Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALYSIS OF THE PHYSICAL WORKLOAD OF SUGARCANE HARVEST WORKERS AS THE BASIS FOR DETERMINING THE LENGTH OF REST BREAK AT BONE ARASOE SUGAR FACTORY Irma Nur Afiah; Dinda Dwi Adelya Musda; Dirgahayu Lantara; Arfandi Ahmad
Journal of Industrial Engineering Management Vol 8, No 1 (2023): Journal of Industrial Engineering and Management Vol 8 No 1
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jiem.v8i1.1278

Abstract

Arasoe Bone Sugar Factory is one of the sugar factories in Bone Regency, South Sulawesi. The production process at this company entirely uses machines that run automatically. However, the sugarcane harvesting activity is still carried out manually. All sugarcane harvesting activities result in physical workload on workers, especially when lifting sugarcane since in one loading, the workers are able to lift more than 30 kg of sugarcane. This activity is carried out repeatedly which results in fatigue on the harvest workers. The other factors that affect fatigue on the harvest workers are the harvested sugarcane plantations that can reach approximately 7 hectares in area and the work that lasts for 7 hours each day. This study aims to determine how much physical workload is experienced by sugarcane harvest workers and to determine how long the rest break is based on the physical workload that is obtained while working for the sugarcane harvest workers. The assessment of physical workload was carried out using the Cardiovascular Load (%CVL) method and the calculation of the length of rest break was carried out using a physiological approach. Based on the results of calculating the percentage of Cardiovascular Load (%CVL), it was discovered that all respondents experienced fatigue consisting of 5 workers with a %CVL of 60%, 13 people with %CVL of 80%, and 2 people with %CVL of 100%. Therefore, all respondents were included into the category of heavy physical workload. The optimal rest break is 80.79 minutes, while the rest break given is only 60 minutes. Hence, an additional 20.79 minutes of rest break is needed. The rest break of 20.79 minutes is used for spontaneous breaks, i.e., short break after the workload.
SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) PADA PT. BUMI KARSA Arfa, Arief Darmawan; Lantara, A. Dirgahayu; Padhil, Ahmad
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.Bumi Karsa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi pada Saat ini yang memegang peranan yang sangat penting dalam mengukur kinerja perusahaan adalah aspek Finance Costumer,Bisnis Proses dan learning & Growth karena hanya aspek Itu saja yang dijadikan ukuran dalam pengukuran kinerja di PT. Bumi Karsa maka dapat dikatakan perusahaan tersebut hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan dalam jangka waktu yang pendek selain aspek diperhatikan dimana aspek-aspek tersebut terdiri dari seluru aktivitas perusahaan baik dari internal maupun dari external perusahaan. Pengukuran produktivitas yang dilakukan dengan menggunakan pengukuran model Objective Matrix (OMAX), pada dasarnya metode ini merupakan perpaduan dari beberapa ukuran keberhasilan atau kriteria produktivitas yang sudah dibobot sesuai derajat kepentingan masing-masing ukuran atau kriteria itu di dalam perusahaan. Dengan demikian model ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi factor-faktor yang sangat berpengaruh dan yang kurang berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah Pengukuran kinerja dengan menggunakan metode Objective Matrix banyak memberikan dampak positif bagi perusahaan PT. Bumi Karsa karena dapat mengetahui tingkat kelemahan pada kinerja yang perlu dilakukan perbaikan serta Produktivitas selama pengukuran periode Juni sampai dengan November cenderung fluktuatif, tingkat produktivitas kerja tertinggi ada pada bulan November, sedangkan yang paling rendah terjadi pada bulan Oktober.
Produksi Akrolein Dengan Proses Degradasi Menggunakan Gelombang Suara Lantara, Dirgahayu; Kalla, Ruslan; snawi, Izran A
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.850

Abstract

Degradasi gliserol menjadi produk akrolein, menjadi salah satu topik penelitian yang menarik untuk dibahas mengingat kebutuhan dan permintaan akrolein yang cukup tinggi di Indonesia. Gliserol adalah bahan kimia penting yang murah dan mudah didapatkan di Indonesia, sementara akrolein merupakan salah satu senyawa kimia yang dapat dihasilkan dari proses pengolahan gliserol. Indonesia saat ini masih tergantung dari Impor akrolein, pada tahun 2008 akrolein yang masuk ke Indonesia sekitar 6.500 ton (BPS). Kebutuhan akrolein pada tahun 2020 disinyalir akan mencapai 10.800 ton. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa akrolein masih dibutuhkan dalam jumlah yang besar. Berbagai macam proses yang selama ini digunakan untuk mendegradasi gliserol menjadi menjadi senyawa kimia yang lain masih dikategorikan sebagai proses yang membutuhkan waktu yang lama serta suhu dan tekanan yang tinggi, sehingga diperlukan metode alternatif guna mengantisipasi kekurangan dari berbagai macam proses tersebut (hidrogenolisis, hidrotermal dan lain-lain). Metode yang dimaksud adalah penggunaan gelombang suara atau yang lebih dikenal dengan nama metode sonifikasi. Proses sonifikasi dilakukan dengan viriabel suhu 30 – 60 oC, dengan waktu sonikasi 20 – 40 menit, dimana katalis yang digunakan adalah asam sulfat konsentrasi rendah (1%) dengan rasio massa gliserol : air adalah 1 bagian gliserol berbanding 8 bagian air. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah konversi tertinggi sebesar 48,98 % yang dihasilkan pada waktu reaksi 40 menit dengan suhu reaksi 60 oC. Pada kondisi tersebut juga dihasilkan yield akrolein tertinggi sebesar 11,45 %.
Pengembangan Wawasan Kewirausahaan Berbasis Halal Knowledge di Desa Belapunranga Kec. Parangloe Kab. Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Nusran, Muhammad; Lantara, Dirgahayu; Muchlis, Nurmiati; Faisal AR Pelu, Muhammad
Window of Community Dedication Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v2i2.1767

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan memberikan literasi atau kampanye terkait kewirausahaan halalfood dengan metode ceramah dan diskusi yang diberikan kepada para santri dan pengurus pondok pesantren yangberada dalam lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Hizul Wathan dengan instrumen pengukuran menggunakanpre-test dan post test yang berupa kuesioner. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan jumlah partisipansebanyak 23 orang. Sebelum diberikan pemahaman atau literasi mengenai kewirausahaan halal food, kewirausahaanhalal food pada kegiatan ini dikur dengan menggunakan empat aspek variabel yakni kesadaran halal, penyembelihanhalal, serifikat halal dan kewirausahaan halal, hasil pre-test menunjukkan bahwa nilai terendah untuk aspeksertifikat halal adalah 51 dengan nilai tertinggi sebesar 94 dengan rata-rata niai keseluruhan sebesar 64, kemudianhasil pre-test menunjukkan bahwa nilai terendah untuk aspek penyembelihan halal adalah sebesar 54 dengan nilaitertinggi sebesar 88 dengan rata-rata nilai keseluruhan sebesar 73, kemudian hasil pre-test menunjukkan bahwa nilaiterendah untuk aspek kesadaran halal adalah sebesar 60 dengan nilai tertinggi sebesar 87 dengan rata-rata nilaikeseluruhan sebesar 72, kemudian hasil pre-test menunjukkan bahwa nilai terendah untuk aspek kewirausahaanhalal adalah sebesar 54 dengan nilai tertinggi sebesar 88 dengan rata-rata nilai keseluruhan sebesar 67. Setelahdilakukan penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi, hasil post test menunjukkan nilai rata-rata untukkeseluruhan aspek secara berurutan yakni 97, 96, 95 dan 95. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulanbahwa terjadi kenaikan signifikan (setelah diadakannya pengabidan masyarakat) terhadap pengetahuan masyarakattentang kewirausahaan halal food.
Analysis of the Influence of Product Quality, Price Perception, and Packaging on Purchasing Decisions and Their Impact on Consumer Satisfaction of Bluder Bread Products Untari, Dewi; Safirin, Mochamad Tutuk; Tirkaamiana, Dean; Lantara, Dirgahayu
Journal La Sociale Vol. 4 No. 3 (2023): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v4i3.1601

Abstract

CV. XYZ is a food-related company that uses a make-to-order production system and sells bread as its primary product. CV. XYZ encounters issues with the low degree of customer satisfaction with Bluder Bread’s product quality, cost, and packaging as well as the drop-in number of purchases made by customers. This study aims to ascertain how purchase decision are influenced by product quality, perceived pricing, and packaging, as well as how these factors affect customer happiness. Partial Least Square (PLS) based Structural Equation Modeling (SEM) analysis is used in the investigation. The research conclusions demonstrated that, although packaging did not significantly influence decisions to buy, percepstions of product quality and pricing had a major impact. However, customer satisfaction with bread was not significantly impacted by product quality, perceptions of pricing, or packaging. Purchase decisions can serve as a mediator and have a big impact on customer happiness.
ANALISIS RISIKO GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PROSES PENGOLAHAN BIJI KOPI BERDASARKAN JOB STRAIN INDEX DAN RAPID ENTIRE BODY ASSESMENT DI PABRIK KOPI TORAJA Sarunggaga, Amaliah Cinta; Afiah, Irma Nur; Lantara, Dirgahayu
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 5 No. 02 (2024): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/justme.v5i02.63

Abstract

Pabrik Kopi Toraja merupakan pabrik kopi yang sebagian besar aktivitas kerjanya bersifat manual yaitu sortir manual dimana aktivitas yang dilakukan dengan posisi yang kurang baik sehingga dalam proses pekerja tersebut dapat menyebabkan dampak risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menilai postur kerja bagian sortir manual yang menimbulkan risiko musculoskeletal. Penelitian ini menggunakan metode Job Strain Index dan metode Rapid Entire Body Assesment. Pengukuran Job Strian Index berdasarkan pada variabel pengukuran yaitu: (1) Intensitas Usaha, (2) Durasi Penggunaan Tenaga, (3) Jumlah Usaha Permenit, (4) Posisi Tangan, (5) Kecepatan Kerja, (6) Durasi Aktivitas Per Hari. Pengukuran Rapid Entire Body Assesment mengevaluasi 5 bagian tubuh yaitu (1) Leher, (2) Punggung, (3) Lengan, (4) Pergelangan Tangan, (5) Kaki. Dalam penelitian yang dilakukan menggunakan metode Job Strain Index didapatkan tingkat risiko tinggi. Jadi berdasarkan 6 variabel terdapat 3 variabel yang memiliki nilai tinggi yaitu intensitas usaha, durasi usaha dan usaha per menit. Dalam penelitian yang dilakukan menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment didapatkan skor 4 dimana skor tersebut berada pada level sedang (perlu adanya tindakan). Hasil penelitian ini menunjukkan stasiun sortir manual aktivitas bekerja dengan posisi berdiri dan membungkuk dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kelelahan dan ketegangan serta menimbulkan keluhan rasa nyeri pada bagian punggung otot sehingga dapat menyebabkan gangguan pada sistem musculoskeletal bila dilakukan secara berulang dan periode yang cukup lama dan dari hasil perhitungan metode Job Strain Index didapatkan nilai >7 dengan tingkat risiko tinggi. Dan dari hasil perhitungan metode Rapid Entire Body Assesment didapatkan skor 4 dengan level sedang (perlu adanya tindakan). Perhitungan dengan metode JSI dan REBA didapatkan bahwa sortir manual memiliki risiko kerja yang berbahaya.
Supply Chain Performance Measurement at PT. Perkebunan Nusantara XIV Camming Sugar Factory in Bone District Saleh, Anis; Ahmad, Arfandi; Herdianzah, Yan; Lantara, Dirgahayu; Saputra, Nur Ihwan; Dahlan, Muhammad
International Journal of Industrial Engineering and Engineering Management Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/ijieem.v5i2.6861

Abstract

PTPN XIV (PERSERO) of Camming Sugar Factory in Bone Regency Measuring work results in the company is one of the company's performance evaluation tasks, namely to find out if the results achieved are good enough or still need improvement. The characteristic of a weak result is the fact that the company's goal is not achieved in the desired way. The objective of this study is to identify the KPIs and measure the performance indicators at the Bone Regency of PTPN Camming Sugar Factory. Key Performance Indicator (KPI), Lean Supply Chain Management (LSCM), and Analytic Hierarchy Process (AHP) methods are used in this study. The results of this study provide 11 Lean metrics that align with business conditions. Once the indicators are obtained, the KPI weighting is carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP), prioritizing the performance criteria of the production and supply departments. KPIs that have a significant impact on a company's supply chain performance. This is reflected in the highest order of weight in three KPIs, namely production department performance criteria, employee productivity attributes (0.573) and delivery department criteria, on-time loading (0. 85), and delivery (0.372) attributes. with a weight percentage of 19.1, 16.20% and 12. 2%. The KPIs in the lowest weight category are collection (0.120) and delivery (0.116) with a weight percentage of .01% and 3.87%.
Geliat Petani Kota Dari Komunitas Misa Di Sudut Kota Kuala Lumpur Muhammad Nusran; Dirgahayu Lantara; Rahmaniah Malik; Anis Saleh; Nurul Chairany
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i1.619

Abstract

Dalam dua dekade terakhir, komunitas petani di Gombak telah terorganisir dengan nama MISA, yang berhasil mencapai sejumlah petani, institusi, organisasi sosial, penduduk kota, dan komunitas usaha menuju keberlanjutan. Malaysia Institut Pertanian Berkelanjutan (MISA) telah melakukan berbagai upaya lingkungan dan kegiatan agroekologi selama sepuluh tahun terakhir. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mempromosikan pertanian berkelanjutan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kesejahteraan. Metode pelaksanaannya dimulai dengan tahapan persiapan, yakni melakukan observasi awal di lokasi mitra untuk mengidentifikasi masalah dan potensi yang ada guna menentukan kegiatan pengabdian masyarakat; menyusun kesepakatan kegiatan pengabdian dengan mitra berdasarkan masalah dan solusi yang dipilih. Temuan dari pengabdian ini menunjukkan bahwa komunitas yang menjelajahi praktik agroekologi melalui pengalaman pribadi petani kecil menghasilkan komunitas yang solid. Agroekologi dipandang sebagai cara untuk mencapai kedaulatan pangan, di mana penguasaan benih tetap berada di tangan petani dan lahan dimanfaatkan secara berkelanjutan secara ekologis. Kesimpulannya, pertanian berkelanjutan di Komunitas Gombak mendorong sejumlah orang dan organisasi melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kesejahteraan dengan sistem Agroekologi. Mereka memanfaatkan lahan sempit yang ada untuk menghasilkan produk pertanian bagi kesejahteraan masyarakat sekitar dengan konsep konservasi lahan dan penggunaan lahan yang ramah lingkungan.
APPLICATION OF THE BEHAVIORALLY ANCHORED RATING SCALE (BARS) IN ASSESSING EMPLOYEES’ OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH SITUATIONAL AWARENESS Ahmad Padhil; Dirgahayu Lantara; Lutfiah Putri; Andi Pawennari
Journal of Vocational Health Studies Vol. 9 No. 1 (2025): July 2025 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V9.I1.2025.8-15

Abstract

Background: In 2017, at PT. XY, the average Frequency Rate (FR) was 4.68 accidents for every one million working hours, while the average Severity Rate (SR) was 336.16 lost workdays per one million work hours. These indicators reveal that 264 accidents and 18.983 working days lost during 56.469.736 working hours throughout the current year. Purpose: This research aims to determine the level of alertness among workers and investigate their behavior in carrying out tasks at the PT. XY factory. Method: Worker data were collected using sampling techniques and analyzed employing the Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS) method to provide potential dangers and worker behavior in the PT. XY factory section. The research approach applied was quantitative, collecting data through the distribution of 44 questionnaires to workers in that section. Result: The potential hazards occurring in the PT. XY factory were attributed to workers’ lack of attention to Situational Awareness (SA) while doing work, where in the PT. XY factory section there are three processes, namely first press, second press, and filtration stage. The results of the confidence levels in the office section of the PT. XY factory showed actual accuracy and perceived accuracy values of 46.67% and 86.67%, respectively. In the process section, workers exhibited actual accuracy and perceived accuracy values of 42.85% and 84.28%, while in the maintenance section, the actual accuracy value was 44.81% and the perceived accuracy was 84.90%. Conclusion: Based on data analysis, office workers showed the highest level of alertness (65.00%), followed by maintenance workers (63.67%), while workers in the process section showed the lowest alertness level (63.00%).
Supply Chain Performance Measurement at PT. Perkebunan Nusantara XIV Camming Sugar Factory in Bone District Saleh, Anis; Ahmad, Arfandi; Herdianzah, Yan; Lantara, Dirgahayu; Saputra, Nur Ihwan; Dahlan, Muhammad
International Journal of Industrial Engineering and Engineering Management Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/ijieem.v5i2.6861

Abstract

PTPN XIV (PERSERO) of Camming Sugar Factory in Bone Regency Measuring work results in the company is one of the company's performance evaluation tasks, namely to find out if the results achieved are good enough or still need improvement. The characteristic of a weak result is the fact that the company's goal is not achieved in the desired way. The objective of this study is to identify the KPIs and measure the performance indicators at the Bone Regency of PTPN Camming Sugar Factory. Key Performance Indicator (KPI), Lean Supply Chain Management (LSCM), and Analytic Hierarchy Process (AHP) methods are used in this study. The results of this study provide 11 Lean metrics that align with business conditions. Once the indicators are obtained, the KPI weighting is carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP), prioritizing the performance criteria of the production and supply departments. KPIs that have a significant impact on a company's supply chain performance. This is reflected in the highest order of weight in three KPIs, namely production department performance criteria, employee productivity attributes (0.573) and delivery department criteria, on-time loading (0. 85), and delivery (0.372) attributes. with a weight percentage of 19.1, 16.20% and 12. 2%. The KPIs in the lowest weight category are collection (0.120) and delivery (0.116) with a weight percentage of .01% and 3.87%.