Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Pengaruh Model Problem Posing dengan Context-Rich Problem terhadap Kemampuan Berpikir Divergen dan Konvergen Siswa Hatimah, Husnul; Asmawati, Asmawati; Maeni, Maeni; Khery, Yusran; Khaeruman, Khaeruman
Empiricism Journal Vol. 2 No. 2: December 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v2i2.586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Posing dengan Context-Rich Problem terhadap kemampuan berpikir divergen dan kemampuan berpikir konvergen siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperimental) dengan rancangan penelitian posttest-only control group design. Sampel penelitian ini adalah 85 siswa kelas X SMAN 7 Mataram yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terbagi dalam 3 kelompok. Kelompok eksperimen I terdiri dari 26 siswa dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Posing dengan Context-Rich Problem, kelompok eksperimen II terdiri dari 29 siswa dibelajarkan dengan model Problem Posing, sedangkan kelompok kontrol terdiri dari 30 siswa dibelajarkan dengan model konvensional dengan Context-Rich Problem. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan berpikir divergen dan konvergen. Teknik analisis data menggunakan uji varian dua jalur (two way ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) penggunaan model pembelajaran Problem Posing dengan Context-Rich Problem berpengaruh (Fhitung= 4,128 > Ftabel= 3,26) terhadap kemampuan berpikir divergen siswa; (2) skor rata-rata kelompok eksperimen I (mean= 55,38) lebih tinggi dari pada kelompok eksperimen II (mean= 40,91) dan kelompok kontrol (mean= 42,23); (3) penggunaan model pembelajaran Problem Posing dengan Context-Rich Problem tidak berpengaruh (Fhitung= 0,449 < Ftabel= 3,26) terhadap kemampuan berpikir konvergen siswa; (4) skor rata-rata kelompok eksperimen I (mean= 34,5) lebih tinggi dari pada kelompok eksperimen II (mean= 33,25) dan kelompok kontrol (mean= 24,99). Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Posing dengan Context-Rich Problem berpengaruh terhadap kemampuan berpikir divergen, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir konvergen siswa. The Effect of Problem Posing Model with Context-Rich Problem toward Students’ Divergent and Convergent Thinking Ability Abstract This study aims to determine the effect of the Problem Posing learning model with Context-Rich Problems on students' divergent thinking and convergent thinking abilities. This research is a quasi-experimental research with a posttest-only control group design. The sample of this study was 85 students of class X SMAN 7 Mataram who were selected using a purposive sampling technique which was divided into 3 groups. The experimental group I consisted of 26 students taught with the Problem Posing learning model with Context-Rich Problems, the experimental group II consisted of 29 students taught with the Problem Posing model, while the control group consisted of 30 students taught using the conventional model with the Context-Rich Problem. Data were collected using observation sheets on the implementation of learning and divergent and convergent thinking skills tests. The data analysis technique used a two-way ANOVA test. The results showed that (1) the use of the Problem Posing learning model with Context-Rich Problem had an effect (Fcount = 4.128 > Ftable = 3.26) on students' divergent thinking abilities; (2) the average score of the experimental group I (mean= 55.38) was higher than that of the experimental group II (mean= 40.91) and the control group (mean= 42.23); (3) the use of Problem Posing learning model with Context-Rich Problem has no effect (Fcount = 0.449 < Ftable = 3.26) on students' convergent thinking ability; (4) the average score of the experimental group I (mean= 34.5) was higher than the experimental group II (mean= 33.25) and the control group (mean= 24.99). This study concludes that the Problem Posing learning model with Context-Rich Problems has an effect on divergent thinking skills, but has no significant effect on students' convergent thinking abilities.
Korelasi Kesadaran Metakognisi dan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik dalam Pembelajaran Kimia selama Pandemi Covid-19 Muhali, Muhali; Ulfanita, Mila; Khaeruman, Khaeruman; Khery, Yusran
Empiricism Journal Vol. 3 No. 1: June 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i1.767

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kesadaran metakognisi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran kimia selama masa pandemic Covid-19 pada Tahun Pelajaran 2021-2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan ex-post facto dengan kerangka penelitian korelasional. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Bolo dengan melibatkan 66 orang peserta didik kelas X sebagai subjek penelitian yang diambil secara jenuh. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kesadaran metakognisi peserta didik sebesar 71. Hasil belajar peserta didik kelas pada semester ganjil dan genap berturut-turut 70 dan 63. Akan tetapi tidak ada korelasi antara kesadaran metakognisi dan hasil belajar kognitif peserta didik. Korelasi metakognisi terhadap hasil belajar peserta didik baik pada semester ganjil maupun genap, dengan nilai product moment berturut-turut -0,025 dan -0,094, lebih rendah daripada r kritis sebesar 0,239 pada DK 64 dan nilai signifikansi (p) 5 %. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran Kimia di SMAN 1 Bolo selama masa pandemic covid-19 tidak seiring dengan pengembangan kesadaran metakognisi peserta didik terhadap pembelajaran. Correlation between Students Metacognitive Awareness and Cognitive Learning Outcomes on Chemistry Learning While Covid-19 Pandemic Abstract This study aims to evaluate the relationship between metacognitive awareness and student learning outcomes in chemistry learning during the Covid-19 pandemic in the 2021-2022 Academic Year. This research was carried out using an ex-post facto approach with a correlational research framework. The research was conducted at SMAN 1 Bolo involving 66 students of class X as research subjects who were taken saturated. Data were analyzed descriptively and product moment correlation analysis. The results showed that the average metacognitive awareness of students was 71. The average of students’ cognitive learning outcomes in odd and even semester was 70 and 63 respectively. However, there is no correlation between metacognitive awareness and students' cognitive learning outcomes. The correlation between metacognitive awareness and students' cognitive learning outcomes both in odd and even semester, with r product moment value -0.025 and -0.094 respectively, was lower than r critical 0,239 with df 64 and significance value (p) 5%. This shows that learning Chemistry at SMAN 1 Bolo during the COVID-19 pandemic is not in line with the development of students' metacognitive awareness of learning.
Studi Isotermal Proses Biosorption Emas Menggunakan Kitosan dari Cangkang Kepiting Prasetya, Dwi Sabda Budi; Ahmadi, Ahmadi; Pangga, Dwi; Khery, Yusran
Empiricism Journal Vol. 3 No. 1: June 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i1.909

Abstract

Kesetimbangan isotermal serapan emas oleh kitosan telah dipelajari melalui eksperimen. Kitosan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan biopolymer yang dihasilkan dari cangkang kepiting. Kitosan telah diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti pertanian, biomedical, farmasi, kosmetik, lingkungan, industri makanan, industri kertas, dan tekstil. Pada penelitian ini kitosan diaplikasikan sebagai filter penyerap Au. Hal ini dilakukan karena kitosan memiliki kemampuan yang baik menyerap ion logam di dalam larutan. Ada beberapa parameter yang menentukan kapasitas serapan kitosan yaitu : derajat deasetilasi, berat molekul, ukuran partikel, dan kristanilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji biosorption Au oleh kitosan yang diproduksi dari cangkang kepiting lokal NTB pada skala laboratorium. Isotermal kesetimbangan serapan pada penelitian ini dikaji menggunakan model kesetimbangan isothermal Langmuir, Freundlich, dan Temkin dengan variasi jumlah konsentrasi awal. Hasil penelitian menunjukkan model isothermal Freundlich dan Temkin paling dominan untuk menggambarkan proses biosorption ion Au oleh kitosan local NTB. Proses biosorption yang terjadi merupakan proses multilayer pada permukaan heterogen dan proses fisika.
Respon Mahasiswa Calon Guru IPA dalam Penerapan Pembelajaran Proyek Kimia Manasikana, Oktaffi Arinna; Khery, Yusran; Nufida, Baiq Asma; Ahzan, Sukainil; Efendi, Ismail
Empiricism Journal Vol. 3 No. 2: December 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i2.1127

Abstract

Peristiwa pandemi covid-19 didunia termasuk Indonesia, menyebabkan perubahan sistem pembelajaran yang signifikan, biasanya tatap muka di kelas, kegiatan praktek di laboratorium berubah menjadi pembelajaran dalam jaringan atau daring. Pembelajaran proyek menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Mata kuliah model pembelajaran inovatif IPA adalah mata kuliah wajib dalam fakultas ilmu pendidikan yang menuntut mahasiswa dalam keaktifan dan kreatifitas menguasai materi tersebut sehingga lebih aplikatif dimanfaatkan saat kelak menjadi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan teknik pengumpulan data secara observasi dan angket. Model Pembelajaran IPA SMP pada materi kimia mempunyai karakteristik pengetahuan yang abstrak bagi siswa SMP sehingga dibutuhkan keaktifan dan kreatifitas saat mengajar. Berdasarkan hasil angket  di dapatkan hasil sebagai berikut: persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah model pembelajaran inovatif 76.8; motivasi mahasiswa terhadap mata kuliah        model pembelajaran inovatif 78.40; pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah model pembelajaran inovatif 87,6; aktifitas dan kreatifitas mahasiswa dalam pembelajaran proyek 88,7; Kesan mahasiswa terhadap pembelajaran proyek adalah 84,6. Dari hasil rerata diatas 75.0 hal ini menunjukkan pembelajaran proyek efektif diterapkan pada mata kuliah model pembelajaran inovatif IPA materi kimia SMP. Responses of Prospective Science Teacher Students in the Application of Chemistry Project Learning Abstract The Covid-19 pandemic in the world, including Indonesia, has caused a significant change in the learning system, usually face-to-face in class, and practical activities in the laboratory have changed to online or network learning. Project learning uses problems as the first step in gathering and integrating new knowledge based on experience in real activities. The science innovative learning model course is a compulsory subject in the faculty of education that requires students to be active and creative in mastering the material so that it is more applicable when they become teachers. This study uses an experimental approach with data collection techniques by observation and questionnaires. Middle School Science Learning Model in chemistry material has the characteristics of abstract knowledge for junior high school students, requiring activeness and creativity when teaching. Based on the results of the questionnaire, the following results were obtained: student perceptions of innovative learning model courses 76.8; student motivation towards innovative learning model courses 78.40; student understanding of innovative learning model courses 87.6; student activity and creativity in project learning 88.7; Students' impression of project learning is 84.6. The average results above 75.0 show that project learning is effectively applied to science innovative learning model courses in junior high school chemistry.