Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KONDISI AKTUAL PENCEMARAN MERKURI BERDASARKAN PETA KERENTANAN PENCEMARAN AIR PERMUKAAN PADA PENAMBANGAN EMAS RAKYAT DESA PANCURENDANG, KECAMATAN AJIBARANG, BANYUMAS Eni Muryani; Dian Hudawan Santoso; Dayu Aviana Rahmah
Science Tech: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6 No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.182 KB) | DOI: 10.30738/jst.v6i1.5890

Abstract

ABSTRACTThe mining and processing of people's gold produces impacts on the surrounding environment. Some residents immediately dumped the waste gold processing results into the environment. It is necessary to analyze the actual condition of mercury pollution based on a map of the level of pollution vulnerability to determine the size of the level of difficulty and the ease of polluted substances to affect surface water quality. The purpose of this study is to analyze the actual condition of the level of vulnerability of surface water pollution around the study area. The method used in this study is a survey method and field mapping, sampling methods: purposive sampling, laboratory analysis methods, mathematical methods, and descriptive evaluation methods. Calculation of the level of vulnerability of surface water is the PCSM (Point Count System Model) method with 3 parameters, namely land use, slope, and rainfall. Overlay is done between the level of pollution vulnerability map with the actual conditions of pollution in the field. The results showed the study area has a level of vulnerability to surface water pollution in the study area including the classification of quite vulnerable and very vulnerable. Based on the results of the study it can be concluded that the total score of 36-43 included in the vulnerability class is quite vulnerable. The total score of 43 - 50 is included in the very vulnerable vulnerability class. Actual mercury levels in the study area were known in a row AP1-AP6 samples were 0,00046 mg / L; <0.00006 mg / L; <0.00006 mg / L; <0.00006 mg / L; 0,00039 mg / L and <0,00006 mg / L. These results indicate that surface water in the study area has not been contaminated with mercury because its value is brought to all quality standards.  
Pengendalian Longsor di Daerah Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Dian Hudawan Santoso; Eni Muryani; Adilla Zahra Permatasari
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2019): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.994 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v5i2.109

Abstract

The landslide occurred in area of Sumberharjo Village, Prambanan Subdistrict, Regency of Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Province on 28th November 2018.The landslide area have a steep slope and complex geological conditions like a cracks. The closest settlement is located 8m far from the landslide area. The purpose of the research is to determine the vulnerability of landslide zonation level based on control and trigger factor and to design technique of controlling landslide area.The methodology used in this research are survey method and field mapping. Mapping method based on the control factor which has parameter like slope, soil texture, soil thickness, weathering of rock, infiltration capacity and land use. The rainfall level parameter as a trigger factor are analyzed by secondary data. Vulnerability of landslide zonation level zoning is obtained by the scoring method based on these parameters. Determination of slope engineering by taking 3 samples of soil for laboratory analysis. The soil sampling technique is purposive sampling which is based on slope and soil texture in landslide area. The laboratory results are used to calculate slope stability using the Janbu Method. All data obtained are analyzed based on environmental conditions. The research area has 3 landslide vulnerability zones: low vulnerability level with 2756,18 m2 of area, moderate vulnerability level with 61556,92 m2 of area, and high vulnerability level with 6298,90 m2 of area. The value of safety factor on landslide area is 0.94 which is classified as unstable. Lanslide management applied in area which has high vulnerability level on landslide area by making a bench that combined with gravity wall, surface drainage, and vegetation planting such as Jati and vertiver grass. The control effort increases the value of the slope safety factor to 1.33
Evaluasi Lahan Bekas Penambangan Batuan Berdasarkan Kemampuan Lahan untuk Budidaya Holtikultura di Balerante, Kemalang, Klaten Nugraha Aji Swara; Dian Hudawan Santoso; Eni Muryani
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.022 KB) | DOI: 10.21831/gm.v18i1.30534

Abstract

Kegiatan penambangan di daerah penelitian telah berlangsung sejak 2008 dan berhenti sejak 2014. Kegiatan penambangan dilakukan oleh penduduk sekitar menggunakan alat-alat tradisional seperti linggis dan cangkul. Akibat dari penambangan terjadi perubahan bentuk lahan dan penurunan kualitas lahan menjadi lahan tidak produktif. Penelitian ini dirancang untuk menguji kemampuan lahan bekas penambangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan pemetaan lapangan, wawancara, analisis laboratorium, dan pemeringkatan. Parameter kemampuan lahan yang digunakan kemiringan, kedalaman tanah, tekstur tanah, drainase tanah, proses erosi, laju erosi, area erosi, distribusi batuan, ancaman banjir, dan ancaman tanah longsor. Sepuluh parameter dinilai untuk mendapatkan kelas kemampuan lahan, kemudian dievaluasi untuk dipertimbangkan bersama dengan pengaturan lingkungan untuk merencanakan reklamasi di wilayah penelitian. Berdasarkan hasil evaluasi kemampuan lahan pada lahan bekas penambangan di wilayah studi, ada 3 kelas yang baik, sedang dan buruk. Khususnya di daerah bekas penambangan, termasuk dalam kelas menengah dan buruk. Faktor-faktor yang sangat mengurangi kualitas tanah adalah erosi, distribusi batuan, dan ancaman tanah longsor.
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PENCEMARAN AIR TANAH PADA WILAYAH PENAMBANGAN DAN PENGOLAHAN EMAS RAKYAT DESA PANCURENDANG, KABUPATEN BANYUMAS Eni Muryani; Dayu Aviana Rahmah; Dian Hudawan Santoso
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.256 KB) | DOI: 10.24843/EJES.2019.v13.i02.p04

Abstract

The people's gold mining and processing activities have an impact on the surrounding environment. Some residents immediately dispose of waste from gold processing into the environment. Therefore, analysis of the level of vulnerability of pollution is needed to determine the size of the level of difficulty and ease of contaminated substances to influence water quality, both surface water and groundwater. The purpose of this study was to analyze the level of vulnerability of groundwater pollution around the study area. The method used in this research is survey method and field mapping, sampling method: purposive sampling, laboratory analysis method, mathematical method, and descriptive evaluation method. The calculation to determine the level of vulnerability of pollution is the DRASTIC method for groundwater vulnerability with 7 parameters, namely groundwater depth, rainfall, aquifer type, soil texture, slope, slope, unsaturated zone type, and hydraulic conductivity. Based on the results of the study it was known that the study area had 2 classifications of the level of vulnerability of groundwater pollution, namely the moderate and high classification. Areas that are located in the direction of groundwater flow and are lower than pollutant sources will potentially be more polluted. Keywords : DRASTIC, Pollution, Groundwater, Gold Mine
Distribusi Spasial Karbon Monoksida Ambien di Lingkungan Kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Dian Hudawan Santoso
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2014): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol6.iss2.art6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana distribusi spasial CO, menganalisis pengaruh kepadatan kendaraan bermotor, kondisi meteorologi dan penggunaan lahan terhadap konsentrasi CO di Kampus UGM. Digunakan metode moving observation technique untuk mendapatkan data primer. Hasil pengukuran yaitu: bagian utara CO pagi 20,1 ppm; siang 17,4 ppm dan sore 24,3 ppm; bagian tengah CO pagi 15,3 ppm, siang 14,7 ppm dan sore 13,1 ppm; bagian selatan CO pagi 18,4 ppm siang 18,5 ppm dan sore 28,3 ppm. Persamaan hasil regresi linier berganda yang paling sesuai dengan tidak memasukkan variabel iklim mikro adalah CO = 11,744 + 0,002 K_B. Ajusted R Square sebesar 0,276 selalu lebih kecil dari R square. Konsentrasi CO ambien di kampus UGM di bawah ambang batas baku mutu DIY yaitu 35 ppm. Kata Kunci : CO, polusi udara, kepadatan kendaraan bermotor.
Kajian Daya Dukung Air di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau Dian Hudawan Santoso
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2015): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol7.iss1.art1

Abstract

Daya dukung air merupakan kemampuan sumberdaya air untuk memenuhi suatu kebutuhan dengan meninjau besarnya ketersediaan air. Daya dukung air dihitung berdasarkan perhitungan kebutuhan air dan ketersediaan air. Kedua variabel tersebut dibandingkan sehingga dapat diketahui air yang tersedia dapat mencukupi untuk berbagai kebutuhan. Kajian daya dukung air Pulau Bintan dilakukan guna mengetahui potensi kebutuhan dan ketersediaan air sehingga dengan mengetahui hal tersebut kemudian dapat digunakan untuk analisis dan evaluasi terhadap perencanaan wilayah dan tata ruang Pulau Bintan. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa kebutuhan air Pulau Bintan secara keseluruhan mencapai 67.726.595 m3/th di mana kebutuhan terbesar dari sektor perikanan. Sedangkan ketersediaan air Pulau Bintan mencapai 2.431.819.623 m3/th dan setelah dibandingkan dengan luas pulau diperoleh ketersediaan air sebesar 11.704,55 m3/th/km2. Berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan airnya, maka Pulau Bintan mengalami surplus sumberdaya air karena besarnya ketersediaan jauh lebih banyak daripada kebutuhan. Kata Kunci : sumberdaya air, daya dukung, ketersediaan air, kebutuhan air
VALUASI EKONOMI DEGRADASI LINGKUNGAN AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN DI KOTA MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR Dian Hudawan Santoso; Ma'ruf Nurumudin
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2020): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol12.iss2.art4

Abstract

Degradasi lingkungan yang menyebabkan  alih fungsi lahan dan lahan kritis telah terjadi di Kota Malang khususnya tahun 2017.Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi degradasi sumberdaya alam dan lingkungan yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan dan lahan kritis. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah survey lapangan, analisis data primer dan sekunder. Pendekatan yang dipakai adalah  teknik biaya pengganti, teknik perubahan produktifitas, teknik biaya pencegahan, dan cost of illness. Berdasarkan analisis dan hasil pembahasan didapatkan bahwa di Kota Malang telah terjadi degradasi lingkungan berupa alih fungsi lahan dan lahan kritis dengan luas 5.802,63 Ha dengan jumlah nilai ekonomi yang hilang sebesar Rp 158.282.980.614,- Nilai degradasi lahan tersebut selanjutnya dapat dijadikan pertimbangan oleh pemerintah dalam rangka untuk melakukan pencegahan maupun rehabilitasi lingkungan secara optimal.
Analisis Daya Dukung Lingkungan Hidup Berbasis Jasa Ekosistem Penyediaan Air Bersih Di Pulau Karimunjawa Dian Hudawan Santoso; Johan Danu Prasetya; Deni Rahman Saputra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.2.290-296

Abstract

Secara alamiah keberadaan Pulau Karimunjawa mampu mendukung kebutuhan hidup bagi manusia dan makhluk hidup lainnya dalam jumlah tertentu, namun seiring dengan meningkatnya pendatang sebagai wisatawan tentu sedikit banyak akan menganggu keseimbangan daya dukung dan daya tampung Pulau Karimunjawa. Ketika daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup pada suatu daerah telah terlampui maka dampak negatif terhadap lingkungan akan muncul sehingga tidak lagi mampu mendukung dan mensuport berbagai kebutuhan untuk hidup bagi manusia yang tinggal di daerah itu. Salah satu aspek penting yang diperhitungkan dalam daya dukung dan daya tampung adalah ketersediaan air bersih. Karena itulah maka mengetahui potensi ketersediaan air bersih untuk mensuport kebutuhan masyarakat lokal maupun wisatawan di daerah penelitian sangatlah perlu. Metode yang dipakai adalah pendekatan jasa ekosistem dengan menggunakan dua proxy yaitu bentuk lahan dan tutupan lahan. Tiap-tiap proxy yang telah dideliniasi kemudian dilakukan penilaian atau pembobotan. Penilaian dan pembobotan dilakukan dengan pertimbangan penilaian para ahli atau expert judgement terhadap data ekoregion dan tutupan lahan, analisis spasial dan perhitungan indeks jasa ekosistem (IJE), serta visualisasi spasial IJE. Ground check lapangan dilakukan untuk memastikan kenampakan yang diperkirakan. Overlay dari dua proxy setelah dibobot akan menghasilkan peta jasa ekosistem penyedia air bersih. Hasil yang didapatkan adalah daerah penelitian didominasi jasa ekosistem penyedia air bersih dengan kelas tinggi seluas 1.942,94 ha atau 55,14% dan kelas sangat tinggi seluas 12,71 ha atau 0,36% untuk Desa Karimunjawa. Pada Desa Kemujan didominasi kelas sedang dengan luas 381,75 ha atau 10,84%; kelas tinggi dengan luas 869,38 ha atau 24,68%. Dengan demikkian secara umum Daya Dukung Lingkungan Hidup Pulau Karimunjawa masih mampu mendukung dan mampu menjadi penyedia air bersih yang baik begi lingkungan di sekitarnya.
Valuasi Deplesi Sumberdaya Air dalam Rangka Penghitungan PDRB Semi Hijau di Kota Malang, Jawa Timur Dian Hudawan Santoso; Farida Afriani Astuti
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 2, No 1 (2019): Vol 2, No 1: September 2019
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v2i1.3285

Abstract

Green GRDP is a new index that is used to calculate the output of national and regional economies that take environmental factors into account. Semi-green GRDP is calculated only by considering the depletion factor of natural resources while Green GRDP considers depletion and degradation of natural resources in an area. Depletion of natural resources refers to the production, extraction, depletion, reduction in volume or amount of natural resources. This study aims to calculate the value of depletion of natural resources found in Malang, which is one of the major cities in East Java Province, so that in the end it can also be calculated Semi-Green GRDP which is part of calculating the value of Green GRDP. The method used is the method of surveying and observing, literature study, measurement and mathematical analysis. The results obtained are based on the identification of natural resources in the city of Malang, there is no volume extraction of natural resources found except on the use of water resources. Based on the data obtained almost all economic sectors utilize water resources for operational activities. Other objects that were assumed to be depleted were not found in the study area. Based on the analysis, it is known that the depletion value of using water resources absorbs around 0.354% of the total value of Malang City's conventional GRDP. Thus, the value of the Semi Green GRDP of Malang City by considering the depletion value of water resources decreased -0.354%. Keywords: Depletion; Malang City; Semi-Green GRDP; Water resources
Analisis Karakteristik dan Kualitas Mata Air di Desa Redin, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo Mia Fitri Aurilia; Dian Hudawan Santoso; Andi Sungkowo
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i2.4302

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat di Dusun Redinkidul, Desa Redin, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo. Kebutuhan air di desa ini didapatkan melalui mata air sebagai sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan air domestik. Hal tersebut menunjukkan bahwa diperlukan adanya pelestarian terhadap potensi yang dimiliki mata air. Potensi mata air dalam hal ini dapat ditinjau berdasarkan dua aspek yaitu kuantitas dan kualitas air. Penggunaan setiap sumber air perlu memperhatikan kualitas air yang aman sesuai baku mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mata air dan kualitas air dari setiap mata air di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan berupa survei dan pemetaan, uji laboratorium, serta dilakukan analisis data kualitas air berupa analisis deskriptif komparatif. Analisis tersebut dilakukan untuk membandingkan hasil uji parameter dengan baku mutu yang ada. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ketiga mata air di daerah penelitian memiliki parameter yang tidak sesuai dengan baku mutu. Parameter tersebut adalah BOD, COD, dan total coliform. Indikasi adanya parameter pencemar dalam air diperkirakan berdasarkan aktivitas yang berada pada daerah imbuhan mata air serta lingkungan di sekitar mata air. Diperlukan adanya pengawasan dan pemantauan terhadap aktivitas yang dilakukan di sekitar kawasan perlindungan mata air agar potensi mata air tetap terjaga.