Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DITINJAU DARI TINGKAT SELF-EFFICACY Ni Komang Widya Astuti; I Made Dharma Atmaja; I Ketut Suwija
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/pemantik.v6i1.13920

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika menjadi indikator krusial dalam menilai efektivitas pembelajaran, namun PISA 2022 menunjukkan performa siswa Indonesia masih rendah. Faktor afektif, khususnya self-efficacy (keyakinan individu terhadap kemampuannya) diduga mempengaruhi kualitas pemecahan masalah. Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self-efficacy siswa kelas VII A SMPN 1 Kuta Utara pada materi bilangan bulat. Pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan pada 9 subjek terpilih dari kategori self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui angket, tes pemecahan masalah valid dan reliabel (0,96), wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa siswa dengan self-efficacy tinggi menyelesaikan tahapan pemecahan masalah secara sistematis, kategori sedang mampu menyelesaikan sebagian besar tahapan namun mengalami hambatan, sedangkan kategori rendah mengalami kesulitan sejak tahap memahami masalah dan gagal menyelesaikan seluruh proses.
Penerapan Microlearning Berbasis Whatsapp Group Pada Materi Bilangan Rasional untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Azura Ningrum Septi Utami; Putu Suarniti Noviantari; I Made Dharma Atmaja
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/pemantik.v6i1.14102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa melalui penerapan microlearning berbasis WhatsApp Group pada materi bilangan rasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus yang melibatkan siswa kelas VII MTs Murobbi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Nilai rata-rata meningkat dari 53,21 pada pra-siklus menjadi 56,79 pada Siklus I, 63,93 pada Siklus II, dan 74,64 pada post-test. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 43% pada pra-siklus menjadi 54% pada Siklus I, 71% pada Siklus II, dan 79% pada post-test. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti diskusi dan menyelesaikan tugas pembelajaran. Dengan demikian, penerapan microlearning berbasis WhatsApp Group dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa pada materi bilangan rasional.
Penggunaan Logika Proposisional dalam Analisis Makna Kalimat: Kajian Interdisipliner Matematika dan Linguistik I Made Dharma Atmaja; Ni Wayan Eminda Sari
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4791.24-38

Abstract

Analyzing the meaning of sentences in natural language presents a significant challenge due to its often ambiguous and complex nature. This research addresses this issue by introducing the potential of propositional logic as a formal analytical tool, highlighting the need for an interdisciplinary approach that integrates mathematics and linguistics. The aim of this article is to thoroughly examine the application of propositional logic in sentence meaning analysis, explore the interdisciplinary relationship between these two fields, and identify the strengths and limitations of this approach. The research method employed is a qualitative-analytical literature study, reviewing primary and secondary literature from the fields of logic, linguistics, and philosophy of language through literature documentation for data collection and descriptive-critical content analysis for data analysis. The results indicate that propositional logic can represent the logical structure of sentences and formally analyze truth conditions. Its main advantages lie in the precision and formality it offers, yet limitations exist in handling aspects of quantification, modality, and pragmatics of natural language. The synergy between mathematics and linguistics, particularly through formal semantics and mathematical linguistics, proves to make a significant contribution to enriching sentence meaning analysis in a more comprehensive and profound manner. AbstrakAnalisis makna kalimat dalam bahasa alami merupakan tantangan signifikan mengingat sifatnya yang seringkali ambigu dan kompleks. Penelitian ini mengkaji permasalahan tersebut dengan memperkenalkan potensi logika proposisional sebagai alat analisis formal, serta menyoroti kebutuhan akan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan matematika dan linguistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam aplikasi logika proposisional dalam analisis makna kalimat, mengeksplorasi hubungan interdisipliner antara kedua bidang ilmu tersebut, serta mengidentifikasi keunggulan dan keterbatasan pendekatan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif-analitis, dengan mengkaji literatur primer dan sekunder dari bidang logika, linguistik, dan filsafat bahasa melalui teknik pengumpulan data dokumentasi kepustakaan dan teknik analisis data menggunakan analisis isi deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logika proposisional mampu merepresentasikan struktur logis kalimat dan menganalisis kondisi kebenaran secara formal. Keunggulan utamanya terletak pada presisi dan formalitas yang ditawarkan, namun terdapat keterbatasan dalam menangani aspek kuantifikasi, modalitas, dan pragmatik bahasa alami. Sinergi antara matematika dan linguistik, khususnya melalui semantik formal dan linguistik matematika, terbukti memberikan kontribusi penting dalam memperkaya analisis makna kalimat secara lebih komprehensif dan mendalam.
Designing Deep Scaffolding Based on Realistic Mathematics Education to Address Errors of Slow Learners in Solving Numeracy Problems Kadek Adi Wibawa; I Gde Dhika Widarnandana; I Made Dharma Atmaja
Proceeding International Conference on Mathematics and Learning Research 2025: Proceeding International Conference on Mathematics and Learning Research
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop an adaptive and contextual numeracy learning model based on deep scaffolding for slow learner (SL) students in inclusive education settings. The model is designed to address common mathematical thinking difficulties experienced by SL students, such as conceptual, procedural, and representational errors. The research method employs a conceptual review approach consisting of four systematic stages: literature mapping, thematic analysis, conceptual synthesis, and theoretical validation by experts in mathematics and inclusive education. The findings indicate that reflective, meaningful, and joyful learning interventions can enhance students’ metacognitive awareness, motivation, and numeracy comprehension. The proposed deep scaffolding model comprises three core components: mindful scaffolding to foster error awareness, meaningful scaffolding to connect prior knowledge with real-life contexts, and joyful scaffolding to create a positive and engaging learning atmosphere. Expert validation yielded an average score of 3.875, indicating that the model is feasible for implementation in inclusive numeracy instruction. The study recommends teacher training in applying contextual and differentiated scaffolding strategies, as well as the development of instructional tools grounded in Realistic Mathematics Education that are responsive to the needs of SL students. This model is expected to make a practical contribution to improving the quality of equitable and empowering numeracy education for all learners.