Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PKM Pelatihan Penulisan Dan Publikasi Artikel Ilmiah Pada Mahasiswa Semester VII Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado Richard Andreas Palilingan; Bintang Sri Rejeki Panjaitan
Jurnal INDONESIA RAYA (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Sosial, Humaniora, Kesehatan, Ekonomi dan Umum) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/indonesiaraya.3.2.39-44

Abstract

ABSTRAKMenyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan salah satu dari poin tri dharma perguruan tinggi yaitu penelitian dan pengembangan yang merupakan tugas akhir dari mahasiswa yang ingin meraih gelar sarjana. Tujuan utama penulisan karya tulis ilmiah adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pemahaman seseorang untuk dapat berpikir ilmiah melalui riset maupun kajian dari berbagai sumber. Untuk mengatasi permasalah-permasalahan tersebut maka perlu dilakukan pelatihan penulisan karya ilmiah guna menstimulus dan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah, Kegiatan PKM ini dilakukan melalui metode ceramah, demonstrasi, diskusi interaktif dan pembimbingan (coaching clinic). Peserta pelatihan merupakan mahasiswa semester VII Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat UNIMA yang keseluruhan berjumlah 40 orang. Pada akhir kegiatan, tim pengabdi melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan pelatihan artikel ilmiah   Kata Kunci: Penulisan, Publikasi, Artikel Ilmiah
ANALISIS PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PADA PEKERJA BURUH BAGASI DI PELABUHAN SAMUDERA BITUNG Jein Agnes Sumual; Richard Andreas Palilingan; Agusteivie Albert Jefta Telew
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.12963

Abstract

Pencegahan COVID-19 di lingkungan masyarakat indonesia terus diupayakan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Namun kurangnya edukasi dan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi masa COVID-19, sehingga Pemerintah Republik Indonesia berusaha untuk memberikan edukasi kesehatan bagi masyarakat dan secara massif memberikan sosialisasi tata cara pencegahan COVID-19 yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobalitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan protokol kesehatan terhadap tingkat kepatuhan pada pekerja buruh bagasi di pelabuhan samudera bitung. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu untuk menganalisis tentang pemahaman para pekerja buruh bagasi dalam penerapan protokol kesehatan di masa COVID-19. Hasil dari penelitian ini yaitu Penerapan Protokol Kesehatan bersifat kurang baik dengan Tingkat Kepatuhan kurang patuh sebanyak 10 orang dengan presentase (5,8%), bersifat patuh sebanyak 7 orang (11,2%). Sedangkan Penerapan Protkol Kesehatan bersifat baik dengan Tingkat Kepatuhan yang kurang patuh sebanyak 12 orang dengan presentase (16,2%) di ikuti dengan Penerapan Protokol Kesehatan bersifat baik dengan Tingkat Kepatuhan yang baik sebanyak 35 orang dengan presentase (30,8%). Berdasarkan hasil tabulasi silang antara penerapan protokol kesehatan dengan tingkat kepatuhan didapatkan hasil p value kurang dari 0,05 yaitu 0,029. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan protokol kesehatan terhadap tingkat kepatuhan para pekerja buruh bagasi di pelabuhan Samudera Bitung.
HUBUNGAN JARAK DURASI DAN POSISI PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KELELAHAN MATA PADA MAHASISWA ANGKATAN 2021 JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI FEB UNIMA Margareth Angelina Mangelep; Prycilia Pingkan Mamuaja; Richard Andreas Palilingan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17573

Abstract

Kelelahan mata atau disebut juga dengan astenopia adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis gejala non-spesifik yang terkait dengan sistem visual, gejala-gejala dari astenopia adalah mata terasa perih, fotofobia, penglihatan kabur, penglihatan ganda, mata terasa gatal, mata berair atau kering, hingga sakit kepala. Ada banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan kelelahan pada mata diantaranya membaca tanpa jeda untuk mengistirahatkan mata, terpapar cahaya terang (penggunaan gadget), dan paparan terhadap udara kering akibat penggunaan kipas maupun pendingin ruangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jarak durasi dan posisi penggunaan smartphone dengan kelelahan mata pada mahasiswa angkatan 2021 Jurusan Pendidikan Ekonomi FEB UNIMA dan dilakukan pada bulan Maret-April. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain studi cross-sectional.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan populasi dan sampel berjumlah 100 responden. Data penelitian ini diperoleh dari data primer menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan uji Spearman rank. Terdapat hubungan yang signifikan antara jarak penggunaan smartphone dengan kelelahan mata p-value 0.000<0,05, terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan smartphone dengan kelelahan mata p-value 0.002<0,05, terdapat hubungan yang signifikan antara posisi penggunaan smartphone dengan kelelahan mata p-value 0.01<0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima dan terdapat hubungan jarak durasi dan posisi penggunaan smartphone dengan kelelahan mata pada mahasiswa angkatan 2021 Jurusan Pendidikan Ekonomi FEB UNIMA nilai p<0.05.
AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA AKHIR PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Tia Charenina; Nancy Sylvia Bawiling; Richard Andreas Palilingan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17858

Abstract

Mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi atau tugas akhir sangat rentan mengalami stres. Salah satu cara yang sangat baik untuk mengendalikan kondisi ini adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan tingkat stres mahasiswa akhir Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-April tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi pada penelitian ini terdiri dari 154 mahasiswa dan sampel erdiri dari 60 mahasiswa, didapat dari mahasiswa aktif angkatan 2018-2019 Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Menggunakan Kuesioner IPAQ-SF (Short-International Physical Activity Quistionnare) untuk aktivitas fisik dan Kuesioner PSS-10 (Perceived Stress Scale) untuk tingkat stres. Hasil analisa data dengan menggunakan uji Spearman’s Rho menunjukkan bahwa diperoleh hasil nilai sig. 0.283. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan tingkat stres, sedangkan nilai r -0.155 menunjukkan tingkat kekuatan korelasi adalah hubungan yang sangat lemah dan bernilai negatif yang artinya hubungan kedua variabel tidak searah. Kesimpulan tidak terdapat hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Akhir Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado.
GAMBARAN POLA TIDUR MAHASISWA ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI MANADO SELAMA PANDEMI COVID-19 Ellen Bernadet Lomboan; Jeane Roosye Malonda; Anatasya Rawis; Richard Palilingan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14493

Abstract

Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar saat orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya. Tidur juga merupakan kebutuhan dasar yang mempengaruhi kualitas hidup, fisik, juga mental seseorang dan merupakan aktivitas harian yang terbukti berhubungan dengan pengaturan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola tidur sehat mahasiswa program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado selama pandemi COVID-19. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian survey deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan mahasiswa, dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Yaitu untuk dilakukan analisa mengenai gambaran pola tidur sehat terhadap mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado. Lokasi penelitian pada mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022, Populasi dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Negeri Manado yang berjumlah 542 orang,sampel yang dipakai berjumlah 84 responden Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Gambaran Pola Tidur Sehat Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado Selama Pandemi Covid-19, maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian responden mengalami pola tidur sehat yang tidak baik. Responden yang masuk dalam kategori Baik berjumlah 32 orang (38,1%), dan responden yang masuk dalam kategori Tidak Baik berjumlah 52 orang (61,9%)
HUBUNGAN UMUR DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA PETANI HORTIKULTURA DI DESA PALELON KECAMATAN MODOINDING Bernika Ivada; Richard Andreas Palilingan; Marnex Willner Berhimpong
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractMusculoskeletal complaints are complaints that people experience about skeletal muscles, ranging from mild to severe complaints, usually caused by excessive muscle stretching and prolonged load, which can cause damage to joints, ligaments, and tendons. The purpose of this study was to determine the relationship between age and length of service with musculoskeletal complaints in horticultural farmers in Palelon Village, Modoinding District. The method used in this study is a quantitative analytic method. The sample in this study was 76 respondents. The data collected using questionnaires, data analysis used was univariate and bivariate using the Chi Square test. The results of the study were as respondents aged more than 35 years, namely 60 respondents (78 point 9 percent), most of the respondents had a long working period of more than 10 years (88 percent), the majority of respondents experienced high musculoskeletal complaints as many as 41 respondents (53 point 9 percent) and very high as many as 25 respondents (32 point 9 percent), most of the respondents had a female gender of 44 respondents (57 point 9 percent), most of the respondents who had the most elementary education were 29 respondents (38 point 2 percent). The conclusion of this study was the prevalence of high-risk musculoskeletal complaints of 66 respondents (86 point 8 percent) and moderate risk of 10 respondents (13 point 2 percent) so that there was a significant relationship between age and musculoskeletal complaints with probability value zero point 003 and there was a significant relationship between length of service and musculoskeletal complaints with probability value zero point 013.Keywords: age; working period; musculoskeletal complaintsAbstrakKeluhan musculoskeletal adalah keluhan tentang otot rangka, mulai dari keluhan ringan sampai berat, biasanya disebabkan oleh peregangan otot yang berlebihan dan beban berkepanjangan, yang dapat menyebabkan kerusakan pada sendi, ligamen, dan tendon. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan umur dan masa kerja dengan keluhan musculoskeletal pada petani hortikultura di Desa Palelon Kecamatan Modoinding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 responden. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner, analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian sebagian responden berumur lebih dari 35 tahun yaitu sebanyak 60 responden (78 koma 9 persen), sebagian besar responden memiliki masa kerja kategori lama lebih dari 10 tahun sebanyak 67 responden (88 koma 2 persen), sebagian besar responden mengalami keluhan musculoskeletal tinggi sebanyak 41 responden (53 koma 9 persen) dan sangat tinggi sebanyak 25 responden (32 koma 9 persen), sebagian besar responden memiliki jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 44 responden (57 koma 9 persen), sebagian besar responden berpendidikan SD yaitu sebanyak 29 responden (38 koma 2 persen). Kesimpulan penelitian ini yaitu prevalensi keluhan musculoskeletal risiko tinggi 66 responden (86 koma 8 persen) dan risiko sedang 10 responden (13 koma 2 persen) sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan keluhan muskuloskeletal dengan nilai probabilitas sebesar nol koma 003 dan terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan musculoskeletal dengan nilai probabilitas sebesarnol koma 013.Kata kunci: umur; masa kerja; keluhan musculoskeletal
Frequency Of Work-Related Musculoskeletal Disorders Among Laundry Workers Suarjana, I Wayan Gede; Negara, Ni Luh Gede Aris Mayta; Palilingan, Richard Andreas
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 10 No 01 (2024): Volume 10 No 01 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work-related musculoskeletal disorders are a serious problem that can affect the health and productivity of laundry workers. Workers who experience such disorders may experience pain, muscle stiffness, joint inflammation, and even serious injury. This study aimed to investigate the frequency of work-related musculoskeletal disorders among laundry workers in North Sulawesi. This study was a quantitative, descriptive cross-sectional survey conducted over 1 month in the Tondano - Tomohon Region. A total sample of 225 laundry workers was taken using the accidental sampling technique. The questionnaire used was the Nordic Body Map. The chi-square test was applied to analyze the association between age and musculoskeletal disorders among laundry workers. Complaints felt in all parts of the worker's body 5.38% were very pain, 17.81% were pain, 36.39% were rather pain, and 39.67% were not pain. The body part that experienced the most complaints of severe pain was back at 10.2%, feeling pain was the waist at 37.3%, feeling pain was the right arm at 47.1%, and no pain was the left elbow at 71.6%. Frequency of work-related musculoskeletal disorders, specifically back and lumbar pain to severe pain, among laundry workers. An association was found between the age of laundry workers and the frequency of WMSDs. Thus, appropriate interventions need to be taken to improve working conditions, protect workers' health, and minimize the risk of work-related musculoskeletal disorders in the laundry industry.
Ergonomic-Based Redesign of Broomsticks Reduces the Physiological Burdens of Street Sweepers in Denpasar City, Indonesia Palilingan, Richard Andreas; Tirtayasa, Ketut; Surata, I Wayan
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 6 No 2 (2020): Volume 6 No 2 Desember 2020
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2020.v06.i02.p05

Abstract

The equipment, such as broomsticks used by street sweepers are not appropriate based on anthropometric aspects, with a potency to induce inconvenience among them. Working with equipment that is not ergonomics, in addition to non-physiological work posture can cause fatigue, musculoskeletal disorders, and increased workload. This study aims to determine whether redesign an ergonomic-based broomstick may reduce the physiological burden of street sweepers in Denpasar city, Indonesia. This research is a pure experiment using a cross-design (two-period crossover design). The sample was 16 female street sweepers, divided into two groups: 8 as the control group and 8 treatment groups. Data analysis were performed using a paired t-test with significance level of 5%. The results showed significant difference (p <0.05) on the variables of workload, musculoskeletal complaints, and fatigue. In the first period, the mean of the street sweeper working heart rate was 118.96 ± 2.26 beats per minutes (bpm), the mean musculoskeletal complaint score was 91.63 ± 2.70 and the average fatigue was 77.69 ± 2.96. In Period II, the mean heart rate was 98.49 ± 2.22 bpm, the mean musculoskeletal complaint score was 63.56 ± 2.73 and the average fatigue was 57.56 ± 2.94. Redesigned stem brooms turned out to reduce workload, musculoskeletal complaints, and fatigue by 17.21%, 30.6%, and 25.91%, respectively. It can be concluded that the redesign of an ergonomic-based broomstick can reduce workload, musculoskeletal complaints, and fatigue.
Workload with Emergency Installation Nurse Work Stress Suriyani, Suriyani; Salomon, Glendy Ariando; Palilingan, Richard Andreas; Nur, Muhammad Purqan; Suprapto, Suprapto
Jurnal Edukasi Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 1: 2023
Publisher : Edukasi Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61099/junedik.v1i1.6

Abstract

The state of the nurse's workload in the emergency department needs to be known for its quantity and quality. If the number of tasks is not proportional to the ability of both physical and expertise and the time available, it will be a source of stress. The study aimed to determine the workload with work stress in nurses in the emergency room. Quantitative research with a correlation descriptive approach, with a sample of 29 respondents using a daily log study measuring instrument. The statistics test results show a workload with a p-value of 0.000. It can be concluded that there is a relationship between workload and the work stress of nurses in the emergency room. Recommendations for nurses need effective and constructive self-management so that there is a high workload and nurse work stress can be effectively controlled to not impact the quality of service.
HUBUNGAN KEBIASAAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN KUALITAS TIDUR REMAJA DI SMP FRATER DON BOSCO TOMOHON Hasan, Birgita Aprilia; Palilingan, Richard Andreas; Paturusi, Achmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.32404

Abstract

Kebiasaan bermain game online yang berlebihan pada remaja dapat secara signifikan mengganggu kualitas tidur mereka, karena aktivitas ini sering kali membuat mereka terjaga hingga larut malam, sehingga mengurangi durasi tidur yang diperlukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental serta konsentrasi selama kegiatan belajar di siang hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan bermain game online dengan kualitas tidur remaja di Smp Frater Don Bosco Tomohon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 70 siswa kelas XI. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Kebiasaan Bermain Game online dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebiasaan bermain game online remaja di SMP Frater Don Bosco Tomohon menunjukkan bahwa sebagian besar responden  selalu bermain game online 36 responden (51,4%), dan untuk kualitas tidur termasuk dalam kategori buruk 66 responden (94,3%) dan setelah di uji bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan bermain game online dengan kualitas tidur remaja di SMP Frater Don Bosco Tomohon dengan ρ=0,035 lebih kecil dari α =0,05. Hubungan ini berada di tingkat yang rendah. Arah korelasinya positif, yang berarti semakin tinggi kebiasaan bermain game online, semakin rendah kualitas tidurnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara kebiasaan bermain game online dengan kualitas tidur remaja di SMP Frater Don Bosco Tomohon.