Analyzing the meaning of sentences in natural language presents a significant challenge due to its often ambiguous and complex nature. This research addresses this issue by introducing the potential of propositional logic as a formal analytical tool, highlighting the need for an interdisciplinary approach that integrates mathematics and linguistics. The aim of this article is to thoroughly examine the application of propositional logic in sentence meaning analysis, explore the interdisciplinary relationship between these two fields, and identify the strengths and limitations of this approach. The research method employed is a qualitative-analytical literature study, reviewing primary and secondary literature from the fields of logic, linguistics, and philosophy of language through literature documentation for data collection and descriptive-critical content analysis for data analysis. The results indicate that propositional logic can represent the logical structure of sentences and formally analyze truth conditions. Its main advantages lie in the precision and formality it offers, yet limitations exist in handling aspects of quantification, modality, and pragmatics of natural language. The synergy between mathematics and linguistics, particularly through formal semantics and mathematical linguistics, proves to make a significant contribution to enriching sentence meaning analysis in a more comprehensive and profound manner. AbstrakAnalisis makna kalimat dalam bahasa alami merupakan tantangan signifikan mengingat sifatnya yang seringkali ambigu dan kompleks. Penelitian ini mengkaji permasalahan tersebut dengan memperkenalkan potensi logika proposisional sebagai alat analisis formal, serta menyoroti kebutuhan akan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan matematika dan linguistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam aplikasi logika proposisional dalam analisis makna kalimat, mengeksplorasi hubungan interdisipliner antara kedua bidang ilmu tersebut, serta mengidentifikasi keunggulan dan keterbatasan pendekatan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif-analitis, dengan mengkaji literatur primer dan sekunder dari bidang logika, linguistik, dan filsafat bahasa melalui teknik pengumpulan data dokumentasi kepustakaan dan teknik analisis data menggunakan analisis isi deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logika proposisional mampu merepresentasikan struktur logis kalimat dan menganalisis kondisi kebenaran secara formal. Keunggulan utamanya terletak pada presisi dan formalitas yang ditawarkan, namun terdapat keterbatasan dalam menangani aspek kuantifikasi, modalitas, dan pragmatik bahasa alami. Sinergi antara matematika dan linguistik, khususnya melalui semantik formal dan linguistik matematika, terbukti memberikan kontribusi penting dalam memperkaya analisis makna kalimat secara lebih komprehensif dan mendalam.