p-Index From 2021 - 2026
11.815
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU USHULUDDIN Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Religi: Jurnal Studi Agama-agama Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Holistik: Journal For Islamic Social Sciences Jurnal Orasi Jurnal Tamaddun Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam FOKUS: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Jurnal Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Jurnal Abadimas Adi Buana Jurnal Budaya Nusantara TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman FIKRAH Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Living Islam: Journal of Islamic Discourses Jurnal Ilmu Dakwah Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Potret Pemikiran Dialog Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Jurnal Filsafat Indonesia Sophist Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Al-Adyan: Journal of Religious Studies Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi An-Nawa : Jurnal Studi Islam Jurnal Studi Hadis Nusantara Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Media: Jurnal Filsafat dan Teologi TASAMUH: Jurnal Studi Islam Berajah Journal Jurnal Pemikiran Islam (JPI) El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM KEPRI) Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Anifa Studi Gender dan Anak Solidaritas: Jurnal Pengabdian Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati Jurnal Studi Pesantren Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdi Makarti Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Sanjiwani: Jurnal Filsafat Fleksibel: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama Jurnal Ilmiah Falsafah Makkareso : Riset Pengabdian Masyarakat Patisambhida : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Journal of Religion and Social Transformation Al-khidmah: Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat Ar Rosyad : Jurnal Keislaman dan sosial humaniora El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat EDUKASI EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Al-A'raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Pengabdian Cendekia Jurnal Ushuluddin Al-madinah: Journal of Islamic Civilization Jurnal Sosial Politik Humaniora Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma'rifatil Qur'an by K.H. Ahmad Sanusi Hidayatulloh, Taufik; Hajam, Hajam; Saumantri, Theguh; Abdillah, Abdillah
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v8i1.8490

Abstract

The tafsir (Qur’anic commentary) is one of the essential tools for explaining and deepening the understanding of the teachings of the Qur’an within the community. Besides serving as a religious instrument, tafsir often reflects cultural richness by integrating Islamic aspects with local cultural values. This study aims to explore how the cultural identity of the Sundanese people is reflected in the Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma’rifatil Qur’an, written by K.H. Ahmad Sanusi from Sukabumi. The research method used is descriptive-analytical with a qualitative approach. The findings of this study indicate that the cultural identity in the Tafsir Raudhatul Irfan is evident in several aspects of local wisdom, particularly in the field of language. The Sundanese language used in this tafsir is the daily language of the mufassir (commentator). Thus, the writing of this tafsir was primarily intended for the students in Islamic boarding schools and the Sundanese community who understand the language rather than for a broader audience. Furthermore, the cultural identity is also reflected in the writing system, where the mufassir utilizes the Pegon script to convey his tafsir. The Pegon script, which is a writing system that uses Arabic characters for the Sundanese, Javanese, and Madurese languages, is employed in this tafsir as a means to preserve and maintain local literary traditions while still conveying Islamic teachings.
PENGARUH TRADISI ZIARAH MAKAM SUNAN GUNUNG DJATI TERHADAP UMKM MASYARAKAT SEKITAR Hidayattulloh, Wahyu; Amrulloh, Riza; Hawa, Firda; Saumantri, Theguh
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/arrosyad.v2i2.966

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengkaji dampak tradisi ziarah makam Sunan Gunung Jati terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitarnya. Data utama diperoleh melalui wawancara dengan pedagang dan juru kunci makam, serta observasi langsung, sedangkan data tambahan berasal dari penelitian terdahulu dan literatur terkait lainnya. Sunan Gunung Jati, yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa Barat, memiliki makna spiritual, sejarah, dan budaya yang kuat bagi masyarakat Cirebon. Ziarah ke makamnya bukan hanya merupakan praktik keagamaan, tetapi juga cara untuk menghormati kontribusinya dalam pembangunan peradaban Islam. Tradisi ini juga berdampak positif terhadap ekonomi lokal, membantu meningkatkan pendapatan UMKM dan memperkuat identitas budaya setempat. Namun, perlu ada perlindungan terhadap lingkungan dan nilai-nilai budaya, serta kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM untuk memastikan manfaat jangka panjang dari tradisi ziarah makam Sunan Gunung Jati.
PERAN MASJID ISLAMIC CENTER AT-TAQWA DALAM MEMPERTAHANKAN HARMONISASI DINAMIKA KEAGAMAAN DI CIREBON Novianto, Fauzan Akbar; Fitria, Fildza Nardina; Najili, Muhammad Hakin; Saumantri, Theguh
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v10i1.10987

Abstract

Keharmonisan ditengah maraknya konflik keagamaan yang terjadi banyak disebabkan karena adanya perbedaan dari berbagai aspek, seperti aspek kepentingan politik, sosial, maupun budaya tiap masing kelompok keagamaan yang ada, memang diperlukan adanya. Sebab dari hal tersebut diperlukan adanya suatu usaha atau progres untuk merealisasikan kerukunan, keharmonisan antar kelompok yang ada. Selain sebagai tempat untuk beribadah, masjid dapat juga digunakan sebagai fasilitator berbagai penyatuan antar umat agama seperti pernikahan dan perdamaian. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan bahwasannya dengan adanya masjid maka akan tercipta suatu perdamaian dan keharmonisan dengan memanfaatkan fasilitas tersebut. Dari beberapa program-program yang dijalankan dalam suatu Lembaga dakwah maupun Pendidikan contohnya Islamic Center At-Taqwa, banyak memberikan pengaruh signifikan bagi kelompok keagamaan. Dengan menggunakan metode observasi berupa wawancara dan studi pustaka, penulis akan menampikan program-program Masjid Islamic Center At-taqwa Cirebon sebagai model pengharmonisasian kelompok-kelompok yang ada di wilayah Indonesia khususnya Cirebon. Dengan dilakukannya penelitian ini menjadi harapan seluruh Masjid bisa mengembalikan esensi Masjid yang tidak hanya menjadi tempat ibadah semata, namun menjadi mediator bagi Masyarakat Luas terkhusus umat Islam.
EKSPLORASI MAKNA MODERASI BERAGAMA DI KOTA SUKABUMI: SUATU PENDEKATAN FENOMENOLOGIS Saumantri, Theguh
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i2.8707

Abstract

Dalam konteks masyarakat yang semakin kompleks dan beragam, moderasi beragama muncul sebagai jalan tengah yang mampu menghubungkan antara aspek spiritualitas dengan tuntutan hidup dalam keragaman. Kota Sukabumi sebagai kota tolernasi ke-enam di Indonesia dan ke dua di Jawa Barat adalah bukti konkrit dari komitmen yang kokoh dalam membangun nilai-nilai moderasi beragama.Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi makna moderasi beragama di Kota Sukabumi melalui pendekatan fenomenologis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang mengadopsi pendekatan fenomenologis dalam menggali dan menganalisis makna moderasi beragama di Kota Sukabumi. Dalam konteks masyarakat yang heterogen dalam hal agama, pendekatan ini mengambil sudut pandang individu untuk memahami bagaimana moderasi beragama dihayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Moderasi beragama di Kota Sukabumi telah menjadi pijakan yang kuat dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama. Dalam konteks masyarakat yang beragam agama dan budaya, moderasi beragama di kota ini mencerminkan harmoni dan toleransi yang hidup dalam interaksi sehari-hari. selain itu dukungan dari pemerintah dan tokoh setiap agama dalam menciptakan lingkungan inklusif turut menjadi pendorong moderasi beragama.
Mengungkap Kekuatan Transformasi melalui Rasionalitas serta Kritisisme: Analisis Dialektika Pencerahan Max Horkheimer Fitria, Fildza Nardina; Saumantri, Theguh
Media: Jurnal Filsafat dan Teologi Vol. 5 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53396/media.v5i1.226

Abstract

The essay deals with the power of transformation through rationality and criticism (Max Horkheimer's Dialectical Analysis of the Enlightenment). It is a review article that discusses the main topic using a literature study. According to the Dialectics of Enlightenment, Horkheimer and Adorno's critical theory aims to bring about a critical consciousness. It leads to Aufklärung or Enlightenment. Horkheimer and Adorno critically observed that technological and scientific developments do not always create freedom. Instead, technology is often used as a tool of control and domination. Faced with these challenges, Horkheimer emphasized the importance of continuous criticism of social and cultural conditions. Criticism is considered a tool for exposing injustices and gaps that emerged amid the enlightenment. For Horkheimer, critical thinking is not just intellectual analysis, but rather a means of freeing humans from the shackles and alienation produced by false enlightenment. By understanding the dialectic of enlightenment, we can more wisely manage developments over time to achieve positive and sustainable transformation.
Teologi Perdamaian dan Kerukunan Antar Agama dalam Perspektif Asghar Ali Engineer Saumantri, Theguh
Jurnal Pemikiran Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jpi.v3i2.19790

Abstract

This article explores the concept of Islamic theology of peace and interfaith harmony through the perspective of Asghar Ali Engineer, particularly focusing on the essence of Islam, theology of peace, and interreligious harmony. The article employs a literature study method, analyzing and interpreting Engineer's works. Asghar Ali Engineer, an Indian Muslim scholar and intellectual, advocates for peace and pluralism in Islam, emphasizing the importance of Tauhid (the Oneness of God) as a foundation for social justice and peace. His approach integrates the concept of liberation theology, emphasizing the necessity of liberating humanity from oppression and injustice. Engineer interprets Tauhid not merely as a religious ritual but as a social structure that fosters equality and peace. He argues that true peace in Islam involves respecting religious diversity and eliminating coercion in faith. The study affirms that Engineer's theology of peace is relevant in multicultural and multireligious contexts like Indonesia and can offer an alternative approach to resolving interfaith conflicts. Engineer's emphasis on dialogue and understanding among different faiths is crucial for enhancing harmony and reducing societal polarization.AbstrakArtikel ini mengeksplorasi konsep teologi perdamaian Islam dan kerukunan antaragama melalui pemikiran Asghar Ali Engineer, khususnya mengenai esensi Islam, teologi perdamaian, dan kerukunan antar agama. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis karya-karya Engineer dan menginterpretasikannya. Asghar Ali Engineer, seorang ulama dan intelektual Muslim India, mengadvokasi perdamaian dan pluralisme dalam Islam, menekankan pentingnya Tauhid (Keesaan Allah) sebagai dasar untuk keadilan sosial dan perdamaian. Pendekatannya menggabungkan konsep teologi pembebasan, menekankan pentingnya membebaskan umat manusia dari penindasan dan ketidakadilan. Engineer menafsirkan Tauhid tidak hanya sebagai ritual agama tetapi sebagai struktur sosial yang mendorong kesetaraan dan perdamaian. Ia berargumen bahwa perdamaian sejati dalam Islam melibatkan penghormatan terhadap keragaman agama dan penghapusan paksaan dalam beragama. Kajian ini menegaskan  bahwa teologi perdamaian Engineer relevan dalam konteks multikultural dan multireligius seperti di Indonesia dan dapat menjadi pendekatan alternatif untuk mengatasi konflik antar agama. Penekanan Engineer pada dialog dan pemahaman antar agama yang berbeda sangat penting untuk meningkatkan kerukunan dan mengurangi polarisasi masyarakat.
PENGEMBANGAN PEMAHAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA BERBASIS NILAI INKLUSIVITAS PADA MAHASIWA DI PERGURUAN TINGGI Hidayatulloh, Taufik; Saumantri, Theguh
FIKRAH Vol 7 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v7i1.20593

Abstract

This paper is based on the results of a study entitled “Study of the Influence of Paramadina Life Value Lecture (NHP) on Student Character and Behavior”. The study was driven by concerns about rising intolerance and radicalism as well as counterproductive tensions between Islam and nationality among young people and students. This condition of course has the potential to threaten the disintegration of people and the nation in general. From the results of descriptive statistical analysis shows that there is a strong correlation and significant influence between NHP lecture learning and the perception and attitude of students towards Islamic and Indonesian values. This research program is designed by conducting training and workshops for a number of students who have strategic and important in the formation of understanding and moderate religious attitudes. Dissemination of the idea of religious moderation is carried out, among others, through training and development of Islamic values that are one breath with national values (Indonesianness) and socialization of moderate religious understanding is one of the long-term deradicalization strategies at the upstream level.
Religion and Social Stratification in Multicultural Urban Society: A Bourdieuian Perspective Hidayatulloh, Taufik; Saumantri, Theguh
Potret Pemikiran Vol 29, No 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v29i2.3536

Abstract

Religious and ethnic diversity in multicultural urban contexts often produces complex social dynamics, particularly in the formation of social stratification. This study examines these dynamics in Gang Luna Tolerance Village in Bandung City by explicitly applying Pierre Bourdieu’s theoretical framework—habitus, forms of capital, and social fields to analyse how religion and ethnicity structure everyday interactions and status hierarchies. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with community leaders, residents from diverse religious and ethnic backgrounds, and local policymakers, as well as participant observation and document analysis. The findings reveal that religious habitus and the distribution of social and cultural capital play a significant role in shaping stratification patterns, while the arena of intergroup interaction in Tolerance Village encourages the negotiation of status positions. Although hierarchical differences exist, practices of religious tolerance embedded in community habitus strengthen harmonious relations and facilitate social mobility by expanding access to social capital. This study contributes to the sociology of religion by demonstrating how Bourdieu’s concepts explain the interplay between diversity and stratification in urban multicultural settings and offers insights for social policy development aimed at fostering inclusive, tolerant, and socially mobile communities in Indonesia.
Eco-Theology in Islamic Thought: Religious Moderation and Organizational Roles in Mining Management in Indonesia Taufik Hidayatulloh; Ahmad Sunawari Long; Irawan; Theguh Saumantri
Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 13 No. 03 (2024): July-December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/progresiva.v13i03.37102

Abstract

With the increasing irresponsible exploitation of natural resources, environmental damage has become increasingly concerning, particularly in the mining sector, which has a broad impact on ecosystems and the livelihoods of surrounding communities. The environmental crisis caused by mining activities in Indonesia demands a new approach to more sustainable resource management. This study aims to explore the role of religious moderation from the perspective of eco-theology, which has the potential to offer solutions for natural resource management. Eco-theology provides spiritual principles that can be integrated into environmental policies, creating a balance between economic interests, ecology, and societal well-being. This research is a literature review employing a descriptive analysis method. The results show that eco-theology offers a relevant framework for shifting the paradigm of mining management from anthropocentrism to ecocentrism. Religious organizations have great potential to promote sustainable mining management by incorporating spiritual values into environmental practices. Religious moderation serves as a foundational pillar in strengthening ecological awareness, improving the relationship between humans and nature, and encouraging sustainable development aligned with religious principles.