p-Index From 2021 - 2026
6.377
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BASASTRA BAHASTRA EDUKASI Al Ishlah Jurnal Pendidikan RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmiah Dikdaya JENTERA: Jurnal Kajian Sastra JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan dan Konseling SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Madrasah Jurnal Skripta Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA Jurnal Pendidikan Didaktika: Jurnal Kependidikan KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Devotion: Journal of Research and Community Service Jurnal Komunitas Bahasa Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Jurnal Elementaria Edukasia Kajian Linguistik dan Sastra Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Aksara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Aksara

Wayang in the Classroom: Punakawan Flipbook for Culture and Literacy Pratiwi, Veronika Unun; Nugrahani, Farida; Sudiyana, Benedictus; Sonhuie, Suhailee
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4902.444-453

Abstract

This study aims to explore how four Punakawan characters; Semar, Gareng, Petruk, and Bagong can be utilized through digital Flipbook storytelling to enhance moral knowledge and storytelling skills among elementary school students in Central Java, Indonesia. The objectives are to (1) integrate local cultural values into digital learning media, (2) analyze students’ perceptions of Puna-kawan-themed Flipbooks, and (3) evaluate their effectiveness in improving creativity, ethical understanding, and digital literacy. This study employed a qualitative descriptive method sup-ported by quantitative data. Data were collected through students’ created Flipbooks, reflective journals, observation notes, and teacher interviews. The data were analyzed using content analysis and simple descriptive statistics to identify dominant themes and participation levels. The results showed that students demonstrated higher creativity, stronger moral reasoning, and improved digital literacy. Semar and Petruk were the most preferred characters, while Bagong particularly attracted older students for his critical thinking values. These findings emphasize the pedagogical potential of integrating local wisdom with digital media for character education and 21st-century literacy development. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana empat tokoh Punakawan; Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, dapat dimanfaatkan melalui penceritaan Flipbook digital untuk meningkatkan pengetahuan moral dan keterampilan mendongeng di kalangan siswa sekolah dasar di Jawa Tengah, Indonesia. Tujuannya adalah untuk (1) mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam media pembelajaran digital, (2) menganalisis persepsi siswa terhadap Flipbook bertema Puna-kawan, dan (3) mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kreativitas, pemahaman etika, dan literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui flipbook yang dibuat siswa, jurnal reflektif, catatan observasi, dan wawancara guru. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan statistik deskriptif sederhana untuk mengidentifikasi tema dominan dan tingkat partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menunjukkan kreativitas yang lebih tinggi, penalaran moral yang lebih kuat, dan peningkatan literasi digital. Semar dan Petruk adalah tokoh yang paling disukai, sementara Bagong khususnya menarik minat siswa yang lebih tua karena nilai-nilai berpikir kritisnya. Temuan ini menekankan potensi pedagogis dari integrasi kearifan lokal dengan media digital untuk pendidikan karakter dan pengembangan literasi abad ke-21.