Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Nutrient content, fiber fractions, and rumen fermentation in vitro of mulato grass grown with different cutting age in lowland West Java, Indonesia Mayasari, Ph.D, Novi; Salman, Lia Budimulyati; Susilawati, Iin; Sandrawati, Apong; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Firmansyah, Indra; Wulansari, Asri
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 25, No 2 (2025): July
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v25i2.61097

Abstract

One of the major challenges in ruminant production in Indonesia is ensuring the availability of high-quality and adequate forage. Identifying forage varieties with good nutritive value that adapt well to local climate conditions is crucial. This study evaluated the nutrient composition, fiber fractions, and in vitro rumen fermentation of Mulato grass harvested at different cutting ages (30, 40, and 50 days) in the lowlands of West Java, Indonesia. The nutrient content, analyzed using proximate and fiber fraction analysis, showed no significant differences across cutting ages except for ash content, which was lower at 40 days. Mulato grass cut at 30 days had lower acid detergent fiber (ADF), neutral detergent fiber (NDF), acid detergent lignin (ADL), and hemicellulose levels, while its cellulose content was higher compared to grass cut at 40 or 50 days. Rumen fermentation results indicated that grass cut at 30 days had higher in vitro dry matter digestibility (IVDMD), organic matter digestibility (IVOMD), and total volatile fatty acids (TVFA). These findings suggest that Mulato grass harvested at 30 days offers better digestibility and rumen fermentation outcomes, making it a suitable forage choice for ruminants in the lowlands of West Java, Indonesia.
HUBUNGAN ANTARA LINGKAR DADA, TINGGI PUNDAK, DAN PANJANG BADAN DENGAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FH LAKTASI DI BPPIBTSP BUNIKASIH CIANJUR Bahri, Toto Multiana; Salman, Lia Budimulyati; Christi, Raden Febrianto
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jtapro.2022.023.02.2

Abstract

Sapi perah adalah hewan ternak yang dipelihara secara khusus karena kemampuannya untuk menghasilkan susu. Produksi susu sapi yang rendah dan kualitas susu yang tidak memenuhi standar merupakan permasalahan yang sering terjadi, oleh karena itu perlu perbaikan sifat kualitatif dan kuantitatif pada sapi perah agar dapat menghasilkan produksi susu yang maksimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran lingkar dada, tinggi pundak, dan panjang badan sapi perah FH laktasi dan mengetahui hubungan antara lingkar dada, tinggi pundak, dan panjang badan dengan produksi susu sapi perah FH laktasi di BPPIBTSP Bunikasih Cianjur. Penelitian menggunakan metode survey dengan analisis data regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan Lingkar Dada (LD) pada laktasi ke-1, 2, dan 3 masing-masing sebesar 176,6 ± 14,5 cm, 186,6 ± 8,38 cm, dan 187,2 ± 8,5 cm. Nilai rataan Tinggi Pundak (TP) pada laktasi ke-1, 2, dan 3, masing-masing sebesar140 ± 13,03 cm, 138,6 ± 3,88 cm, dan 137,4 ± 3,22 cm. Nilai rataan Panjang Badan (PB) pada laktasi ke-1, 2, dan 3 masing-masing sebesar 151 ± 6,87 cm, 152,5 ± 6,68 cm, dan 158 ± 4,22 cm. Hubungan antara lingkar dada, tinggi pundak, dan panjang badan dengan produksi susu sapi FH memiliki korelasi sebesar 0,271, yang termasuk dalam kategori rendah dengan nilai signifikansi sebesar 0,567. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lingkar dada, tinggi pundak, dan panjang badan terhadap produksi susu sapi perah FH laktasi.