Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Employing Service Learning in Community-University Partnership Program to Develop Local MSMEs in Bungo and Tejo Regencies Novita, Mona; Ismail, M. Syukri; Solihin, Muhammad; Asman, Muhammad
ASEAN Journal of Community Engagement Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper illustrates the implementation of a community project developed based on a partnership between the community and the local university in Bungo and Tebo Regencies. The project aims to develop the local micro, small, and medium enterprises (MSMEs) as a strategic step to increase the regional economy, taking the form of a so- called Community–University Partnership Program in Bungo and Tebo Regencies. The Community–University Partnership methodology employs the Service Learning (SL) method to increase MSME actors’ competence in terms of financial literacy, product packaging, and marketing. The effectiveness of the SL-based Community–University Partnership Program was measured using a quantitative survey approach through a questionnaire instrument on 28 MSMEs in Bungo and Tebo Regencies. The program showed a positive impact, in which the MSMEs actors benefited from the SL-based Community–University Partnership Program. The continuation of the SL-based Community–University Partnership Program arguably improves MSME’s development and enhances the regional economy to establish financial independence for citizens.
Merokok Sebagai Identitas Pertemanan Solihin, Muhammad; Jumiati Marsa, Yummy
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/b4jxej12

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas tentang merokok sebagai identitas pertemanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami serta melihat gambaran bagaimana merokok menjadi bagian dari identitas pertemanan di kalangan remaja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pendukung. Yang terdiri dari 15 informan, yaitu informan utama, informan kunci dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merokok menjadi bagian identitas pertemanan karena berberapa alasan kuat, yaitu sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas, sebagai cara untuk menunjukkan kedewasaan dan kemandirian, dan sebagai sarana untuk mengurangi stres dan kecemasan. Penelitian ini juga menemukan bahwa identitas pertemanan yang terkait dengan merokok dapat mempengaruhi perilaku dan keputusan individu dalam kelompok. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana identitas pertemanan dapat mempengaruhi perilaku kesehatan, khususnya terkait dengan merokok. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan program pencegahan dan intervensi yang lebih efektif dalam mengurangi kebiasaan merokok di kalangan remaja.
PROGRAM PENGUATAN AKHLAK MULIA DAN KEDERMAWANAN MELALUI PEMBIASAAN SEDEKAH Khairunnisa, Dina; Ulfi, Zahrotul; Auralia, Sifa; Solihin, Muhammad; Barizi, Muhammad Fathir; Hadi, Rino
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v1i4.689

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian anak, khususnya dalam menanamkan akhlak mulia dan sikap kedermawanan sejak usia dini. Namun, hasil observasi awal di TPQ Amanah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, menunjukkan masih rendahnya empati sosial dan perilaku kedermawanan pada sebagian anak. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat akhlak mulia dan kedermawanan anak-anak TPQ melalui pembiasaan sedekah. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan melibatkan anak-anak secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan observasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik sedekah, serta evaluasi melalui tanya jawab dan kuis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, antusiasme, dan partisipasi aktif anak-anak terhadap nilai-nilai sedekah dan akhlak Islami. Anak-anak menunjukkan sikap lebih peduli, berani berpendapat, serta memahami pentingnya berbagi dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam mendukung penguatan karakter Islami anak-anak TPQ Amanah dan berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan sebagai model pembinaan karakter pada lembaga pendidikan nonformal.
Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata Dengan Menggunakan Metode Asset Based Community Development (ABCD) di Desa Sapta Mulia, Kabupaten Tebo Kurniawan, Sugeng; Rosyidi, Andri; Solihin, Muhammad; Yansah, Alrudi; Putri D, Khairunnisa Ananda; Sari, Lisa Nitya; Siddiq, M Fajar Nur; Safitri, Tasya Dia; Rahmawati, Putri; Yasri, Muhammad; Aprillia, Hanifa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1051

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini melibatkan mahasiswa dalam membantu masyarakat menyelesaikan berbagai permasalahan melalui pendekatan yang berbasis partisipasi aktif. Artikel ini menganalisis peran Kukerta dalam meningkatkan kesadaran lingkungan serta memberikan edukasi kepada anak-anak di Desa Sapta Mulia, Kabupaten Tebo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan potensi lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Subjek kegiatan ini adalah masyarakat Dusun Mulia Sari, Desa Sapta Mulia. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program yang dilaksanakan, seperti bimbingan belajar untuk anak SD, pelatihan UMKM, pengembangan keterampilan kaligrafi di TPQ, serta pembuatan taman bunga dan taman obat keluarga, berdampak positif bagi masyarakat. Kesadaran akan pentingnya lingkungan hijau dan pemanfaatan tanaman obat meningkat. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi membantu meningkatkan efektivitas belajar anak-anak. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan keberhasilan program dalam mendorong kemandirian serta kesadaran akan pentingnya pendidikan dan lingkungan yang lebih baik.
Bridging The Legitimacy Gap: A Multi-Level Governance Analysis of Geothermal Resistance in Pandarincang, Indonesia Pratiwi, Diah Ayu; Arifin, Suherman; Rosita Wahyiah, Ita; Saputra, Dimas; Solihin, Muhammad
Jurnal EL-RIYASAH Vol 16, No 2 (2025): Desember
Publisher : Sultan Syarif Kasim State Islamic University, Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jel.v16i2.38172

Abstract

Geothermal energy is one of Indonesia's most promising renewable energy sources, particularly in areas along the Ring of Fire. However, managing geothermal energy often involves complex dynamics, including policy, governance, and local community resistance. This article aims to analyze the dynamics of geothermal energy policy governance in Indonesia, focusing on the case of Padarincang, Banten. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews with stakeholders (central government, local government, and local communities), observation, and documentation from government reports, media, and academic publications. The research findings indicate that geothermal energy policy in Padarincang demonstrates a conflict of interests at various government levels (national, regional, and village) and non-state actors (investors, mass organizations, and civil society). Community resistance arises due to weak participation mechanisms and a lack of communication between governance levels. This study emphasizes that the success of Indonesia's energy transition is highly dependent on strengthening collaborative governance across all levels and actors.
Merokok Sebagai Identitas Pertemanan Solihin, Muhammad; Marsa, Yummy Jumiati
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/th6vve54

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas tentang merokok sebagai identitas pertemanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami serta melihat gambaran bagaimana merokok menjadi bagian dari identitas pertemanan di kalangan remaja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pendukung. Yang terdiri dari 15 informan, yaitu informan utama, informan kunci dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merokok menjadi bagian identitas pertemanan karena berberapa alasan kuat, yaitu sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas, sebagai cara untuk menunjukkan kedewasaan dan kemandirian, dan sebagai sarana untuk mengurangi stres dan kecemasan. Penelitian ini juga menemukan bahwa identitas pertemanan yang terkait dengan merokok dapat mempengaruhi perilaku dan keputusan individu dalam kelompok. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana identitas pertemanan dapat mempengaruhi perilaku kesehatan, khususnya terkait dengan merokok. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan program pencegahan dan intervensi yang lebih efektif dalam mengurangi kebiasaan merokok di kalangan remaja.
Patient Segmentation Based on Visit Patterns and Diagnoses Using the K-Means Clustering Algorithm on Medical Records from XYZ Clinic in 2024 Solihin, Muhammad; Sari, Titi; Sophia Carolina Shani
Journal of Industrial Engineering and Halal Industries Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Industrial Engineering and Halal Industries (JIEHIS)
Publisher : Industrial Engineering Department, Faculty of Science and Engineering, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiehis.5377

Abstract

Outpatient clinics in Indonesia routinely generate extensive health data through patient visits; however, such data remain underutilized for strategic and clinical decision-making. This study aims to segment patients based on visit frequency, diagnosis codes, demographic characteristics, and payment types using three clustering techniques: K-Means, Agglomerative Hierarchical Clustering, and DBSCAN. The objective is to determine the most effective method for patient stratification in a primary healthcare setting. Patient visit data from Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga for the year 2024 were analyzed. K-Means produced the most granular structure with nine clusters, DBSCAN identified seven clusters including a noise group, while Hierarchical Clustering yielded three macro-clusters. Internal validation using Silhouette Score, Davies-Bouldin Index, and Calinski-Harabasz Index revealed Hierarchical Clustering as the optimal model, achieving the highest cluster cohesion and separation with a Silhouette Score of 0.502, Calinski-Harabasz Index of 2134.87, and Davies-Bouldin Index of 0.668. The dendrogram and principal component analysis visualization confirmed the natural separation into three clinically meaningful patient segments. Cluster 0 comprised patients with acute respiratory and digestive conditions exhibiting sporadic visits. Cluster 1 consisted predominantly of male BPJS-insured patients with musculoskeletal and dental complaints and moderate visit frequency. Cluster 2 included female BPJS-insured patients with chronic metabolic and vascular diseases requiring consistent and frequent care. These findings demonstrate the efficacy of hierarchical clustering in producing interpretable patient segments and provide a valuable foundation for targeted healthcare management and resource allocation in outpatient clinics.
Designing Joyful Learning Experiences for Strengthening Learning Independence in Elementary IPAS Education Sari, Wanda Puspita; Solihin, Muhammad; Wiseza, Fitria Carli
Tekno - Pedagogi : Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 16 No. 3 (2026): Tekno-Pedagogi
Publisher : Program Magister Teknologi Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning independence is an essential competency in elementary education, particularly in IPAS learning, which requires students to actively engage in observation, inquiry, discussion, and problem-solving activities. However, many elementary students still demonstrate limited initiative, responsibility, and self-regulation during the learning process. This study aimed to examine how the design and implementation of joyful learning experiences could strengthen students’ learning independence in elementary IPAS education. The study employed a Classroom Action Research design based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of two action cycles. The research was conducted with 14 fourth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Bungo during the 2025/2026 academic year. Joyful learning experiences were designed through educational games, collaborative discussions, contextual exploration activities, presentations, and reflective learning tasks. Data were collected through observation and documentation and analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. Learning independence was assessed through four dimensions: self-confidence, learning discipline, responsibility, and learning initiative. The findings revealed continuous improvement across all dimensions throughout the intervention cycles. The average level of learning independence increased from 43% in the pre-cycle phase to 59.5% in Cycle I and reached 79.5% in Cycle II. The greatest improvement was observed in learning initiative, while responsibility consistently achieved the highest scores. These findings indicate that joyful learning experiences can create meaningful and student-centered learning environments that support the development of learning independence and self-regulated learning in elementary IPAS education.
Comparative Machine Learning Methods for ICD-10 Diagnosis Classification Rahmadi, Deddy; Solihin, Muhammad; Mada, Grandianus Seda; Albar, Wakhid Fitri; Sani, Sophia Carolina
Enthusiastic : International Journal of Applied Statistics and Data Science Volume 6 Issue 1, April 2026
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/enthusiastic.vol6.iss1.art4

Abstract

The classification of disease diagnoses using the International Classification of Diseases (ICD-10) standard is essential for supporting clinical decision-making and administrative processes in healthcare systems. This study evaluated the performance of three machine learning algorithms, namely decision tree, random forest, and support vector machine (SVM), for ICD-10 diagnosis classification using 3,730 textual medical record entries collected from the Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia. The dataset exhibited significant class imbalance, which was addressed using the synthetic minority oversampling technique (SMOTE). The preprocessing procedures included text normalization and Term frequency-inverse document frequency (TF-IDF) vectorization, followed by model development with hyperparameter tuning through grid search cross validation. Model performance was assessed using accuracy, precision, recall, F1-score, confusion matrix, and five-fold cross validation. Random forest achieved the highest mean accuracy at 93.65%, followed by decision tree at 92.25% and SVM at 87.91%. These results indicate that ensemble-based approaches provide more reliable classification outcomes for imbalanced textual medical data. The findings are expected to support the development of semi-automated ICD-10 coding systems and improve the efficiency and accuracy of medical coding workflows.