Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Estetika dan Nilai Budaya pada Baju Adat suku Kaili, Sulawesi Tengah Nandayana, Yasmin; Syairul Bahar; Alipia Indriyani; Nova Eliza Bachri; M. Taufik Aulia Rahman; Khosyi Aini Ahmad; Farkhan Abdurochim Alfarauq
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 1 (2025): Juni (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i1.11077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estetika dan nilai budaya pada pakaian adat suku Kaili, Sulawesi Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan studi literatur. Data diperoleh dari dua partisipan yang merupakan guide TMII bagian Sulawesi Tengah, serta berbagai sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian adat Kaili, seperti Baju Nggembe untuk perempuan dan Baju Koje untuk laki-laki, mencerminkan identitas budaya, status sosial, serta hubungan spiritual masyarakat Kaili. Elemen-elemen seperti bahan sutra dan katun, pewarna alami, motif geometris dan floral, serta warna simbolis memiliki makna filosofis yang mendalam. Selain fungsi estetika, pakaian adat ini juga berperan dalam berbagai upacara adat dan ritual, mencerminkan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Namun, tantangan modernisasi mengancam keberlanjutan tradisi ini, sehingga diperlukan inovasi untuk menjadikannya lebih relevan bagi generasi muda. Studi ini memberikan wawasan tentang estetika dan nilai budaya pada baju adat suku Kaili serta pentingnya melestarikan pakaian adat sebagai warisan budaya yang berharga. Kata Kunci: Pakaian adat, Suku Kaili, estetika budaya, nilai budaya
Mengkaji Sejarah dan Makna Pakaian Adat Aesan Gede Sumatera Selatan Ajengningtyas, Azwa; Bahar, Syairul; Khairunnisa, Khairunnisa; Kamila, Afina; Ramadani, Reza; Putri, Rida Perdana; Alfaruq, Farkhan Abdurochim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti daerah Indonesia pada umumnya yang memiliki ciri khas,, Sumatera Selatan juga mempunyai ciri khasnya sendiri terutama pakaian adat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji Sejarah dan Makna Pakaian Adat Aesan Gede Provinsi Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Wawancara dilakukan secara tatap muka pada tanggal 12 November 2024 di anjungan Sumatra Selatan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta menggunakan kajian pustaka. Pakaian Adat Aesan Gede menjadi fokus utama pembahasan, pakaian adat ini merupakan pakaian adat Sumatera Selatan yang digunakan saat tertentu seperti pernikahan. Corak, motif, warna dan bentuk nya menjadikan Acsan Gede menjadi salah satu pakaian adat yang mempunyai makna simbol tersendiri.
Rok Rumbai Representasi Budaya dan Kearifan Lokal dalam Pakaian Adat Suku Asmat Fadil, Muhammad; Bahar, Syairul; Sidik, Muhammad; Ramda, Rimaysa; Zahra, Aliya Mumtaz; Afif, Salwa Fadiah; Alfarauq, Farkhan Abdurochim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rok rumbai merupakan pakaian adat khas Papua yang kaya akan nilai budaya, simbolisme, dan estetika. Terbuat dari bahan alami seperti serat daun sagu dan kulit pohon, pakaian ini sering digunakan dalam upacara tradisional, tarian, dan ritual keagamaan. Desainnya yang sederhana mencerminkan hubungan erat masyarakat Papua dengan alam serta kehidupan yang selaras dengan lingkungan. Selain sebagai simbol identitas budaya, rok rumbai juga berfungsi sebagai ekspresi seni dan simbol kehormatan dalam komunitas adat. Namun, modernisasi dan pengaruh budaya luar menjadi tantangan besar bagi pelestariannya. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan eksistensinya melalui pelatihan, pendidikan budaya, dan promosi seni. Penelitian tentang rok rumbai penting untuk mendokumentasikan warisan budaya Papua sekaligus menghargai keragaman budaya Indonesia. Pelestarian ini diharapkan menjadikan rok rumbai sebagai simbol identitas budaya yang terus menginspirasi generasi mendatang.
Pakaian Adat Tolaki: Warisan Budaya di Tengah Dinamika Modernisasi Ramadhanish, Rekhael; Nurjanah, Arum; Fadilah, Dwi Diah; Fayadh, Ahmad Tsaqif Al; Bahar, Syairul; Alfarauq, Farkhan Abdurochim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakaian adat Sulawesi Tenggara merupakan bagian integral dari warisan budaya Indonesia yang mencerminkan identitas sosial, simbol budaya, serta nilai-nilai masyarakat lokal. Setiap elemen, seperti desain, warna, dan aksesori yang digunakan dalam pakaian adat ini termasuk sulaman emas dan perak serta aksesori tradisional mewakili norma dan filosofi yang telah diwariskan turun-temurun. Pakaian adat suku Tolaki, misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai busana dalam acara adat dan perayaan penting, tetapi juga sebagai simbol martabat, status sosial, dan kebanggaan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran pakaian adat Sulawesi Tenggara dalam melestarikan warisan budaya, serta bagaimana pakaian ini menjadi penanda identitas sosial yang memperkuat jati diri masyarakat di tengah pengaruh modernisasi dan globalisasi. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada kontribusi pakaian adat Sulawesi Tenggara dalam kekayaan budaya Indonesia secara keseluruhan, serta relevansinya dalam memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian budaya lokal. Dengan mempelajari dan menghargai pakaian adat ini, kita dapat lebih memahami keragaman budaya Indonesia yang unik dan memperkuat rasa kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.
Pengaruh Aplikasi Google Earth terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X di SMA Nurul Falaah Gunung Sindur Adelina, Nurul; Ardiansyah, Andri Noor; Bahar, Syairul
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v10i2.35783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran geografi berbasis teknologi geospasial yaitu Google Earth terhadap kemampuan berpikir spasial siswa SMA Nurul Falaah Gunung Sindur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X.1 sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan media pembelajaran aplikasi Google Earth dan kelas X.2 sebagai kontrol yang diberi perlakuan media pembelajaran Microsoft Power Point dan LKS. Pengambilan data menggunakan instrumen pretest dan posttest berbentuk pilihan ganda dan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan observasi. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh aplikasi Google Earth terhadap kemampuan berpikir spasial siswa di kelas X.1 SMA Nurul Falaah Gunung Sindur. Perolehan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 82,12 dan kelas kontrol sebesar 62,22. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dari data hasil perhitungan diperoleh taraf signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 karena signifikansi lebih kecil dari 0,005 (0,000 < 0,005), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh aplikasi Google Earth terhadap kemampuan berpikir spasial siswa.Kata kunci: Media Pembelajaran, Aplikasi Google Earth, Kemampuan Berpikir Spasial
Persepsi Masyarakat Nelayan Tentang Pentingnya Pendidikan Formal di Kabupaten Cirebon Farkhanah, Eka Hidayatul; Arif, Muhamad; Bahar, Syairul
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v11i1.38302

Abstract

Penelitian ini membahas tentang persepsi masyarakat nelayan terhadap pendidikan formal Desa Gebang Kulon Kabupaten Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat nelayan terhadap pendidikan formal di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat nelayan desa Gebang Kulon terhadap pentingnya pendidikan formal itu sangat baik dan mendukung. Tujuanya untuk kesejahteraan masyarakat nelayan di masa depan. Pendidikan merupakan elemen penting bagi masyarakat nelayan. Dari pengetahuan, keterampilan, wawasan, bisa merubah pola pikir menjadi cerdas dan lebih baik. Selayaknya semua masyarakat mendapat kesempatan untuk menikmati pendidikan, baik dalam pendidikan yang diberikan oleh keluarga, maupun lembaga pendidikan formal yang mengajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan. Keinginan orang tua yaitu menyekolahkan anak-anaknya sampai ke perguruan tinggi, karena pada dasarnya masyarakat nelayan mengerti akan pendidikan, dan semua orang tua mempunyai cita-cita untuk menyekolahkan anak-anaknya yang tertinggi.
Dampak Sosial Ekonomi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cipeucang Bagi Pemulung Sekitar Fitria, Nada; Nisa, Jakiatin; Bahar, Syairul
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v11i1.38611

Abstract

Cipeucang landfill has become a place where waste collects which has a direct impact on local scavengers. The proximity of the scavenger community's residential location in Serpong Subdistrict to the landfill site means that the scavenger community is vulnerable to coming into contact with waste. This research aims to determine the socio-economic impact of the Cipeucang waste final disposal site (TPA) on local scavengers. The method used in this research is a descriptive qualitative approach. with this type of phenomenological research. The object of this research is society. scavengers who are around the Cipeucang TPA and who are the subjects are the scavenger community of RT 06 RW 04 who live and are in direct contact with the TPA. The data collection technique used in this research was observation interviews. and documentation. The results of the analysis show that there are positive and negative impacts on the scavenger community around the Cipeucang landfill. Among them is the positive impact of the large number of local scavenger communities whose main income is from scavenger work with very varied incomes, where the income earned by the The negative impact is that the residences occupied by scavengers are still inadequate because the residences they occupy in terms of the physical condition of the building are still considered vulnerable to potential danger, apart from that, in terms of education among the scavenger community, it is still relatively low, because many of them are the children of scavengers. who dropped out of school again because of financial constraints.  
Pemetaan Jalur Evakuasi Banjir di Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi Bahar, Syairul; Fahmi, Fauzi
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v11i2.38726

Abstract

This research aims to determine an effective flood disaster evacuation route in Jatiasih District. The research method used is quantitative descriptive and analyzed using the Geographic Information System (GIS) application. Determining evacuation points takes into account the distribution of settlements, road accessibility and public facilities. Processing evacuation routes using a network analyst based on the closest distance while still considering the condition of the road being traversed. Network analyst processing resulted in 14 evacuation routes connecting 14 initial assembly points (assembly points) with 7 evacuation points (shelter points). From the Network Analyst results and field survey results, it is known that the evacuation route with the longest route is a distance of 1293 meters, namely the route connecting the Al Awwabin Jami Mosque with the Jatiluhur Subdistrict office, while the evacuation route with the shortest route is a distance of 132 meters, namely the route connecting between the Al Fatah Jatiasih Mosque and SDN Jatiasih X. This flood evacuation route can be used as a reference in mitigating floods in Jatiasih sub-district and providing outreach to the community regarding community preparedness in facing floods.
Analisis Spasial Kebutuhan dan Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur Astuti, Syuhada Widiya; Sodikin, Sodikin; Bahar, Syairul
Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): JKRL-Juli
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta untuk dapat mengetahui ketersediaan RTH yang ideal berdasarkan luasan lahan permukiman di Kecamatan Cakung, dalam kurun waktu tahun 2011 sampai tahun 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dengan metode deskriptif kuantitatif untuk mendeskripsikan hasil pengamatan penelitian, observasi groundcheck ke lokasi penelitian yaitu observasi kesesuaian data hasil overlay citra landsat terhadap vegetasi lahan hijau di Kecamatan Cakung. Overlay data citra menggunakan citra landsat 7 untuk tahun 2011 dan citra landsat 8 untuk tahun 2021 pengolahan menggunakan Google Earth Engine (GEE) dan ArcGIS 10.3. Hasil penelitian ini, RTH sebagai penyeimbang ekosistem kota, menurut UU No., 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang dengan kota harus memiliki laha RTH minimal sebesar 30% dari luas keseluruhan kota. Banyak mengalami perubahan alih fungsi lahan dari lahan hijau atau lahan kosong menjadi lahan permukiman terutama di Kecamatan Cakung. Perubahan lahan ruang terbuka hijau pada tahun 2011 sebesar 1232 ha mengalami penurunan pada tahun 2021 dengan luas sebesar 617,94 ha. Untuk Kecamatan Cakung ketersediaan dari lahan terbuka hijau sebesar 674,4 ha dari luas wilayahnya. Dan luas kebutuhan RTH dari tahun 2011 sampai 2021 menurut luas wilayah sebesar 1268,4 ha dan kekurangannya sebesar – 594 ha. Sedangkan dari luas lahan permukiman yang ada ketersediaan ruang terbuka hijau sebesar 670,14 ha dari luas lahan permukiman yang luasnya sebesar 2233,84 ha dan kebutuhan dari RTH sebesar 1268,4 ha, kekurangan sebesar 598,26 ha.
DINAMIKA PERUBAHAN LUAS LAHAN TERBANGUN DI KOTA DEPOK TAHUN 2005-2025 BERDASARKAN ANALISIS CITRA SATELIT Maitsa Zulfa Husniyyah; Andri Noor Ardiansyah; Bahar, Syairul
Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran mengenai perubahan lahan terbangun di Kota Depok pada tahun 2005-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode supervised classification (klasifikasi terbimbing) digunakan untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan berdasarkan data citra landsat 5 (tahun 2005) dan citra landsat 9 (tahun 2025) yang diolah dengan menggunakan Google Earth Engine (GEE) untuk mengidentifikasi lahan terbangun dan lahan non terbangun. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada luas lahan terbangun selama periode 2005-2025 yaitu dari 77,20 km2 pada tahun 2005 menjadi 167,95 km2 pada tahun 2025, atau mengalami peningkatan lahan terbangun sebesar 90,75 km2 Peningkatan tersebut tidak merata di seluruh kecamatan yang ada di Kota Depok, melainkan peningkatan terbesar berada di wilayah yang berada di pinggiran kota seperti Kecamatan Sawangan, Kecamatan Tapos, dan Kecamatan Bojongsari. Hasil ini menunjukkan bahwa Kota Depok mengalami peningkatan lahan terbangun yang cukup pesat dan cenderung lebih dominan meningkat di wilayah pinggiran kota.
Co-Authors Abdurochim Alfarauq, Farhan Abrar, Fany Ramadhanty Adelina, Nurul Afif, Salwa Fadiah Agustian, Panggih Ahmad Zumaekal Ainun Nisa Rosiana Ajengningtyas, Azwa Alipia Indriyani Alya Hanifah Andriani Andri Noor Ardiansyah Andri Noor Ardiansyah, Andri Noor Andri, Andri Noor Ardiansyah Ariena Millatie Astuti, Syuhada Widiya Canggih Tri Satria Dian Cahya Anbiya Dinda Nur Azizah Divani Truna Wijayanti Dzaki Abiansyah Putra Eva Nurharyati Fachry Abda El Rahman Fadilah, Dwi Diah Fadyah Nurfadriza Fahmi, Fauzi Farkhan Abdurochim Alfarauq Farkhanah, Eka Hidayatul Fayadh, Ahmad Tsaqif Al Feby Khairunnisa Gucchaniwangi Fitria Difa Nuzula Fitria, Nada Fuad Mudzakir Hafbi, Najwa Indah Listiana Isnaini Putri Az-Zahra Iwan Purwanto Jakiatin Nisa, Jakiatin Kamila, Afina Kamilah Jannah Khairunnisa Khairunnisa Khosyi Aini Ahmad Lula Najwa Kamila Lutfiah Rustianti M. Taufik Aulia Rahman Maitsa Zulfa Husniyyah Meicca Javanisa Utami Mohamad Rizal Triansah Muhamad Arif Muhammad Fadil Muhammad Fattan Fachrezy Muhammad Hafidz Aditya Ramadhan Muhammad Rizki Fadhilah Muhammad Sidik Mutiara Cinta Mutiara Cinta4, Naila Azzahra Nabila Dwi Ariati Nabila Safitri, Aulia Naila Fadlia Najmi Nihayah Nandayana, Yasmin Nazwa Aulia Rahamah Nazwa Rizky Adilla Nooraniyah Karima Afifah Nova Eliza Bachri Nurazizah Nurazizah Nurjanah, Arum Pratama Ilham Abduh Putra Putri, Rida Perdana Rabella Azzahra Ramadani, Reza Ramadhanish, Rekhael Ramda, Rimaysa Revly Haiqal Bais Rizky Susanto Sabrina Asniawat Salsabila Hanum Salwa Al Qorni Salwa Amanda Syakib Sandy Al Fauzan, Muhammad Hafizh Sodikin Sodikin Sri Ramadonna, Tengku Suryati Maulani, Imelda Sya Mandhalaksita Irsani Syahidan, Muhammad Ihsan Syifa Almanda Ru’yat Zahra, Aliya Mumtaz Zayid Zidane Aulia Zulfa Nadin Azzahra