Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN ANAKKU SEHAT DAN CERDAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA GURU PAUD HI (HOLISTIK INTERGRATIF) DI KECAMATAN RANTAU SELAMAT KABUPATEN ACEH TIMUR Lina, Lina; Harahap, Meliani Sukmadewi; Ahmad, Aripin; Kasad, Kasad; Emilda, Emilda; Supriyanti, Supriyanti; Helmi, Alfian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36650

Abstract

Berantas Stunting SEAMEO-REFCON bekerja sama dengan Pemerintah Aceh Timur dan Poltekkes Kemenkes Aceh. SEMEO-REFCON telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan Anakku Sehat dan Cerdas bagi Master of Trainers (MoT) di Kabupaten Aceh Timur dengan menggunkan 9 modul Annakku Sehat dan Cerdas secara during yang diikuti oleh pihak Akademisi dan Pemerintah Aceh Timur dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dari perangkat daerah terkait pengembangan anak usia dini holistik-integratif dalam rangka upaya pencegahan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian meningkatkan pengetahuan dan kemandirian guru PAUD HI dalam mengoptimalkan tumbuh kembang balita untuk pencegahan stunting di Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur Tahun 2024. Metode: kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk pelatihan yang terdiri dari pembukaan, pretest, penyampaian materi dengan menggunakan 9 modul Annaku Sehat dan Cerdas, postest, penutupan dan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi. Peserta platihan ini guru PAUD HI dan Kader Kesehatan yang ada di Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur sebanyak 21 orang. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 4 Oktober 2024 di aula UPTD Puskesmas Rantau Selamat. Hasil : Kegiatan ini terlaksana dengan baik sesuai rencana dengan hasil terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dimana hasil pretest sebanyak 21 orang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 100% dan hasil postest sebanyak 21 orang (100%) memiliki pengetahuan baik. Peserta juga melakukan microteacing dan parentring kepada orang tua anak usia dini (AUD). Pelatihan ini sangat bermanfaat maka perlu ditingkatkan dan dilaksnakan kembali terutama kepada guru -guru PAUD HI dan Kader Kesehatan yang ada di kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur.
Edukasi Terapi Akupresur dan Masase Effleurage bagi Kader Kesehatan dalam Penanganan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Putri, Isnaini; Mutiah, Cut; Helmi, Alfian; Dewi, Silfia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22441

Abstract

ABSTRAK Penelitian lain menemukan 58,1% ibu hamil mengeluh nyeri punggung dengan rincian nyeri sedang (29,0%), nyeri ringan (22,6%), dan nyeri berat (6,5%). Perubahan selama kehamilan dapat memicu gangguan kenyamanan ibu hamilsalah satunya nyeri punggung. Akupresur merupakan cara penyembuhan yang menggunakan teknik penekanan dengan jari-jari pada titik akupunktur sebagai pengganti penusukan jarum pada sistim penyembuhan akupunktur.Terapi non-farmakologis lainnya yang dapat diberikan adalah effleurage massage, yang memberikan pijatan yang lembut, lambat dan tanpa gangguan di punggung ibu hamil sehingga dapat menyebabkan relaksasi dan mengurangi rasa sakit. Peran kader sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat serta upaya kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi angka kesakitan pada ibu hamil. Meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dalam upaya mengurangi nyeri punggung ibu hamil melalui akupresur dan massage effleurage. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah intervensi edukasi kesehatan. Pengetahuan kader kesehatan tentang terapi komplementer akupresur dengan kategori baik yaitu 58,4% menjadi 100% dan pengetahuan kader kesehatan tentang terapi komplementer massage effleuragedengan kategori baik yaitu 91,7% menjadi 100%.  Para kader kesehatan mampu memahami bahwa nyeri punggung merupakan keluhan umum yang sering dialami ibu hamil dapat diatasi melalui terapi komplementer akupresur dan massage effleurage. Kata Kunci: Akupresur, Massage Effleurage, Nyeri Punggung, Ibu Hamil.  ABSTRACT Another study found that 58.1% of pregnant women complained of back pain with details of moderate pain (29.0%), mild pain (22.6%), and severe pain (6.5%). Changes during pregnancy can trigger discomfort in pregnant women, one of which is back pain. Acupressure is a healing method that uses a technique of pressing with fingers on acupuncture points as a substitute for needle insertion in the acupuncture healing system. Another non-pharmacological therapy that can be given is effleurage massage, which provides a gentle, slow and uninterrupted massage on the back of pregnant women so that it can cause relaxation and reduce pain. The role of cadres is very necessary in bringing promotive and preventive efforts closer to the community, especially related to efforts to improve the nutritional status of the community and maternal and child health efforts to reduce morbidity in pregnant women. To increase the knowledge of health cadres in efforts to reduce back pain in pregnant women through acupressure and effleurage massage. The community service method used in this activity was a health education intervention. Health cadres' knowledge of complementary acupressure therapy increased from 58.4% to 100%, and their knowledge of complementary effleurage massage therapy increased from 91.7% to 100%. Health cadres understood that back pain, a common complaint often experienced by pregnant women, can be addressed through complementary acupressure and effleurage massage therapies. Keywords: Acupressure, Effleurage Massage, Back Pain, Pregnant Women.
Relationship Between Parenting Patterns and the Incidence of Stunting in Toddlers Khaira, Nuswatul; Faisal, T. Iskandar; Kurniawan, Rahmat; Helmi, Alfian; Asmawati, Asmawati; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Muchtar, Afdhal; Jamni, Teuku
Journal Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v4i2.134

Abstract

Background: Stunting remains a public health problem in Indonesia, including in Palu City, Central Sulawesi, with prevalence increasing from 23.9% to 24.7% in 2022, remaining below the national target for stunting reduction. Several studies have shown that 22.9% of parents practice poor parenting practices, a factor contributing to the high incidence of stunting in toddlers. Purpose: To determine the relationship between parenting patterns and the incidence of stunting in toddlers in the work area of ​​Tawaeli Health Center, Palu City. Methods: This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The study population was all toddlers aged 24–59 months in the Tawaeli Community Health Center working area. A sample of 70 respondents was selected using a purposive sampling technique, with the inclusion criteria being toddlers who had complete data regarding height and weight and mothers who were willing to be respondents. Data on family parenting patterns were collected using a structured questionnaire, while stunting status was determined based on anthropometric data. Data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: There was a significant relationship between family parenting patterns and the incidence of stunting in toddlers with a p value of 0.02 (p <0.05). Toddlers raised with poor parenting patterns had a higher risk of stunting than toddlers raised with good parenting patterns. Conclusion: Family parenting patterns are significantly associated with stunting in toddlers aged 24–59 months. Strengthening the family's role through education on appropriate parenting patterns needs to be a focus of pediatric and community nursing interventions in stunting prevention efforts.
The Association of Maternal Knowledge, Attitudes, and Practices Related to the First 1,000 Days of Life with Stunting Among Toddlers in Matang Seulimeng Village, West Langsa, Indonesia Lina , Lina; Kasad , Kasad; Khaira, Nuswatul; Helmi, Alfian; Keumalahayati, Keumalahayati; Supriyanti , Supriyanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56391

Abstract

Abstrak Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi yang berlangsung lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pemenuhan gizi yang optimal pada periode ini sangat menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Ibu memiliki peranan yang sangat penting karena pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pemenuhan gizi serta pola asuh anak berpengaruh langsung terhadap status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu tentang 1.000 HPK dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 57 ibu yang memiliki balita. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu (p = 0,015), sikap ibu (p = 0,003), dan perilaku ibu (p = 0,002) dengan kejadian stunting pada balita. Peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap positif, dan penerapan perilaku yang tepat selama periode 1.000 HPK sangat penting dalam upaya pencegahan stunting.Kata Kunci: Stunting; 1.000 Hari Pertama Kehidupan; pengetahuan ibu; sikap ibu; perilaku ibu; gizi balita