Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Edukasi Terapi Akupresur dan Masase Effleurage bagi Kader Kesehatan dalam Penanganan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Putri, Isnaini; Mutiah, Cut; Helmi, Alfian; Dewi, Silfia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22441

Abstract

ABSTRAK Penelitian lain menemukan 58,1% ibu hamil mengeluh nyeri punggung dengan rincian nyeri sedang (29,0%), nyeri ringan (22,6%), dan nyeri berat (6,5%). Perubahan selama kehamilan dapat memicu gangguan kenyamanan ibu hamilsalah satunya nyeri punggung. Akupresur merupakan cara penyembuhan yang menggunakan teknik penekanan dengan jari-jari pada titik akupunktur sebagai pengganti penusukan jarum pada sistim penyembuhan akupunktur.Terapi non-farmakologis lainnya yang dapat diberikan adalah effleurage massage, yang memberikan pijatan yang lembut, lambat dan tanpa gangguan di punggung ibu hamil sehingga dapat menyebabkan relaksasi dan mengurangi rasa sakit. Peran kader sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat serta upaya kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi angka kesakitan pada ibu hamil. Meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dalam upaya mengurangi nyeri punggung ibu hamil melalui akupresur dan massage effleurage. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah intervensi edukasi kesehatan. Pengetahuan kader kesehatan tentang terapi komplementer akupresur dengan kategori baik yaitu 58,4% menjadi 100% dan pengetahuan kader kesehatan tentang terapi komplementer massage effleuragedengan kategori baik yaitu 91,7% menjadi 100%.  Para kader kesehatan mampu memahami bahwa nyeri punggung merupakan keluhan umum yang sering dialami ibu hamil dapat diatasi melalui terapi komplementer akupresur dan massage effleurage. Kata Kunci: Akupresur, Massage Effleurage, Nyeri Punggung, Ibu Hamil.  ABSTRACT Another study found that 58.1% of pregnant women complained of back pain with details of moderate pain (29.0%), mild pain (22.6%), and severe pain (6.5%). Changes during pregnancy can trigger discomfort in pregnant women, one of which is back pain. Acupressure is a healing method that uses a technique of pressing with fingers on acupuncture points as a substitute for needle insertion in the acupuncture healing system. Another non-pharmacological therapy that can be given is effleurage massage, which provides a gentle, slow and uninterrupted massage on the back of pregnant women so that it can cause relaxation and reduce pain. The role of cadres is very necessary in bringing promotive and preventive efforts closer to the community, especially related to efforts to improve the nutritional status of the community and maternal and child health efforts to reduce morbidity in pregnant women. To increase the knowledge of health cadres in efforts to reduce back pain in pregnant women through acupressure and effleurage massage. The community service method used in this activity was a health education intervention. Health cadres' knowledge of complementary acupressure therapy increased from 58.4% to 100%, and their knowledge of complementary effleurage massage therapy increased from 91.7% to 100%. Health cadres understood that back pain, a common complaint often experienced by pregnant women, can be addressed through complementary acupressure and effleurage massage therapies. Keywords: Acupressure, Effleurage Massage, Back Pain, Pregnant Women.
Relationship Between Parenting Patterns and the Incidence of Stunting in Toddlers Khaira, Nuswatul; Faisal, T. Iskandar; Kurniawan, Rahmat; Helmi, Alfian; Asmawati, Asmawati; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Muchtar, Afdhal; Jamni, Teuku
Journal Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v4i2.134

Abstract

Background: Stunting remains a public health problem in Indonesia, including in Palu City, Central Sulawesi, with prevalence increasing from 23.9% to 24.7% in 2022, remaining below the national target for stunting reduction. Several studies have shown that 22.9% of parents practice poor parenting practices, a factor contributing to the high incidence of stunting in toddlers. Purpose: To determine the relationship between parenting patterns and the incidence of stunting in toddlers in the work area of ​​Tawaeli Health Center, Palu City. Methods: This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The study population was all toddlers aged 24–59 months in the Tawaeli Community Health Center working area. A sample of 70 respondents was selected using a purposive sampling technique, with the inclusion criteria being toddlers who had complete data regarding height and weight and mothers who were willing to be respondents. Data on family parenting patterns were collected using a structured questionnaire, while stunting status was determined based on anthropometric data. Data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: There was a significant relationship between family parenting patterns and the incidence of stunting in toddlers with a p value of 0.02 (p <0.05). Toddlers raised with poor parenting patterns had a higher risk of stunting than toddlers raised with good parenting patterns. Conclusion: Family parenting patterns are significantly associated with stunting in toddlers aged 24–59 months. Strengthening the family's role through education on appropriate parenting patterns needs to be a focus of pediatric and community nursing interventions in stunting prevention efforts.
Model Skrining Hipertensi Berbasis Kader Sebagai Inovasi Deteksi Dini Berkelanjutan di Masyarakat Kurniawan, Rahmat; Evie, Sova; Manggasa, Dafrosia Darmi; Hasan, Sri Musriniawati; Mangundap, Selvi Alfrida; Wijianto, Wijianto; Subchan, Djadid; Galenso, Nitro; Faisal, T. Iskandar; Khaira, Nuswatul; Helmi, Alfian; Supirno , Supirno
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yh86ge85

Abstract

Deteksi dini hipertensi sering terhambat oleh keterbatasan tenaga kesehatan dan rendahnya kesadaran masyarakat. Pemberdayaan kader kesehatan menjadi strategi potensial untuk memperkuat upaya promotif dan preventif berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi model skrining hipertensi berbasis kader sebagai inovasi deteksi dini yang berkelanjutan di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Nalu, Kabupaten Tolitoli, pada Maret 2025 dengan pendekatan promotive dan preventif berbasis komunitas. Responden kegiatan adalah 30 kader kesehatan yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait pengukuran tekanan darah dan edukasi hipertensi. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pengetahuan, keterampilan pengukuran tekanan darah, kelancaran pelaksanaan skrining, dan kemampuan edukasi kesehatan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada seluruh indikator evaluasi. Pada pre-test, sebagian besar kader memiliki pengetahuan rendah (67%) dan keterampilan pengukuran tekanan darah yang tidak sesuai standar (83%). Setelah intervensi, seluruh kader (100%) mencapai kategori tertinggi pada aspek pengetahuan, keterampilan pengukuran tekanan darah, kelancaran skrining di masyarakat, serta kemampuan memberikan edukasi kesehatan. Model skrining hipertensi berbasis kader terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader dan mendukung deteksi dini hipertensi di masyarakat. Pendekatan ini berpotensi memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas dan dapat direplikasi sebagai strategi berkelanjutan pengendalian penyakit tidak menular. Model skrining hipertensi berbasis kader terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader dan mendukung deteksi dini hipertensi di masyarakat. Pendekatan ini berpotensi memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas dan dapat direplikasi sebagai strategi berkelanjutan pengendalian penyakit tidak menular.
Optimalisasi Kesehatan Lansia melalui Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Tekanan Darah serta Kadar Gula Darah di Desa Serambi Indah Kota Langsa Lina, Lina; Harahap, Meliani Sukmadewi; Keumalahayati, Keumalahayati; Helmi, Alfian; Khaira, Nuswatul; Hasnani, Fenti; Supriyanti, Supriyanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fqvpr020

Abstract

Pemenuhan asupan nutrisi seimbang pada lansia merupakan faktor penting dalam mencegah penyakit degeneratif dan memperlambat penurunan fungsi fisiologis akibat proses penuaan. Lansia membutuhkan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh serta pemantauan kesehatan secara rutin untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah komplikasi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemandirian lansia dalam mengelola kesehatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia dalam memenuhi kebutuhan gizi serta mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah di Desa Serambi Indah, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui edukasi gizi menggunakan media leaflet dan penyuluhan interaktif, serta pemeriksaan tekanan darah (TD) dan kadar gula darah (KGD) sebagai bentuk skrining kesehatan. Peserta kegiatan berjumlah 70 orang lansia. Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner pengetahuan dan pencatatan hasil pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik setelah mengikuti edukasi. Pemeriksaan tekanan darah menunjukkan mayoritas peserta berada pada kategori normal sebanyak 43 orang (61,43%), sementara pemeriksaan kadar gula darah menunjukkan mayoritas juga berada pada kategori normal sebanyak 48 orang (68,57%). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia serta memberikan gambaran kondisi kesehatan mereka secara langsung.