p-Index From 2021 - 2026
5.131
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Jurnal Bahasa dan Sastra Lembaran Ilmu Kependidikan BAHASA DAN SASTRA Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JINOP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) KEMBARA Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JURNAL PENGABDI Jurnal Ilmiah Telaah Jurnal Basicedu Jurnal KATA : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Budaya Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni International Conference on Languages and Arts Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan) Pena Literasi Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan ARBITRER: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Jurnal Filsafat Indonesia Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kode : Jurnal Bahasa Journal Of World Science Jurnal Pembelajaran Sastra Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Basicedu International Journal of Educational Narratives
Claim Missing Document
Check
Articles

MITOLOGI KEHIDUPAN MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL DUA TANDA KURUNG KAJIAN: ANTROPOLOGI Qhothrun Nadaul Jannah; Purwati Anggraini
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v8i1.6970

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru, mendiskripsikan aspek budaya yang terkandung dalam novel Dua Tanda Kurung karya Handoko F Zainsam. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode kualitatif hermeneutika, yaitu cara kerja pemahan terhadap teks atau wacana, dimana pemahaman itu mengandung kebenaran secara rasional, logis dan bersistematika. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya; (1) Mitos kepercayaan mistis, (2) Mitos yang berupa (gugon Tuhan/Pamali) Pantangan atau larangan-larangan, (3) Mitos yang berupa  sirikan (yang harus dihindari). Novel “Dua Tanda Kurung” I’m Still A Woman” karya Handoko F Zainsam adalah sebuah novel yang menceritakan sebuah pergolakan kehidupan wanita yang berupaya mencari tahu jati dirinya sendiri. Tidak lurus jalan yang ia lewati, berbagai kekacauan datang silih berganti dan tekanan dalam diri serta psikologi, membuatnya kehilangan arah dan kadang tak sadar atas kelakuannya. Perjalanan kehidupannya membuat ia harus menyiapkan diri masuk ke dalam geliat pergulatan politik, sosial dan kebudayaan yang absurd.
Kritik Sosial dalam Novel "Anak-Anak Tukang" Karya Baby Ahnan Khoirun Nisak; Purwati Anggraini
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 9, No 2 (2020): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.629 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v9i2.990

Abstract

Artikel ini mendiskusikan kritik  sosial dalam novel “Anak-Anak Tukang” karya Baby Ahnan. Novel itu mengisahkan hiruk piruk kehidupan lingkungan sosial yang di dalamnya mengandung kritik sosial seperti soal pemerataan pembangunan pendidikan. Sementara pengertian kritik pada dasarnya merupakan wujud sambutan pembaca yang menghakimi serta menilai karya sastra guna memberi penilaian dan memberi keputusan baik dan buruk tidaknya suatu karya satra yang telah dibaca oleh kritikus. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan fisik yang terjadi di daerah seperti Flores ternyata tidak menjamin terjadinya peningkatan kesejatraan masyarakat. Kemudian, pemanfaatan tenaga kerja lokal di sektor pembangunan menjadi tidak optimal karena pendidikan mereka rendah sebagai akibat pendidikan yang tidak merata.Katakunci: kritik, sosial, lingkungan, pendidikan Abstract:This article discusses social criticism in Baby Ahnan's novel “Anak-Anak Tukang”. The novel tells a story of the hustle and bustle of social life which contains social criticism, such as the issue of equality of education. Meanwhile, the definition of criticism is basically a form of response from readers who judge and judge literary works in order to give judgments and make decisions about whether or not a literary work has been read by critics. The method used was descriptive qualitative method and sociological literary approach. The results show that physical infrastructure development in areas such as Flores did not guarantee an improvement in the welfare of the community. Then, the utilization of local labor in the development sector is not optimal because their education is low as a result of unequal education.Keywords: criticism,  education, environmental, social 
INTERACTION AND NASIONALISM OF MILLENNIAL GENERATION IN THE NOVEL HOW TO LOVE INDONESIA BY BUMA M. SEMBIRING (INTERAKSI DAN SIKAP NASIONALIME GENERASI MILENIAL DALAM NOVEL HOW TO LOVE INDONESIA KARYA BUMA M. SEMBIRING) Dzul Asfi Waraihan; Purwati Anggraini
Jurnal Gramatika Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4848.939 KB) | DOI: 10.22202/jg.2021.v7i1.3459

Abstract

The process of interaction should encompass good ethicand behavior asboth ethic and behavior are involved as controlsinperforming actions or utteringwords when interacting with others. Interaction in society can be used as an indicator to measure one's nationalistic attitude. The purpose of this research is to describe the tendency of the main character's behavior in their social interaction with other characters and examine both good and bad impacts received by the main character as a reflection of how to be socially friendly as stated in the novel How to Love Indonesia in the context of realizing the attitude of millennial generation nationalism. This research used descriptive qualitative method. The object of this research was the novel ‘How to Love Indonesia’ by Buma M. Sembiring. The research data were in the forms of units of stories or quotations in the novel. The data collection techniques comprised the stages of reading, recording, and analysis. The Sociology of Literature approach was carried out to analyze the data. The findings of this study described various behavioral tendencies of the main character in their social interaction. Politeness, not underestimating others, respecting the feelings of others, being humble, honesty and not offending others are behavior that any person needs to uphold  in order to be accepted by the community, as well as an indicator of the nationalism of figures as a millennial generation.
INTERACTION AND NASIONALISM OF MILLENNIAL GENERATION IN THE NOVEL HOW TO LOVE INDONESIA BY BUMA M. SEMBIRING (INTERAKSI DAN SIKAP NASIONALIME GENERASI MILENIAL DALAM NOVEL HOW TO LOVE INDONESIA KARYA BUMA M. SEMBIRING) Dzul Asfi Waraihan; Purwati Anggraini
Jurnal Gramatika Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2021.v7i1.3459

Abstract

The process of interaction should encompass good ethicand behavior asboth ethic and behavior are involved as controlsinperforming actions or utteringwords when interacting with others. Interaction in society can be used as an indicator to measure one's nationalistic attitude. The purpose of this research is to describe the tendency of the main character's behavior in their social interaction with other characters and examine both good and bad impacts received by the main character as a reflection of how to be socially friendly as stated in the novel How to Love Indonesia in the context of realizing the attitude of millennial generation nationalism. This research used descriptive qualitative method. The object of this research was the novel ‘How to Love Indonesia’ by Buma M. Sembiring. The research data were in the forms of units of stories or quotations in the novel. The data collection techniques comprised the stages of reading, recording, and analysis. The Sociology of Literature approach was carried out to analyze the data. The findings of this study described various behavioral tendencies of the main character in their social interaction. Politeness, not underestimating others, respecting the feelings of others, being humble, honesty and not offending others are behavior that any person needs to uphold  in order to be accepted by the community, as well as an indicator of the nationalism of figures as a millennial generation.
Peningkatan Literasi Siswa Kelas I melalui Media Tekatar (Tebak Kartu Pintar) dengan Model Pembelajaran Direct Intruction Mellinda Sevi Putri Susanti; Purwati Anggraini
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4802

Abstract

Literasi dini adalah proses yang dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk yang terkait dengan anak, keluarga mereka, dan konteks sosial yang lebih luas di mana mereka tinggal dan bersekolah. Terdapat permasalahan literasi pada siswa kelas 1 di SDN Tenggerwetan 1 yang menyebabkan mereka kesulitan mengikuti pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan media Tekatar dengan model pembelajaran direct instruction di SDN Tenggerwetan 1 sebagai upaya peningkatan literasi siswa kelas 1 dengan menggunakan one group pretest-posttest design model eksperimental. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat baca sebagian siswa masih rendah sehingga guru harus kritis dalam menyajikan media yang tepat untuk mencapai keberhasilan siswa dalam literasi. Berdasarkan hasil data tersebut guru dapat menciptakan kreativitas pembelajaran berupa media kartu bernama Tetakar dengan menggunakan model pembelajaran instruksi langsung yang membuat siswa merasa tidak jenuh ketika KBM berlangsung dan literasi siswa meningkat. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Tekatar sangat membantu dalam mengatasi minat belajar siswa karena didalamnya terdapat kolaborasi antara belajar dan bermain sehingga siswa merasa senang. Implikasi pada penelitian ini guru harus dapat menyesuaikan pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa dan lingkungan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.
Peningkatan Literasi Siswa Kelas I melalui Media Tekatar (Tebak Kartu Pintar) dengan Model Pembelajaran Direct Intruction Mellinda Sevi Putri Susanti; Purwati Anggraini
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4802

Abstract

Literasi dini adalah proses yang dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk yang terkait dengan anak, keluarga mereka, dan konteks sosial yang lebih luas di mana mereka tinggal dan bersekolah. Terdapat permasalahan literasi pada siswa kelas 1 di SDN Tenggerwetan 1 yang menyebabkan mereka kesulitan mengikuti pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan media Tekatar dengan model pembelajaran direct instruction di SDN Tenggerwetan 1 sebagai upaya peningkatan literasi siswa kelas 1 dengan menggunakan one group pretest-posttest design model eksperimental. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat baca sebagian siswa masih rendah sehingga guru harus kritis dalam menyajikan media yang tepat untuk mencapai keberhasilan siswa dalam literasi. Berdasarkan hasil data tersebut guru dapat menciptakan kreativitas pembelajaran berupa media kartu bernama Tetakar dengan menggunakan model pembelajaran instruksi langsung yang membuat siswa merasa tidak jenuh ketika KBM berlangsung dan literasi siswa meningkat. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Tekatar sangat membantu dalam mengatasi minat belajar siswa karena didalamnya terdapat kolaborasi antara belajar dan bermain sehingga siswa merasa senang. Implikasi pada penelitian ini guru harus dapat menyesuaikan pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa dan lingkungan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.
PENTINGNYA KAJIAN FUTURISTIK: PENGUJIAN REKONSTRUKSI TEORI BARU MENUJU TRANSDISIPLINER Purwati Anggraini; Suyatno; Tengsoe Tjahjono; Budinuryanta Yohanes
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.52008

Abstract

Saat ini, persoalan yang ada di tengah masyarakat begitu kompleks. Selain itu, masyarakat dunia berada di era disrupsi, yaitu era yang serba cepat dan tidak menentu. Untuk itu, persoalan yang muncul perlu dilihat dari berbagai sudut, bahkan sampai diperlukan sebuah pendekatan yang transdisipliner. Dalam rangka menjawab hal ini, diperlukan teori baru yang transdisipliner. Untuk itu, tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan pentingnya rekonstruksi teori baru yang bersifat transdisipliner. Adapun metode penulisan yang digunakan adalah kajian literatur. Dalam hal ini, penulis membaca beberapa literatur secara kritis, serta mengelaborasi kondisi saat ini. Agar dapat diterima di tengah masyarakat, teori baru ini perlu diuji kebenarannya. Hasilnya adalah melalui kajian ontologis, aksiologis, dan epistemologis terhadap beberapa teori yang dipergunakan dalam menjawab persoalan dihasilkan teori baru yang bersifat transdisipliner. Kajian ontologis, aksiologis, dan epistemologis dilakukan agar teori yang dihasilkan dapat dipertanggungjawaban secara ilmiah, tidak diragukan kebenarannya, dan dapat diterima masyarakat. Salah satu contohnya adalah kajian teori psikolinguistik dan pragmatik klinis yang pada akhirnya menghasilkan teori baru psikopragmatik klinis.
Nilai-Nilai Nasionalisme Tokoh Eliana dalam Novel Si Anak Pemberani Karya Tere Liye Hidayah Budi Qur'ani; Purwati Anggraini; Joko Widodo
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v9i3.111981

Abstract

Nationalism and state defense are things that are often questioned lately. This study discusses the implementation of the value of nationalism in the literary work of the novel entitled Si Anak Pemberani by Tere Liye. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The theory used in this study is the concept of nationalism proposed by Lisyarti and Setiadi (2008). Collecting data using library techniques by reading, listening and taking notes. The results of this study indicate five forms of implementing the values of nationalism in the novel. The five forms of nationalism values include: civic nationalism, cultural nationalism, ethnic nationalism, state nationalism, religious nationalism.
Nafsu Manusia dalam Perspektif Imam Al-Ghazali Pada Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf Fendi Fujianto; Purwati Anggraini; Arif Setiawan
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Kode: Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i2.47335

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini membahas nafsu manusia dalam perspektif imam al-Ghazali pada novel Layangan Putus karya Mommy ASF. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mengumpulkan data dan menganalisis data yang ada di dalam novel. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah nafsu manusia yang digambarkan masingmasing karakter tokoh dalam novel Layangan Putus yang kemudian dianalisis dalam prespektif Imam al-Ghazali. Bermacam-macam nafsu perspektif Imam al-Ghazali yang ada dalam novel tersebut menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan rumah tangga yang diceritakan dalam novel tersebut. Dalam penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis dari orang dan perilaku yang diamati. Semua data dalam penelitian bersumber dari data primer, yaitu karakterkarakter yang digambarkan dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF, dan data sekunder berupa buku maupun bacaan yang berkaitan dengan nafsu menurut Imam al-Ghazali. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tokoh di dalam novel Layangan putus terdapat nafsu (1)Al-amarah yaitu nafsu khendak syahwat dan menuruti kehendak setan. Dan (2)nafsu Lawwamah yaitu nafsu yang labil, seringkali berbolak-balik dan berubah, terkadang menginggat Allah dan tidak lama akan kembali lalai.
MENGATASI KESULITAN BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII-I DI SMP NEGERI 3 KEPANJEN prily salma salma; Hari Suryono; Purwati Anggraini; Hari Windu Asrini
Parole : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): VOLUME 6 NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/parole.v6i1.13920

Abstract

Students who experience difficulties in learning must be immediately handled with guidance so that a conducive situation can be realized in the teaching and learning process. This study aims to 1) identify the problems faced by the case subjects, 2) efforts to deal with the learning difficulties of the case subjects. The method used in this study is a descriptive qualitative approach, in the form of field research. On observation during face-to-face teaching and learning in class VIII starting on October 2, 2021 until March 12, 2022. Data collection with documentation and interviews was carried out one day on June 26, 2022 in class VIII-I. The results of the research based on data, students were diagnosed with learning difficulties as evidenced by the difficulty of concentrating on understanding the lesson, often paying attention to the teacher with a blank look, often daydreaming, tending to be passive, and students often found sleeping in class. In connection with this, a prognosis is carried out as evidenced by the findings that learning difficulties are due to causative factors. If it is not addressed immediately, it is likely that it will be difficult to control lazy learning behavior which increasingly makes learning achievement decline, frequent truancy, late for class, destructive attitude, and the subject of the case can be triggered by a negative attitude that initially gets a score from school until retirement. themselves or are expelled from school. For this reason, the handling of tutoring is carried out, providing additional assignments at home which are immediately handled individually. In addition, giving advice on the subject of the case if there is a problem, you can tell the homeroom teacher, counseling guidance teacher, or a trusted friend. From the results of this study it can be concluded that the problems in the case studies have been handled by researchers, homeroom teachers, and counseling teachers. The role of parents is very helpful in providing guidance to students, so as to improve student achievement in classroom learning.