Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Teknologi dalam Mewujudkan Sustainable And Productive Life Masyarakat Kelurahan Pradah Kalikendal, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya Prihartini Widiyanti; Franky Chandra Satria Arisgraha; Fitriyatul Qulub
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 4 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v4i4.5536

Abstract

One of the problems that exist in the community of Pradah Kalikendal Village, which is the largest sub-district in Dukuh Pakis District, Surabaya, is the waste of water that occurs during ablution and increasing chronic fatigue in the community which has an impact on reducing community productivity. Based on this, Airlangga University launched a community service program with the theme "Utilization of Technology in Realizing Sustainable and Productive Life in Pradah Kalikendal Village, Surabaya" which aims to increase water conservation and prevent fatigue and maintain community productivity through the application of technology, such as the use of automatic water taps. with a filter that can turn off when there is no object that stimulates the sensor and a fatigue detection tool to determine the individual's fatigue condition. This is necessary to prevent health problems and maintain the individual's fitness status. The program objectives are (1) water conservation: Using automatic sensor faucet technology to reducing water waste, especially in public service areas such as sub-districts, health centers and places of worship and (2) maintaining productivity: using a microcontroller-based fatigue detection tool to monitor the fatigue of people involved in intensive physical activity. This program involves Airlangga University students as part of the implementation of the Independent Learning Campus (MBKM) policy, which provides direct experience for students to interact with the community and solve real problems. This program takes the form of training on the use of technology-based tools in the form of filtered water taps for local residents, especially At-Taqwa mosque administrators and Dukuh Kupang Health Center medical personnel, for water conservation and the use of work fatigue detectors. Evaluation is carried out through questionnaires and community testimonials to measure the effectiveness of the program.
Pomegranate-peel-chitosan-gelatin composite: A hemostatic dental sponge with antibacterial enhancement Rozykulyyeva, Lale; Widiyanti, Prihartini; Astuti, Suryani Dyah
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol. 58 No. 2 (2025): June
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga https://fkg.unair.ac.id/en

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/j.djmkg.v58.i2.p171-179

Abstract

Background: Effective post-tooth extraction bleeding management and the alleviation of patient discomfort hinge upon the careful choice and judicious application of suitable hemostatic agents. Purpose: In this study, we developed a biodegradable, porous hemostatic sponge composed of gelatin (GE) and chitosan (CS), enhanced by the incorporation of pomegranate peel extract (PE), which was designed for use in dental applications, with a focus on antibacterial properties and infection prevention. Methods: The sponge was synthesized using an environmentally friendly (green) foaming approach without a foaming agent and was fabricated by freeze-drying. The efficiency of the hemostatic sponge was evaluated using various tests, including structural analysis, mechanical strength, water absorption capacity, hydrophilicity, blood clotting time (BCT), in vitro antibacterial effectiveness, and biodegradability. Results: The calcium chloride–crosslinked CS-GE and PE-immersed (CS-GE-PE) sponges exhibited adequate tensile strengths, with CS-GE-PE at 0.776 ± 0.025 MPa. The CS-GE-PE sponge showed significant water absorption (927.1% ± 37.55%). Hydrophilicity was evident (contact angle: 45°) and decreased slightly with the addition of PE. The BCT was shorter for the CS-GE sponge (161 ± 9.644 s), and both sponges exhibited minimal hemolysis, indicating biocompatibility. The CS-GE-PE sponge exhibited slightly enhanced antibacterial properties. Conclusion: This study has successfully developed a composite sponge consisting of CS, GE, and PE that exhibits a balanced level of biodegradability, antibacterial and anti-inflammatory properties, and blood absorption properties that reduce clotting time. This innovative material has great potential for a wide range of clinical applications in dental procedures and wound care.
EDUKASI SMK 1 BLITAR MELALUI PELATIHAN DASAR PEMROGRAMAN PHYTON DAN PENGENALAN APLIKASI KECERDASAN BUATAN UNTUK DETEKSI TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA Purwanti, Endah; Ain, Khusnul; Widiyanti, Prihartini; Rulaningtyas, Riries; Amma, Fadli; Chandra Satria Arisgraha, Franky; Nur Rahma, Osmalina; Pramudita, Alfian; Qulub, Fitriyatul; Firdhausi Wardhani, Inten
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.1894-1903

Abstract

Berdasarkan beberapa sumber di media massa/elektronik dan badan penanggulangan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas kesehatan Kabupaten Blitar, mencatat pada tahun 2022, ada 755 warga yang terdeteksi menderita gangguan mental emosional (GME) khususnya kecemasan emosional dan banyak temuan kasus dari kalangan remaja. Ada beberapa faktor pemicu, diantaranya adalah kondisi keluarga yang broken home, serta pengaruh sosial media yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Kecemasan yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi depresi yang berpotensi memicu tindakan bunuh diri, terutama pada individu yang berada di usia produktif. Kelompok usia dengan angka bunuh diri tertinggi berada dalam rentang 15 hingga 29 tahun. Upaya pendeteksian dini terhadap kecemasan emosional khususnya di kalangan remaja menjadi sebuah peluang solusi untuk mencegah generasi muda melakukan bunuh diri melalui pemanfaatan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 telah melahirkan berbagai inovasi baru yang memberikan dampak signifikan di berbagai sektor kehidupan. Salah satu inovasi yang menonjol adalah teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Setiap peluang yang tersedia akan menjadi sia-sia jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki wawasan luas. Generasi muda merupakan sasaran utama yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini, sekelompok masyarakat dengan latar belakang pengetahuan dasar di bidang pemrograman komputer telah memperoleh pembekalan pengetahuan dan keterampilan. Dalam konteks ini, pelatihan diberikan kepada siswa SMKN 1 Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur, yang memiliki minat di bidang Teknik Komputer dan Informatika (TKI). Kegiatan yang telah  dilakukan tidak hanya dapat bermanfaat dalam penanggulangan kesehatan emosional remaja di beberapa daerah di kota Blitar, tapi juga sebagai  upaya peningkatan mutu siswa berkaitan dengan bidang komputer cerdas agar ketika lulus sekolah mampu bersaing di dunia kerja dan mampu mengembangkan berbagai macam software yang bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia dalam menghadapi era Industri 4.0. Kegiatan PKM ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu pelatihan pemrograman dasar python dan pengenalan aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi tingkat kecemasan pada remaja. Evaluasi pelaksanaan program ini dilakukan melalui sistem kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti PKM terkait materi pelatihan yang diberikan. Selain itu, masukan dan testimoni dari siswa serta guru SMKN 1 Blitar turut menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKM di masa mendatang. Kegiatan edukasi melalui pelatihan dasar pemrograman phyton dan pengenalan aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi tingkat kecemasan pada remaja sangat bermanfaat dalam penanggulangan kesehatan emosional remaja di beberapa daerah di kota Blitar dan juga sebagai upaya peningkatan mutu siswa berkaitan dengan bidang komputer cerdas agar ketika lulus mampu bersaing di dunia kerja. Metode workshop yang bersifat interaktif melalui penerapan praktik langsung dalam pembuatan aplikasi berbasis Python dan kecerdasan buatan dapat memperkuat minat siswa untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Selain itu, metode ini juga mendukung guru dalam menyampaikan materi kepada siswa dengan lebih mudah.
EDUKASI SMK 1 BLITAR MELALUI PELATIHAN DASAR PEMROGRAMAN PHYTON DAN PENGENALAN APLIKASI KECERDASAN BUATAN UNTUK DETEKSI TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA Purwanti, Endah; Ain, Khusnul; Widiyanti, Prihartini; Rulaningtyas, Riries; Amma, Fadli; Chandra Satria Arisgraha, Franky; Nur Rahma, Osmalina; Pramudita, Alfian; Qulub, Fitriyatul; Firdhausi Wardhani, Inten
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2198-2209

Abstract

Berdasarkan beberapa sumber di media massa/elektronik dan badan penanggulangan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas kesehatan Kabupaten Blitar, mencatat pada tahun 2022, ada 755 warga yang terdeteksi menderita gangguan mental emosional (GME) khususnya kecemasan emosional dan banyak temuan kasus dari kalangan remaja. Ada beberapa faktor pemicu, diantaranya adalah kondisi keluarga yang broken home, serta pengaruh sosial media yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Kecemasan yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi depresi yang berpotensi memicu tindakan bunuh diri, terutama pada individu yang berada di usia produktif. Kelompok usia dengan angka bunuh diri tertinggi berada dalam rentang 15 hingga 29 tahun. Upaya pendeteksian dini terhadap kecemasan emosional khususnya di kalangan remaja menjadi sebuah peluang solusi untuk mencegah generasi muda melakukan bunuh diri melalui pemanfaatan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 telah melahirkan berbagai inovasi baru yang memberikan dampak signifikan di berbagai sektor kehidupan. Salah satu inovasi yang menonjol adalah teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Setiap peluang yang tersedia akan menjadi sia-sia jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki wawasan luas. Generasi muda merupakan sasaran utama yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini, sekelompok masyarakat dengan latar belakang pengetahuan dasar di bidang pemrograman komputer telah memperoleh pembekalan pengetahuan dan keterampilan. Dalam konteks ini, pelatihan diberikan kepada siswa SMKN 1 Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur, yang memiliki minat di bidang Teknik Komputer dan Informatika (TKI). Kegiatan yang telah  dilakukan tidak hanya dapat bermanfaat dalam penanggulangan kesehatan emosional remaja di beberapa daerah di kota Blitar, tapi juga sebagai  upaya peningkatan mutu siswa berkaitan dengan bidang komputer cerdas agar ketika lulus sekolah mampu bersaing di dunia kerja dan mampu mengembangkan berbagai macam software yang bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia dalam menghadapi era Industri 4.0. Kegiatan PKM ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu pelatihan pemrograman dasar python dan pengenalan aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi tingkat kecemasan pada remaja. Evaluasi pelaksanaan program ini dilakukan melalui sistem kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti PKM terkait materi pelatihan yang diberikan. Selain itu, masukan dan testimoni dari siswa serta guru SMKN 1 Blitar turut menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKM di masa mendatang. Kegiatan edukasi melalui pelatihan dasar pemrograman phyton dan pengenalan aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi tingkat kecemasan pada remaja sangat bermanfaat dalam penanggulangan kesehatan emosional remaja di beberapa daerah di kota Blitar dan juga sebagai upaya peningkatan mutu siswa berkaitan dengan bidang komputer cerdas agar ketika lulus mampu bersaing di dunia kerja. Metode workshop yang bersifat interaktif melalui penerapan praktik langsung dalam pembuatan aplikasi berbasis Python dan kecerdasan buatan dapat memperkuat minat siswa untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Selain itu, metode ini juga mendukung guru dalam menyampaikan materi kepada siswa dengan lebih mudah.
EDUKASI SMK 1 BLITAR MELALUI PELATIHAN DASAR PEMROGRAMAN PHYTON DAN PENGENALAN APLIKASI KECERDASAN BUATAN UNTUK DETEKSI TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA Purwanti, Endah; Ain, Khusnul; Widiyanti, Prihartini; Rulaningtyas, Riries; Amma, Fadli; Chandra Satria Arisgraha, Franky; Nur Rahma, Osmalina; Pramudita, Alfian; Qulub, Fitriyatul; Firdhausi Wardhani, Inten
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.%p

Abstract

Berdasarkan beberapa sumber di media massa/elektronik dan badan penanggulangan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas kesehatan Kabupaten Blitar, mencatat pada tahun 2022, ada 755 warga yang terdeteksi menderita gangguan mental emosional (GME) khususnya kecemasan emosional dan banyak temuan kasus dari kalangan remaja. Ada beberapa faktor pemicu, diantaranya adalah kondisi keluarga yang broken home, serta pengaruh sosial media yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Kecemasan yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi depresi yang berpotensi memicu tindakan bunuh diri, terutama pada individu yang berada di usia produktif. Kelompok usia dengan angka bunuh diri tertinggi berada dalam rentang 15 hingga 29 tahun. Upaya pendeteksian dini terhadap kecemasan emosional khususnya di kalangan remaja menjadi sebuah peluang solusi untuk mencegah generasi muda melakukan bunuh diri melalui pemanfaatan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 telah melahirkan berbagai inovasi baru yang memberikan dampak signifikan di berbagai sektor kehidupan. Salah satu inovasi yang menonjol adalah teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Setiap peluang yang tersedia akan menjadi sia-sia jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki wawasan luas. Generasi muda merupakan sasaran utama yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini, sekelompok masyarakat dengan latar belakang pengetahuan dasar di bidang pemrograman komputer telah memperoleh pembekalan pengetahuan dan keterampilan. Dalam konteks ini, pelatihan diberikan kepada siswa SMKN 1 Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur, yang memiliki minat di bidang Teknik Komputer dan Informatika (TKI). Kegiatan yang telah  dilakukan tidak hanya dapat bermanfaat dalam penanggulangan kesehatan emosional remaja di beberapa daerah di kota Blitar, tapi juga sebagai  upaya peningkatan mutu siswa berkaitan dengan bidang komputer cerdas agar ketika lulus sekolah mampu bersaing di dunia kerja dan mampu mengembangkan berbagai macam software yang bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia dalam menghadapi era Industri 4.0. Kegiatan PKM ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu pelatihan pemrograman dasar python dan pengenalan aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi tingkat kecemasan pada remaja. Evaluasi pelaksanaan program ini dilakukan melalui sistem kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti PKM terkait materi pelatihan yang diberikan. Selain itu, masukan dan testimoni dari siswa serta guru SMKN 1 Blitar turut menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKM di masa mendatang. Kegiatan edukasi melalui pelatihan dasar pemrograman phyton dan pengenalan aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi tingkat kecemasan pada remaja sangat bermanfaat dalam penanggulangan kesehatan emosional remaja di beberapa daerah di kota Blitar dan juga sebagai upaya peningkatan mutu siswa berkaitan dengan bidang komputer cerdas agar ketika lulus mampu bersaing di dunia kerja. Metode workshop yang bersifat interaktif melalui penerapan praktik langsung dalam pembuatan aplikasi berbasis Python dan kecerdasan buatan dapat memperkuat minat siswa untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Selain itu, metode ini juga mendukung guru dalam menyampaikan materi kepada siswa dengan lebih mudah.
Preparation of Hydroxyapatite Scaffold using Luffa Cylindrica Sponge as Template Fadli, Ahmad; Widiyanti, Prihartini; Noviana, Deni; Prabowo, Agung; Ismawati, Heni
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2020)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v15i2.15957

Abstract

Hydroxyapatite (HA) scaffold has been widely applied in the biomedical field especially for bone implants. The purpose of this research is to determine the influence of dispersant addition and stirring time on HA scaffold which formed using gambas sponges as a template. HA slurry was made by mixing 10 grams of HA, 12 grams of aquadest, 0,2; 0,25; 0,3 grams of Darvan 821A and 1 gram of sago. The slurry was impregnated into Luffa cylindrica sponges. The sample then dried at 110oC for 3 hours. The green bodies were burned at 600oC for 1 hour and followed by sintering at 1250oC for 1 hour. The results showed that the addition of dispersant and increasing of stirring time lead to smaller porosity and shrinkage. In addition 0,2; 0,25; and 0,3 grams dispersant, the resulting porosity in the range of 63,85-70,78%; 58,74-70,35%; and 53,42-69,66%. Shrinkage 39,43-53,71%; 27,75-50,68%; and 13,61-41,25%. Compressive strength 0,61-1,05 MPa; 2,88-3,81MPa; and 0,52-2,96 MPa. The macroporous and microporous average pore sized was 50 m dan 5 m.
In Vitro Characterization of Poly-Glycolyc Lactic-Co Acid (PLGA) –Collagen Based on Red Snapper Fish Scales (Lutjanus Sp.) Coating Chitosan as Duramater Artificial Candidate Jabbar, Hajria; Widiyanti, Prihartini; Paramadini, Adanti Wido; Putri, Dina Kartika; Isfandiary, Andini
Folia Medica Indonesiana Vol. 56, No. 3
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Head trauma was the third cause of deaths that have a high rank that can make serious head injury for 25.5%-54.9%. This study has been conducted by making a replacement layer of the brain (dura) to overcome the impact of dural defect by utilizing waste fish scales red snapper (Lutjanus sp.). Synthesis brain membranes lining processed by casting method with each various concentrations of chitosan coating of 1%, 1.5%, and 2% then dried using vacuum dry. The samples then were characterized by tensile test, FTIR, SEM and MTT Assay. FTIR test results showed that red snipperscales can produce collagen powder at amide A group with stretching of –NH functional group, amide B group has stretching of CH2 assymetry, amide I area, amide II and amide III area which show –NH bonding. Tensile test results showed that the combination between PLGA-Collagen Chitosan Coating 2% produced the highest tensile strength is 4.8 MPa which meet the standards of human duramater strength. MTT Assay results showed that the dural membrane produced no toxic seen from living cells reached 98.32%. Poly - Glycolyc Lactic - Co Acid (PLGA) - collagen coating chitosan based on red snapper fish scales (Lutjanus sp.) composites has potency as duramater artificial candidate due to the chemistry, biological and physical characteristics.
The Effect of Diclofenac Sodium on Callus Formation in White Male Rat (Rattus norvegicus) Cruris Fracture Healing Wibowo, Herry; Widiyanti, Prihartini
Folia Medica Indonesiana Vol. 58, No. 2
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Highlights: • Sodium diclofenac is one of NSAID a common treatment to relieve pain associated with bone fractures. • Sodium diclofenac with a some dose of body weight could decrease the callus quality on fracture healing. Abstract: Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), such as diclofenac sodium, are standard treatments to relieve pain associated with bone fractures. The bone healing process consists of four stages: inflammation, soft callus formation, complex callus formation, and bone remodeling. Previous studies mentioned that intake of NSAIDs (sodium diclofenac) could inhibit the bone healing process. This study examined the effect of diclofenac sodium intake on callus formation in fracture healing. In this study, thirty-six rats (Rattus Norvegicus) with fractures were used and divided into two groups, namely 18 rats for the control and 18 rats for the treatment group. In the treatment group, each rat was given 1.8 mg sodium diclofenac/150 grams of body weight per day. In the control group, each rat was given CMC-Na 0.5% with equal volume as diclofenac sodium in the treatment group. After 28 days, all the rats were stunned until dead, and the diameter and strength of their calluses were measured. In the treatment group with diclofenac sodium1.8 mg/ 150 grams BW/ 28 days after the tibia bone callus was pressed using the Shimadzu tool, the lowest callus strength was found to be 56.500 N, and the highest callus strength was 59.000 N. The lowest callus diameter in the treatment group was 4 mm, the highest was 5 mm. In the control group, the lowest callus strength was 76 N, and the highest callus strength was 77 N. The lowest callus diameter in the control group was 6 mm, and the highest was 8 mm. The strongest callus in the treatment group was found in the sixth observation, with a value of 59 N and a diameter of 4 mm. In the control group, the highest callus strength was 77 N, with a diameter of 7-8 mm. These measurements were found on the 5th, 7th, 8th, 9th, 16th, and 17th observations. Diclofenac sodium with a dose of 1.8 mg/150 grams of body weight could decrease the callus quality parameters, such as callus strength and diameter on fracture healing.
Effect of deacetylation degrees variation on chitosan nerve conduit for peripheral nerve regeneration Qulub, Fitriyatul; Widiyanti, Prihartini; Maulida, Hendita Nur; Indrio, Ludita Woro; Wijayanti, Tia Rahayu
Folia Medica Indonesiana Vol. 53, No. 2
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broken nerves could regenerate when exposed to simple injuries by using a nerve conduit that has appropriate physiological and mechanical ability to support the nerves regeneration around the fissure of trauma. One of the biopolymer for the conduit composition is chitosan because it is biocompatible, biodegradable, non-toxic, and has similarity structure as natural glycosaminoglycans. The aim of research is to synthesize chitosan with variation of Degrees of Deacetylation (DD) and characterize the DD influence on mechanical properties and biocompatibility. Research design is prospective observational. Chitosan was treated with a decrease in the DD method and an increase in the temperature with the strength of alkaline solution, which was NaOH solution with concentrations of 5%, 20%, 35%, and 50% within 2 hours with a heating temperature of 95°C. The results of each DD variation were 23.24, 46.55, 53.48, and 55.06. It was characterized by tensile test with tensile strength values of 0.25 - 1.18 MPa. The degradation test results tend to decrease with the increasing concentration of NaOH proving that samples are biodegradable. The surface morphology of samples shows a pore range of 61.52 μm - 220.3 μm. The best result is the chitosan sample with 35% NaOH because due to the tensile characteristic and a pore in accordance with normal standard. Tensile strength is around 0.41 MPa - 3.69 MPa and pore size around 40 μm – 250 μm to accelerate nerve regeneration. The results are expected to provide alternative solution of nerve conduit development for peripheral nerve defects.
DETECTION OF SEROTYPES AND KNOCKDOWN-RESISTANCE MUTATIONS IN DENGUE AND OTHER FLAVIVIRUS SAMPLES COLLECTED FROM MENGARE ISLAND, INDONESIA Dwiyanti, Tasya Amalia; Sucipto, Teguh Hari; Suhandarini, Khoirunnisa; Fathiarachman, Azizia Kanya; Nastiti, Helena Putri; Putri, Anika Rahma; Fauziyah, Shifa; Widiyanti, Prihartini; Hariyono, Hariyono; Rehman, Saifur
Folia Medica Indonesiana Vol. 61, No. 1
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue fever, caused by the dengue virus (DENV), poses a significant public health challenge, particularly in tropical regions. This study aimed to detect flavivirus presence, DENV serotypes, and knockdown-resistance (kdr) mutations in mosquito samples collected from Mengare Island, Gresik, Indonesia. A cross-sectional experimental design was employed, utilizing reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) for flavivirus detection and serotyping, as well as for identifying kdr mutations. Ribonucleic acid (RNA) extraction was performed using the Quick-RNA™ Miniprep Plus Kit (Zymo Research, Irvine, CA, USA), followed by RT-PCR with specific primers for DENV serotypes 1–4 and kdr mutations (V1016G and F1534C). Six adult female Aedes albopictus mosquitoes were analyzed in this study. The results revealed no evidence of flavivirus infection or DENV serotypes in the mosquito samples, as no complementary deoxyribonucleic acid (cDNA) bands corresponding to expected base pair sizes were observed on the agarose gels. Similarly, the analysis of kdr mutations showed that all samples were homozygous wildtype, with no mutations detected at the V1016G or F1534C loci. In conclusion, these findings suggest the absence of active dengue virus transmission or notable insecticide resistance in the studied mosquito population from Mengare Island. This study highlights the importance of continuous monitoring of flavivirus presence and resistance mutations. The variability in kdr mutation frequencies across regions underscores the need for sustained surveillance and effective control measures to mitigate potential outbreaks in high-risk areas such as Mengare Island.
Co-Authors , Aminatun - Aminatun - Siswanto Abd Razak, Nasrul Anuar Achmad Ardianto, Achmad Adanti Wido Paramadini Adiana Mutamsari Witaningrum Adiana Mutamsari, Adiana Adri Supardi Agung Prabowo Agung Prabowo Ahmad Fadli Ahmad Fadli Akfiny Hasdi Aimon Akhmad Jayadi Alfian Pramudita Putra Aminatun Amma, Fadli Amruloh, Yazid Muhammad Andi Hamim Zaidan Anggraini Barlian Anika Rahma Putri Arie Wibowo Arifianto, Deny Azizia Kanya Fathiarachman Bambang Prajogo Baskoro, Andhi Bella Wahyu Sukma Wati Bimo Aksono Bimo Dwi Lukito, Bimo Dwi Bramantono Bramantono, Bramantono Budi Utomo Chandra Satria Arisgraha, Franky Cindy Narita Kusuma Astuti Deni Noviana Desi Sandrasari Dio Nurdin Setiawan, Dio Nurdin Dita Ayu Mayasari, Dita Ayu Djony Izak Rudyardjo Dwiyanti, Tasya Amalia Dyar Sasmito, Dyar Eko Budi Kuntjoro, Eko Budi Endah Purwanti Eprilina, Alifiani Ernie Maduratna Setiawatie Fathan Aditya Sanjaya Fathiarachman, Azizia Kanya Fatkhunisa Rahmawati, Fatkhunisa Fa’ilal Chusna Fendy Purwanda, Fendy Ferdiansyah Ferdiansyah Firda, Yurituna Fitriyatul Qulub Franky Arisgraha, Franky Franky Chandra Satria Arisgraha Hafrizal Riza, Hafrizal Hariyono Hariyono Hariyono Helmi Majid Ar Rasyid Heni Ismawati Heri Purnobasuki, Heri Herry Wibowo Herry Wibowo Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari Indrio, Ludita Woro Isfandiary, Andini Ismawati, Heni Jabbar, Hajria Jan Ady Jan Ady Janice, Theresia Julieta Kartikasari Juniastuti Juniastuti Kharisman H, Fourdes Khoirunnisa Suhandarini Kholifatul Wanda Putri, Kholifatul Wanda Khusnul Ain Kirana Anugerah Putri Lambang Bargowo M. Qushay, M. Maria Inge Lusida Maulida, Hendita Nur Mirzaq Hussein Anwar, Mirzaq Hussein Muhammad Bagas Ananda Muhammad Vitanata Arfijanto, Muhammad Vitanata Nabila Safira Khairina Nasronudin Nasronudin Nastiti, Helena Putri Ni Putu Ermi Hikmawati, Ni Putu Ermi Nilna Faizah Fiddarain, Nilna Faizah Nizam, Abiyyu Nur Rahma, Osmalina Nurdin, Dezy Zahrotul Istiqomah Osmalina Nur Rahma Pramudita, Alfian Putri, Anika Rahma Putri, Dina Kartika Radicha Arnanda Putri Indrawati Rehman, Saifur Retna Apsari Retno Indrawati Roestamadji Retno Pudji Rahayu Retno puji Rahayu Rihandhita Shinta Meiliana Riries Rulaningtyas Rozykulyyeva, Lale Sari, Gadis Meinar Satrio Adhitioso Savitri, Irma Yosephina Sherina Pradita Eka Wahyudi Shifa Fauziyah Shifa Fauziyah Sigit Ari Saputro Siswanto Siswanto Siswanto Siti Irma Mashitah, Siti Irma Siti Qamariyah Khairunisa, Siti Qamariyah Siti Qomariyah Khairunisa, Siti Qomariyah Solly Aryza Suhandarini, Khoirunnisa Suryani Dyah Astuti Tami Bachrurozy Tarissa Diandra Putri Wibowo Tasya Amalia Dwiyanti Teguh Hari Sucipto, Teguh Hari Thevan Y, Georgeous Tjahjono, Ganis Tomohiro Kotaki, Tomohiro Tri Arif Sardjono, Tri Arif Tria Refi Indriani Usma Nur Dian Rosyidah Veren Audia Nurmansya Wardhani, Inten Firdhausi Wibowo, Herry Wijayanti, Tia Rahayu WINARNO Wulandari Prima Devi Yael RBS, Jeanny Yaqubi, Ahmad Khalil Yufan Fibriawan, Yufan Yurituna Firda