Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Telecommunication, Electronics and Control Engineering (JTECE)

Analisis Pengaruh Modulasi Terhadap Bandwidth dan Power pada DVB-S2 Imam Muhammadi Pradono Budi; Solichah Larasati
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 3 No 1 (2021): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v3i1.118

Abstract

Perkembangan sistem TV broadcast sudah menggunakan teknologi komunikasi satelit, salah satunya menggunakan teknologi direct to home (DTH). Standar TV digital yang digunakan dalam penelitian ini adalah DVB-S2 (Digital Video Broadcasting Satellite – Second Generation) menggunakan frekuensi Ku Band. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas link transmisi DVB-S2 berdasarkan pemakaian bandwidth dan power via satelit Measat 3B. Optimalisasi bandwidth dan power dilakukan dengan menggunakan teknik modulasi QPSK, 8PSK, dan 16QAM serta nilai forwad error coding (FEC). Agar mencapai kondisi optimal pada link transmisi DVB-S2 maka dilakukan perhitungan link budget pada masing – masing teknik modulasi dengan mempertimbangkan nilai FEC dan nilai BER sesuai dengan standar ITU dan standar penyiaran DVB-S2 (ETSI 302 307). Berdasarkan hasil penelitian modulasi yang layak digunakan pada DVB-S2 adalah modulasi 8PSK dengan 8/9 dikarenakan pada modulasi ini menghasilkan nilai bandwidth dan nilai C/N yang cukup besar serta nilai Eb/No dan BER yang sesuai dengan standart yang diharapkan. Hal ini ditunjukan dengan nilai bandwidth pada modulasi 8PSK 8/9 adalah menghasilkan nilai Eb/No 13,67753 dB dengan BER 8,75844-08, sehingga kualitas sinyal yang diterima sangat baik.
Perancangan Jaringan NB-IoT untuk Layanan InfrastructureSmart Meteringdi Perumahan Ginting, Melinda Br; Larasati, Solichah; Hikmaturokhman, Alfin; Amelia, Noor
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 7 No 1 (2025): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v7i1.1619

Abstract

Berbagai aplikasi Internet of Things (IoT) semakin populer saat ini, karena menawarkan berbagai solusi untuk mempermudah segala aktifitas yang dapat dipantau dari jarak jauh. Narrowband IoT (NB-IoT) merupakan salah satu teknologi komunikasi Low Power Wide Area (LPWA) yang dirancang khusus untuk mendukung perangkat IoT dengan konsumsi daya rendah dan jangkauan yang luas. NB-IoT didukung oleh Long-Term Evolution (LTE) dengan memanfaatkan sebagain bandwidth dari LTE dan dengan standar 3GPP Release 13, menjadikan NB-IoT menjadi teknologi tepat guna bagi masyarakat. Smart metering adalah salah satu aplikasi yang menggunakan NB-IoT sebagai gateway infrastruktur untuk konektivitas yang diperlukan untuk menjamin terkoneksinya layanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang jaringan NB-IoT dengan skema standalone untuk infrastruktur smart metering di area perumahan Purwokerto. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan jumlah site jaringan dan simulasi kinerja jaringan untuk memastikan kualitas layanan yang memadai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan jaringan NB-IoT mampu menyediakan konektivitas yang handal dan efisien bagi sistem smart metering di area perumahan. Hal ini dapat diketahui dari hasil simulasi perancangan jaringan diperoleh sebanyak 7 site yang mampu melayani area perumahan. Sehingga, diperoleh hasil Received Signal Strength Indicator (RSSI) yang diperoleh untuk mengetaui kuat sinyal memperoleh nilai sebesar -50 dBm sampai -60 dBm yang mampu mencakup 80% area perumahan.
Performance of LDPC Codes in Multipath OFDM System Wahyuningrum, Reni Dyah; Hafiza, Lia; Ni’amah, Khoirun; Larasati, Solichah; Udlhiya, Ida
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 7 No 1 (2025): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v7i1.1653

Abstract

In fifth-generation wireless networks (5G), a significant challenge arises: delivering high-speed data transmission and extensive networking services while maintaining a low bit error rate (BER). To meet the demands of 5G services, Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) emerges as a promising technique for ensuring high-quality communication and an FFT size of 256. Moreover, several channel coding methods have been employed to enhance BER performance. Among these methods, Quasi Cyclic- Low-Density Parity Check (QC-LDPC) has become the established standard for high-speed data transmission in 5G networks. However, implementing these coding methods in conjunction with 5G standard specifications presents various complexities and challenges. In this research, we analyze QC-LDPC in multipath fading using OFDM. The performance of QC-LDPC codes at a BER of 10-3 can be achieved with an SNR of 15 dB for OFDM with QC-LDPC codes and an SNR of 20 dB for OFDM. The inclusion of QC-LDPC coding in the OFDM system significantly improves performance by reducing the required SNR for a BER of 10-3 from 20 dB (uncoded) to 15 dB (coded), a 5 dB reduction. Channel coding with QC-LDPC also enhances system efficiency by consistently decreasing the BER across various SNR values. These results confirm that QC-LDPC coding provides better reliability and performance than the uncoded OFDM system.
Analisa Kuantitatif Kualitas Jaringan 5G Non-Stand Alone berdasarkan Pengukuran Empiris di Pacitan Darmanto, Darmanto; Larasati, Solichah; Ni'amah, Khoirun
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 7 No 2 (2025): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v7i2.1931

Abstract

Penelitian melakukan kajian terkait uji layak operasi jaringan 5G pada frekuensi 2,3 GHz dari salah satu operator seluler di Indonesia. Evaluasi performa jaringan 5G Non-Stand Alone (NSA) diimplementasikan pada dua lokasi di cluster 1 wilayah Pacitan, Jawa Timur yaitu site ZMDU_0406 dan ZMDU_0407. Metode yang digunakan meliputi perancangan skenario pengukuran, pengumpulan data, dan analisa data lapangan berdasarkan pada parameter throughput, Secondary Synchronization Reference Signal Received Power (SS-RSRP), dan Synchronization Signal-to-Noise and Interference Ratio (SS-SINR). Pengujian dilakukan menggunakan dua skenario traffic yaitu FTP Server dan UDP Server pada perangkat IDTrium—ATEL 5G CPE (SDX62) dan aplikasi iperf3. Hasil simulasi berdasarkan cakupan menunjukan bahwa 99% area memiliki kualitas sinyal yang baik yang ditunjukan dengan nilai SS-RSRP > 80 dBm dan SS-SINR >20 dB pada kedua site. Hasil pengukuran FTP Server menunjukan nilai rata-rata throughput sebesar 82 Mbps untuk site ZMDU_0406 dan 107 Mbps untuk site ZMDU_0407. Sementara itu, pengukuran UDP, site ZMDU_0406 memiliki rata-rata throughput 123 Mbps dan site ZMDU_0407 memiliki nilai rata-rata throughput 157 Mbps. Berdasarkan penelitian berikut dapat dikatakan bahwa infrastuktur 5G Non-Stand Alone yang diterapkan di wilayah Cluster 1 Pacitan memiliki performa yang baik untuk aplikasi real time.