Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN PEMERIKSAAN FLATFOOT PADA SISWA SISWI KELAS 3 SD MUHAMMADIYAH PANGKAH Asqiya, Aurisna Isma; Muthoharoh, Ainun; Zulvania, Alda; Sa’diyah, Aminatus; Kholifatu Balqis, Nurmalia; Noviawati, Sabila; Nabila, Yustiana; Jaka Panuntun, Eko; Nizmah Fajriyah, Nuniek
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v3i1.1402

Abstract

Masa anak-anak merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan. Hal tersebut dapat meminimalisir adanya kelainan pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat permanen. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan identifikasi bentuk arkus pedis. Kegiatan ini dilakukan pada siswa-siswi Sekolah Dasar Muhammadiyah Pangkah. Edukasi pada kegiatan dilakukan agar tidak terjadi kelainan pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat permanen. Pengklafisikasian tipe arkus dalam kegiatan ini menggunakan Clarke’s Angle, sehingga didapatkan jumlah masing-masing kelompok yaitu normal foot berjumlah 11 anak, flatfoot berjumlah 4 anak. Berdasarkan hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa tipe normal foot memiliki nilai cadence (jumlah langkah), stride length dan speed yang lebih besar daripada flatfoot. Pada kegiatan sosialisasi, siswa antusias bertanya sehingga menjadi salah satu faktor bertambahnya pengetahuan pada siswa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBINA PONDOK PADA PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR TENTANG DAGUSIBU (DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN DAN BUANG) OBAT DI PONDOK PESANTREN IMBS MIFTAHUL ULUM PEKAJANGAN KEL. AMBOKEMBANG KEC. KEDUNGWUNI KAB. PEKALONGAN Rahmatullah, St; Permadi, Yulian Wahyu; Muthoharoh, Ainun; Budiarto, Eka; Khusna, Nabilatul; Sari, Vera Kartika
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v3i2.1693

Abstract

DAGUSIBU merupakan salah satu upaya peningkatan kesehatan bagi masyarakat yang diselenggarakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan oleh tenaga kefarmasian. Kegiatan penyuluhan ini diberi nama DAGUSIBU (Dapatkan – Gunakan – Simpan – Buang). Apoteker sebagai profesi kesehatan yang concern terhadap pemakaian obat-obatan di masyarakat dihimbau untuk terus melakukan penyuluhan DAGUSIBU di manapun agar masyarakat paham mengenai penggunaan obat yang benar sehingga tujuan pengobatan dapat tercapai serta tidak menimbulkan kerusakan lingkungan karena pembuangan limbah obat yang salah. Pembina asrama pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan Kel. Ambokembang Kec. Kedungwuni Kab.Pekalongan sering menghadapi santri/santriawati apabila mengalami sakit. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan peningkatan pengetahuan pembina pondok pada penggunaan obat yang benar tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan Dan Buang) Obat Di Pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan dapat disimpulkan bahwa :pengetahuan pembina asrama tentang DAGUSIBU obat setelah mendapatkan penyuluhan dan tambahan informasi melalui booklet yang dibagikan dan pembina asrama merasa senang dan puas dengan kegiatan yang diberikan.
Model Pendampingan Posyandu Remaja PASHMINA (Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah) oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah Khuzaiyah, Siti; Susiatmi, Sandi Ari; Muthoharoh, Ainun; Widiyastuti, Windha
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i1.7656

Abstract

Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah (PASHMINA) adalah salah saJu program Nasyiatul Aisyiyah yang menargetkan kelompok remaja sebagai sasarannya. Dalam rangka meningkatkan jumlah layanan PASHMINA di Indonesia, diperlukan adanya pendampingan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan/atau Aisyiyah (PTM/A). Salah satu Pimpinan Daerah  Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) yang semangat menyelenggarakan PASHMINA namun belum dilaksanakan secara optimal adalah PDNA Kab. Pekalongan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendampingi 11 Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah, khususnya di Kabupaten Pekalongan agar dapat menyelenggarakan kegiatan PASHMINA secara mandiri dan berkelanjutan. Metode yang dilakukan adalah dengan pemberian pelatihan kepada kader dan motivator, pendampingan praktik pemberian layanan PASHMINA, evaluasi pasca layanan, pemberian pinjaman alat PASHMINA, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa sebanyak 8 (73%) Cabang Nasyiatul Aisyiyah di Kab. Pekalongan dapat melaksanakan kegiatan PASHMINA secara mandiri. Selain itu, pengetahuan kader dan motivator PASHMINA di Kab Pekalongan tentang kesehatan reproduksi remaja, psikologi remaja, dan tentang PASHMINA menunjukkan juga cukup dan baik. Kegiatan pendampingan seperti ini diharapkan dapat dilakukan oleh seluruh PTM/A di Indonesia kepada Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah di daerahnya, sehingga akan semakin banyak pusat layanan PASHMINA yang diselenggarakan oleh Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah di Indonesia. Semakin banyak layanan PASHMINA, maka akan semakin banyak remaja yang mendapatkan layanan kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas remaja di Indonesia.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Aromaterapi Sebagai Alternatif Pengobatan TBC Paru-Paru Rahmatullah, St.; Irnawati, Irnawati; Wahyu Permadi, Yulian; Muthoharoh, Ainun; Rahmadhani, Aulia; Saadatina, Nilna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 6 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v6i1.282

Abstract

Indonesia merupakan salah satu diantara beberapa negara dengan kasus penyakit Tuberkolosis tertinggi untuk saat ini. Tuberkolosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalaui droplet (cairan yang keluar dari hidung ataupun mulut) seseorang yang menderita penyakit ini, baik pada saat batuk, bersin, bahkan berbicara. Salah satu terapi alami untuk dapat mengurangi gejala respiratorik pada pasien TBC PARU yaitu dengan menggunakan aromaterapi. Intervensi aromaterapi yang menggunakan bahan-bahan alam ini, dapat dijadikan terapi pendamping pengobatan farmakologis pada pasien TBC PARU Paru dengan gejala utama sesak napas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara pemberian edukasi menggunakan metode talkshow. Pemberian pretest dan postest dilakukan kemudian uji statistik menggunakan paired t-test. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan tentang TBC PARU serta signifikan secara statistic terdapat pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan.
Kepuasaan Pelayanan Resep Konvensional dan Elektronik Pasien Rawat Jalan: Studi Perbandingan di Instalasi Farmasi RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Rahayuningtyas, Wanda; Muthoharoh, Ainun; Rahmatullah, St; Ningrum, Wulan Agustin
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.238

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien saat ini dianggap sebagai salah satu indikator utama kualitas layanan medis yang sangat penting dalam perawatan yang berpusat pada pasien. Penyebab lamanya waktu pelayanan resep pasien umum adalah jenis resep, jumlah resep, shift petugas, ketersediaan sumber daya manusia yang terampil, sarana dan fasilitas yang menunjang seperti pemakaian alat-alat teknologi yang lebih canggih serta partisipasi pasien/keluarga selama menunggu proses pelayanan resep. Penggunaan alat teknologi canggih dalam pelayanan resep dilakukan melalui sistem peresepan elektronik. Metode: penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling dengan analisis data secara deskriptif dan populasi sampel berjumlah 100 responden. Kepuasan pelayanan dinilai dengan menggunakan 5 variabel, yakni dimensi ketanggapan, kehandalan, jaminan, perhatian, dan bukti fisik. Hasil: penelitian didapatkan penilaian kepuasan tertinggi pada dimensi jaminan dengan persentase 87% dengan interpretasi pasien sangat puas. Kepuasan resep elektronik mendapatkan hasil lebih tinggi dibandingkan hasil resep konvensional yaitu 5.70. Kesimpulan: resep elektronik lebih puas daripada pasien dengan pasien yang memperoleh resep konvensional.
EVALUASI KUALITATIF PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS DI INSTALASI BEDAH SENTRAL SECARA RETROSPEKTIF Muthoharoh, Ainun; iana, Nur D; Rahmatullah, St.; Wirasti, W
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika profilaksis di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kraton berdasarkan kategori metode Gyssen’s ditinjau dari ketepatan indikasi, ketepatan pemilihan berdasarkan efektivitas, toksisitas, harga, spektrum, lama pemberian, dosis, interval, rute dan waktu pemberian antibiotika. Data diperoleh dari penelusuran catatan rekam medik secara retrospektif periode Juli 2017 dengan jumlah sampel sebanyak 100 yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi yang digunakan adalah rekam medik pasien dari IBS yang lengkap dan jelas terbaca periode Juli 2017, pasien laki-laki dan perempuan yang menerima antibiotika profilaksis dengan umur 11-68 tahun. Kriteria eksklusi yang digunakan adalah pasien dengan status meninggal pasca pembedahan dan pindah ke rumah sakit lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien terbanyak berjenis kelamin perempuan (58%), kelompok usia pasien remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak 36%, jenis antibiotika yang diterima ceftriaxone (61%). Hasil evaluasi kualitatif penggunaan antibiotika profilaksis yang rasional (kategori 0) sebesar 10% dan yang tidak rasional (kategori I-IV) sebesar 90% dengan rincian kategori V (tidak diindikasikan) sebesar 14,4%, kategori IVA (alternatif lebih efektif) sebesar 81,1%, kategori IVC (alternative lebih murah) sebesar 1,1%, kategori IIIA (pemberian terlalu lama) sebesar 3,3%. Perlu upaya untuk peningkatan kualitas penggunaanya dan mempertahankan kualitas antibiotika profilaksis yang sudah rasional.
Hubungan Karakteristik dengan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat pada Diabetisi Tipe 2 Prolanis di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan Fajriyah, Nuniek Nizmah; Ningrum, Wulan Agustin; Muthoharoh, Ainun; Listiana, Tia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is characterized as a disease or chronic metabolic disorder with multiple etiologies, including disruption to pancreatic beta cells, reduced insulin secretion, and excessive sugar consumption.This study intends to determine the association between the attributes and the level of drug-like using compliance in individuals with type 2 diabetes Prolanis in the Wonopringgo Puskesmas Work Area, Pekalongan Regency. This research is a non-experimental observational study. A total of 50 patients were evaluated using univariate and bivariate assessment with the inclusion requirements of patients diagnosed with Prolanis type 2 diabetes at the Wonopringgo Public Health Center in Pekalongan District, willing to engage in the research, and DM patients with or without corresponding diseases. The characteristics and compliance of drug use can be seen on the basis of filling out the questionnaire with the characteristic data used on the respondent. The method used in this research is to use cross-sectional and then analyze the connection between variables with Chi-Square, the study was performed on 50 participants and the findings showed no connection between drug use compliance traits (P = 0.231).
Hubungan Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Responden Prolanis Terhadap Pengobatan Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan Ningrum, Wulan Agustin; Muthoharoh, Ainun; Fajriyah, Nuniek Nizmah; Bahrie, M Syaeful
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan Penyakit yang dikarenakan gangguan metabolisme glukosa akibat kekurangan insulin baik secara absolut maupun relatif, dengan multi etiologi seperti kerusakan sel beta pankreas, penurunan sekresi insulin, dan konsumsi gula yang terlalu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan tingkat pengetahuan pengobatan pasien diabetes melitus tipe II Prolanis di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian diskriptif korelasi dengan desain cross sectional selanjutnya dianalisis menggunakan chi square. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 35 responden pasien diabetes tipe II. Pengambilan data menggunakan kuesioner selama bulan Mei 2019. hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik dengan pengetahuan pengobatan pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditandai dengan nilai (P value > 0.05)
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Terhadap Tindakan Pengobatan Mandiri Penyakit Kutu Air Syarifah, Nailati; Ningrum, Wulan Agustin; Zuhana, Nina; Muthoharoh, Ainun
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan mandiri merupakan suatu tindakan penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter yang dilakukan oleh masyarakat atas keinginan diri sendiri. Dalam melakukan pengobatan mandiri diperlukan pengetahuan dan sikap yang baik untuk menghasilkan tindakan pengobatan mandiri yang tepat. Pekalongan merupakan waterfrontcity yang memiliki risiko tinggi mengalami banjir rob. Salah satu dampak terjadinya banjir rob yaitu terjadinya penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap tindakan pengobatan mandiri penyakit kutu air akibat dampak rob di Kelurahan Panjang Wetan tahun 2020. Metode penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasarkan teknik nonprobability sampling dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 96 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik pengujian chi square. Hasil dari penelitian ini sebagian besar responden 75% memiliki tingkat pengetahuan kurang, sebagian besar responden 78% memiliki sikap yang negatif serta sebagian besar responden 75% memiliki tindakan yang negatif terhadap pengobatan mandiri. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap tindakan pengobatan mandiri penyakit kutu air dengan nilai signifikasi sebesar 0,276 serta didapatkan nilai odds ratio sebesar 1,750, sedangkan ada hubungan antara sikap masyarakat terhadap tindakan pengobatan mandiri penyakit kutu air dengan nilai signifikasi sebesar 0,000).
EVALUASI KETEPATAN DOSIS OBAT PASIEN DEPRESI RAWAT JALAN DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Septyarini, Diyas; Muthoharoh, Ainun; Permadi, Yulian Wahyu; Ningrum, Wulan Agustin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa yang sering dijumpai di masyarakat. Berdasarkan guidline American Psychiatric Associationpada pasien yang telah menerima pengobatan kurang lebih 8 minggu dan setelah itu tidak mengalami perbaikan gejala yang dialami pasien depresi maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengoptimalkan atau penyesuaian dosis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi ketepatan dosis obat yang digunakan dalam pengobatan pasien depresi rawat jalan di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan tahun 2018–2019. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode deksriptif dan pengambilan data rekam medis secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel secara systematic random sampling dengan jumlah populasi 830 dan sampel yng digunakan sebnayak 93 sampel. Hasil dari penelitian ini didapatkan persentase terkait kelengkapan identitas pasien (100%), pasien depresi paling banyak perempuan (68,8%), dengan kelonpok umur dewasa awal 21-40 tahun (71%), pekerjaan pada pasien depresi yaitu ibu rumah tangga (31,2%), depresi yang dialami yaitu depresi berat dengan gejala psikotik (92,5%), obat golongan antidepresan fluoxetin yang paling banyak digunakan dengan ketepatan dosis (37,6%), obat golongan antipsikotika risperidon yang paling banyak digunakan dengan ketepatan dosis (37,6%), obat golongan psikotropik golongan IV hexymer yang paling banyak digunakan dengan ketepatan dosis (40,9%). Beberapa pasien masih ada yang tidak tepat dosis sehingga diharapkan perlu adanya peningkatan kewaspadaan dalam memberikan dosis obat agar gejala pasien semakin membaik.