderan menjadi produk wisata penunjang wellness tourism yang dapat dipasarkan di kalangan wisatawan yang berkunjung maupun masyarakat luas lainnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan produk wellness tourism dari tumbuhan pegagan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra POKDARWIS. Solusi yang diberikan dalam kegiatan ini ada 4 yaitu penyuluhan tentang manfaat pegagan sebagai produk inovasi wellness tourism, pelatihan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Bahan Baku, SOP Produksi, SOP Quality Control dan SOP Pengemasan Produk Inovasi Wellnes Tourism dari pegagan menjadi teh dan masker, pengadaan alat teknologi pengolahan dan pengemasan teh dan masker pegagan serta pelatihan dan pendampingan pengolahan pegagan menjadi teh dan masker pegagan. Mitra POKDARWIS yang juga melibatkan ibu-ibu PKK Desa Kenderan berperan aktif dalam mengikuti setiap tahapan pengolahan daun pegagan sebagai produk wellness tourism berupa teh dan masker pegagan. Kegiatan pengabdian ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan skill mitra dalam produksi teh dan masker pegagan sebagai produk wellness tourism karena keberadaan produk sangat dinantikan sebagai solusi dalam meningkatkan daya saing pariwisata Desa 
PEMBUATAN PENEK DAN TUMPENG SEBAGAI SARANA UPAKARA YADNYA DI BANJAR SEMAAGUNG, DESA TUSAN, BANJARANGKAN, KLUNGKUNG Yuliari, Sang Ayu Made; Cahyaningrum, Putu Lakustini; Suta, Ida Bagus Putra; Budiani, Ketut; Sriani, Ni Luh Komang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36218

Abstract

Masyarakat Bali yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Hindu, oleh karena itu setiap hari berhubungan dengan Tuhan. Untuk dapat berhubungan kepada Tuhan /Ida Sang Hyang Widhi menggunakan beberapa sarana. Sarana yang digunakan baik dalam tingkatan yang sederhana sampai ke tingkatan yang besar atau utama. Tingkatan yang sederhana/kecil biasa disebut dengan nista seperti banten saiban. Banten saiban yang dibuat dari nasi, bahan dasarnya adalah beras. Banten saiban ini dipersembahkan setiap selesai memasak atau sebelum makan. Banyak sekali sarana upakara, salah satu sarana itu adalah penek dan tumpeng. Adapun pengabdian yang dilaksanakan di Banjar Semaagung, Desa Tusan yaitu Pembuatan Penek dan Tumpeng. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan edukasi mengenai penek dan tumpeng, mengimformasikan prosedur pembuatan penek dan tumpeng serta mengimformasikan bahan tambahan yang digunakan untuk pembuatan penek dan tumpeng. Dari pendampingan tersebut warga Banjar Semaagung mempunyai pemahaman lebih dalam tentang: (1) penek dan tumpeng memiliki nilai filosofis dan nilai fungsional (2) mengetahui tata cara atau prosedur membuat penek dan tumpeng dengan bahan kanji sebagai perekat (3) pemberian label dan memiliki nilai ekonomis karena diperlukan dalam segala kegiatan keagamaan sehingga menambah pendapatan keluarga.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Serbuk Herbal Kunyit di Desa Adat Jelekungkang, Bangli Ni Ketut Ayu Juliasih; I Nyoman Arsana; Anak Agung Komang Suardana; I Made Sumarya; I Putu Sudiartawan; Ni Luh Gede Sudaryati; Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widyantari; I Wayan Wahyudi; Putu Lakustini Cahyaningrum; Sang Ayu Made Yuliari
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4270

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat berbasis pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pengenalan keterampilan praktis yang relevan dengan kondisi lingkungan setempat. Desa Adat Jelekungkang yang berada dalam wilayah Desa Dinas Tamanbali, Kecamatan Bangli, memiliki ketersediaan tanaman herbal yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penggunaan tradisional sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan kunyit (Curcuma longa) menjadi serbuk herbal yang praktis dan higienis. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan bendesa adat, perangkat adat, tokoh masyarakat, serta kelompok ibu-ibu Paiketan Krama Istri (PAKIS), dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan serbuk herbal kunyit. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berupa 10 pertanyaan pilihan ganda untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 61% pada pre-test menjadi 89,5% pada post-test. Peningkatan juga terlihat pada seluruh indikator pertanyaan, terutama pada aspek teknis pengolahan kunyit, seperti proses ekstraksi, pemasakan, dan pengemasan produk. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman herbal lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan bahan herbal berbasis sumber daya lokal. Kegiatan serupa dapat direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik sosial dan sumber daya lokal yang sebanding, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Co-Authors AA Putu Agung Mediastari Adi Suwi Setyawat, Anak Agung Istri Adnyana , I Made Dwi Mertha Agung Istri Adi Suwi Setyawati, Anak Anak Agung Ayu Reka Andjani Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widyantari Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widyantari Anak Agung Istri Adi Suwi Setyawat Anak Agung Komang Suardana Anak Agung Putu Agung Mediastari Andjani, Anak Agung Ayu Reka Ariani, Ni Putu Rela Armita, Pande Made Nova Astuti, Ni Made Widi Ayu Made Yuliari, Sang Bagus Putra Suta, Ida Budiani, Ketut Cahayani Ariawa, Dewi Citra Diah Lestari, Ni Kadek Citra Lestari, Ni Kadek Cokorda Javandira Dirgayasa, Pande Nyoman Selamet Gusti Ayu Linda I Gede Mahardika I Gusti Ayu Diah Yuniti I Kadek Indra Wiguna I Made Agus Gelgel Wirasuta I Made Dira Swantara I Made Sumarya I Nyoman Arsana I Nyoman Arsana, I Nyoman I Putu Sudiartawan I Wayan Martadi Santika I Wayan Tanjung Aryasa I Wayan Wahyudi I. A. R. Astiti Asih IDA BAGUS PUTRA SUTA Ida Bagus Putra Suta Ida Bagus Wiryanatha Kadek Citra Lestari, Ni Kartina, Ni Luh Made Dwi Made Kresna Aditama Duarba Made Novia Indriani Mirah Ayu Putri Trarintya, Mirah Ayu Putri N. W. Bogoriani Ni Kadek Citra Lestari Ni Kadek Warditiani Ni Ketut Ayu Juliasih Ni Luh Gede Sudaryati Ni Luh Made Dwi Kartina Ni Made Widiastuti Ni Nyoman Ari Mayadewi Ni Putu Rahayu Artini Ni Wayan Wina Premayani, Ni Wayan Wina Pande Made Nova Armita Putra Suta, Ida Bagus Putri, Putu Ayu Cempaka Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca Putut Dewantha Jenar rahayu artini yuan Riska Dewi, Ni Putu Sang Ayu Made Yuliari Saraswati, Ida Ayu Asri Diva Sari, Made Dwi Kemala Sriani, Ni Luh Komang Srinadi, Ni Komang Ayu Suarniti, Ni Luh Kade Sudiartawan, I Putu Susilawati, Ni Luh Putu Arya Suta, Ida Bagus Putra Widyanata, Komang Agus Jerry Widyantari, A.A A Sauca Sunia