Transisi menuju penggunaan kendaraan listrik mendorong perlunya evaluasi performa powertrain secara empiris, terutama pada fasilitas angkutan massal seperti shuttle bus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi konversi daya kelistrikan dari baterai menuju inverter pada purwarupa bus listrik berkapasitas 14 penumpang di bawah variasi beban dinamis dan kecepatan. Pengujian dilakukan di atas mesin chassis dynamometer menggunakan desain faktorial, yang melibatkan variasi kecepatan konstan (20, 30, dan 40 km/jam) serta simulasi pembebanan menggunakan pasir (0, 7, dan 14 penumpang dengan asumsi 65 kg per orang). Parameter kelistrikan diakuisisi secara real-time menggunakan instrumen power analyzer presisi tinggi. Hasil ekstraksi data metrologi dari 27 kali pengulangan eksperimen menunjukkan bahwa konsumsi daya baterai tertinggi mencapai 6206.0 Watt ketika kendaraan dipacu pada kecepatan 40 km/jam dengan kapasitas beban penuh. Namun, perhitungan rasio daya mengungkap adanya anomali efisiensi metrologi yang tajam. Pada rentang kecepatan 20 dan 30 km/jam, efisiensi pembacaan tertahan pada angka 24 hingga 25 persen, dan baru mengalami peningkatan ke rentang 33 hingga 35 persen pada kecepatan 40 km/jam. Mengingat tidak terjadinya disipasi panas yang merusak pada komponen, susut daya ekstrem ini dikonfirmasi murni sebagai rugi-rugi semu akibat kegagalan instrumen dalam mendeteksi titik potong nol pada sinyal berfrekuensi tinggi. Disimpulkan bahwa pengukuran daya kendaraan listrik sangat rentan terhadap distorsi frekuensi inverter, sehingga aktivasi filter sinkronisasi pada instrumen metrologi menjadi prosedur yang sangat krusial.