p-Index From 2021 - 2026
7.335
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Ethanol Blend Effects on The Spray Properties of a Biodiesel Fuel by Ambient Pressure Variation Nasrul Ilminnafik; Intan Hardiatama; Ahmad Adib Rosadi; Andi Sanata; Faiz Firdausi
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 4 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v4i2.287

Abstract

Diesel engine spray nozzles are crucial to pollutant generation and engine efficiency. Nozzle performance can be enhanced by adjusting the nozzle's internals. A successful demonstration of the nozzle would be one in which the spray's outcome was uniformly dispersed throughout a wide area, with the grains scattered similarly. The purpose of this research was to examine how a diesel-ethanol characteristic under normal atmospheric pressure (spray tip penetration, the velocity of spray, and spray angle) and, in general, to assess the performance of biodiesel fuel on diesel engines, a substantial amount of biodiesel and operational expenses for the engine are necessary. It was an experimental approach to the study. The research involved recording spray fuel at the nozzle. Using a 480 fps high-speed camera, we tested BD20, BD20E5, and BD20E10 fuel at three different ambient pressures (1 bar, 2 bar, and 3 bar). The injection pressure was 15 MPa, and the fuel temperature was 28.2 degrees Celsius. Spray tip penetration and spray velocity decreased and spray angle increased after ethanol was added to the mixture, consistent with the studies' findings. Lowered spray tip penetration, slower spray speeds, and a complete spray angle result from the increased ambient pressure.
PEMANFAATAN LIMBAH PRODUKSI ARANG KAYU MENJADI BRIKET ARANG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEBERDAYAAN EKONOMI PEDESAAN Digdo Listyadi Setyawan; Nasrul Ilminnafik; Hary Sutjahjono; Intan Hardiatama; Misto Misto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16607

Abstract

ABSTRAKDi Dusun Gunung Giri, yang  terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso,  terdapat sejumlah UMKM pembuat arang kayu. Arang kayu  biasanya digolongkan menjadi tiga A, B dan C.  Harga arang kayu untuk golongan A  adalah Rp. 2.700 per kg, golongan B adalah Rp. 500 per kg , sedangkan untuk golongan C biasanya dibuang.  Sebetulnya produk arang golongan B dan C dapat diolah lebih lanjut menjadi bentuk briket sehingga  memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan menggunkan metode penyuluhan dan  pelatihan kepada mitra yang berjmlah sekitar 15 orang pengrajin arang yang pada akhir program dilakukan evaluasi berupa kuisioner dan berkonsultasi berkelanjutan untuk pengambangan produk arang kayu yaitu menjadikan arang golongan B dan C menjadi briket arang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan softskill SDM  pengrajin  sebesar lebih dari 80 % dan peningkatan nilai ekonomis dari pembuatan beriket arang sebesar 200 %. Kata kunci: briket; arang kayu; pelatihan; penyuluhan. ABSTRACTIn Gunung Giri Hamlet, which is located in Wonosari Village, Grujugan District, Bondowoso Regency, there are a number of SMEs producing wood charcoal. Wood charcoal is usually classified into three A, B and C. The price of wood charcoal for class A is Rp. 2,700 per kg, group B is Rp. 500 per kg, while for group C it is usually discarded. Actually, the products of group B and C charcoal can be further processed into briquettes so that they have a higher economic value. The Community Service Program (PKM) was carried out using counseling and training methods for approximately 15 partners who were charcoal craftsmen who at the end of the program were evaluated in the form of questionnaires and ongoing consultations for the development of wood charcoal products, namely turning class B and C charcoal into charcoal briquettes. The results of the community service activities show that there has been an increase in the soft skills of craftsmen's human resources by more than 80% and an increase in the economic value of making charcoal beriket by 200%. Keywords: briquettes; wood charcoal; training; counseling.
A study on Flame Characteristics Premixed Burning by Giving Magnetic Field Induction Deny tomy andrianto; Muh. Nurkoyim Kustanto; Yuni Hermawan; Nasrul Ilminnafik; Salahuddin Junus
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 2 (2023): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i2.3497

Abstract

This study aims to compare the effect of magnetic field induction on the characteristics of the fire resulting from the combustion of premixed biodiesel calophyllum inophyllum . Further research on premixed combustion flames due to magnetic field induction. As time goes by, petroleum is currently running low, therefore alternative biofuels are needed. One type of non-food vegetable oil is Jatropha and calophyllum inophyllum  oil, besides not being consumed, it can be processed into biodiesel as fuel. To get a more effective and efficient flame, you can apply a magnetic field effect to the fire, especially in terms of the burning rate of the fire. The experimental research method is to heat calophyllum inophyllum biodiesel until it is in the form of steam, then flow it to the burner which will then be given air which is controlled by the flow mass. Then the fire is ignited and the mass of the air flow is increased until the fire is lifted until it is extinguished. Two magnets are placed between the burners by varying the direction of the magnetic field N-S, N-N and the results of this study are the shape of the flame. The resulting fire is more transparent, clearer and more visible. The direction of the N-S magnetic field causes the temperature to be higher than the direction of the N-N magnetic field. The high and low of the flame is affected by the direction of the magnetic field, the stronger the N-S magnetic field. The magnetic field can affect the burning speed of the biodiesel flame. In a poor mixture (ϕ 1) in the presence of magnetic influence, the rate of fire is lower without the influence of a magnetic field, but in a rich mixture (ϕ 1) in the presence of a magnetic influence, the rate of fire is higher than without the influence of a magnetic field. This is due to the magnetic influence that induces oxygen. Oxygen is paramagnetic, so it can be attracted by magnetic fields.
Studi Kecepatan Pembakaran Laminar dan Tinggi Api Premix Avgas 100 LL dengan Variasi Ekuivalen Rasio Nasrullah, Muhammad Nur Cahyo Hidayat; Kustanto, Muh Nurkoyim; Darsin, Mahros; Ilminnafik, Nasrul; Syuhri, Skriptyan Noor Hidayatullah
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2952

Abstract

Aviation gasoline atau yang umum disebut dengan avgas merupakan bahan bakar bagi pesawat dengan mesin piston. Pesawat tipe ini pada umumnya banyak digunakan untuk pelatihan terbang hingga untuk penyemprotan tanaman. Banyak peneliti yang telah membahas mengenai bahan bakar ini. Namun, masih belum ditemukan mengenai pengujian kecepatan pembakaran (SL) dan tinggi api laminar premix menggunakan metode bunsen burner. Oleh karena itu penelitian ini membahas mengenai studi kecepatan pembakaran laminar dan tinggi api premix avgas 100 LL dengan memvariasikan ekuivalen rasio dari 0,8; 1,0 dan 1,2. Pada penelitian ini ditemukan bahwa kecepatan pembakaran tertinggi didapatkan pada ekuivalen rasio 1,0 yakni 49,31 cm/detik. Namun pada pengujian tinggi api, ekuivalen rasio 1,0 menghasilkan nilai tingi api terendah yakni 6,303 mm. Hal ini disebabkan karena nilai maksimum kecepatan pembakaran umumnya tercapai pada rasio stoikiometrik, yang menandakan saat bahan bakar dan udara dicampur dalam proporsi yang tepat untuk pembakaran sempurna. Dengan pembakaran campuran bahan bakar-udara yang mendekati stokiometri ini maka menyebabkan nilai tinggi api semakin rendah. Fenomena ini terjadi karena tinggi api terkait erat dengan konsumsi penuh uap bahan bakar, Sehingga, tinggi api mencapai titik akhir ketika semua bahan bakar yang menguap telah terbakar habis.
Pengukuran Intensitas Radiasi Matahari di Wilayah Kabupaten Nganjuk Tahun 2016 Mubiyn, Shidqi Nur; Ilminnafik, Nasrul
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 5, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2024.21580

Abstract

Radiasi matahari merupakan faktor alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Radiasi matahari berperan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk mendorong pertumbuhan tanaman, memberi daya pada pembangkit listrik tenaga surya, dan berdampak signifikan terhadap kondisi atmosfer, iklim, dan cuaca di berbagai wilayah di dunia. Radiasi matahari juga berperan dalam berbagai aspek sains, seperti fisika, meteorologi, dan ekologi. Metode pengambilan data adalah langkah kunci dalam penelitian yang berfokus pada penggunaan sumber data dari website Photovoltaic Geographical Information System (PGIS). PGIS adalah sumber data yang sangat penting dalam studi ini karena menyediakan informasi terkini tentang sebaran sistem fotovoltaik (PV) di Kabupaten Nganjuk. Metode pengambilan data yang tepat akan memastikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini akurat dan relevan. Pada tahun 2016, nilai rata-rata akumulasi radiasi gobal pada Kabupaten Nganjuk mencapai 156,21 kW/m2. Tingkat radiasi ini mencerminkan potensi energi surya yang dapat dihasilkan di Kabupaten Nganjuk. Dalam hal produksi energi surya, terjadinya hujan dan tutupan awan, terutama pada musim hujan dapat menjadi tantangan dalam input data. Beberapa wilayah seperti Nganjuk radiasi maksimum tercapai di musim kemarau. Fenomena yang terjadi pada Kabupaten Nganjuk menunjukkan bahwa radiasi matahari mencapai puncaknya pada bulan Agustus yang mencapai 180,67kWH/m2. Pengamatan ini menjadi penting untuk memberikan kontribusi dalam pemahaman mengenai variasi musiman radiasi matahari di wilayah Kabupaten Nganjuk serta menjadi dasar informasi yang penting untuk perencanaan dan pengembangan sumber energi surya.
RASIO KEPADATAN UDARA TERHADAP PERILAKU FORMASI PENGABUTAN BAHAN BAKAR CAMPURAN BIODIESEL hakim, lukman; Noor, M. Fathuddin; Wahyudi, Djoko; Ilminnafik, Nasrul; Kurniawan, Eva
Mechonversio: Mechanical Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Univervitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/mmej.v6i2.16431

Abstract

Rasio kepadatan udara memiliki peran penting dalam pengabutan bahan bakar, Pengabutan bahan bakar yang baik mampu dengan cepat mengubah fase bahan bakar cair ke dalam bentuk gas. Tujuan penelitian ini mengamati karakteristik pengabutan bahan bakar campuran biodiesel dan etanol. Metode Penelitian menggunakan metode ekperimental, Komposisi bahan bakar adalah B30+E5 (B30 sebanyak 95% dan etanol 5%), B30+E7 (B30 sebanyak 93% dan etanol 7%). Kepadatan udara di atur menggunakan sensor tekanan udara Tegangan Kerja: 5.0 VDC, Tegangan Keluaran: 0,5-4,5 VDC, Tekanan Kerja: 0-0,5 MPa. Tekanan injeksi 14,7 bar, pompa injeksi menggunakan pompa injeksi otomatis, variasi tekanan kompresi udara 2 bar, 3 bar, dan 4 bar. Hasil Penelitian peningkatan kepadatan udara mengakibatkan panjang pengabutan menurun, sudut pengabutan meningkat dan kecepatan pengabutan menurun.
Kecepatan Pembakaran Laminar dan Tinggi Api Premix pada Campuran Pertamax-Avgas dengan Etanol Nur Cahyo Hidayat Nasrullah, Muhammad; Nurkoyim Kustanto, Muh; Darsin, Mahros; Ilminnafik, Nasrul; Noor Hidayatullah Syuhri, Skriptyan
National Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): PROCEEDING SEMAKIN E.1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar penerbangan yang umum digunakan untuk pesawat dengan tipe mesin reciprocating adalah avgas 100 LL. Keandalan penggunaan bahan bakar ini masih belum tergantikan, khususnya di daerah Indonesia. Pada umumnya avgas menggunakan zat aditif berbahaya berupa tetraethyl lead atau timbal untuk meningkatkan performa bahan bakar ini. Meskipun dapat meningkatkan performa, zat aditif ini terkenal menjadi cancer agent hingga penyebab penurunan IQ akademik pada anak-anak. Beberapa penelitian untuk mengurangi penggunaan timbal pada bahan bakar penerbangan sudah beberapa kali dibahas oleh para peneliti, salah satunya dengan mencampurkan avgas dengan bahan bakar konvensional tanpa timbal. Namun jarang yang membahas mengenai kecepatan pembakaran laminar (SL) pada topik tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dampak pencampuran bahan bakar avgas dengan pertamax serta penambahan etanol, serta variasi nosel burner terhadap kecepatan pembakaran laminar (SL) dan tinggi api premix yang dihasilkan pada rasio ekuivalen 0,8; 1,0; dan 1,2. Metode bunsen burner dipilih sebagai alat pengujian, karena dinilai simpel dan memiliki hasil yang cukup akurat. Dari pengujian yang dilakukan etanol memiliki nilai S­L tertinggi. Campuran avgas dan pertamax memiliki kecepatan pembakaran yang lebih rendah dibanding avgas 100 LL murni, namun lebih tinggi dari pada pertamax murni. Sebaliknya hasil tinggi api berbanding terbalik. Namun dapat diketahui bahwa penambahan volume 30% etanol pada campuran terbukti meningkatkan kecepatan pembakaran yang dihasilkan. Selain data dari variasi bahan bakar, pengujian juga dilakukan dengan variasi diameter nosel. Dapat diketahui bahwa diameter nosel mempengaruhi nilai SL.
Optimalisasi Kinerja Motor Bakar Empat Langkah Berbahan Bakar Bensin dan Penambahan Water Elektrolisis dengan Katalis KOH Aliyansyah, Berly; Ilminnafik, Nasrul; Syuhri, Ahmad
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 15, No 1 (2024): JURNAL SIMETRIS VOLUME 15 NO 1 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v15i1.10609

Abstract

Indonesia adalah negara dengan penduduk terbanyak didunia. Peningkatan jumlah penduduk juga berdampak dengan bertambahnya kendaraan dan polusi udara.tinginya polusi udara karena kurang sempurnanya pembakaran pada ruang bakar, penambahan elektrolisis air dapat menurunkan emisi gas buang serta dapat menambah kinerja pada motor bakar. Untuk menambah produksi elektrolisis pada penelitian kali ini membandingkan pada kondisi standar dan konsentrasi KOH 3%,6%, 9%. Hasil dari penelitian kali ini mendapatkan kenaikan torsi 2.8% dari standar pada konsentrasi 9%, daya naik 2,2% pada konsentrasi 9%, konsumsi bahan bakar spesifik turun 28.64 % dan emisi gas buang kadar HC turun 94.66 % serta kadar CO turun 97.37%
Effect of Biodiesel B100 and Ethanol Blends on the Performance of Small Diesel Engine Firdiansyah, Alfian; Ilminnafik, Nasrul; Triono, Agus; Kustanto, Muh Nurkoyim
International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Mechanical Engineering Department, Engineering Faculty, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/MECHTA.2021.002.02.3

Abstract

A small diesel engine is a machine that has high efficiency but causes a high level of pollution. The most widely used fuel so far is fossil energy which is unrenewable energy. The fruit of the Calophyllum inophyllum plant has great potential to be developed as alternative energy for small diesel engines. In this study, the test fuel used was D100, B100, E5, E10, and E15. The small engine diesel used TG-R180 Diesel with a compression ratio of 20:1 at engine turns 1500, 1800, 2100, and 2400 rpm, and the braking load at a constant prony disc brake is 1,5 kg/cm2. The result of the study using E10 fuel can improve engine performance and can reduce the opacity of the exhaust gas. The highest power in the D100 fuel at 2100 rpm is 8,06 PS. The highest thermal efficiency of E10 fuel is 50,29%. The use of Calophyllum inophyllum biodiesel (B100) can reduce exhaust gas opacity in small diesel engines when compared to the use of D100. E10 fuel has the lowest exhaust gas opacity rate of 4,1%.
Performance of a Single Cylinder Diesel Engine Fueled by 40% Biodiesel Blend with Excess Air System Firdausah, Risco Eka; Ilminnafik, Nasrul; Asrofi, Mochamad
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 5, No 1 (2025): (April)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jmesi.2025.v5i1.6917

Abstract

In recent years, advances in science and technology have changed human lifestyles and increased global energy consumption. The global innovative search for alternative fuels from renewable sources such as biomass has become important, such as biodiesel. The use of biodiesel in diesel engines requires changes in air supply. Proper air supply is needed to obtain optimal engine performance. The purpose of this study was to determine the effect of using an excess air system on engine performance and exhaust emissions in diesel engines with a mixture of dexlite and biodiesel fuels. The research method used is experimental research and the parameters in this study include the use of an excess air system of 10 L / m, 20 L / m and a load of 300, 400, 500 Watt with biodiesel fuel (B40). The results of this study with the presence of an excess air system can increase combustion efficiency, thus increasing engine engine powerand torque with the most efficient engine power and torque, namely 4.87 KW at a load of 500 watts and 3.101 Nm at a load of 500 watts with excess air of 20 L/m. Fuel consumption also decreases with the presence of an excess air system at 10 L/m load 300 with a value of 0.16 kg/hour. The excess air system can also reduce CO and HC exhaust emissions with excess air of 20 L/m and a load of 300 watts, namely a CO value of 0.02%, an HC value of 18.2 ppm. So the use of excess air is effective in improving engine performance and emissions.
Co-Authors Achmad Aminudin Achmad Rifqi In'Amullah Adhe Reza Firmansyah Adhika Widyaparaga Agus Triono Ahmad Adib Rosadi Ahmad Adib Rosyadi Ahmad Iqbal Fawaid Ahmad Syuhri Ahmad Zainuri Alfariz, Mohammad Rifqy Alfian Futuhul Hadi Alfons Erick Perkasa Alfons Erick Perkasa, Alfons Erick Ali, Reynaldi Akbar Alief Muhammad Aliyansyah, Berly Amirul Yahya Andi Sanata Apip Amrullah Arifin, Moch Miftahul Aris Zainul Muttaqin As’adi GA, As’adi As’adi GA Atlanta Iwananda Bekti Palupi Cahya Alief Prasetyo Cahyadi, Tedi Setiawan Cahyani, Elisna Tirta Danang Yudistiro Dani Hari Tunggal Prasetiyo Dedi Dwilaksana Deny Tomy Andrianto Deny tomy andrianto Digdo Listyadi, Digdo Dimas Endrawan, Putra Djoko Wahyudi Dony Perdana Doohan Taqdissillah Dwi Djumhariyanto Faiz Firdausi Fiqih Muhammad Firdausah, Risco Eka Firdiansyah, Alfian Freitas, Domingos de Sousa Frenico A.O. Fx. Kristianta Gaguk Jatisukamto Haidzar Nurdiansyah Halimatus Sa'diyah Halimatus Sa’diyah Hari Arbiantara Basuki Hary Sutjahjono Ibnu, Muhammad Khadafi Imam Rudi Sugara Imam Sholahuddin Indro Pranoto Intan Hardiatama Ivan Bagus Sanjaya Junus, Sallahudin K.W., Robertoes Koekoeh Kartini, Audiananti Meganandi Kristianta, Franciscus Xaverius Kristianta, Fransiscus Xaverius Kurniawan, Eva Luh Putu Ratna Sundari Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim M Katibi Vanhas M. Agung Fauzi M. Agung Fauzi, M. Agung M. Fahrur Rozy Hentihu M. Fathuddin Noor, M. Fathuddin M. Katibi Vanhas Mahmud, Rizal Mahros Darsin Masruri Wardhana Misto Moch. Rizal A. Y. Moch. Rizal A. Y., Moch. Mochamad Asrofi Mochamad Edoward Ramadhan Moh. Nurkoyim Moh. Nurkoyim Kustanto Mubiyn, Shidqi Nur Muh. Nurkoyim, Kustanto Muhammad Dimyati Nashrullah Muhammad Izzuddin Al Haq Muhammad Lutfi Azis Muhammad Nur Cahyo Hidayat Nasrullah Muhammad Nurkoyim Nofal Kharis Nofal Kharis Kharis Nugraha, Raafi Aditya Nur Widodo Nurkoyim Kustanto, Muh Puji Kristianto Putra Dimas Endrawan Putra, Dimas Endrawan Qoyinul Amin Rahma Rei Sakura Rika Dwi Hidayatul Qoryah Rima Zidni Karimatan Nisa Rizal Mahmud Sa'diyah, Halimatus Salahuddin Junus Santoso Mulyadi Saputra, Toni Haikal Setyo Pambudi Setyo Pambudi Solahuddin, Imam Sumarji Sumarji Suyitno Syahriza, Mochamad Rifki Syuhri, Skriptyan N.H. Syuhri, Skriptyan Noor Hidayatullah Tanu Alifuddin D. S Trifiananto, Muhammad Welayaturromadhona Widyaningrum Febriolita wigo ardi winarko Wisnu Kuncoro yudan priyo anggono Yuni Hermawan Yusron Maulana, Raden Muhammad