Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PELATIHAN AKUPRESUR TELAPAK KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI IYU ACEH TAMIANG TAHUN 2024 Hayani, Nora; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Sulistiany, Eva; Elfida, Elfida; Arbaiyah, Arbaiyah; Zakirullah, Zakirullah; Helmi, Alfian
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3648

Abstract

If diabetes mellitus sufferers are not treated properly, it will result in various serious complications, including damage to the nervous system, apart from that, there are also complications that can cause numbness in the soles of the feet, called peripheral neuropathy, which can cause a decrease in foot sensitivity which can result in ulcers. The aim of training on foot acupressure for diabetes mellitus families is to increase the knowledge, skills and ability of families to care for family members independently towards increased sensitivity of the feet of diabetic sufferers. Participants in this activity were 30 families of diabetes mellitus sufferers in the Sungai Iyu Aceh Tamiang Health Center working area. This community service method is first a pre-test before conducting counseling, acupressure training and a post-test. The results obtained were an increase in knowledge, namely before the counseling the majority of participants' knowledge was 18 people (60%) after the counseling the majority became good 26 people (86.7%), as well as the ability to do acupressure from not knowing at all to being able by 19 people ( 63.3%) Routine training is needed for families of diabetes mellitus sufferers so that they can do it independently to prevent diabetic foot complications so as to increase foot sensitivity and reduce dependence on the use of pharmacological therapy
Sistem Peringatan Dini berbasis Masyarakat di Daerah Rawan Bencana: Studi di Tiga Desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia Helmi, Alfian; Muthohharoh, Nur Hannah
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 1 (2024): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklat-bangprof), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i1.3302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem peringatan dini (SPD) berbasis masyarakat yang dikembangkan di daerah rawan bencana. Secara spesifik, tulisan ini menggambarkan profil bencana di lokasi studi; menganalisis bagaimana setiap komponen SPD yang dikembangkan berjalan; serta pada bagian akhir tulisan ini mengulas aspek tata kelola, komitmen pemerintah, dan perspektif inklusi dalam implementasi SPD berbasis masyarakat. Topik ini penting untuk diangkat karena pembahasan mengenai SPD berbasis masyarakat di Indonesia masih minim. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan partisipatif dengan mewawancarai sebanyak 20 informan kunci dan 6 kali focus group discussion (FGD) di ketiga desa di NTT, yakni Desa Bena (Kabupaten Timor Tengah Selatan), Desa Meusin (Kabupaten Timor Tengah Selatan) dan Desa Motaulun (Kabupaten Malaka). Meskipun dihadapkan pada keterbatasan akses informasi dan pemahaman teknis SPD, hasil studi menunjukkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat yang dikembangkan di ketiga desa dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, tentang peringatan dini dan tindakan respons yang tepat. Sayangnya, kebutuhan disabilitas, anak-anak, dan lansia belum menjadi fokus perhatian. Keberlanjutan dan pengembangan sistem ini kedepan sangat tergantung pada dukungan dari pemerintah dan kolaborasi lintas sektor di ketiga desa.
Hubungan pemenuhan kebutuhan fisiologis dengan penyembuhan luka post sectio caesarea di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh Syahlina, Cut Amelia; Khaira, Nuswatul; Faisal, T. Iskandar; Helmi, Alfian
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v5i1.834

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang sangat primer dan mutlak diperlukan untuk mempertahankan homeostasis biologis dan kelangsungan hidup bagi setiap manusia. Pentingnya perawatan pasca operasi sectio caesarea merupakan suatu perawatan yang dilakukan untuk meningkatkan proses penyembuhan luka dan mengurangi rasa nyeri dengan cara merawat luka serta meningkatkan asupan makanan tinggi protein dan vitamin. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemenuhan kebutuhan fisiologis dengan penyembuhan luka post op sectio caesarea. Metode: penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasi. Jumlah sampel sebanyak 30 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.. Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik chi square dengan menggunakan aplikasi komputer diperoleh nilai P sebesar 0,024 < a = 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan fisiologis terhadap penyembuhan luka pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah Sakit Ibu dan Anak Banda Aceh. Kesimpulan: Pemenuhan kebutuhan fisiologis pada pasien post operasi sectio caesarea harus terpenuhi agar proses penyembuhan luka menjadi cepat.
Make Upaya Pemenuhan Kebutuhan Mineral Hewan Ternak Ruminansia melalui Pelatihan Pembuatan Mineral Blok di Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri Pratama, Halim; Maharani, Aliefia; Citra, Citra; Binsanno, Mirza Musyaffa; Azhari, Trie Anindya; Affandi, Azka Syahfira; Rhandhasmara, Muhammad Azka; Helmi, Alfian; Arkhami, Fadilah Yudi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.7.1.34-46

Abstract

Minerals are essential micronutrient components for ruminant livestock, as they play a crucial role in improving Average Daily Gain (ADG), feed-to-muscle conversion efficiency, and maintaining physiological functions and the reproductive system. However, at the smallholder farming level, mineral requirements are often neglected due to the limited availability of feed, which typically consists only of grass and straw. Therefore, this training activity aimed to provide education and practical skills to farmers to independently produce mineral blocks as a solution to fulfill the mineral needs of their livestock. The training was conducted five times across several hamlets in Girimulyo Village, Jatipurno Subdistrict, Wonogiri Regency, using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method and involving 197 participants. The stages of the activity included material presentation, demonstration, hands-on assistance in production, and distribution of mineral blocks to farmers. The training evaluation employed the AIDA model (Attention, Interest, Desire, Action). This program successfully improved the knowledge, skills, and motivation of the farmers. Participants were able to produce mineral blocks independently and experienced direct benefits for their livestock. Some challenges encountered included material preparation and the drying process of the blocks. The mineral block training proved to be an effective and applicable intervention to improve the quality of smallholder livestock farming. It is recommended that similar training programs be continued with active community involvement, supported by monitoring, evaluation, and publication efforts to ensure program sustainability.
Program Pendidikan Kesehatan tentang Pencegahan dan Mitigasi Penyakit Menular pada Masyarakat Veri, Nora; Mutiah, Cut; Helmi, Alfian; Alchalidi, Alchalidi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22437

Abstract

ABSTRAK Penyakit menular masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Lengkong Kecamatan Langsa Baro mengenai pencegahan dan mitigasi penyakit menular. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari ibu rumah tanggayang memiliki bayi/balita. Kegiatan dilakukan pada 31 Agustus 2025 dan tanggal 2 September 2025 di Desa Lengkong Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai jenis-jenis penyakit menular, cara penularan, upaya pencegahan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan imunisasi, serta langkah mitigasi dini yang dapat dilakukan di tingkat keluarga maupun komunitas. Program pendidikan kesehatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit menular.  Kata Kunci: Program Kesehatan, Penyakit Menular, Imunisasi, Campak, TB Paru. ABSTRACT Infectious diseases continue to pose significant public health challege, particullary in rural areas where access to health information and services is limited. To enhace the comunity’s knowledge and skills Lengkong Village, Langsa Baro District, for preventing and reducing infectious diseases. The methods used included counseling, training, and mentoring with 25 participants consisting of housewives with babies or toddlers. The activity was onduted on August 31, 2025, and September 2, 2025, in Lengkong Village, Langsa Baro District, Langsa City. Activity’s outcames demostrated an increase in community knowledge and understanding of infectious diseases, including theirtransmission, prevention efforts through such as the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and immunization, as well as early mitigation measures that can be carried out at the family and community levels. This health education program has proven effective in increasing community understanding and awareness of the importance of preventing infectious diseases. Keywords:   Medical Education, Infectious Disease, Immunization, Rubeola, Pulmonary Tuberculosis.
Mendorong Model Pertumbuhan Ekonomi Sirkular melalui Penerapan Pertanian-Peternakan Regeneratif di Desa Sendangsari dalam Upaya Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Helmi, Alfian; Wibowo, Ari; Sujarnoko, Tekad Urip Pambudi
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.644-649

Abstract

Berdasarkan masalah yang telah diuraikan, terdapat 3 rekomendasi utama untuk pemerintah Desa Sendangsari dalam untuk mengimplementasikan model ekonomi sirkuler dengan penerapan pertanianpeternakan regeneratif, yakni sebagai berikut: 1) Pemerintah Desa bersama dengan BUMDes, Kelompok Tani-Ternak dan Kelompok Perempuan perlu duduk bersama guna menentukan arah pengembangan desa dan pembagian peran masing-masing dalam rangka penerapan model ekonomi sirkuler pertanian-peternakan regeneratif. Pembagian peran ini juga bisa dilakukan dengan melibatkan INFID dan IPB sebagai mitra eksternal untuk peningkatan kapasitas SDM di masing-masing lembaga desa. 2) Peningkatan kapasitas SDM perlu terus dilakukan, misalnya dengan melakukan pelatihan manajemen bisnis pakan dan pembuatan pakan sistem silase berbahan dasar limbah hasil samping pertanian pada anggota BUMDes. Selain itu, pelatihan yang menyangkut aspek pemeliharaan, pencegahan dan pengobatan ternak juga perlu terus menerus dilakukan dengan disertai pendampingan intensif. Pelatihan pemanfaatan pupuk kandang dengan metode bokashi untuk melakukan optimasi dan percepatan dalam produksi pupuk juga penting untuk dilakukan. 3) BUMDes perlu segera menetapkan model bisnis yang akan dijalankan, tentunya dengan mengacu pada prinsip-prinsi penerapan model ekonomi sirkuler yang holistik dan integratif. Model bisnis ini juga bisa mengacu pada sistem canvas yang telah dijelaskan pada tulisan ini. BUMDes juga perlu mengganti orientasi sistem bisnis breeding dengan sistem penggemukan (fattening), serta mengganti ternak kambing dengan domba agar dapat melakukan optimasi luas kandang, tenaga kerja dan pasar untuk mendapatkan cash flow BUMDes yang sehat. 4) Dalam rangka menjamin akses pasar, BUMDes perlu menjalin kerjasama dengan off-taker inti dan meminta spesifikasi kebutuhan of taker inti. 5) Untuk mengatasi penyakit hewan yang sering terjadi di Desa Sendangsari, BUMDes juga perlu bekerjasama dengan Dinas setempat untuk membuka klinik online bagi petani peternak regeneratif.
Sistem Peringatan Dini berbasis Masyarakat di Daerah Rawan Bencana: Studi di Tiga Desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia Helmi, Alfian; Muthohharoh, Nur Hannah
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 1 (2024): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i1.3302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem peringatan dini (SPD) berbasis masyarakat yang dikembangkan di daerah rawan bencana. Secara spesifik, tulisan ini menggambarkan profil bencana di lokasi studi; menganalisis bagaimana setiap komponen SPD yang dikembangkan berjalan; serta pada bagian akhir tulisan ini mengulas aspek tata kelola, komitmen pemerintah, dan perspektif inklusi dalam implementasi SPD berbasis masyarakat. Topik ini penting untuk diangkat karena pembahasan mengenai SPD berbasis masyarakat di Indonesia masih minim. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan partisipatif dengan mewawancarai sebanyak 20 informan kunci dan 6 kali focus group discussion (FGD) di ketiga desa di NTT, yakni Desa Bena (Kabupaten Timor Tengah Selatan), Desa Meusin (Kabupaten Timor Tengah Selatan) dan Desa Motaulun (Kabupaten Malaka). Meskipun dihadapkan pada keterbatasan akses informasi dan pemahaman teknis SPD, hasil studi menunjukkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat yang dikembangkan di ketiga desa dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, tentang peringatan dini dan tindakan respons yang tepat. Sayangnya, kebutuhan disabilitas, anak-anak, dan lansia belum menjadi fokus perhatian. Keberlanjutan dan pengembangan sistem ini kedepan sangat tergantung pada dukungan dari pemerintah dan kolaborasi lintas sektor di ketiga desa.
Upaya Pencegahan Stunting Secara Dini pada Remaja Putri di Desa Seulalah Baru Kecamatan Langsa Lama Lina, Lina; Sukmadewi, Meliani; Kasad, Kasad; Alchalidi, Alchalidi; Helmi, Alfian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12507

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi isu besar bagi bangsa Indonesia dan merupakan program prioritas pemerintah yang harus segera ditanggulangi. Upaya pencegahan stunting secara dini pada remaja adalah sebuah trobosan peningkatan pengetahuan gizi sebelum memulai berkeluarga yang berkontribusi pada kesadaran akan kesehatan ibu dan anak dimasa penting dalam kehidupannya, termasuk memutus rantai persoalan stunting. Pengabdian masyarakat ini untuk mencegah terjadinya stunting secara dini pada remaja di Desa Seulalah Baru Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa. Pengabdian kepada masyarakat ini bersifat deskriptif dengan tahapan pelaksananaan yaitu persiapan, pemeriksaan tinggi badan (TB), berat badan (BB), haemoglobin (Hb), tekanan darah, pretest, edukasi (pencegahan stunting, gizi seimbang, anemia), demonstrasi perhitungan berat badan ideal dan posttest. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah remaja Desa Seulalah Kecamatan Langsa lama Kota Langsa yang berjumlah 40 orang. Mayoritas berat badan remaja tidak ideal sebanyak 22 (55%),  mayoritas memiliki tekanan darah normal sebanyak 27 (65,7%), mayoritas memiliki Hb normal sebanyak 34 (85%), mayororitas pengetahuan remaja sebelum dilakukan penyuluhan memiliki pengetahuan kurang  sebanyak 27 ( 67,5%) serta mayoritas memiliki pengetahuan baik setelah penyuluhan sebanyak  33 (82,5%). Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan pada remaja sebaiknya dilakukan secara dini dan rutin minimal 6 bulan sekali. Kata Kunci: Pencegahan Stunting, Remaja Putri, Anemia, Berat Badan Ideal  ABSTRACT Stunting is still a big issue for the Indonesian people and is a government priority program that must be addressed immediately. Efforts to prevent stunting early in adolescents are a breakthrough in increasing nutritional knowledge before starting a family which contributes to awareness of maternal and child health at an important time in their lives, including breaking the chain of stunting problems. This community service is to prevent premature stunting in teenagers in Seulalah Baru Village, Langsa Lama District, Langsa City. This community service is descriptive in nature with implementation stages, namely preparation, checking height (TB), weight (BB), hemoglobin (Hb), blood pressure, pretest, education (stunting prevention, balanced nutrition, anemia), demonstration of weight calculation ideal and posttest. The targets of this community service are teenagers from Seulalah Village, Langsa Lama District, Langsa City, totaling 40 people. The majority of teenagers' weight was not ideal as much as 22 (55%), the majority had normal blood pressure as much as 27 (65.7%), the majority had normal Hb as much as 34 (85%), the majority of teenagers' knowledge before counseling had insufficient knowledge as much as 27 ( 67.5%) and the majority had good knowledge after counseling as many as 33 (82.5%). Counseling and health checks for teenagers should be carried out early and routinely at least once every 6 months. Keywords: Prevention of Stunting, Adolescent Girls, Anemia, Ideal Body Weight
Pelatihan Penanggulangan Krisis Kesehatan bagi Petugas Kesehatan di Kota Langsa Abdurrahman, Abdurrahman; Mutiah, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Oktabina, Rizky Wan; Helmi, Alfian; Zakirullah, Zakirullah; Alchalidi, Alchalidi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.16996

Abstract

ABSTRAK Indonesia sering mengalami bencana alam dan non alam (wabah) yang menimbulkan krisis kesehatan, seperti korban mati, korban luka, sakit, pengungsi, lumpuhnya pelayanan kesehatan, penyakit menular, sanitasi lingkungan, gangguan jiwa dan masalah kesehatan lainnya. Kegiatan Penanggulangan Krisis Kesehatan dilaksanakan mulai pra-krisis kesehatan, tanggap darurat, dan pasca krisis kesehatan dengan menitikberatkan pada Pengurangan Risiko Krisis Kesehatan. Salah satu permasalahan di Kota Langsa adalah banjir yang membuat rumah dan fasilitas publik termasuk Puskesmas terendam air sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak maksimal serta berpotensi menimbulkan krisis kesehatan serta terbentuknya Emergency Medical Team (EMT) yang mencakup lintas profesi kesehatan Kota Langsa untuk menghadapi ancaman bencana. Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan tentang penanggulangan krisis kesehatan serta meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pembentukan tim tenaga kesehatan tanggap bencana dan selanjutnya pelatihan mencakup simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan. Peserta belum mendapatkan pelatihan tentang latihan Table Top dengan jumlah 27 orang (90%) peserta, terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Dengan hasil kategori berpengetahuan baik sebelum edukasi yaitu 12 peserta (40%) menjadi 18 orang (60%) serta peserta mampu melakukan pelatihan penanggulangan bencana di mulai dari pencegan mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan pada fase pra bencana, kegiatan tanggap darurat pada saat bencana dan fase pemulihan pasca bencana. Peserta telah memahami tentang penanggulangan krisis kesehatan dan telah terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Kata Kunci: Pelatihan, Penanggulangan Krisis Kesehatan, Rawan Bencana  ABSTRACT Indonesia often experiences natural and non-natural disasters (outbreaks) which cause health crises, such as deaths, injuries, illnesses, refugees, paralyzed health services, infectious diseases, environmental sanitation, mental disorders and other health problems. Health Crisis Management activities are carried out starting from pre-health crisis, emergency response, and post-health crisis with an emphasis on Reducing the Risk of Health Crisis. One of the problems in Langsa City is flooding which causes houses and public facilities including the Community Health Center to be submerged in water so that health services to the community are not optimal and have the potential to cause a health crisis and the formation of an Emergency Medical Team (EMT) which includes a cross-section of health professions in Langsa City to face the threat of disaster. Increase health workers' understanding of how to deal with health crises and increase the capacity and skills of health workers in providing health services in emergency conditions and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. The method or form of activity used in this community service begins with the formation of a team of disaster response health workers and then training includes a Health Crisis Management simulation. Participants had not received training on table top exercises with a total of 27 people (90%) participants, there was an increase in knowledge before and after education. With the results of the good knowledge category before education, namely 12 participants (40%) to 18 people (60%) and participants were able to carry out disaster management training starting from prevention, mitigation and preparedness carried out in the pre-disaster phase, emergency response activities during the disaster and the post-disaster recovery. Conclusion: Participants understand how to deal with health crises and are skilled in providing health services in emergency situations and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. Keywords: Training, Health Crisis Management, Disaster Prone
PELATIHAN ANAKKU SEHAT DAN CERDAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA GURU PAUD HI (Holistik Intergratif) DI KECAMATAN RANTAU SELAMAT KABUPATEN ACEH TIMUR Lina, Lina; Harahap, Meliani Sukmadewi; Ahmad, Aripin; Kasad, Kasad; Emilda, Emilda; Supriyanti, Supriyanti; Helmi, Alfian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.36339

Abstract

Berantas Stunting SEAMEO-REFCON bekerja sama dengan Pemerintah Aceh Timur dan Poltekkes Kemenkes Aceh. SEMEO-REFCON telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan Anakku Sehat dan Cerdas bagi Master of Trainers (MoT) di Kabupaten Aceh Timur dengan menggunkan 9 modul Annakku Sehat dan Cerdas secara during yang diikuti oleh pihak Akademisi dan Pemerintah Aceh Timur dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dari perangkat daerah terkait pengembangan anak usia dini holistik-integratif dalam rangka upaya pencegahan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian meningkatkan pengetahuan dan kemandirian guru PAUD HI dalam mengoptimalkan tumbuh kembang balita untuk pencegahan stunting di Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur Tahun 2024. Metode: kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk pelatihan yang terdiri dari pembukaan, pretest, penyampaian materi dengan menggunakan 9 modul Annaku Sehat dan Cerdas, postest, penutupan dan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi. Peserta platihan ini guru PAUD HI dan Kader Kesehatan yang ada di Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur sebanyak 21 orang. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 4 Oktober 2024 di aula UPTD Puskesmas Rantau Selamat. Hasil : Kegiatan ini terlaksana dengan baik sesuai rencana dengan hasil terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dimana hasil pretest sebanyak 21 orang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 100% dan hasil postest sebanyak 21 orang (100%) memiliki pengetahuan baik. Peserta juga melakukan microteacing dan parentring kepada orang tua anak usia dini (AUD). Pelatihan ini sangat bermanfaat maka perlu ditingkatkan dan dilaksnakan kembali terutama kepada guru -guru PAUD HI dan Kader Kesehatan yang ada di kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur.