Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kecukupan Teks Deskriptif Sebagai Bahan Ajar Pada Buku Marsudi Basa Lan Sastra Jawa Kelas VII Rahmawati, Rizka Auliya; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.12286

Abstract

Pembelajaran bahasa berbasis teks merupakan salah satu kegiatan belajar mengajar yang berorientasi pada kemampuan siswa yang terdapat pada pengembangan kurikulum 2013. Permasalahan yang dibahas disini adalah teks deskriptif sebagai materi pembelajaran Bahasa Jawa SMP/MTS berdasarkan tujuan, struktur dan cirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecukupan serta kesesuaian teks deskriptif berdasarkan fungsi sosial, tahapan dan ciri kebahasaan sebagai bahan atau materi ajar bagi siswa SMP/MTS Kelas VII. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa teks deskriptif dari buku Bahan Ajar Marsudi Basa lan Sastra Jawa SMP/MTS kelas VII Jilid 1. Data dalam penelitian ini berupa wacana teks deskriptif dalam buku Marsudi Basa lan Sastra Jawa kelas VII Jilid 1. Adapun teknik analisis data meliputi membaca wacana teks deskriptif secara intensif, lalu menganalisis fungsi atau tujuan sosial, tahapan dan ciri-ciri kebahasaan dari wacana teks deskripsi tersebut lalu mendeskripsikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana teks deskriptif "Candhi Borobudhur" sudah cukup dan sesuai dengan tujuan, struktur dan ciri pembelajaran berbasis teks, sehingga teks tersebut sudah cukup dan sesuai untuk dijadikan sebagai bahan ajar pada pembelajaran.Kata kunci: Kajian Teks, Teks Deskriptif, Genre Faktual, Bahasa
Analisis Teks Narasi Pada Buku Marsudi Basa lan Sastra Jawa Kelas VII Terbitan Erlangga Tahun 2014 Ratu, Aurora Kusuma; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.12278

Abstract

Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang di lingkungan masyarakat, cerita rakyat ini telah berkembang di masyarakat di masa lalu dan merupakan ciri khas semua negara dengan budaya dan sejarah budaya mereka sendiri. Cerita rakyat dibagi menjadi mitos, legenda dan dongeng (Dananjaya, 1991: 22). Membaca narasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang ada di kelas VIII. Narasi adalah adalah karangan cerita yang menyajikan serangkaian peristiwa kejadian dan disusun secara kronologi sesuai dengan urutan waktunya. Dalam teks narasi peristiwa yang ditulis bisa benar-benar terjadi atau khayalan. Pembelajaran bahasa jawa pada kelas VIII mencakup kompetensi dasar memahami cerita legenda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis structural. Maksudnya adalah penggunaan metode ini adalah untuk mendeskripsikan fakta-fakta yang ada terkait dengan kesalahan berbahasa pada teks narasi pada buku paket Marsudi Basal an Sastra.
Degradation and Resilience of the Social Function of Macapat Songs in Contemporary Javanese Society: A Sociological Study of Literature and Its Implications for Character Education Chairunnisa, Aghnia Alivia; Sulanjari, Bambang; Alfiah, Alfiah
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v3i2.12326

Abstract

Macapat songs as Javanese oral literary heritage face serious pressure from social changes accelerated by globalization and digitalization. This study aims to: (1) identify and analyze the degradation process of macapat's social functions in contemporary Javanese society; (2) map resilience strategies of macapat communities in maintaining their relevance; and (3) formulate pedagogical implications for character education based on local wisdom. Employing a literary sociology approach with Ratna's (2012) literary function theory and Bourdieu's (1993) habitus-capital framework, this study applies a qualitative multi-method design combining content analysis of 11 macapat pupuh from Serat Centhini, in-depth interviews with 18 purposive informants (dalang, Javanese linguistics experts, teachers, and cultural activists), and virtual ethnography of online macapat communities. Results indicate that macapat functions have been reduced from five historical functions (entertainment, moral education, protective rituals, life cycle markers, and social cohesion) to two dominant contemporary functions (performance aesthetics and cultural identity), yet significant resilience emerges through digital neo-traditionalism movements. These findings underscore the need for macapat recontextualization in Outcome-Based Education (OBE) curricula as a character education instrument.
Kajian Sosiologi dalam Cerkak "Pedhot Neng Sungginan" Karya Suryadi WS Natalia, Kristin; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v2i1.10837

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang seluruhnya diperoleh dari sumber tertulis. Penelitian ini difokuskan pada cerkak Suryadi WS yang berjudul "Pedhot Neng Sungginan". Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan aspek sosiologi sastra dalam cerkak karya Suryadi WS ,dan hubungan pengarang dan karyanya. Pemilihan cerpen ini didasari oleh persoalan kritik soaial masyarakat bersikap acuh terhadap perempuan kaya yang sombong yang tercermin dalam cerkak tersebut. teori yang digunakan adalah sosiologi sastra.
The Existence and Transmission of the Meaning of Pocung Songs as Intangible Cultural Heritage in the Digital Era Faijah, Ayesa Siti; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v3i2.12369

Abstract

Tembang Pocung, as part of the Javanese macapat tradition, faces extinction due to digital culture penetration and value shifts among younger generations. This study aims to: (1) analyze the semiotic layers of Pocung songs structurally and culturally; (2) identify factors influencing the existence of Pocung songs in the digital era; and (3) formulate a digital literacy-based cultural transmission model to sustain Pocung songs. The research employs a qualitative descriptive approach with content analysis of Pocung song texts combined with document study. Roland Barthes' semiotics framework is applied to examine denotative, connotative, and mythological meanings. Results show that Pocung songs contain three layers of meaning: (1) eschatological meaning reflecting Javanese death philosophy; (2) pedagogical meaning as a medium for internalizing values; and (3) socio-ritualistic meaning within community contexts. The primary factors in its declining existence are low digital cultural literacy and the absence of formal integration in the educational curriculum. An interactive digital platform-based transmission model is proposed as a revitalization solution relevant to Generation Z's cultural consumption patterns.
Analisis Film Pendek "Lemantun" Karya Wregas Bhanuteja dengan Teori Sosiologi Sastra Wulandari, Arum; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i1.10820

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis teori sosiologi sastra dalam film pendek "Lemantun" karya dari Bagas Bhanuteja. Teori yang digunakan dalam adalah teori struktural dan pendekatan sosiologi sastra. Teori struktural dan pendekatan tersebut digunakan dengan cara mengkombinasikan dari beberapa pendapat para ahli sastra mengenai sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penyediaan data, yaitu metode dengan cara observasi dan menyimak, metode yang digunakan dalam tahap analisis data adalah metode kualitatif, sedangkan didalam tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Untuk menunjang metode-metode tersebut perlu digunakan beberapa teknik, yaitu: teknik pencatatan data, teknik transliterasi data, teknik terjemahan data, teknik deskriptif analitik data, dan deduktif induktif data. Hasil penelitian ini menyimpulkan terdapat 4 aspek kajian sosiologi sastra, diantaranya konteks sosial pengarang. Sastra digunakan sebagai cermin masyarakat, salah satunya genre sastra dan sastra mampu menampilkan keadaan masyarakat dari masa ke masa.
Analisis Teks Deskriptif dalam Buku Marsudi Basa lan Sastra Jawa Piwulangan Basa Jawa Muatan Lokal Wajib Jawa Tengah Kelas IX Iswahyudi, Rizky; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.12293

Abstract

Negara kita Indonesia kaya akan budaya lokal yang membuat Nusantara menjadi memiliki keberagaman dalam berbudaya. Dalam penelitian ini meneliti tentang ragam budaya Nusantara yaitu salah satunya tentang upacara adat mitoni yang bisanya sering dilakukan oleh masyarakat Jawa pada umumnya. Dengan mengupas apa itu mitoni dan segala unsur yang terkandung di dalam upacara adat mitoni dikupas dalam penelitian ini guna untuk menselaraskan perspektif orang asing yang tidak mengenal apa itu yang disebut dengan mitoni. Di Era milenial seperti ini budaya Indonesia yang berkaitan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa hampir terkikis karena budaya modern yang sangat cepat sekali menggerus kebudayaan Nusantara terutama budaya Jawa. Dalam penelitian ini membahas tentang fungsi kebahasaan, tujuan sosial, dalam teks yang berjudul upacara adat mitoni dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan menerapkan gambaran lengkap dengan memuat unsur sosial sebagai eksplorasi dan klarifikasi yang terjadi pada sosial masyarakat. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu dari buku yang berjudul Marsudi Basa lan Sastra Jawa Piwulangan Basa Jawa Muatan Lokal Wajib Jawa Tengah Kelas IX. Kata Kunci : Teks Deskriptif, Kebahasaan, Deskriptif Kualitatif, Eksplorasi
Analisis Teks Deskripsi dalam Buku Paket Piwulangan Bahasa Jawa Muatan Lokal Wajib Jawa Tengah Kelas VIII Kurnianingrum, Aprilia; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.12279

Abstract

This study aims to (1) describe the types of folklore in Blora Regency, (2) discuss the structure of Blora Regency folklore, (3) explain the educational value contained in Blora Regency folklore.In this study using descriptive qualitative. This research provides detailed description and analysis of information. This research uses a single case study strategy which is carried out on one characteristic and one target (subject), namely the folklore of Blora Regency. The analysis technique used is interactive model of analysis.The folklore of Blora Regency is classified as legend, namely in individual legends and legends of the origin of a place. The storyline used in the folklore of Blora Regency is that humans are described as humans who have certain supernatural powers and are of good character. Place settings and social settings are more widely used in Blora Regency folklore and contain a fairly varied mandate. The educational values contained in Blora Regency folklore include the value of moral education, the value of traditional education, religious values, and the value of heroic education.
Penampilan Watak Tokoh dalam Cerkak "Didongakne Malah Nesu" Karya Djaid Belor Safarina, Reny Anindhita; Sulanjari, Bambang; Werdiningsih, Yuli Kurniati
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v2i1.10546

Abstract

The purpose of writing this scientific paper is to fulfill lecture assignments in order to develop writing skills and describe a person's character based on interactions between characters in a short story literary work or it can also be called cerkak. The story comes from a Javanese-language magazine published in 2019. However, what will be discussed in this scientific paper is the one with the title Didongake Malah Nesu which was created by Djaid Belor. The method used in this research is qualitative. Research data in the form of cerkak texts sourced from Javanese-language magazines published in 2019 tells of the reality of a husband and wife as officials who were accidentally prayed for by foreigners. The theory used is literary psychology that focuses on the behavior of characters that clearly describe the character's character. The results of this study are to find out the inner conflict that occurs in each character, to know the psychological condition of the character and the psychology of the author through the plot of the short story. Each character has a different role and response to the events they face to make the story interesting. This behavior becomes a reference for knowing the character's character through conversations and interactions between characters.
Analisis Geguritan "Wutah Getihku" Karya Mahardono Wuryantoro dengan kajian Stilistika Iswahyudi, Rizky; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i1.10846

Abstract

Penggunaan bahasa yang variatif didalam mengemas kebahasaan bisa menjadikan tolak ukur intelektualitas seorang penulis untuk menciptakan sebuah karya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis geguritan dengan judul "Wutah Getihku" Karya Mahardono Wuryantoro dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa frasa, gaya bahasa, dan diksi. Geguritan "Wutah Getihku" Karya Mahardono Wuryantoro menceritakan tentang aktifitas masyarakat pedesaan pada pagi hari yaitu pada kata "Gumelar jembar bumi asri Sumunar sumngringah sunare bagaskara Padhang sumilak anelahi jagad nuswantara" dan menceritakan tentang tumpah darah pembelaan demi membela bumi pertiwi. Geguritan merupakan bentuk puisi jawa yang berkembang di kalangan penutur berbahasa jawa dan bali yang tidak terikat oleh sajak ataupun guru wilangan dan guru lagu. Pengumpulan data dengan cara membaca mengamati dan menerjemahkan apa yang ditulis oleh penulis. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Diksi merupakan pilihan kata dalam geguritan ini menggunakan diksi leksikal. (2) Gaya bahasa dalam geguritan "wutah getihku" menjadi dua yaitu majas simile dan simbolik.Kata kunci : Gaya Bahasa, Stilistika, Diksi, Geguritan.
Co-Authors - Bengat Alfiah . Alfiah Alfiah Alfiah Alfiah alfiah alfiah Amida, Ale Sandya Rindi Amirulchaq, Muhammad Arif Anatasya, Reza Diani Aprilia Kurnianingrum Arum Wulandari Arum Wulandari Asroh, Hasan Asropah . Asropah Asropah Aurora Kusuma Ratu Ayesa Siti Faijah Burhan, Muhammad Najih Chairunnisa, Aghnia Alivia Christianty, Devy Devina Reza Amelia Dewi Lestari Dewi, Mega Sukma Endang Sulastri Fadilah, Muhamad Rizkiyono Faijah, Ayesa Siti Farazila, Nurya Fauziah, Laily Hanum Febriane, Alifat - Febriani, Gabriela Feri Indriarto Firnanda, Gisti Dini Fitriani Putri, Fiky Syahrozad Gabriela Febriani Hasan, Imadul Bilad Hidayati, Dyah Ayu Ikaning Ikawati, Iis Ikawati Imadul Bilad Hasan Indriana, Melinda Sischa Indriarto, Feri Indriarto Iswahyudi, Rizky Jati, Purbo Asmoro Kristin Natalia Kristin Natalia, Kristin Kurnianingrum, Aprilia Kusumardani, Amisha Madu Kusumawardani, Azida Lestyowati, Sri Luh Putu Ratna Sundari Mahakarti, Dewi Chandra Mardiyansyah, Mardiyansyah Mega Sukma Dewi Muhamad Nur Shodiq Nanik Setyawati Novtarianggi, Gina Nugroho, Sri Prihatin Nuning Zaidah Nuning Zaidah, Nuning Nuning, Zaidah Nurkhayatun, Umi NURUL AZIZAH Paramesti, Niki Nugrah Parnlesta, Kesdhikawati Adwi Prameswari, Elfa Mahendra Prasanti, Alfina Diah Ayu Prasetyo, Daniel Dwi Prasetyo, Syamsul Gondo Pulung Sari Putri, Shinta Widyanti Qothrunnada, Nur Malisa Rahmawati, Rizka Auliya Ratu, Aurora Kusuma Reny Anindhita Safarina Riyandanti, Dian Lestari Rizka Auliya Rahmawati Rizky Iswahyudi Rohmah, Naili Nur Rokhiima, Raden Roro Dewi Maryama Ya Rosita, Andjelina Putri Safarina, Reny Anindhita Safitri, Ima Yulia Sari, Pulung Selviana Nurhikmah Setyaningrum, Triska Ayudya Shinta Widyanti Putri Shodiq, Muhamad Nur Sunarya - Sunarya Sunarya Sunaryo Sunaryo Suyitno Suyitno Syifa Fauziyah, Syifa Vebrianto, Bernadus Widodo, Santri Wulandari, Arum Yuli Kurniati Werdiningsih, Yuli Kurniati Yuli Widiyono