Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Kualitas Visual terhadap Eksistensi Street Furniture di Kotidor Piere Tendean Boulevard Manado Tumangkeng, Richy F.; Egam, Pingkan P.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16687

Abstract

Pembangunan perekonomian di Kota Manado saat ini telah meningkat pesat. Hal ini sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang menuntut semakin meningkatnya kebutuhan akan lahan/ruang, kenyataan menunjukkan ruang yang tersedia semakin terbatas. Kebutuhan ruang terkait aktivitas ekonomi di Kota Manado, salah satunya adalah pemanfaatan ruang kota untukpemasangan media luar ruang (papan reklame) yang secara tidak langsung mampu mempengaruhi bentuk fisik Kota Manado. Pemerintah Kota Manado dapat memanfaatkan ketersediaan ruang atau keterbatasan ruang yang ada saat ini dengan mengkaji secara optimal agar ruang tersebut mampu mengakomodasi seluruh kegiatan spasial yang ada. Penelitian ini menganalisis kualitas visual dari koridor Jalan Pierre Tendean lewat keberadaan papan reklame lewat aspek-aspek dari kualitas litas visual menyangkut bentuk, warna, proporsi, skala dan garis. Untuk mempermudah dalam analisis, digunakan metode segmentasi terhadap visualisasi kawasan yang didapatkan, dimana data – data visual diurutkan dan dibagi dalam beberapa segment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif.Dari hasil penelitian dapat diketahui papan reklame tidak memiliki tatanan yang baik, dari segi perletakan, dimensi dan orientasi dari papan reklame itu sendiri. Ditinjau dari aspek warna dari keempat segmen yang ada, warna papan reklame tidak menyatu dengan bangunan yang ada disekitarnya. Warna papan reklame cenderung lebih terlihat dominan terhadap bangunan atau kawasan yang ada di sekitar. Dari aspek proporsi dan skala, responden menilai banyaknya papan reklame yang tidak sesuai skala karena dimensi papan reklame yang cenderung menghalangi bangunan yang ada di sekitar kawasan.Kata Kunci: Papan reklame,kualitas visual,Manado
FOREST RESORT KAWASAN AIR TERJUN TUNAN DI TALAWAAN MINAHASA UTARA ( EARTH SHELTER DESIGN) Ontorael, Giska D.; Egam, Pingkan P.; Poli, Hanny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17095

Abstract

Minahasa Utara sebagai salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara dan sedang berkembang dari segi pariwisata. Banyaknya objek wisata baik wisata pantai, wisata pegunungan, agrowisata, waruga dan lain sebagainya, menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki Kabupaten Minahasa Utara, salah satunya objek wisata Air Terjun Tunan yang berada di Desa Talawaan Kecamatan Talawaan. Air terjun yang berada di kawasan hutan dengan pemandangan dan pepohonan yang masih sangat alami menjadi karakteristik objek wisata Air Terjun Tunan. Forest Resort Kawasan Air Terjun Tunan menjadi fasilitas pendukung yang diharapkan mampu menunjang objek wisata Air Terjun Tunan dan menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Dengan tema perancangan Earth Shelter Design yang berkonsep ramah lingkungan dan mengadaptasi keadaan tapak serta memperlajari objek-objek rancangan yang sudah ada sebelumnya, menjadi titik tolak dan hal mendasar terhadap klasifikasi Resort yang ditawarkan serta berpengaruh terhadap bentuk, sirkulasi, material bangunan, pola penataan ruang luar dan elemen-elemen ruang luar yang digunakan. Rancangan Forest Resort Kawasan Air Terjun Tunan dengan tema perancangan Earth Shelter Design berkonsep ramah lingkungan dihasilkan melalui kajian-kajian dan analisa secara arsitektural yang dituangkan melalui hasil desain arsitektur.Kata Kunci: Minahasa Utara, Forest Resort, Earth Shelter Design 
REDESAIN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI MANADO. PANOPTIC ARCHITECTURE Eldija, Fadillah D.; Erdiono, Deddy; Egam, Pingkan P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17113

Abstract

Pembaharuan hukum, di Indonesia sudah sejak lama dilakukan khususnya dalam bidang hukum pidana, dimana dalam perundang-undangan di Indonesia dibedakan jenisnya yaitu pidana penjara, pidana kurungan, dan pidana tutupan (pasal 10 KUHP dan Undangundang No. 20 tahun 1946) yang penempatannya menjadi satu dalam lembaga pemasyarakatan. Lembaga pemasyarakatan mempunyai tugas untuk melaksanakan pembinaan terhadap terpidana khususnya pidana pencabutan kemerdekaan, untuk menekan kejahatan serta tujuam jangka panjang untuk mencapai kesejahteraan. Namun dalam perjalanan waktu tampak jelas bahwa tujuan pembinaan napi ini banyak menghadapi hambatan dan berimplikasi pada kurang optimalnya bahkan dapat menuju pada kegagalan fungsi sebagai lembaga pembinaan. Permasalahan mendasar tampak nyata adalah adanya kelebihan hunian (over capacity) seperti yang terjadi pada lembaga pemasyarakatan di Manado hingga menimbulkan kelemahan terhadap pengawasan. Masalah ini juga dapat berpeluang terciptanya ‘ school of crime ‘ dan kemudian berdampak pada tingkat tindak tanduk kasus kriminal di Kota Manado sendiri.Proses perancangan dalam memecahkan permasalahan yang ada, mengarah pada model proses desain panopticon/ pendisiplinan oleh Jeremy Bentham.Kata kunci : lembaga pemasyarakatan, panoptic.
RESORT WEDDING CENTER DI MANADO. AMPHIBIOUS ARCHITECTURE Datu, Novianti R.; Egam, Pingkan P.; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17115

Abstract

Resort Wedding Center di Manado adalah sebuah wadah yang melayani akan kebutuhan saat akan melaksanakan pernikahan maupun setelah pernikahan serta bangunan yang menyediakan jasa pelayanan, penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya juga sebagai tempat yang menyediakan sarana rekreasi sehingga dapat menarik minat para turis lokal maupun mancanegara.Wadah ini nantinya akan menjadi alternatif pemecah masalah bagi pasangan kekasih yang ingin menikah atau untuk liburan setelah pasca pernikahan. Amphibious Architecture merupakan tema yang dipilih agar tercipta sebuah Resort Wedding Center yang unik dan baru bagi pengunjungnya karena massa bangunan di desain berada di darat dan ada juga yang di atas air sehingga mampu memberikan sensasi yang berbeda-beda.Kota Manado sebagai kawasan  pengembangan tepian air / waterfront city memenuhi kriteria dalam penerapan tema, serta kota Manado sebagai kota pariwisata banyak menarik turis menjadikan  kota Manado memiliki prospek lokasi yang tinggi dalam pembangunan Resort Wedding Center.  Kata kunci: Wedding Center,Manado, Amphibious Architecture.
GELANGGANG REMAJA DI KOTA AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN. Bahaviour Architecture Purukan, Meldrick A. G.; Egam, Pingkan P.; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17285

Abstract

Remaja merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita, perjuangan dan pembangunan bangsa. Pendidikan para remaja sangat berpengaruh atas kualitas edukasi para remaja, yang berdampak pada pembentukan karakter suatu daerah dalam pengembanganya. Kota Amurang sebagai pusat kegiatan wilayah di daerah Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai permasalahan tersendiri atas pengembangan dan pembentukan karakter para remaja. Maraknya kasus tawuran antar pelajar, penggunaan senjata tajam, narkoba dan minuman keras, menjadi hal yang tidak lasim lagi dalam lingkungan pergaulan muda mudi di Kota Amurang. Kurangnya perhatian pada remaja menjadi dampak permasalahan tersebut. Untuk meminimalisir berkembangnya hal – hal negatif yang dilakukan para remaja, kiranya perlu di hadirkan suatu sarana sebagai penyaluran aktivitas minat dan bakat dan mampu mengalihkan kegiatan remaja pada hal-hal yang lebih positif.Fasilitas dan sarana yang bergerak di bidang olahraga, seni, iptek dan pengembang diri atau mutu bagi remaja  sebagai wadah yang merupakan fasilitas pembinaan dan pengembangan fisik dan mental para remaja dalam bentuk edukatif kreatif, dan rekreatif. Rancangan Gelanggang remaja di Amurang ini menerapkan pendekatan tematik Behavior Architecture yang penerapannya selalu menyertakan pertimbangan - pertimbangan perilaku pengguna dan lingkungan sekitar dalam perancangan. Diharapkan dengan penerapan tema ini pada objek rancangan, dapat menghadirkan suatu ruang yang bisa menampung remaja dalam beraktifitas, bersosialisai dan berkreasi dalam perbedaan pada karakter remaja, dan ditunjang dengan berbagai fasilitas pendukung yang terpadu dan terarah, sebagai wadah yang menjadi solusi bagi permasalahan remaja di Kota Amurang. Kata Kunci : Penyalur Minat Bakat, Gelanggang Remaja, Amurang, Behavior Architecture
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A DI TONDANO, KAB. MINAHASA. Arsitektur Perilaku Janalgi, Lardnejho; Egam, Pingkan P.; Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17622

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Sebelum dikenal istilah lapas di Indonesia, tempat tersebut disebut dengan istilah penjara. Fungsi dari Lembaga Pemasyarakatan saat ini tidak lagi sekedar tempat menghukum narapidana tapi lebih dari itu Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat untuk membina dan membimbing Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Di Kabupaten Minahasa sudah terdapat Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B. Namun melihat perkembangan yang terjadi beberapa tahun terakhir ini, angka kriminalitas terus mengalami kenaikan. Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tondano saat ini sudah mengalami overkapsitas dan sudah tidak sanggup lagi menampung jumlah narapidana yang terus meningkat. Oleh karena itu diperlukan pembangunan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A di Tondano. Perancangan Lembaga Pemasyarakatan ini menggunakan tema Arsitektur Perilaku. Konsep arsitektur perilaku ini bertujuan untuk mengahadirkan lapas yang dapat mewadahi dan memfasilitasi program pembinaan sehingga fungsi pembinaan dapat tercapai melalui desain dengan mengedepankan aspek privacy, personal space, teritorialitas, dan crowding and density. Dengan demikian dapat menunjang keberhasilan dari fungsi objek rancangan ini untuk membina, mendidik dan membimbing narapidana (memanusiakan manusia).  Kata kunci : Lembaga Pemasyarakatan, Kriminalitas, Arsitektur perilaku
PUSAT HEWAN PELIHARAAN DI KOTA MANADO. Arsitektur Biomimetik Hartono, Gabrielle D. A.; Egam, Pingkan P.; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20448

Abstract

Hewan peliharaan telah menjadi bagian dari hidup manusia sejak masa lampau. Masyarakat modern mulai menempatkan hewan peliharaan pada posisi yang hampir sama dengan manusia. Potensi dan manfaat yang dimiliki oleh hewan peliharaan dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan membuat hewan peliharaan tidak lagi dipandang hanya sebatas sebagai peliharaan. Dalam beberapa tahun terakhir, di Kota Manado sendiri hewan peliharaan jenis anjing dan kucing sudah mulai menjadi hal yang diminati masyarakat luas. Sayangnya tingginya minat masyarakat terhadap hewan peliharaan tidak diimbangi oleh ketersediaan fasilitas yang mampu mewadahi aktivitas sekaligus memenuhi kebutuhan hewan peliharaan. Penyediaan fasilitas wadah aktivitas dan pemenuhan kebutuhan hewan peliharaan dan pemiliknya sangatlah penting. Perawatan hewan peliharaan harus dilakukan dengan penanganan khusus dan sesuai yang didukung oleh fasilitas yang memadai.Pusat Hewan Peliharaan di Kota Manado berupa kawasan rekreasi yang menghadirkan tiga fasilitas utama dengan fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan menempatkan hubungan antara aktivitas manusia dan hewan peliharaan sebagai fokus utama, yaitu fungsi foster yang melingkupi fungsi perdagangan serta hunian dan perawatan fisik hewan peliharaan terlantar, fungsi care yang melingkupi pelayanan informasi dan kesehatan hewan peliharaan berpemilik, serta fungsi community yang mewadahi aktivitas outdoor hewan peliharaan, pemiliknya, dan masyarakat umum pengguna objek rancangan. Perancangan objek yang berkaitan dengan hewan peliharaan memiliki beberapa persyaratan dan batasan agar hewan peliharaan tidak hanya diberikan wadah begitu saja namun melalui wadah ini juga dapat meningkatkan kualitas aktivitas yang berlangsung di dalamnya.Alam sangat berpengaruh bagi kondisi fisik dan psikologis manusia maupun hewan peliharaan. Arsitektur Biomimetik adalah desain arsitektur yang menjadikan alam sebagai model dalam perancangannya; berfokus pada bentukan-bentukan alam dan proses yang terjadi di dalamnya. Perpaduan tema perancangan Arsitektur Biomimetik dengan objek rancangan melalui implementasi kriteria-kriteria biologis dapat menghasilkan pengaruh positif bagi pengguna, lingkungan sekitar, maupun objek rancangan itu sendiri dimana dapat menciptakan sebuah harmoni dan keseimbangan antara semua aspek dan pihak yang terlibat dengan keberadaan objek rancangan. Kata Kunci : Alam, Arsitektur Biomimetik, Hewan Peliharaan
KANTOR GUBERNUR SULAWESI TIMUR. Arsitektur Regionalisme Pengan, Ardanny; Egam, Pingkan P.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21303

Abstract

Indonesia terdiri atas 34 provinsi yang telah ada saat ini. Tumbuh beberapa wacana dan aspirasi masyarakat untuk pemekaran provinsi-provinsi baru di Indonesia. Saat ini Provinsi terkahir di Indonesia yang ke 34 adalah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diresmikan oleh DPR RI menjadi provinsi termuda di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 pada tanggal 25 Oktober 2012. Setelah empat tahun berlalu, kini muncul calon provinsi ke-35 di Indonesia, yaitu provinsi Sulawesi Timur, yang berasal dari pemekaran wilayah Sulawesi Tengah. Pembentukan Provinsi Sulawesi Timur (Sultim) tidak lagi dalam wacana setelah sidang rapat paripurna DPRD Sulawesi Tengah memutuskan Sultim sebagai daerah otonomi baru.Perlu di ciptakan suatu pusat pemerintahan daerah berskala kantor gubernur pemangkasan pelayanan administrasi dan pemangkasan birokrasi dari ibukota provinsi Sulawesi tengah menjadi ibu kota provinsi Sulawesi timur.Tujuan dari “Perancangan Kantor Gubernur Sulawesi Timur” adalah merancang kantor gubernur dengan pendekatan tema ”arsitektur regionalisme” yang dimana mampu bertahan terhadap budaya luar, dan orientasi yang menunjukan pandangan hidup dan system nilai masyarakat. berdasarkan pada standar-standar sarana dan prasarana kerja, yang diharapkan dapat menjadi lingkungan kerja yang baik sebagai upaya peningkatan motivasi kerja dan menciptakan suatu bentuk kinerja yang efisien dan terpadu serta dapat menjadi lambang kebanggaan atau kesejahteraan daerah Sulawesi timur. Kata kunci : Sulawesi Timur, Kantor Gubernur, Regionalisme
MALL AGRICULTURE KOTA TOMOHON. Green Architecture Rombon, Orlando R.; Egam, Pingkan P.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21305

Abstract

Kota Tomohon memiliki banyak keunggulan dibidang agriculture, salah satunya dibidang Holtikultura, sehingga tidak salah jika Tomohon dijuluki  Kota Bunga. Kota Tomohon sendiri belum memiliki sebuah mall, sehingga maksud dari perancangan ini yaitu menghadirkan mall yang dikhususkan untuk menjual keunggulan-keunggulan Kota Tomohon dibidang agriculture menggunakan tema green architecture. Metode yang digunakan untuk menyususun perancangan ini yaitu studi literatur, untuk menghimpun data-data atau sumber-sumber yang berhubungan dengan topic yang diangkat dalam suatu penelitian. Adapun metode perancangan menggunakan proses desain dua fase yaitu fase pertama develepoe the comprehensive knowledge of the designer, dan fase kedua yaitu siklus image-present-test. Metode ini dapat memudahkan untuk merancang Mall Agriculture di Kota Tomohon dengan pendekatan green architecture.Kata kunci : Agriculture, holticultura, green architecture
BEAUTY MALL DI MANADO. Arsitektur Feminisme Badu, Risnawati; Egam, Pingkan P.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23661

Abstract

Beauty Mall merupakan sebuah bangunan pusat perawatan kecantikan dan kesehatan yang ada di Manado. Mall ini bertujuan sebagai pusat perawatan kecantikan, kesehatan juga dapat menjadi tempat hiburan. Mall ini dirancang khusus untuk menggabungkan semua unsur perawatan kecantikan yang dibutuhkan masyarakat. Dengan adanya Beauty Mall ini, masyarakat dapat dengan mudah untuk mengakses dan menjangkau kebutuhan mereka dalam satu bangunan. Arsitektur feminisme juga menekankan pada perancangan dengan fasade bangunan yang menonjolkan karakteristik bangunan tersebut yang dinamis dan elegan, seperti mengunakan material kaca dan warna-warna yang feminim.Kata Kunci  :  Beauty Mall, Arsitektur Feminisme.
Co-Authors . Sangkertadi Adrian Sembor, Adrian Amanda S. Sembel Andaki, Jordan Andrew R. Sumayku, Andrew R. Andy Malik Anggreny Purukan Anthonius N. Tandali Arif, Nugrah Rhisandy Aristotulus E Tungka, Aristotulus E Badu, Risnawati Barambae, Yuliet Elviseni Bata, Aprisela Previa Petris Bella, Tirsani Buangsampuhi, Ria Buangsampuhi, Ria Calfin Daniel Pilok, Calfin Daniel Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Datu, Novianti R. Deddy Erdiono Demotekay, Selfi Joisefien Desty Rara Retna Kalude Eldija, Fadillah D. Esli D Takumansang Esli D. Takumansang Eunike L. Tombokan Fela Warouw Ferdine, Debora Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gontung, Anatasya T. Hanny Poli Hartono, Gabrielle D. A. Hendriek H. Karongkong Ingerid L. Moniaga Jacobus, Axel D. Janalgi, Lardnejho Jefrey I. Kindangen Judy O. Waani Junus, Alan Yehezkiel Langi Leidy M. Rompas Lerah, Sustri Novita Lifiana Pasuhuk, Lifiana Linda Tondobala Loho, Jonathan B. Mandak, Michael B. Manganguwi, Ronald F. Manginsela, Meyka Prayanti Michael M Rengkung, Michael M Michael Moldy Rengkung Moniaga, Virgino S. Monoarfa, Alifa A.S. Muntiaha, Grety I. J. Najoan, Stephanie J. Nani, Sry Devita Ontorael, Giska D. Pangau, Christania M. Pangau, Debora Sara Pangau, Debora Sara Pantow, Megani R. N. Pengan, Ardanny Prijadi, Rachmad Purukan, Meldrick A. G. Rachmat Prijadi Rantung, Alsa Margareth Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Tarore Reny Syafriny Rieneke L Sela, Rieneke L Rombon, Orlando R. Rompas, Leidy Magrid Roosje J. Poluan Siregar, Frits O.P Solang, Steven Sondakh, Julianus Sonny Tilaar Sumarandak, Marco E.N. Surentu, Mutiara L. Talimba, Vinanda Putri Tarore, Raymond Thambas, Arthur Harris Tiara Putri Ananta Poli, Tiara Putri Ananta Tumangkeng, Richy F. Veronica A Kumurur, Veronica A Veronica A. Kumurur Vicky H. Makarau Warow, Fela Windi D. Loho, Windi D. Yusran Pauwah