Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman Liken di Kawasan Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Roziaty, Efri; Arwantara, Rayhandika Duan
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.39073

Abstract

Cemoro Kandang merupakan kawasan yang terletak di kaki Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang memiliki faktor abiotik yang mendukung pertumbuhan liken. Liken adalah makhluk hidup simbiotik antara alga dan fungi yang hidup menempel pada batang, dahan, dan daun pada inang. Penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman liken di kawasan Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan penjelajahan secara bertingkat. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Sampling dilakukan di tiga stasiun, yakni Stasiun 1 ketinggian 1.800–1.820 mdpl, Stasiun 2 ketinggian 1.820–1.840 mdpl, dan Stasiun 3 ketinggian 1.840–1.860 mdpl. Untuk mengetahui distribusi liken ditentukan berdasarkan Indeks Shannon-Wiener, yaitu indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi. Hasil penelitian yang didapatkan 29 spesies liken, yakni Cryptothecia punctosorediata Sparrius, Cryptothecia striata, Graphis afzelii, Graphis elegans, Graphis scripta, Graphis insidiosa, Lecanora strobilina, Lecanora phaeostigma, Lecanora allophane, Lecanora subpallens, Lecidella elaeochroma, Lepraria barbatica, Lepraria incana (L.), Lepraria rigidula, Opegrapha gyrocarpa, Heterodermia japonica, Heterodermia leucomela, Heterodermia obscurata, Menegazzia terebrata, Parmelia caperata (L.), Parmotrema Crinitum, Parmotrema xanthinum, Peltigera collina, Ramalina farinacea, Ramalina intermedia, Ramalina montagnei, Usnea cornuta, Usnea hirta (L.), dan Usnea trichodea Ach. Liken tersebut termasuk dalam kelompok thallus crustose, foliose, dan fruticose.
SOSIALISASI PEMANFAATAN BOTOL AIR MINERAL BEKAS SEBAGAI WADAH MEDIA TANAM DI PANTI ASUHAN AISYIYAH BEKONANG, SUKOHARJO Santhyami, Santhyami; Roziaty, Efri; Aryani, Ima; Sari, Siti Kartika; Kusumadani, Annur Indra; Utami, Dian Putri; Swari, Azzahra Amay Ririh; Agyuni, Khurotul
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v2i1.19

Abstract

Mitra kegiatan pengabdian yang diajukan adalah Panti Asuhan Keluarga Aisyiyah, Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah. Panti asuhan ini menampung 26 orang anak dengan rentang pendidikan sekolah menengah dan atas. Berdasarkan hasil survey, panti ini menggunakan air mineral dengan kemasan 15-liter dimana botol bekas tersebut belum dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian ini adalah sosialisasi pemanfaatan botol air mineral bekas sebagai wadah media tanam di Panti Asuhan Keluarga Aisyiyah Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah. Belum dimanfaatkannya botol bekas air kemasan mineral, terutama dengan ukuran 15-liter dan adanya potensi edukasi pengetahuan lingkungan terkait konsep recycle pada anak panti asuhan sehingga berpotensi dijadikan sasaran mitra menuju panti asuhan berbasis lingkungan atau dikenal dengan istilah green orphanage. Melakukan sosialisasi pemanfaatan botol air mineral bekas sebagai wadah media tanam diperuntukkan bagi anak panti di bawah pembinaan pengurus panti Aisyiyah. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode sosialisasi dan praktek langsung. Pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu sosialisasi sampah inorganik dan sosialisasi pemanfaatan botol bekas sebagai wadah tanam dilakukan pada tanggal 5 November 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh 29 anak panti dan satu orang pembina panti sebagai perwakilan pihak panti. Peserta diminta membuat 6 kelompok dengan masing-masing anggota 4-5 orang. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk simulasi pembuatan media tanam. Setiap kelompok mendapatkan 15 galon bekas, sehingga total media tanam yang siap untuk digunakan dari hasil kegiatan ini berjumlah sebanyak 90 buah. Kegiatan ini menghasilkan wadah media tanam yang siap digunakan.
Pencegahan Stunting Melalui Edukasi (Sosialisasi Stunting dan MPASI, Senam Hamil, Pemberian Tablet Tambah Darah) Bagi Masyarakat Agustina, Lina; Agustina, Putri; Astuti, Rina; Santhyami, Santhyami; Aryani, Ima; Roziaty, Efri
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Juni
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v5i2.381

Abstract

This community service project aims to educate the community about stunting. The employed approaches include observation, socialisation (specifically stunting socialisation, pregnant exercises, and the distribution of iron supplements), and interviews. The event took place at the village hall in Sukoharjo district on August 13, 2024, with 19 people in attendance. The activity's results indicated that the stunting education was conducted effectively, with participants demonstrating enthusiasm. They reported an increased awareness of the dangers of stunting, prompting them to enhance nutritional intake during pregnancy and for toddlers, thereby promoting optimal growth and development in children. This activity has led to an enhanced comprehension among participants regarding stunting, complementary feeding (MPASI), the risks of anaemia in pregnant women, and prenatal exercises that better equip them for childbirth.
Mangrove Forest Bioecology in Dasun Village, Lasem Sub-district, Rembang Regency, Central Java Roziaty, Efri; Utami, Dela R.
Jurnal Biologi Papua Vol 17 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jbp.2853

Abstract

Mangrove are one of the biotic components that form ecosystems in coastal areas. They are flowering plants with a tree habit that are highly tolerant of elevated salt levels. Mangrove ecosystems serve as habitats for various species of flora and fauna, and are therefore known for their high bioecological diversity. This study aims to analyze the bioecology of the mangrove ecosystem in Dasun Village, Lasem Sub-district, Rembang Regency, Central Java. The research method used was a survey with the transect line technique. Sampling of mangrove vegetation was conducted using square plots measuring 20 × 20 m, while fauna sampling was conducted within a 10-meter radius of the vegetation plots. All flora and fauna found within the plots were recorded as bioecological data of the mangrove ecosystem. Sampling was conducted in three different locations within the mangrove ecosystem area of Dasun Village. The results revealed three families of mangrove flora: Primulaceae (9 species), Combretaceae (5 species), and Rhizophoraceae (171 individuals). The mangrove fauna identified consisted of eight families from the class Gastropoda, two families from the class Malacostraca, and one family each from the classes Pisces, Aves, and Mammalia. Abiotic factors such as temperature, humidity, pH, and salinity were also measured. Temperature ranged from 29.3-33.8 °C, humidity from 68-73%, pH from 6.8-6.9, and salinity from 0.2-0.5 ppt. These results indicate that the mangrove ecosystem in Dasun Village supports a diverse range of mangrove flora and fauna, demonstrating its bioecological richness  
Keanekaragaman Liken di Kawasan Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Roziaty, Efri; Arwantara, Rayhandika Duan
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.39073

Abstract

Cemoro Kandang merupakan kawasan yang terletak di kaki Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang memiliki faktor abiotik yang mendukung pertumbuhan liken. Liken adalah makhluk hidup simbiotik antara alga dan fungi yang hidup menempel pada batang, dahan, dan daun pada inang. Penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman liken di kawasan Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan penjelajahan secara bertingkat. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Sampling dilakukan di tiga stasiun, yakni Stasiun 1 ketinggian 1.800–1.820 mdpl, Stasiun 2 ketinggian 1.820–1.840 mdpl, dan Stasiun 3 ketinggian 1.840–1.860 mdpl. Untuk mengetahui distribusi liken ditentukan berdasarkan Indeks Shannon-Wiener, yaitu indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi. Hasil penelitian yang didapatkan 29 spesies liken, yakni Cryptothecia punctosorediata Sparrius, Cryptothecia striata, Graphis afzelii, Graphis elegans, Graphis scripta, Graphis insidiosa, Lecanora strobilina, Lecanora phaeostigma, Lecanora allophane, Lecanora subpallens, Lecidella elaeochroma, Lepraria barbatica, Lepraria incana (L.), Lepraria rigidula, Opegrapha gyrocarpa, Heterodermia japonica, Heterodermia leucomela, Heterodermia obscurata, Menegazzia terebrata, Parmelia caperata (L.), Parmotrema Crinitum, Parmotrema xanthinum, Peltigera collina, Ramalina farinacea, Ramalina intermedia, Ramalina montagnei, Usnea cornuta, Usnea hirta (L.), dan Usnea trichodea Ach. Liken tersebut termasuk dalam kelompok thallus crustose, foliose, dan fruticose.
Morfologi Thalus Lichen di Kawasan Jalur Pendakian Bukit Mongkrang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Roziaty, Efri; Agyuni, Khurotul
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.11172

Abstract

Lichen is an association of fungi and algae, morphologically and physiologically unified as a single entity. Lichen is categorized as plants characterized by a thallus-like form. The aim of this research was to investigate the thallus morphology of lichens along the hiking trails of Bukit Mongkrang, Tawangmangu District, Karanganyar Regency, Central Java Province. The research utilized an exploratory method involving exploration of locations to obtain necessary samples. Purposive sampling was employed to select research locations comprising three stations at varying altitudes. Subsequently, lichen morphology samples were identified. The results revealed three types of thalli: Crustose, Foliose, and Fruticose, with Foliose being the most dominant type at 335 individuals, and Crustose the least at 132 individuals. The most dominant surface morphology of lichen thalli was Maculae details in the species Polyblastidium albicans (Pers.) S.Y. Kondr, Lokos & Hur, while the least common surface detail was Cephalodia in the species Lepraria casiella R.C. Harris. Lichen reproductive structures identified included two types: sexual and asexual. Sexual reproductive structures consisted of Apothecia, Perithecia, and Pycnidia, while asexual reproductive structures included Isidia and Soredia. The most dominant sexual reproductive structure found was Apothecia in the species Lecanora glabrata (Ach.) Malme, and the least common was Pycnidia in the species Anaptychia palmulata (Michaux) Vain. Morphological differences among lichen types were influenced by variations in altitude, air temperature, humidity, and light intensity. Lichen was most abundant at elevations ranging from 1,712 to 1,844 meters above sea level.
Inventory of Epiphytic Lichen Foliose on Tea Plants in Ngargoyoso, Karanganyar, Central Java Irnawati, Dika Dwi; Roziaty, Efri
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2023: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen is a combined organism between algae and fungi. Lichen has various body shapes, one of which is foliose. Lichen is found living epiphytic on the stems of tea plants. This study aims to determine the types of epiphytic lichen foliose on tea plants in Ngargoyoso, Karanganyar, Central Java. The method used is an exploratory method with purposive sampling techniques. Sampling was carried out at three stations with different altitudes. Station 1 (900 m asl), Station 2 (1.000 m asl), and Station 3 (1.100 m asl). The study results obtained a number 12 species of lichen foliose consisting of Parmotrema tinctorum (Delise ex Nyl.) Hale, P. austrosinense (Zahlbr.) Hale, P. reticulatum (Taylor) M. Choisy, P. hypotropum (Nyl.) Hale, P. perlatum (Huds.) M. Choisy, Flavoparmelia soredians (Nyl.) Hale, F. caperata (L.) Hale, Hypogymnia physodes (L.) Nyl, Physcia stellaris (L.) Nyl, P. aipolia (Ehrh. ex Humb.) Fürnr, Heterodermia japonica (Satō) Swinscow & Krog, and Dirinaria applanata (Fée) D.D. Awasthi. The most dominant species found at all three stations were Parmotrema austrosinense (Zahlbr.) Hale with a total of 104 colonies. The least encountered species was Physcia stellaris (L.) Nyl with a total of 3 colonies.
Ethnobotanical Study of Tea Plants Based on Local Wisdom in Ngargoyoso District, Karanganyar Regency, Central Java Hapsari, Kharisma Margiyana Dinda; Roziaty, Efri
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2023: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethnobotany is the relationship between humans and natural resources to meet needs such as food, medicines, traditional ceremonies, and other community life. Tea plants are plants that have a high selling value and have many health benefits. This study aims to determine the ethnobotanical aspects ethnobotanical of tea plants based on local wisdom in Ngargoyoso District, Karanganyar Regency, Central Java. This type of research is qualitative using data collection methods with surveys and interviews conducted by finding reliable informant sources. The data analysis used qualitative descriptive means. The results showed that there were 48 out of 50 people liked tea drinks, 37 people used tea plants as drinks, and 13 people used them as medicine. The level of knowledge of the Ngargoyoso people on the ethnobotany of tea plants is relatively low. The parts of the tea plant that can be used are young leaves, old leaves, young stems, and old stems.
Distribusi Spasial Pohon Peneduh di Kota Surakarta Jawa Tengah Roziaty, Efri; Adiningsih, Sasmita Ike Wahyu
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.461 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pohon peneduh yang terdistribusi secara spasial di wilayah Kota Surakarta, Jawa Tengah. Distribusi Spasial merupakan sebaran individu atau koloni pada suatu ruang tertentu Tumbuhan peneduh umumnya merupakan jenis tumbuhan tahunan yang memiliki karakteristik batang yang besar, tinggi lebih dari 30-40 m dengan kanopi yang luas sehingga di fungsikan sebagai tumbuhan peneduh. Pohon peneduh ini umumnya ditanam di pinggir jalan raya pada jalur jalan. Fungsi lain dari pohon peneduh yaitu sebagai penyerap polutan dan pabrik oksigen sehingga akan mengurangi dampak pencemaran udara dari sektor transportasi serta memiliki fungsi estetika. Metode yang digunakan adalah eksploratif dengan menggunakan teknik purposive sampling tanpa plot. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2020 pada 4 jalur jalan di Kecamatan Jebres dan Laweyan. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pohon peneduh yang ada di Kota Surakarta, Sampel pohon peneduh di Kecamata Jebres dan Laweyan, Sampling pada 4 Jaur Jalan, yaitu Jl. Slamet Riyadi, Jl. Adi Sucipto, Jl. Ir. Juanda dan Jl. Ir. Sutami. Setiap pohon yang berada di tepi jalur jalan hijau menjadi sampel pada penelitian ini yang kemudian dicatat masing-masing jalur untuk masing-masing spesies yang ditemui untuk di determinasi dan dianalisis keragamannya menggunakan Buku Flora dan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan sebaran pohon peneduh diperoleh sebanyak 35 species dengan jumlah indivdu sebanyak 1.391 individu yang didominasi oleh pohon Asam Keranji (Dialium indum Linn.), Glodokan (Polyalthia longifolia Sonn), Mahoni (Swietenia mahagoni L.) dan Tanjung (Mimusops elengi L.) tersebar dalam 4 jalur jalan di Kecamatan Jebres dan Laweyan.
Studi Lichen pada Berbagai Tumbuhan Inang di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta Rahayu, Ruruh Catur; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.29 KB)

Abstract

Lichen adalah asosiasi dari fungi dan algae yang hidup secara epifit dengan cara menempel pada batang, dahan dan daun pada inang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis dan tipe morfologi talus lichen pada berbagai jenis tumbuhan inang yang terdapat di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan penjelajahan secara bertingkat. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian dilakukan di tiga stasiun yaitu Jalan Adi Sucipto, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Dr Radjiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta didapatkan dua tipe morfologi talus lichen yaitu crustose dan foliose. Jumlah spesies lichen yang ditemukan ada 9 jenis, sedangkan jumlah spesies tumbuhan inang yang ditemukan sebanyak 11 jenis. Pohon inang yang paling banyak ditemukan lichen yaitu pohon dengan diameter 50 cm ke atas, dimana pada ukuran pohon ini ditemukan lichen pada 3 zona sampai 5 zona.
Co-Authors Abidah Rohmatillah Adiningsih, Sasmita Ike Wahyu Adnan Nurrahman Al Farisi Afrika Arianto Agyuni, Khurotul Ahmad Syarif Aji, Wachid Bayu Saputro Akbar, Shohifa Aulia Aksiwi, Daniek Hayu Aksiwi, Daniek Hayu Al Farisi, Adnan Nurrahman Aldila Septiani Alfianti, Meilinia Nurul Aly, Fuad Hasan Amalia Noviasari Annur Indra Kusumadani Arianto, Afrika Arif Rohman Arum Dyah Ripdiyanti Arwantara, Rayhandika Duan Astari, Nilam Asy’ari, Muhammad Iqbal Bayu Bagas Adityaradja Bayu Kurniawan Choirul Amin Danardono, Danardono Daniar Eka Nur Fauziah Daniek Hayu Aksiwi Dela Rizki Utami Desty Sekar Prameswari Destya, Anatri Dian Putri Utami Dian Wahyuningsih Dwi Astuti Efi Maysaroh Endang Setyaningsih Eriza Putri Ayu Ning Tias Fadila, Cikita Fadilatin, Nuha Syaj’in Fatimaturrohmah, Richa Putri Feby Istifarini Fikriyah, Vidya N. Fitri Izzatu Roniyah Furi, Ade Ratna Guntur Nurcahyanto Hamim Zaky Hadibasyir Hapsari, Kharisma Margiyana Dinda Hidayah, Awalia Ristyani Ima Aryani Indah Purnamasari Indah Purnamasari Irnawati, Dika Dwi Izzah, Nisrina Arifatul Jumadi, J Khurotul Agyuni Kristiono, Andris Kuswaji Dwi Priyono Laikha Listiyani Leneng, Nurdina H. Lina Agustina Listiawati, Vina Lotfata, Aynaz Masruroh, Heni Maysaroh, Efi Meilinia Nurul Alfianti Mufida Sholihatunisa Muhammad Galih Wicaksono Muhammad Iqbal Bayu Asy’ari Muhammad Reisa Andika Mustofiyah, Lilik Mutia Ayu Kusuma Nawaz, Muhammad Nisrina Arifatul Izzah Nugroho, Rio Abdi Nur Aini Dewi Setyowati Nurromadhon, Muhammad Fauzi Pambudi, Edwin Fajar Pristiwi, Yunitisia Puspitasari, Defi Maretiani Putri Agustina Rafika Dian Rahmawati Rahayu Rahayu Rahayu, Ruruh Catur Ramadansyah, Ilham Bukhori Rina Astuti RIZKA NURFITRIANTI Rohmatillah, Abidah Santhyami Santhyami Santhyami Santhyami, S Sari, Siti Kartika Sattar, Farha Septiani, Aldila Setyowati, Nur Aini Dewi Setyowati, Nur Aini Dewi Siti Kartika Sari Sri Wahyuni Suherman Sulaiman, Rizky Ta'ziyah Suparti Suparti SUPRIYONO Swari, Azzahra Amay Ririh Titik Suryani Triastuti Triastuti Ummie Masrurah Utami, Dela R. Utomo, Ichtiar Aji Vina Listiawati YAN ADITYA PRADANA Yunitisia Pristiwi