Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS

Uji Aktivitas Antikoagulan Pada Sel Darah Manusia dari Ekstrak Alga Coklat Turbinaria ornata Armiyanti, Lessy; Paransa, Darus S.; Gerung, Grevo S.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.2.2013.2094

Abstract

Penelitian inidilakukan untuk menentukan apakah sepsis Turbinariaornata berpotensi sebagai antikoagulasi atau koagulasi. penelitian inimenggunakan darah manusia yang diasumsikan tidak memiliki gangguan koagulasidarah. Pengujian dilakukan pada darah manusia golongan darah B, O, AB dan A dan masing masing dengan 5 kali perlakuan. Perlakuanyang pertama dilakukan pada darah sebagai kontrol; Perlakuan ke dua padadarah yang diberi ekstrak Turbinaria ornata; perlakuan ke tiga pada darah yang diberi perlakuan  EDTA danekstrak Turbinaria ornata; perlakuan ke empat pada darah yang diberikan EDTA; perlakuanke lima pada darah yang diberikanetanol PA. Pada perlakuan pertamamenunjukkan terjadi pembekuan darahpada kategori pembekuan darah normal yaitu antara 8-13 menit. Pada perlakuan ke dua,darah yang diberi ekstrak basah dan kering Turbinariaornata terlihat membeku antara 8-10 menit. Pada perlakuanke tiga, darah yang diberi EDTA danekstrak basah dan kering Turbinariaornata terlihat tidak membeku. Pada perlakuan keempagt, darah yang diberi EDTA juga tidak membeku. Padaperlakuan ke lima yaitu darah yang diberi etanol PA, terlihat darah membeku pada menit ke 3-4.Sehingga dari pengujian di laboratorium secara in vitro, ekstrak basah dankering Turbinaria ornata tidakmemiliki aktivitas antikoagulasi, tetapi memiliki sifat koagulasi yaitupembekuan darah.
Isolasi pigmen karotenoid pada mikroalga Nannochloropsis sp. dengan menggunakan beda pelarut Bawias, Miranti; Kemer, Kurniati; Mantiri, Desy; Kumampung, Deislie; Paransa, Darus; Mantiri, Rose
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 2 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.2.2018.20641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jenis-jenis pigmen dari mikroalga Nannochloropsis sp. dan mengetahui komposisi pelarut yang dapat memisahkan pigmen secara maksimal. Metode yang digunakan dimulai dari kultur mikroalga Nannochloropsis sp. sampai tahap eksponensial. Ekstraksi dilakukan dengan penambahan aseton dan petroleum eter, selanjutnya ektrak total yang diperoleh, dipisahkan melalui Kromatografi Lapis Tipis dengan pengembang Petroleum Eter (PE):Aseton (80:20), PE:Methanol (95:5) dan Benzena:DE:Methanol (17:2:1). Hasil pemisahan diserap melalui spektrofotometer UV-VIS. Hasil yang peroleh pada semua proses pemisahan, pigmen β- karoten berwarna kuning selalu muncul dengan Rf 1,00. Pigmen lainnya yang dapat diidentifikasi adalah tipeviolaxantin dan tipe astacen. Pelarut PE:Methanol (95:5) mampu memisahkan ekstrak total pigmen lebih banyak dibandingkan dengan pelarut yang lain.
Distribusi pigmen karotenoid pada kepiting Grapsus sp dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis Abdullah, Ridha; Paransa, Darus Saadah; Mantiri, Desy; Angkow, Esther; Angmalisang, Ping; Mudeng, Joppy
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 2 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.2.2018.21389

Abstract

Krustasea merupakan organisme laut dengan keunikan tersendiri, karena visualisasinya yang beraneka warna dan dalam daur hidupnya organisme ini dapat berganti kulit. Kekhasan warna yang dimiliki oleh krustasea juga menarik perhatian pada saat dimasak yakni berubah warna menjadi merah. Fenomena ini terjadi karena adanya zat warna yang dikandung oleh krustasea dan dikenal sebagai pigmen karotenoid.  Pada umumnya organisme laut termaksud krustasea memiliki kandungan pigmen karotenoid dengan jenis dan tipe yang beragam. Pigmen karotenoid merupakan pewarna alami (biokrom) yang umumnya terdapat pada krustasea. Pada penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penentuan jenis pigmen dapat dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). KLT merupakan cara cepat dan mudah untuk pemisahan senyawa pada suatu sampel berdasarkan polaritas. Metode ini memudahkan untuk analisis skala kecil karena hanya memerlukan bahan-bahan yang relatif sedikit dan juga waktu yang cukup singkat, maka dari itu untuk mengetahui distribusi pigmen karotenoid pada kepiting Grapsus sp dalam penelitian ini menggunakan metode KLT. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ditemukan bahwa distribusi  pigmen karotenoid pada kepiting Grapsus sp betina adalah  jenis pigmen β–karoten,  β-kriptoksantin, astaksantin dan pigmen tipe  astasen, yang terdistribusi pada organ karapas, lapisan epidermis, hepatopankreas dan gonad dari kepiting Grapsus sp.
UJI AKTIVITAS ANTIKOAGULAN EKSTRAK MANGROVE Aegiceras corniculatum Tangkery, Robert A. B.; Paransa, Darus Sa’adah; Rumengan, Antonius
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 1 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.1.2013.1278

Abstract

Mangrove telah lama dikenal oleh penduduk yang berada di daerah pesisirsebagai sumber bahan pangan, bangunan dan obat-obatan tradisional. Pada penelitianini digunakan batang dari tumbuhan bakau Aegiceras corniculatum yang diambil dipesisir pantai Desa Mokupa Kecamatan Tombariri untuk diamati secara laboratorikapakah Aegiceras corniculatum memiliki aktivitas antikoagulasi. Untuk memperolehekstrak kasar dari tumbuhan bakau Aegiceras corniculatum khususnya pada batang,digunakan metode ekstraksi secara maserasi.Pengujian dilakukan pada darah manusiayang diujikan pada 5 orang sukarelawan. Pengujian ini dilakukan pada masing-masingorang dimana dilakukan 5 pengujian setiap orangnya. Pengujian pertama yaitu pengujiandarah yang tidak diberi perlakuan apa-apa, pengujian kedua yaitu darah yangditambahkan dengan ekstrak Aegiceras corniculatum, pengujian ketiga yaitu darah yangditambahkan dengan EDTA, pengujian keempat yaitu darah yang ditambahkan EDTAdan ekstrak Aegiceras corniculatum, dan pengujian kelima yaitu darah yang ditambahkandengan etanol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah di laboratorium,apakah pemanfaatan dari tumbuhan bakau Aegiceras corniculatummemiliki aktivitasantikoagulan pada darahmanusia dan juga untuk membandingkan aktivitas koagulasidarah dari ekstrak mangrove Aegiceras corniculatum dengan kontrol.Dari hasil pengujiandi laboratorium, ekstrak Aegiceras corniculatum tidak memiliki aktivitas koagulasi,melainkan memiliki sifat antikoagulan atau anti pembekuan darah.
Skrining Pigmen Karotenoid pada Kepiting Grapsus sp. dengan Menggunakan Pemisahan Kromatografi Werianty Liony Zeak; Darus Sa’adah J. Paransa; Antonius Rumengan; Kurniati Kemer; James J.H Paulus; Desy M.H Mantiri
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.1.2019.23457

Abstract

Screening of Carotenoid Pigmen in Crabs of Grapsus sp. Using Chromatography Separation Grapsus sp. is one of the sea crustaceans that has a unique characteristic on its claws, which has a purplish and blackish green color on the carapace organ, this indicates that the crap carapace of Grapsus sp. has pigment content. From this pigment content that is then isolated to determine the type of pigment by using Thin Layer Chromatography and Column Chromatography. The carapace extract of Grapsus sp. crab which was isolated then analyzed, the result identified that the crab carapace of Grapsus sp. had the type of pigment ß-Carotene, Echinenone, Cantaxanthin and Astaxanthin.Keywords: Grapsus sp., Thin Layer Chromatography, Column Chromatography, Astaxanthin Pigments. Grapsus sp. adalah salah satu krustasea laut yang memiliki ciri khas unik pada bagian capitnya yaitu memiliki warna keunguan dan hijau kehitaman pada organ karapas, hal ini menandakan bahwa karapas kepiting Grapsus sp. memiliki kandungan pigmen. Dari kandungan pigmen inilah yang kemudian diisolasi untuk mengetahui jenis pigmen dengan menggunakan pemisahan Kromatografi Lapis Tipis dan Kromatografi Kolom. Ekstrak karapas kepiting Grapsus sp. yang telah diisolasi kemudian di analisis, maka teridentifikasi bahwa karapas kepiting Grapsus sp. memiliki jenis pigmen ß- Karoten, Ekinenon, Kantaxantin dan Astaxantin.Kata Kunci: Grapsus sp., Kromatografi Lapis Tipis, Kromatografi Kolom, Pigmen Astaxanti
ISOLASI PIGMEN KAROTENOID DARI KEPITING Grapsus sp. (CAROTENOID PIGMENTS ISOLATION FROM CRABS Grapsus sp.) Dias Diasasthisa; Darus J Paransa; Desy MH Mantiri; Antonius Rumengan; Veibe Warouw; Meiske Salaki
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24216

Abstract

Carotenoids are pigments with a range of red, orange and yellow colors. In carotenoid and chlorophyll plants are located in chloroplasts which undergo photosynthesis as well as photosynthetic bacteria and fungi. Carotenoid compounds have antioxidant activity, anticancer, as precursors of vitamin A and can enhance immunity. Crustaceans like crabs Grapsus sp. have carotenoid pigments, visible red, orange, and yellow are scattered in the carapace. Pigments found in crustaceans as well as crabs of Grapsus sp. generally sourced from food eaten by the crab. To determine the process of carotenoid pigment metabolism, each crab organ of Grapsus sp. isolated using thin layer chromatography separation method and column chromatography to determine the type of pigment contained therein. Pigment types identified in the crabs of Grapsus sp. males using the TLC method: β-carotene, Astasen type, Cantasantin, Astasantin, and Adonirubin. Pigment types identified in the crabs of Grapsus sp. males using the CC method: β-carotene, Astasen, β-cryptosanthine, Zeaxantine, and Cryptosanthine. Keywords : Grapsus sp., Thin Layer Chromatography, Column Chromatography, Carotenoids Pigments.             Karotenoid merupakan pigmen dengan kisaran warna merah, orange dan kuning. Pada tumbuhan karotenoid dan klorofil terletak pada kloroplas yang mengalami proses fotosintesis seperti juga pada bakteri fotosintetik dan fungi. Senyawa karotenoid memiliki aktivitas antioksidan, antikanker, sebagai prekursor vitamin A dan dapat meningkatkan imunitas. Krustasea seperti kepiting Grapsus sp. mempunyai pigmen karotenoid, terlihat warna merah, jingga, dan kuning yang tersebar pada karapas. Pigmen yang terdapat pada krustasea demikian juga pada kepiting Grapsus sp. umumnya bersumber dari makanan yang dimakan oleh kepiting tersebut. Untuk mengetahui proses metabolisme pigmen karotenoid maka masing-masing organ kepiting Grapsus sp. diisolasi dengan menggunakan metode pemisahan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom untuk mengetahui jenis pigmen yang terkandung didalamnya. Jenis pigmen yang teridentifikasi pada kepiting Grapsus sp. jantan dengan metode KLT yaitu : β- karoten, Tipe Astasen, Kantasantin, Astasantin, dan Adonirubin. Jenis pigmen yang teridentifikasi pada kepiting Grapsus sp. jantan dengan metode KK  yaitu : β- karoten, Astasen, β-kriptosantin, Zeaxantin, dan Kriptosantin. Kata Kunci : Grapsus sp., Kromatografi Lapis Tipis, Kromatografi Kolom, Pigmen Karotenoid.  
PEMISAHAN JENIS PIGMEN KAROTENOID DARI KEPITING Grapsus sp JANTAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI KOLOM Anisa ET Silaa; Darus SJ Paransa; Anton P Rumengan; Kurniati Kemer; Natalie DC Rumampuk; Hengky Manoppo
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24247

Abstract

Grapsus sp crab has a greenish black body color and also known as stone crab. Crabs in the genus Grapsus sp have a swift movement, long legs, they do not have swimming legs and have small reddish purple or purple-orange color, claws on the body of this crab indicated the presence of pigments such as carotenoid pigments. Carotenoid pigments are one form of secondary metabolites which consist of carotene and xanthophyll groups. Carotenoid pigments are present in yellow, orange or orange red which are also found in crabs. Separation of carotenoid pigments can be done using the TLC method, High Performance Liquid Chromatography (HPLC) and Column Chromatography (CC). The purpose of this study was to determine the type of carotenoid pigment from male Grapsus sp crab extract using the Column Chromatography separation method. From the results of this study, the carotenoid pigment content in the 1,2 and 3 carapace was 46,85 μg, 39 µg, and 33,14 µg. The carotenoid pigment concentrations in carapace extracts 1,2 and 3 are 25,38 µg/g, 23,4 µg/g and 5,11 µg/g. From the results of the separation using the column chromatography method, the type of carotenoid pigment identified from the carapace extract of Grapsus sp male is β-Carotene, Ekinenon, Astaxantine, Kantaxantine and Astacen.Keywords: Grapsus sp, Carotenoid, Column ChromatographyKepiting Grapsus sp memiliki warna tubuh hitam kehijauan dan dikenal dengan nama kepiting batu. Kepiting dalam genus Grapsus sp memiliki gerakkan yang cekatan, mempunyai kaki yang panjang, tidak memiliki kaki renang dan memiliki capit berukuran kecil yang berwarna ungu kemerahan atau ungu-oranye warna pada tubuh kepiting ini mengindikasikan adanya kandungan pigmen seperti pigmen karotenoid. Pigmen karotenoid merupakan salah satu bentuk metabolit sekunder yang yang terdiri dari golongan karoten dan xantofil. Pigmen karotenoid  hadir dalam warna kuning, oranye, atau merah oranye, yang juga ditemukan pada kepiting. Pemisahan pigmen karotenoid dapat dilakukan dengan menggunakan metode KLT, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Kromatografi Kolom (KK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pigmen karotenoid dari ekstrak kepiting Grapsus sp Jantan dengan menggunakan metode pemisahan Kromatografi Kolom. Dari hasil penelitian ini, didapatkan kandungan pigmen karotenoid pada karapas 1,2 dan 3 adalah 46,85 µg 39 µg, dan 33,14 µg. Konsentrasi pigmen karotenoid pada ekstrak karapas 1,2 dan 3 adalah 25,38 µg/g, 23,4 µg/g dan 5,11 µg/g. Hasil pemisahan menggunakan metode pemisahan kromatografi kolom didapatkan ekstrak karapas kepiting Grapsus sp jantan memiliki jenis pigmen β-Karoten, Ekinenon, Astaxantin, Kantaxantin dan Astasen.Kata kunci: Grapsus sp, Karotenoid, Kromatografi Kolom, 
PENENTUAN KANDUNGAN PIGMEN KAROTENOID PADA KEPITING Grapsus albolineatus (Lamarck) BETINA DARI PERAIRAN PESISIR PANTAI DESA TANAWANGKO Sutandi Makalalag; Darus saadah Paransa; Desy M H Mantri
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.24262

Abstract

Grapsus albolineatus (Lamarck) is one of the species of blackish-green crab found above or below the coastal rocks. At has long legs and no swimming legs and has a small claw. Purple capitals, is characteristic of this type of crab., the G. albolineatus crab has an attractive color on the carapace organ that indicates the presence of pigment content. This study was aimed to determined the content and it’s pigment type of the organs of the carapace, epidermal layer, hepatopancreas, blood and gonads in the female G. albolineatus (Lamarck) crab. The method of this research in order to separated and determinated of pigment content by using thin layer chromatography (TLC) method. The results obtained in this study were the total pigment content of G. albolineatus crab showed the highest value in gonad organ with value 34,41 μg, followed by epidermal layer organ 12,19 μg, hepatopancreas 9,61 μg, blood 1,06 μg and carapace 0.42 μg. the pigment content of the gonads organ has the highest value compared with other organs, it is presumed that the female G. albolineatus crab is at the mature stage of the gonad, so that the carotenoid pigment is still accumulated on the gonad organ used for the gonadal maturation process. The types of pigment identified in the extract of the carapace organ, epidermal layer, hepatopancreas, gonads and blood from female G. albolineatus crabs with semipolar solution of Petroleum Eter and Acetone are: β-carotene, echinone, kantaksantin, adonirubin type, astaxanthine and astacene .Keywords: Grapsus albolineatus, TLC, pigmentGrapsus albolineatus (Lamarck) merupakan salah satu spesies kepiting yang berwarna hitam kehijauan yang ditemukan di atas atau di bawah batu pantai. Memiliki kaki jalan yang panjang dan tidak memiliki kaki renang serta memiliki capit yang berukuran kecil. Capit berwarna ungu, merupakan ciri khas kepiting jenis ini. Kepiting G. albolineatus memiliki warna yang menarik pada organ karapas yang mengindikasikan adanya kandungan pigmen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan dan jenis pigmen pada organ karapas, lapisan epidermis, hepatopankreas, darah dan gonad pada kepiting G. albolineatus (Lamarck) betina. Pemisahan yang umum digunakan dalam penentuan jenis pigmen karotenoid adalah menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis. Pemisahan ini dikenal karena proses pemisahannya mudah, sederhana dan membutuhkan waktu yang relatif singkat serta dapat menghasilkan data yang akurat. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kandungan pigmen total dari kepiting G. albolineatus menunjukkan nilai tertinggi pada organ gonad dengan nilai 34,41 g, diikuti organ lapisan epidermis 12,19 g, hepatopankreas 9,61 g, darah 1,06 g dan karapas 0,42 g. kandungan pigmen pada organ gonad memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan organ lainnya, diduga kepiting G. albolineatus betina ini berada pada tahap matang gonad, sehingga pigmen karotenoid masih tertumpuk pada organ gonad yang digunakan untuk proses pematangan gonad. Jenis-jenis pigmen yang teridentifikasi pada ekstrak organ karapas, lapisan epidermis, hepatopankreas, gonad dan darah dari kepiting G. albolineatus betina dengan larutan pengembang PE dan Aseton (80:20) yang bersifat semipolar yaitu: β-karoten, ekinenon, kantaksantin, tipe adonirubin, astaksantin dan astasen.Kata kunci : Grapsus albolineatus, KLT, pigmen
ANALISIS PIGMEN KLOROFIL PADA ALGA Kappaphycus alvarezii YANG DIBUDIDAYAKAN DI TELUK TOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Raja Doli; Desy MH Mantiri; Darus S J Paransa; Kurniati Kremer; Rosita Lintang; Sipriani Tumembow
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.1.2020.27399

Abstract

Macroalgae is a chlorophyll plant and its body is thallus and is able to live in polluted waters. The research was conducted with the intention of knowing the content of chlorophyll pigment and comparing the concentration of chlorophyll on Kappaphycus alvarezii using the formula Jeffrey and Humprey (1975) and Harbone (1987). The results obtained to separate the chlorophyll pigment on Kappaphycus alvarezii using the thin layer chromatography (KLT) method, thus obtained the pigment identified from Kappaphycus alvarezii namely chlorophyll a. Keywords: Kappaphycus alvarezii, thin-layer chromatography. Chlorophyll.AbstrakMakroalga merupakan tumbuhan yang berklorofil dan tubuhnya berupa thallus serta mampu hidup pada perairan tercemar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kandungan pigmen klorofil dan membandingkan konsentrasi klorofil pada Kappaphycus alvarezii menggunakan rumus Jeffrey dan Humprey (1975) dan Harbone (1987). Hasil yang diperoleh untuk memisahkan pigmen klorofil pada Kappaphycus alvarezii menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sehingga diperoleh pigmen yang teridentifikasi dari Kappaphycus alvarezii yaitu klorofil a. Keywords : Kappaphycus alvarezii, Kromatografi Lapis Tipis. Klorofil.
ISOLASI PIGMEN KAROTENOID PADA KEPITING Metopograpsus sp. BETINA Franciskus K.I. Manik; Darus J Paransa; Desy MH Mantiri; Elvy L Ginting; Veibe Warouw; Rudy Moningkey
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 8 No. 1 (2020): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.8.1.2020.27494

Abstract

Metopograpsus sp is one of species of crabs usually found in indo-pacifik and lived at mangrove's trunk. The characteristic of this type of crab has type color on the carapace organ that indicate the presence of carotenoid. carotenoid pigments are natural dyes in plants and crustacea. The purpose of this study is to determined type of carotenoid pigments of metopograpsus sp by using TLC Method. The result of this study were identified three type of pigments of metopograpsus sp that are β-Karoten, Astaxanthin, dan Astacene.Key word : Metopograpsus sp, TLC, Carotenoid pigments.AbstrakMetopograpsus sp adalah kepiting mangrove yang biasanya ditemukan di Indo-Pasifik dan hidup dibatang pohon mangrove. Ciri khas dari kepiting ini memiliki corak berwarna pada karapasnya sehingga diasumsikan kepiting tersebut mengandung pigmen karotenoid. pigmen karatenoid adalah pewarna alami yang terdapat pada tanaman dan hewan krustasea. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis pigmen karotenoid pada kepiting Metopograpsus sp dengan menggunakan metode KLT. Hasil penelitian terdapat tiga jenis pigmen karotenoid yang teridentifikasi pada kepiting Metopograpsus sp yaitu : β-Karoten, Astaxanthin, dan Astacene.Kata Kunci : Metopograpsus sp, KLT, pigmen karotenoid
Co-Authors Abdullah, Ridha Adrian, Melinda Margareta Angkow, Esther Angmalisang, Ping Anisa ET Silaa Anneke V. Lohoo Anton P Rumengan Antonius P Rumengan Antonius P. Rumengan Antonius P. Rumengan Antonius Rumengan Antonius Rumengan Antonius Rumengan Aswan Thamin Bawias, Miranti Billy T. Wagey Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Carolus Paulus Paruntu Chairulwan Umar Desy M H Mantri Dias Diasasthisa Efraim Bulele Elvy L Ginting Erly Y. Kaligis, Erly Y. Farnis B Boneka Farnis Bineada Boneka Fatmawati Amin Ferdinand F. Tilaar Fernando Gultom, Fernando Franciskus K.I. Manik Frans Lumoindong, Frans Gaspar D. Manu, Gaspar D. Grevo S Gerung Hariyani Sambali Hengky Manoppo Henky Manoppo Indri S Manembu Irfan Sirajudin James J H Paulus James J.H Paulus Janny D. Kusen Jetty K. Rangan Jetty Rangan Joice R.T.S.L. Rimper Joppy Mudeng Joshep Tamalonggehe Joshian N. W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Joudy R. R. Sangari Jumeini, Jumeini Kemer, Kurnati Kepel, Rene Ch. Kumampung, Deislie Kumampung, Deislie R.H. Kurnia Kemer, Kurnia Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kremer Laurenzy Tampongangoy Lepa, Bryan Gabriel Lessy Armiyanti Maartianus S. Baroleh Mantiri, Desy M. H Mantiri, Rose Medy Ompi Medy Ompi Medy Ompi Meilin Yulita Walo Meiske Salaki Mokoginta, Fatika Sari Mokolensang, Jeffrie Muhammad Zhaqif Ambarak Natalie D Rumampuk Natalie DC Rumampuk Nego E. Bataragoa Nickson J Kawung Nickson J. Kawung, Nickson J. Noldy G.F Mamangkey Ockstan Kalesaran Pankie Pangemanan Paulus, James Paulus, James J. H Paulus, James J. H. Pelle, Wilmy E. Raja Doli Remy E.P. Mangindaan Ridwan Lasabuda Rignolda Djamaluddin Rizald M Rompas Robert A. B. Tangkery Robert A. Bara Rosita Lintang Rudy Moningkey Rumengan, Antonius Petrus Rustikasari, Irna Silvester B Pratasik Sipriani Tumembow Stenly Wullur Stevania M Runtuwene Sundah, Geraldo Thimoty Sutandi Makalalag Suzanne L Undap suzanne Undap Tamara Angela Gabriela Siahaan Tilaar, Ferdinand F. Veibe Warouw Veibe Warouw Veibe Warouw Werianty Liony Zeak Wilmy E. Pelle