Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Kompor Roket Biomassa untuk Mengurangi Ketergantungan Terhadap Bahan Bakar Fosil di Desa Keude Krueng Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara Ahmad Nayan; Adi Setiawan; Asnawi Asnawi; Deassy Siska; Rina Ridara; Indah Ayu Pertiwi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 1, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Keude Krueng kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara merupakan desa yang sering mengalami ganguan pasokan gas LPG bersubdisi. Saat ini gas LPG merupakan bahan bakar utama untuk keperluan memasak rumah tangga. Sebagai alternatif solusi untuk mengantisipasi kelangkaan LPG sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis bahan bakar, maka dirancang sebuah kompor roket biomassa untuk kebutuhan rumah tangga yang berbahan ranting kayu dan limbah biomassa lainnya yang mudah diperoleh di lingkungan desa. Kompor roket merupakan kompor tungku yang terbuat dari besi dengan bentuk seperti cerobong asap dengan bahan bakar kayu/ biomassa. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan edukasi dan bimbingan tentang cara penggunaan kompor roket biomassa sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bimbingan yang dilakukan bertujuan agar masyarakat lebih menyadari akan pentingnya memanfaatkan limbah kayu ranting yang terdapat di desa mereka untuk dijadikan bahan bakar disaat LPG dan minyak tanah mengalami kelangkaan. Hasil dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa limbah yang berada disekitar mereka dapat dimanfaatkan secara efisien bagi kebutuhan rumah tangga secara aman dan ramah lingkungan.
Penerapan Teknologi Pemanfaatan Limbah Kelapa Muda sebagai Alternatif Bahan Bakar untuk Usaha Pandai Besi di Gampong Pande Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara Adi Setiawan; Muhammad Daud; Khairul Anshar; Ahmad Nayan; Rizqon Hasibuan; Muhammad Dirga
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12533258

Abstract

Desa Pande Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara merupakan wilayah sentra industri pandai besi yang juga memiliki usaha di sektor pertanian dan perkebunan. Pada sektor pertanian pasca panen diperoleh sejumlah limbah seperti sekam dan jerami padi, kulit pinang, kelapa muda dan lainnya. Limbah ini belum dimanfaatkan secara maksimal bahkan sering dibakar sehingga mengakibatkan pencemaran udara. Sebenarnya sumber biomassa yang melimpah dari limbah pertanian salah satunya tempurung kelapa sangat potensial untuk dijadikan bahan bakar briket. Di sisi lain, usaha pandai besi sangat bahan bakar substitusi dengan harga yang terjangkau untuk meminimalkan penggunaan arang kayu. Selama ini arang kayu yang digunakan bersumber dari tanaman hutan secara illegal sehingga terjadi deforestrasi yang mengancam lingkungan hidup. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memecahkan persoalan tersebut adalah melalui pengolahan biomassa menjadi bioarang melalui teknologi kiln. Produk bioarang selanjutnya dicetak dengan mesin press briket. Untuk mencapai target tersebut, maka Tim Pengabdian mengajak masyarakat akan pentingnya memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi bio-briket sebagai pengganti bahan bakar arang kayu dari hutan. Selain itu ditargetkan juga adanya peningkatan pendapatan pandai besi dengan berkurangnya biaya bahan bakar arang. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan mitra adalah dalam bentuk pelatihan dan pembinaan/ penendampingan pada pembuatan bioarang dan briket, serta aplikasi penggunaan bio-briket untuk pengrajin besi. Penyelesaian masalah mitra meliputi pemecahan masalah pada aspek-aspek tersebut. tahapan kegiatan ini diawali dengan memberikan pengetahuan mitra tentang pengelolaan limbah biomassa, pembuatan bioarang dari limbah biomassa menggunakan teknologi kiln serta pengepresan bioarang menjadi briket menggunakan mesin cetak briket yang mampu menghasilkan 20 briket. Harapan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Pande dengan memanfaatkan limbah kelapa muda pada menjadi bio-briket dan menjualnya di daerah sekitar secara komersial. Kata Kunci: Limbah kelapa muda, kiln, bioarang, briket.