Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MENGGALI POTENSI MAHASISWA MELALUI PENDEKATAN STEM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN KREATIVITAS DALAM PEMBELAJARAN MEKANIKA Asshagab, Siti Mutiaraningsih; Galib, La Maronta; Ledang, Irwan; Halmuniati; Jamdin, Zamrin
CAHAYA: Journal of Research on Science Education Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/cahaya.v2i2.182

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of applying the STEM (science, technology, engineering, and mathematics) approach to mechanics education to enhance problem-solving skills and creativity among students. The focus of this research is on third-semester students of the Tadris IPA study program during the 2023/2024 academic year. Using the classroom action research (CAR) method, the STEM approach was implemented through small projects and integrated experiments involving fundamental concepts of mechanics, such as kinematics and dynamics. The research was conducted in two cycles, each followed by evaluation and reflection to improve the learning process. The results showed significant improvements in both measured skills. In the first cycle, the average problem-solving skills score was 65.8, and creativity was 68.5. In the second cycle, problem-solving skills reached 85.4, while creativity improved to 88.2. These findings suggest that the application of the STEM approach in mechanics education can enhance critical thinking, problem-solving, and creativity in students. This study concludes that the use of the STEM approach in mechanics education is an effective method to support the development of essential skills in higher education, particularly in the fields of science and technology.
Penguatan kapasitas Desa Batu Ganda dalam mengahadapi ancaman bencana banjir dan tanah longsor Amiruddin Takda; Laode Muhamad Irsan; La Harudu; Ahmad Hidayat; Muhamad Anas; La Maronta Galib; Husein; Vivi Hastuti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS) Vol. 1 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/japimas.v1i1.3

Abstract

Salah satu desa yang sering mengalami bencana adalah Desa Batu Ganda. Metode pelaksanaan menggunakan metode pendidikan dan pelatihan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk penguatan kapasitas dalam menghadapi ancaman bencana banjir dan tanah longsor. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan ditemukan bahwa 1) Desa Batu Ganda memiliki risiko bencana banjir dan tanah longsor yang berada pada kelas risiko tinggi. 2) Kebijakan penanggulangan bencana di disusun berdasarkan prinsip penanggulangan bencana dan kearifan lokal. 3) Pencegahan dilakukan dengan penataan ruang, mengelola lingkungan dan penguatan ketahanan sosial. Sedangkan Pengurangan risiko bencana dilakukan melalui pengenalan dan pemantauan risiko bencana dengan mengadakan pertemuan dan penyuluhan kepada masyarakat serta melakukan pemantauan, 4) Mitigasi bencana berperan sebagai tindakan pengurangan dampak bencana, atau usaha yang dilakukan untuk mengurangi korban ketika bencana banjir dan tanah longsor, baik korban jiwa maupun harta. 5) Simulasi penyelamatan dan evakuasi dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sebelum bencana, saat bencana dan setelah bencana.
Pelatihan Guru IPA SMP Mendesain Media Praktikum Berbasis Physics Education Technology Di Kabupaten Konawe Amiruddin Takda; Muh Anas; Hunaidah Hunaidah; Erniwati Erniwati; La Maronta Galib; Luh Sukariasih; Syarifuddin Syarifuddin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.2017

Abstract

Program kemitraan masyarakat internal (PKMI) dari LPPM UHO mengatasi masalah yang dihadapi oleh guru sains SMP di Kabupaten Konawe, yang jarang melakukan eksperimen, terutama selama pandemi Covid-19. Kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi laboratorium virtual dan peralatan laboratorium sekolah yang tidak memadai menjadi kendala utama. PKMI bertujuan untuk melatih guru-guru ini merancang media praktikum sains berbasis Physics Education Technology (PhET) Simulation. Pelatihan yang diadakan pada tanggal 7 Oktober 2022 di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Anggaberi ini diikuti oleh 19 peserta. Metode pelatihan meliputi tiga tahap: perencanaan (Plan), pelaksanaan (Do), dan refleksi (See). Analisis awal menunjukkan bahwa 78,9% peserta belum pernah menggunakan PhET untuk praktikum sains. Setelah pelaksanaan PKMI, 78,9% peserta menganggap materi pelatihan sangat membantu dalam mengatasi masalah praktikum sains. Selain itu, 73,7% menganggap materi pelatihan sangat sesuai dengan kebutuhan pengajaran sains saat ini. Kemampuan peserta dalam merancang eksperimen berbasis PhET dikategorikan sangat baik (52,6%), baik (31,6%), dan cukup baik (15,8%). Respon peserta terhadap pelaksanaan PKMI sangat positif, dengan 78,9% menyatakan sangat puas. Keberhasilan ini didukung oleh kemampuan tim PKM dalam membimbing peserta, yang dinilai sangat mampu oleh 84,2% peserta.  Training Junior High School Science Teachers to Design Practical Media Based on Physics Education Technology in Konawe Regency The internal community partnership program (PKMI) from LPPM UHO addresses issues faced by junior high school science teachers in Konawe Regency, who rarely conduct experiments, especially during the Covid-19 pandemic. Teachers' lack of ability to use virtual laboratory technology and insufficient school laboratory equipment were significant obstacles. PKMI aimed to train these teachers to design science practical media based on Physics Education Technology (PhET) Simulation. The training, held on October 7, 2022, at SMP Negeri 1 Anggaberi's Computer Laboratory, involved 19 participants. The method included three stages: planning (Plan), implementation (Do), and reflection (See). Initial analysis showed that 78.9% of participants had never used PhET for science practicums. After PKMI implementation, 78.9% of participants found the training material very helpful in addressing science practicum issues. Additionally, 73.7% deemed the training material highly suitable for current science teaching needs. Participants' ability to design PhET-based experiments was categorized as very good (52.6%), good (31.6%), and quite good (15.8%).The participants' response to PKMI implementation was overwhelmingly positive, with 78.9% expressing high satisfaction. This success is attributed to the PKM team's capability, rated very capable by 84.2% of participants.
Pengembangan e-Modul Model Cinqase dengan Aplikasi Flip Pdf Corparate Edition pada Materi Listrik Arus Searah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Weldayana; Hunaidah; La Maronta Galib
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v8i1.1

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menghasilkan e-modul model pembelajaran CinQASE dengan aplikasi Flip PDF Corparate pada materi listrik arus searah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan  R & D (Research and Development) dengan model 4-D dengan tahap yaitu pendefinisian (Define), perancangan (Design), pengembangan (Development), dan penyebaran (Desseminate). E-modul yang telah dikembangkan diuji cobakan di SMAN 4 Pasarwajo pada kelas XII. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi, kuisioner dan tes tertulis. Data kevalidan e-modul dilihat dari penilaian instrumen lembar validasi oleh tiga orang validator ahli. Data keefektifan e-modul dilihat dari peningkatan hasil belajar peserta didik dengan instrumen tes tertulis berupa pretest dan posttest. Data kepraktisan e-modul dilihat dari instrumen kuisioner lembar respons guru dan respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul dinyatakan layak dari segi nilai validitas sebesar 0,917 dengan kategori sangat tinggi. Hasil keefektifan menunjukan peningkatan hasil belajar pada uji coba terbatas diperoleh n-gain 0,318 dengan kategori Sedang dan untuk uji coba luas sebesar 0,400 dalam kategori sedang. Hasil kepraktisan e-modul dari guru sebesar 3,76 pada uji terbatas dan 3,8 pada uji luas dengan kategori Sangat Baik. Sedangkan hasil respon peserta didik sebesar 79% pada uji terbatas dan 81% pada uji luas dengan kategori Sangat Baik. 
Analisis Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik SMAN 5 Kendari Berdasarkan Instrumen NOSLiT (Nature Of Science Literacy Test) Tri Fatya Utami Agustin; Hunaidah; La Maronta Galib
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v8i2.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains peserta didik SMA Negeri 5 Kendari berdasarkan instrumen nature of science literacy test (NOSLiT) Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu penelitian yang memperoleh data dari sampel populasi penelitian yang dianalisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan untuk mendeskripsikan secara sistematis tentang fakta dan karakter dari populasi tertentu. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan angket/koesioner. Subyek dalam penelitian ini ada 152 peserta didik yang terdiri dari kelas X, XI, dan XII. Data dianalisis dengan deskriptif presentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik SMA Negeri 5 Kendari kelas X, XI, dan XII masing-masing sebesar 37,7%, 39,4%, dan 45,3% secara umum berada pada kategori sangat rendah. Untuk hasil kemampuan literasi sains peserta didik kelas X, XI, dan XII SMA Negeri 5 Kendari indikator penamaan ilmiah adalah 47,8%, 49,8%, 55,8% pada indikator kemampuan keterampilan proses senilai 38,7%, 42,8%, 51,5% dan indikator kaidah pembuktian ilmiah adalah 40,5%, 41,1%, 45,9 kemudian pada indikator postulat sains senilai 25,3%, 22,4%, 30,2% kemudian indikator watak ilmiah adalah 32,6%, 36,7%, 38,5% dan indikator miskonsepsi utama adalah 41,1%, 43,7%, dan 50%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik SMA Negeri 5 Kendari masih sangat rendah.
Deskripsi Sarana dan Prasarana Laboratorium Fisika SMA Negeri di Kabupaten Buton Tengah Dewi Satriyanti; La Maronta Galib; Luh Sukariasih
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v7i3.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sarana dan prasarana laboratorium fisika SMA Negeri di Kabupaten Buton Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMAN yang ada di Kabupaten Buton Tengah yang berjumlah 17 sekolah. Sampel terdiri dari 5 sekolah yaitu SMAN 1 Gu, SMAN 1 Lakudo, SMAN 1 Mawasangka Tengah, SMAN 2 Mawasangka Tengah dan SMAN 1 Mawasangka yang diperoleh secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Selanjutnya instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan dokumentasi. Lembar observasi dalam penelitian ini menggunakan instrument daftar ceklis untuk memeperoleh data kesesuaian sarana dan prasarana laboratorium berdasarkan Permendiknas No. 24 Tahun 2007. Sedangkan dokumentasi sebagai data penguat instrument yang lain. Data dianalisis dengan menggunakan teknik perhitungan deskriptif persentase. Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara umum sarana dan prasarana laboratorium fisika SMA Negeri di Kabupaten Buton Tengah berada pada kategori sangat sesuai dengan perolehan persentase sebesar 78,62%.
Validitas Lembar Kerja Peserta Didik Materi Pokok Gerak Parabola Berbasis Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Aplikasi Phet Simulations Muhamad Rizky; La Maronta Galib; Amiruddin Takda
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 8 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v8i4.96

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memperoleh LKPD berbasis model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok Gerak Parabola berbantuan aplikasi Phet Simulations, untuk mendeskripsikan tingkat kevalidan LKPD berbasis model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok Gerak Parabola berbantuan aplikasi Phet Simulations dilihat dari validitasnnya Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model pengembangan yaitu SAM 1 (Successive Approximation Model). Successive Approximation Model. SAM merupakan model pengembangan tangkas yang dibuat oleh Michael Allen dan Richard Sites dengan tahapan evaluasi, desain, pengembangan secara iteratif sampai menemukan LKPD yang akan divalidasi. Validasi LKPD dilakukan di SMA-TQ Muadz Bin Jabal. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi berupa angket pernyataan yang akan diisi oleh validator, dalam menilai LKPD yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa LKPD memenuhi kriteria sangat valid dengan nilai indeks Aiken untuk aspek teknis 0,86, aspek konstruk 0,84, aspek didaktik 0,90 dan aspek isi 0,86 dan nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh telah memenuhi ketentuan inter ovserver agreement yaitu aspek teknis 75%, aspek konstruk 78,47 %, aspek didaktik 86,42%, dan aspek isi 79,63 % sudah memenuhi kategori reliabel.
Pengembangan Instrumen Asesmen Kompetensi pada Materi Pesawat Sederhana untuk Peserta Didik Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama La Sito; La Maronta Galib; Luh Sukariasih
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v9i1.106

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mempereloh instrumen asesmen standar yang mengukur kompetensi peserta didik. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R & D) dengan Model Wilson dan Model Oriondo dan Antonio yang dimodifikasi dan dikombinasikan dengan Successive Approximation Model (SAM) yang dikembangkan oleh Michael Allen dan Richard Sites. Subjek uji coba pada penelitian ini berjumlah 30 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Siompu. Parameter kualitas yang diuji adalah tingkat kesukaran butir soal, daya pembeda butir soal, keberfungsian pengecoh butir soal, validitas butir soal, dan reliabilitas tes. Instrumen penelitiannya berupa lembar validasi ahli dan asesmen kompetensi yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks Aiken’s V 0,88 kategori sangat valid. Hasil analisis data uji coba menunjukkan: 1) terdapat  26 butir soal yang valid dan 15 butir soal yang tidak valid; 2) reliabilitas tes 0,72 kategori tinggi; 3) tidak terdapat butir soal dengan kategori daya pembeda baik sekali, 10 butir soal dengan kategori baik, 17 butir soal dengan kategori cukup, 11 butir soal dengan kategori jelek, dan 3 butir soal dengan kategori sangat jelek; 4) terdapat 3 butir soal dengan tingkat kesukaran kategori sukar, 38 butir soal kategori sedang, dan tidak terdapat butir soal dengan kategori mudah; dan 5) terdapat 9 butir soal yang perlu diperbaiki distraktornya. Hasil analisis pencapaian kompetensi peserta didik uji coba menunjukkan terdapat 4 peserta didik (13%) kategori tinggi, 22 peserta didik (74%) kategori sedang, dan 4 peserta didik (13%) kategori rendah sehingga jika skor rata-rata capaian subjek uji coba dijadikan dasar untuk memprediksi skor rata-rata populasi dimana peserta didik sebagai subjek uji coba diambil maka skor rata-rata populasi akan terletak pada (60 ≤ µ ≤ 70) dengan α = 95%. Instrumen asesmen kompetensi yang memenuhi kriteria standar sebanyak 25 butir soal dari 41 butir soal yang dikembangkan dan dapat digunakan oleh guru untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada materi pesawat sederhana. Penelitian ini hanya mengembangkan jenis soal tes pilihan ganda sehingga bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan jenis tes yang berbeda pada materi yang lebih luas dan subjek uji coba yang lebih banyak.
Penerapan Model Pembelajaran CinQASE Berbantuan Media Berbasis Canva untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Peserta Didik pada Materi Gerak Parabola Kelas XI di SMA Negeri 12 Konawe Selatan Alma Septiana; Hunaidah M; La Maronta Galib
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v9i3.128

Abstract

Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui meningkatnya penguasaan konsep peserta didik yang menggunakan model pembelajaran CinQASE dibandingkan menggunakan model pembelajaran yang biasa digunakan disekolah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain  pretest-posttest control group desain dengan populasi seluruh kelas XI MINAT MIA SMAN 12 Konawe Selatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kelas XI A MINAT MIA sebagai kelas eksperimen dan XI B MINAT MIA sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes soal pilihan ganda sebanyak 20 soal dan lembar observasi sebanyak jumlah pertemuan pembelajaran. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan dua teknik analisis yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian ini menunjukan 1) nilai rata-rata posttest penguasaan konsep kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol, yakni 83,63 untuk kelas eksperimen dan 61,81 untuk kelas kontrol. 2) nilai rata-rata NGain penguasaan konsep peserta didik dikelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandikan dikelas kontrol yakti 0,79 untuk kelas eksperimen yang masuk dalam kategori tinggi dan 0,49 untuk kelas kontrol yang masuk dalam kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran CinQASE berbantuan media berbasis canva dapat meningkatkan penguasaan konsep peserta didik pada materi gerak parabola kelas XI di SMAN 12  Konawe Selatan.
Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Domino Fisika Pada Materi Suhu Dan Kalor Kelas XI SMA Nuraziza; Amiruddin Takda; La Maronta Galib
Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jipfi.v10i1.155

Abstract

Materi IPA khususnya fisika memuat materi berbasis konsep dan matematik, sifat materi fisika yang abstrak dan kompleks mengakibatkan sulitnya visualisasi konsep oleh peserta didik dalam gambar dan angka yang berakhir pada rendahya hasil belajar peserta didik pada materi fisika yang didukung oleh faktor minimnya ketersedian sarana dan prasarana pendalaman konsep berupa laboratorium, alat peraga dan media pembelajaran interaktif. Ketersediaan media pembelajaran memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi dan memvisualisasikan konten fisika yang terkait erat dengan beberapa bentuk teori pembelajaran konstruktivis dan kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memfasilitasi guru dan peserta didik dalam memberikan pemahaman materi untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik SMA/MA Kelas XI pada materi suhu dan kalor dengan menggunakan media interaktif berbasis Kartu Domino Fisika Penelitian ini menggunakan model four-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, lembar validasi, tes (pretest-posttest) dan angket keterlaksanaan dan peserta didik. Hasil penelitian diperoleh media pembelajaran memenuhi kriteria valid dari aspek media 85% dan materi 90,87%, 97,77% dan 85,07%. Hasil praktikalitas oleh guru 91% dan 98% dan peserta didik 92,6% dengan kategori sangat praktis. Efektivitas media pembelajaran memperoleh N-gain 0,71 dengan kategori tinggi. Sehingga disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis kartu domino fisika pada materi suhu dan kalor dianggap valid dan layak digunakan dalam pembelajaran fisika untuk menunjang proses pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.