Claim Missing Document
Check
Articles

LEADERSHIP AND ENVIRONMENTAL IMPACT FOR SPIRITUAL LEADERS: Study of Darunnajah Al-Falah Islamic Boarding School West Lombok NTB Arifin, Muhamad
Tsaqofah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Ishlah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58883/tsaqofah.v7i1.64

Abstract

The role of leadership in an educational environment, including boarding schools, is very important in achieving educational goals. Leadership in the world of education, including the boarding school environment, has the aim of utilizing various resources (human, infrastructure, and other educational media) effectively and efficiently. The environment is the whole that surrounds, including the one that is surrounded, namely the human being in question. The International Encyclopedia of the Social Science defines the environment as "The aggregate of all the external conditions and influences affecting the life and development of an organism". The pesantren environment is a place that consists of the kiyai's house, a place of worship that functions as a place of education. Darunnajah Islamic Boarding School implements a healthy culture (healty culture) in the Islamic boarding school environment by familiarizing five educational patterns, namely 1) Education through role model (Tarbiyatu Bil Uswah) 2. Education through advice (Tarbiyatu Bil-nasihat) 3. Education through punishment (Tarbiyatu Bil 'Uqubat) 4. Through stories (Tarbiyatu Bil Qishah) 5. Education through habits (Tarbiyatu Bil 'Adat). Keywords: Leadership, Environmental Impact, Spiritual Leader.
Resiliensi Perempuan setelah Cerai Gugat (Studi Kasus di Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan) Fauzi, Muhammad Hanif; Arifin, Muhamad
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1056

Abstract

Pernikahan bertujuan membentuk keluarga yang bahagia, namun kadang kala pernikahan berakhir dengan perceraian. Perempuan yang mengalami perceraian, khususnya cerai gugat, sering menghadapi tantangan baru, sehingga mereka membutuhkan kepada resiliensi (kemampuan untuk beradaptasi). Penelitian ini mengeksplorasi resiliensi perempuan pasca cerai gugat di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan perempuan yang berpisah dari suaminya melalui proses cerai gugat, sementara data sekunder meliputi undang-undang, buku, dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab cerai gugat meliputi masalah ekonomi, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, pertengkaran terus-menerus, dan lalai dalam ibadah. Tantangan utama pasca perceraian adalah masalah ekonomi, stigma sosial, dan tanggung jawab sebagai orang tua tunggal. Meskipun demikian, mereka mampu berdamai dengan situasi, menetapkan tujuan hidup baru seperti fokus pada keluarga dan anak-anak, serta menerima dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas. Kesimpulannya, perempuan di Pamulang menunjukkan resiliensi tinggi pasca cerai gugat, mengatasi tantangan dan membangun kembali kehidupan dengan dukungan lingkungan sekitar. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika resiliensi perempuan pasca perceraian dan pentingnya dukungan sosial dalam proses tersebut. Marriage aims to form a happy family, but sometimes marriages end in divorce. Women who experience divorce (khulu’), often face new challenges, so they need resilience (the ability to adapt). This research explores women's resilience after filing for divorce in Pamulang District, South Tangerang. This research uses a qualitative approach with a case study method. Primary data was obtained through interviews with women who separated from their husbands through a divorce process, while secondary data included related laws, books and journals. The research results show that the factors that cause divorce include economic problems, infidelity, domestic violence, constant fighting, and negligence in worship. The main challenges after divorce are economic problems, social stigma, and responsibilities as a single parent. Despite this, they are able to make peace with the situation, set new life goals such as focusing on family and children, and receive support from family, friends, and the community. In conclusion, women in Pamulang show high resilience after filing for divorce, overcoming challenges and rebuilding their lives with the support of the surrounding environment. This research provides insight into the dynamics of women's resilience after divorce and the importance of social support in this process.
Analisis Perubahan Ritual Rebo Bontong Suku Sasak melalui Kepemimpinan Kiai Pesantren Darul Falah Mataram Lombok Arifin, Muhamad
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 8 No 1 (2023): Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/almabhats.v8i1.1030

Abstract

Abstract: An analysis of cultural changes in Rebo Bontong is carried out by implementing formulations, objectives, and strategies. In his formulation, the leadership of the Darul Falah Islamic Boarding School invites the community to be wise (bil ḥikmah) and make Rebo Bontong a rival. The objectives of holding Rebo Bontong rival cultural activities at Islamic boarding schools include: 1) amar ma'rūf nahi munkar 2) education of Ahlu al-Sunnah Wa al-Jamā'ah cadres. 3) momentum for students to learn and practice, 4) information to the public about the achievements and programs of the pesantren as well as asking for support from the community, 5) Building communication and relations with the community. While the change strategy goes through several processes, namely: 1) tazkiyatu al-nufus/cleansing the soul, 2) al-Tanshiat-al-Ijtima'iyah/introduction and outreach, 3) al-takwin/formation by making Rebo Bontong rivals, 4) al-tanfidz/routine the Rebo Bontong ritual, 5) al-istimrār/continuaity by instituting weekly, monthly, yearly programs.   Abstrak: Analisis terhadap perubahan budaya Rebo Bontong dilakukan dengan pelaksanaan rumusan, tujuan, dan strategi. Dalam rumusannya, Pimpinan Pesantren Darul Falah mengajak masyarakat secara bijaksana (bil ḥikmah) dan membuat Rebo Bontong tandingan. Adapun tujuan diadakannya kegiatan budaya Rebo Bontong tandingan di pesantren, antara lain adalah: 1) amar ma’ruf nahi munkar 2) pendidikan kader-kader Ahlu al-Sunnah Wa al-Jamā’ah. 3) momentum bagi santri untuk belajar dan berlatih, 4) informasi kepada masyarakat tentang capaian-capaian dan program-program pesantren sekaligus meminta dukungan kepada masyarakat, 5) Membangun komunikasi dan relasi dengan masyarakat. Sedangkan strategi perubahan nelalui beberapa peroses, yaitu: 1) al-tazkiyatu al-nufus/pembersihan jiwa, 2) al-Tanshiat-al-Ijtima’iyah/pengenalan dan sosialisasi, 3) al-takwin/pembentukan dengan membuat Rebo Bontong tandingan, 4) al-tanfidz/merutinkan ritual Rebo Bontong, 5) al-istimrār/keberlanjutan dengan melembagakan program mingguan, bulanan, tahunan.
Peningkatan Kemampuan English for Tourism bagi Pemuda Desa Karang Bongkot untuk Menghadapi Program the Best Halal Tourism Nusa Tenggara Barat Arifin, Muhamad; Abrar, Abrar; Supriyadi, Supriyadi
Ibrah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Ibrah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/ibrah.v3i1.2363

Abstract

This community service activity focuses on enhancing the English language skills of youth, particularly in the context of English for Tourism, with the aim of increasing their competitiveness in the local job market, especially in the tourism sector. This research employs a descriptive qualitative method with a participatory action research approach. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires completed by training participants. Data analysis was conducted qualitatively to assess the effectiveness of the teaching methods and their impact on participants' English skills. The study's findings outline the following steps: 1) Planning, which includes: (a) setting goals and objectives, (b) selecting methods and strategies, and (c) preparing a work plan. 2) Implementation, which combines conceptual learning and field practice, including: (a) structured English courses covering basic conversations, tourism terminology, and practical situations in tourism jobs, and (b) field practice through simulations and hands-on activities at local tourist sites. 3) Evaluation conducted weekly and at the end of the program, to measure achievements and provide notes and recommendations for similar future activities. For follow-up, it is recommended to conduct regular meetings, assign competent PkM students, and optimize campus support by establishing an English language course institution. This program aims not only to improve the English skills of youth but also to support local economic development through the tourism sector and related industries.
PERBANDINGAN PANDANGAN ULAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH TENTANG KONSEP MAMPU DALAM MENIKAH DAN KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DENGAN HKI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN Fitri, Fuji Amalia; Arifin, Muhamad; Supriyadi, Supriyadi
AL-BALAD : Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Al-Balad : Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam
Publisher : PRODI HUKUM TATANEGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59259/ab.v3i1.93

Abstract

Pernikahan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, dengan keharmonisan rumah tangga menjadi kunci untuk kelangsungan dan kesejahteraan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pandangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah terhadap konsep "mampu" dalam menikah dan bagaimana konsep ini berkaitan dengan keharmonisan rumah tangga, dengan merujuk pada perspektif yang diatur oleh Hukum Keluarga Islam (HKI) dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, khususnya penelitian kepustakaan. Data primer diperoleh dari pendapat ulama Ahlussunnah wal Jamaah dan HKI Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, sementara data sekunder bersumber dari berbagai literatur. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif-kualitatif dengan merujuk pada teori atau ketentuan hukum yang ditemukan dalam studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah dan perspektif HKI saling melengkapi dalam menilai kesiapan menikah. Ulama menekankan aspek holistik dalam menilai kesiapan, termasuk aspek fisik, mental, dan spiritual, sementara HKI menegaskan pentingnya kematangan fisik dan aspek finansial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi hubungan suami-istri yang sehat. Implikasi dari integrasi kedua perspektif ini adalah adanya kerangka kerja komprehensif untuk memandu praktik pernikahan yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan hukum yang berlaku. Dengan mempertimbangkan baik aspek spiritual maupun ekonomi, pasangan dapat mempersiapkan diri secara lebih baik untuk memasuki kehidupan berumah tangga, dengan harapan terciptanya keluarga-keluarga yang kokoh, sejahtera, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI IBU RUMAH TANGGA YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI KAMPUNG NELAYAN SEMARE KABUPATEN PASURUAN. Arifin, Muhamad; Mamilianti, Wenny
Journal of Agricultural Socio-Economics (JASE) Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Agricultural Socio-Economics (JASE)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jase.v4i2.21057

Abstract

Kawasan kampung Semare yang berada di pesisir laut dengan sebagian besar masyarakatnya menjadi nelayan, membawa image bahwa kecukupan makanan berupa hewani/ikan terpenuhi dimana jenis makanan ini mengandung gizi yang baik bagi pertumbuhan anak. Namun kenyataannya saat ini maish banyak anak-anak usia balita di wilayah ini yang mengalami kegagalan pemenuhan gizi alias gizi buruk. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan menyatakan bahwa daerah pesisir Pasuruan menyumbang sekitar 20% anak yang mengalami gizi buruk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik ibu rumah tangga dan menganalisis pengaruh faktor faktor yang mempengaruhi status gizi balita di lokasi penelitian. Lokasi penelitian di Kampung Semare Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Sampel adalah ibu rumah tangga, jumlah sampel adalah 48 orang. Data berupa data primer dan data sekunder, dimana data primer didapat dari wawancara, kuisener dan observasi langsung sedangkan data sekunder didapat dari pemerintah daerah. Merode analisis menggunakan analisis diskriptif tabulatif dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita adalah pendapatan rumah tangga, frekuensi mengikuti kegiatan posyandu dan umur ibu rumah tangga
Rough Cut Capacity Planning dengan Menggunakan Matriks Skill dalam Pemenuhan Order di PT X Manufaktur Furnitur Arifin, Muhamad; Tjandra, Sugih Sudharma
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 13 No. 2 (2024): Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v13i2.7639.177-190

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a significant impact on a variety of sectors, including the furniture manufacturing industry. The industry is undergoing drastic demand changes, complicating adjustment efforts during the pandemic. Additional human resources (HRM) is becoming a more complex challenge due to strict health protocols and the necessary vaccination efforts. In this context, increased availability of capacity has become critical, but an appropriate approach has not been revealed in the literature. As for the in-depth literature study, it covers various methods of increasing production capacity, such as adding human resources, machines, shift work systems, overtime, and subcontractors. The research focuses on a new way to multi-skill by using the skill matrix as an innovative method to increase the availability of capacity at PT X, a furniture manufacturing company. Using Rough Cut Capacity Planning (RCCP), the study describes current production capacity, analyzes the impact of post-COVID demand shifts, and evaluates the effectiveness of multi-skill application with a skill matrix in improving production flexibility and responsiveness. The research findings provide valuable insights for furniture companies and related sectors in dealing with post-COVID dynamics, as well as providing the basis for developing more adaptive and sustainable capacity planning strategies.
Penyuluhan Dan Pelatihan Pencatatan Laporan Keuangan Berbasis Excel Untuk Meningkatkan Financial Target UMKM Dewi, Ririn Sari; Arifin, Muhamad; Mu’arifin, Hidayatul
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i1.2109

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema "Penyuluhan dan Pelatihan Pencatatan Laporan Keuangan Berbasis Excel untuk Meningkatkan Financial Target UMKM" bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan UMKM melalui pelatihan akuntansi praktis. Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta memahami pentingnya pencatatan transaksi keuangan dan menyusun laporan keuangan sesuai standar, menggunakan Microsoft Excel sebagai alat bantu. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta. Sebelum pelatihan, mayoritas peserta belum memahami jenis laporan keuangan dan penggunaannya dalam pengambilan keputusan bisnis. Setelah pelatihan, peserta mampu mencatat transaksi secara sistematis dan menyusun laporan seperti laba rugi, neraca, dan arus kas. Meski pelatihan berhasil mencapai tujuan, tantangan seperti keterbatasan waktu dan variasi tingkat pemahaman peserta menunjukkan perlunya pendampingan lanjutan dan pendekatan berbasis teknologi interaktif untuk hasil yang lebih optimal. Program ini diharapkan dapat mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik.
ANALISIS KESETIMBANGAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI DUWET, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Saridewi, Ratih Nurmala; Arifin, Muhamad; Budiyanto, Muchamad Arif; Panjalu, Muhammad Anggito
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 7 No. 1 (2025): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/civetech.v7i1.2762

Abstract

Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) desa Duwet merupakan salah satu bangunan jaringan irigasi yang terdapat di Kabupaten Gunungkidul tepatnya di Desa Karang Duwet, Kecamatan Playen. JIAT desa Duwet dibangun untuk memenuhi kebutuhan air untuk area pertanian di desa Duwet Kabupaten Gunung Kidul. JIAT desa Duwet memanfaatkan air tanah sebagai sumber air untuk keperluan irigasi dengan metode pemompaan. Ketersediaan air di dihasilkan dari rumah pompa kemudian dialirkan ke area pertanian menggunakan jaringan saluran irigasi. Kebutuhan air irigasi dianalisis menggunakan data-data seperti luas daerah irigasi, data hujan, data klimatologi, pola tanam, dan data debit. Luas layanan DI Duwet dari hasil pemetaan didapatkan adalah 66,23 Ha. Ketersediaan air dari sumur pompa DI Duwet sebesar 27 lt/dt. Hasil analisis kebutuhan air irigasi untuk padi di sawah (NFR) sebesar 13,1 mm/hari. Dari hasil perbandingan analisis kebutuhan air irigasi dan ketersediaan air irigasi didapatkan sebesar 33% mengalami kegagalan untuk melayani atau defisit, dan sebesar 67% mengalami keberhasilan dalam melayani kebutuhan air irigasi atau surplus.
Physical, Chemical and Organoleptic Characteristics of Lactose-Free Milk-Based Ice Cream Arifin, Muhamad; Detiara, Azzahra; Arief, Irma Isnafia; Soenarno, Moch. Sriduresta; Fajr, Aulia Irhamni; Wulandari, Zakiah; Suryati, Tuti; Apriantini, Astari; ., Salundik; Murtini, Devi; Budiman, Cahyo; Taufik, Epi
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i1.61822

Abstract

Lactose-intolerant individuals avoid consuming milk and dairy products, which may lead to deficiencies in essential nutrients naturally present in milk. Lactose-free milk, characterized by its higher sweetness compared to full-cream milk, serves as an ideal base for ice cream—a widely consumed product valued for its sweetness and unique texture. This study aims to analyze the physical, chemical and organoleptic characteristics of lactose-free ice cream. Lactose-free milk was produced using 0.2% lactase enzyme. The evaluated parameters included viscosity, overrun, melting time, pH, sweetness level, total caloric content, lactose content, and organoleptic properties. Data were analyzed using a t-test by comparing ice cream made with whole milk and lactose-free milk. The results indicated that lactose-free ice cream exhibited a significantly higher overrun (p < 0.05), a sweeter taste, and lower total caloric content. However, it had a shorter melting time. No significant differences (p > 0.05) were observed in viscosity, pH, or organoleptic properties. These findings suggest that lactose-free ice cream demonstrates a comparable level of consumer acceptance to whole milk-based ice cream. Keywords: ice cream, lactase, lactose free milk, lactose intolerant,  whole milk