Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Microplastic Characteristics of Indian Scad (Decapterus ruselli) and Tilapia (Oreochromis niloticus) at Rau Market, Serang City, Banten: Karakteristik Mikroplastik pada Ikan Layang (Decapterus ruselli) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Pasar Rau, Kota Serang Aryani, Desy; Afifah Nurazizatul Hasanah; Radityani, Fitri Afina; Nuryadin, Devi Faustine Elvina; Azkia, Lana Izzul
Habitus Aquatica Vol 4 No 1 (2023): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.4.1.1

Abstract

Mikroplastik dapat mencemari air, tanah, tumbuhan, hewan, hingga manusia. Sumber limbah mikroplastik di perairan tawar antara lain dari industri, pertanian, dan aktivitas antropogenik di mana keseluruhannya dapat menjadi sumber pencemaran mikroplastik di laut. Ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan layang (Decapterus ruselli) merupakan ikan omnivora yang hidup di kolom air, di mana ikan nila dibudidayakan di perairan tawar sedangkan ikan layang ditangkap di laut. Proses identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop. Sebanyak 158 mikroplastik telah ditemukan pada insang, lambung, dan usus ikan nila, sedangkan sebanyak 411 mikroplastik pada insang, lambung, dan usus ikan layang. Jumlah mikroplastik jenis fragmen pada insang, lambung, dan usus ikan mendominasi, berasal dari fragmentasi plastik bahan polipropilen dan polietilen. Jenis mikroplastik terbanyak kedua adalah fiber, dikenali dari bentuknya yang panjang dan menyerupai tali atau benang berasal dari serat jaring serta peralatan rumah tangga. Pada ikan, mikroplastik jenis fiber dapat menggumpal atau membetuk simpul yang dapat memblokir saluran pencernaan dan menghalangi jalan masuknya makanan. Mikroplastik jenis film ditemukan dengan jumlah yang paling sedikit pada ketiga organ ikan yang di analisis. Jenis ini diidentifikasi sebagai polimer polietilen yang berbentuk lembaran tipis hasil degradasi plastik kemasan, memiliki densitas paling rendah dari tipe mikroplastik lainnya.
MODIFIKASI DINDING BUBU LIPAT UNTUK MELOLOSKAN RAJUNGAN YANG BELUM LAYAK TANGKAP: Collapsoble Trap Wall Modification to Realease Under Size Blue Swimming Crab Susanto, Adi; Sutrawan Nurdin, Hery; Jayanudin; Irnawati, Ririn; Hamzah, Asep; Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Syafrie, Hendrawan; Azkia, Lana Izzul; Sucilawati, Mumung; Adisaputra, Divandra Yogi; Hikmatyar, Alfito Dicky
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 1 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v15i1.49776

Abstract

Increasing of fishing pressure poses a serious threat to the sustainability of blue swimminng crab resources. Trap design modifications are needed to improve size selectivity and to release under size crabs. This study aimed to determine the type of wall modification of collapsible trap that is effective in excluding under size blue swimming crab. Laboratory observations were conducted using four escape vents treatments and three different mesh sizes. The escape gap used are rectangular, square, circular and oval respectively. Moreover, the mesh sizes used are 2.0 inches, 2.5 inches and 3.0 inches. Descriptive analysis and scoring were used to determine the most effective type of wall trap modification to be used in the blue swimming crab fishing. The results showed that the rectangular escape gap has better effectiveness than other shapes with the percentage of crabs that pass through at 86.7%. The wall modification using a 3.0-inch mesh size had better performance than the other modification types with a total score of 19. Collapsible trap with a 3.0-inch mesh wall was able to escape 86.7% of the crabs with an escape time of only 11.2 seconds and an average escaped crab carapace width of 78 mm. Keywords: Collapsible trap, escape gap, environmentaly-frendly fisheries, mesh size of trap wall
SOSIALISASI PERAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI SMK NEGERI 7 KOTA SERANG Pratama, Ginanjar; Syafrie, Hendrawan; Munandar, Erik; Supadmaningsih, Fahresa Nugraheni; Radityani, Fitri Afina; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Azkia, Lana Izzul; Nuryadin, Devi Faustine Elvira; Meata, Bhatara Ayi; Aryani, Desy
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 5 No 2 (2023): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v5i2.5639

Abstract

Hutan mangrove sudah banyak diketahui sebagai salah satu plasma nutfah yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, pada saat ini keberadaan hutan mangrove sangat memprihatinkan karena banyaknya kasus deforestasi, pembalakan liar dan kasus ilegal lainnya yang menjadikan perubahan fungsi dari hutan mangrove. Kepedulian generasi penerus terhadap ekosistem hutan mangrove harus diperkenalkan sejak dini. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga ekosistem hutan mangrove agar tetap lestari dan dapat berkembang dengan baik tanpa ada tekanan dari luar. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan peran hutan mangrove sebagai mitigasi bencana pada siswa SMK Negeri 7 Kota Serang. Metode yang digunakan adalah ceramah, transfer knowledge, dan penyuluhan kepada 60 siswa dari berbagai angkatan. Antusiasme yang tinggi dari para siswa menjadi salah satu indikasi keberhasilan transfer knowledge yang dilakukan pada saat sosialisasi yang harapannya dapat dilanjutkan menjaga mangrove di kehidupan mendatang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DESA LONTAR, KABUPATEN SERANG, BANTEN MELALUI PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNIK SURVEI PEMETAAN POTENSI DESA PESISIR Prabowo, Nico Wantona; Saputra, Julian; Jasmine, Agitha Saverti; Khalifa, Muta Ali; Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Munandar, Erik; Pratama, Ginanjar; Dewantara, Esza Cahya; Saad, Moch; Santoso, Prakas; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Aryani, Desy; Azkia, Lana Izzul; Meata, Bhatara Ayi; Syafrie, Hendrawan
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 2 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i2.7097

Abstract

Masyarakat pesisir memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan. Namun, keterbatasan akses terhadap teknologi dan pengetahuan dalam pemetaan sumber daya pesisir sering menjadi kendala dalam pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir Desa Lontar, Kabupaten Serang, Banten, melalui peningkatan kemampuan teknik survei dan pemetaan potensi desa pesisir. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teori dan praktik survei lapangan, penggunaan teknologi Global Positioning System (GPS), analisis citra satelit, serta pengolahan data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan, yang terdiri dari perangkat desa, nelayan, dan masyarakat pesisir, mengalami peningkatan pemahaman terhadap teknik survei dan pemetaan. Peta penggunaan lahan yang dihasilkan mencakup informasi tentang ekosistem mangrove, tambak, pemukiman, serta utilitas lainnya. Evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu menggunakan GPS dan perangkat lunak pemetaan secara mandiri. Hasil dari kegiatan ini tidak hanya memberikan gambaran mengenai teknik survei pemetaan, tetapi juga ikut membantu pemerintah khususnya melalui perangkat desa dalam hal upaya pengayaan/pembaruan data dan informasi guna pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
GERAKAN AKSI BERSIH PANTAI SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN MENJAGA LINGKUNGAN DI PULAU PANJANG KABUPATEN SERANG, BANTEN Munandar, Erik; Pratama, Ginanjar; Azkia, Lana Izzul; Syafrie, Hendrawan; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Khalifa, Muta Ali; Meata, Bhatara Ayi; Susanto, Adi; Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Nuryadin, Devi Faustine Elvina; Aryani, Desy; Radityani, Fitri Afina
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 6 No 2 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v6i2.7307

Abstract

Pulau Panjang merupakan salah satu pulau yang berada di wilayah Teluk Banten, menjadi salah satu jalur laut strategis, termasuk dalam Wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Kabupaten Serang, dan menjadi tujuan objek wisata khususnya pantai. Sampah yang berada di pantai akan meningkat seiring dengan peningkatan kegiatan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan ataupun membersihkan sampah kiriman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengklasifikasi jenis sampah yang ada di pulau Panjang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah partisipatif masyarakat dalam kegiatan aksi bersih dan klasifikasi jenis sampah yang berada di Pulau Panjang. Hasil yang diperoleh yaitu peserta aksi bersih ini diikuti 60 orang peserta yang terdiri atas mahasiswa, masyarakat dan dosen, serta sosialisasi yang terselenggara dengan baik dengan indikator masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Aksi bersih pantai berhasil mengangkut sekitar 20 kantong sampah menunjukan adanya peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai di Pulau Panjang.
Integrated Coastal Zone Management for Sustainable Ecotourism in Kalangan Hamlet, Pulau Pahawang Village, Lampung: A Case Study Reza, Muhammad; Julian, David; Putra, Muhamad Gilang Arindra; Azkia, Lana Izzul
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6703

Abstract

Kalangan Hamlet is one of the coastal communities in Pahawang Island Village, Lampung. It has abundant natural resources and offers prospects as a tourist destination. It is located away from Pahawang Island, so the area is considerably behind in terms of tourism management. The aim of the research was to develop effective strategies for managing the coastal areas of Kalangan Hamlet. The strategies had been suggested to contribute to Kalangan Hamlet's potential for coastal tourism growth. Data was collected using survey and observation methods, with respondents chosen through the snowball sampling technique. The collected data was analyzed using Strengths, Weakness, Opportunities, and Thread (SWOT) analysis and Analytic Hierarchy Process (AHP). The primary strategy for managing the coastal areas of Kalangan Hamlet involves enhancing infrastructure to support tourism, while simultaneously prioritizing the preservation of the natural ecosystem and ensuring the well-being of the local population. This approach balances economic development with environmental sustainability and social equity, thereby fostering a holistic and sustainable tourism model.
CPUE TREND AND DOMINANT FISHING GEAR OF MACKEREL (Rastrelliger sp.) LANDED IN KARANGANTU Azkia, Lana Izzul; Radityani, Fitri Afina; Reza, Muhammad
AQUASAINS Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v12i1.p1413-1421

Abstract

PPN Karangantu is one of the fish landing sites in Serang City, Banten Province. One of the most commonly landed fish species at PPN Karangantu is mackerel. Several fishing gears are used by Karangantu fishermen to catch mackerel, including single monofilament gillnets, boat lift nets, lift nets, and lines. While mackerel fishing efforts in the 2017-2021 timeframe are likely to increase, specific management measures for mackerel fishery at Karangantu PPN have not been implemented. The purpose of this study was to determine the CPUE trend for mackerel fisheries in the 2017-2021 timeframe and to identify the dominant types of fishing gear used in mackerel fishery activities. The data used in this study were obtained from the PPN Karangantu statistical report and field observations. The collected data was processed and analyzed using CPUE and descriptive analysis. The results showed that the CPUE trend for mackerel from 2017 to 2021 tends to increase sustainably, with the single monofilament gillnet being the dominant fishing gear used in mackerel fishing.
PROPORTION OF LEGALLY SIZE BLUE SWIMMING CRABS CAUGHT BY FISHERMEN IN BETAHWALANG VILLAGE Azkia, Lana Izzul; Reza, Muhammad; Putri, Septi Malidda Eka
Journal of Aquatropica Asia Vol 7 No 2 (2022): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v7i2.3421

Abstract

Blue swimming crab is a fishery product with high economic value in Indonesia. Betahwalang Village, Demak, is one of the crab fisheries locations in the province of Central Java. High selling prices and processing industry demand encourages fishing activities. One issue brought on by increased fishing activity is the smaller crab size. It will impact the crab fishing industry in Betahwalang. The majority of the fisherman in Betahwalang Village catch crabs using arad nets, simple gill nets, and traps. This study aims to evaluate the size of crab catch results on fishing gear used by fishermen and recommend proper fishing gear for catching crabs. This research was conducted in April 2019. The catch size of crab was the primary data collected for this study, also with data on fishing grounds, methods, and characteristics of fishing gear. Data were collected by observation, interviews, and measurements of fishing gear and the carapace width of the crab. The results of data collection and processing were analyzed descriptively. The results showed that the highest proportion of legal size crabs (carapace width ≥10 cm) was caught in traps, while the proportion of unlegal size crabs caught was mostly in bottom gillnets and mini trawl.