Claim Missing Document
Check
Articles

Inventarisasi Tumbuhan Obat di Kawasan Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah Pambudi, Edwin Fajar; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.608 KB)

Abstract

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang memiliki khasiat bagi kesehatan manusia dan digunakan sebagai bahan membuat obat alami yang relatif lebih aman. Kawasan air terjun Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah memiliki vegetasi yang cukup rapat. Salah satunya adalah tumbuhan obat yang tumbuh di area air terjun tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan berkhasiat obat yang terdapat disekitar Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan melakukan observasi langsung ke lapangan. Lokasi penelitian dibagi menjadi 4 stasiun berdasarkan ketinggian yang berbeda. Stasiun 1 (900 m dpl), stasiun 2 (1.000 m dpl), stasiun 3 (1.100 m dpl) dan stasiun 4 (1.200 m dpl). Hasil penelitian ditemukan sebanyak 20 spesies dari 17 ordo dan 19 famili. Tumbuhan obat yang ditemukan memiliki kandungan fitokimia yang berbeda-beda dengan fungsi farmakologis yang bermacam-macam sesuai dengan keefektifan tumbuhan dalam menyembuhkan penyakit.
Ekologi Pohon Pinus (Pinus merkusii) di Kawasan Hutan Girimanik, Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Roziaty, Efri; Utomo, Ichtiar Aji
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.919 KB)

Abstract

Penelitian tentang Ekologi Pohon Pinus (Pinus merkusii) di Kawasan Hutan Girimanik, Desa Setren, Kecamatan Slogohimo,Kabupaten Wonogiri, Jawa tengah pada Bulan April 2018. Inang Pohon Pinus (Pinus merkusii) di kawasan Hutan Girimanik karena belum banyak penelitian didaerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aksi Interaksi organisme padaPohon Pinus (Pinus merkusii) di Kawasan Hutan Girimanik, Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode penelitian exploratif dan penelitian dilakukan di tempattempat yang terdapat Pohon Pinus(Pinusmerkusii) dengan ketinggian 1200 m dpl – 1450 m dpl. Dalam pengambilan sample, teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purpossive tanpa plot. Dari hasil pengambilan data terdapat 12 jenis organisme dengan jumlah total yang dapat ditemukan yaitu 179 individu yang terdiri dari 6 species Flora yaitu Epipremnum aureum (Sirih Gading), Pinalia amica (Anggrek), Usnea filipendula (Lichen), Pogonatum ciratum (Lumut Daun), Cetrelia olivetorum (Lumut), Polytricum commune (Lumut Daun),, dan 6 spesies Fauna yaitu Lasius niger (Semut Kebun Hitam), Danaus plexippus (Kupu-kupu Raja), Spirostreptus seychellarum (Keluwing), Harmonia axyridis (Kepik Harlequin),Drosophila transversa (Lalat), Lymantriidae caterpillar (Ulat Bulu).
Potensi Jamur Konsumsi di Indonesia Sebagai Imunomodulator Guna Menjaga Sistem Imun dalam Menghadapi Covid-19 Astari, Nilam; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.025 KB)

Abstract

Jamur atau fungi merupakan organisme eukaryotik, berspora, tidak berklorofil, bereproduksi secara seksual dan aseksual. Jamur berdasarkan ukuran tubuhnya dibedakan menjadi dua, yaitu jamur makroskopis dan jamur mikroskopis. Selain berfungsi sebagai dekomposer, jamur khususnnya yang makroskopis edible juga dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan dan imunomodulator. Imunomodulator merupakan senyawa yang dapat membantu memperbaiki fungsi sistem imun. β-glucan pada jamur dapat meningkatkan aktivitas fagositosis dan produksi sitokinin, mengaktivasi sistem imunitas seluler dan humoral, meningkatkan aktivitas anti mikroba dari sel mononuklear dan neutrofil serta meningkatkan aktivitas fungsional dari makrofag.Tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah mengkaji potensi jamur konsumsi di Indonesia sebagai imunomodulator guna menjaga sistem imun dalam menghadapi covid-19. Metode penulisan yang digunakan didasarkan pada kajian beberapa literatur seperti hasil penelitian relevan skripsi, jurnal-jurnal baik nasional maupun internasional kemudian diambil ringkasan dari sumber tersebut dan di jadikan satu menjadi bahan bacaan. Simpulan dari artikel ilmiah ini yaitu jamur konsumsi di Indonesia mengandung zat aktif β-glucan, asam ganoderik, triterpenoid, dan lentinan yang memiliki efek imunomodulator sehingga berpotensi dapat menekan penyebaran virus covid-19.
Keanekaragaman Jenis Lichen Epifit di Kawasan Cemoro Sewu Magetan Fatimaturrohmah, Richa Putri; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.921 KB)

Abstract

Lichen terbentuk dari suatu organisme hasil asosiasi antara jamur dan alga. Lichen epifit yang banyak di jumpai karena tempat berkembangnya menempel di pepohonan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis lichen epifit yang berada di Kawasan Cemoro Sewu, Magetan. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan melakukan penjelajahan sepanjang jalur pendakian, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian di bagi menjadi 2 stasiun yaitu ketinggian 1800 Mdpl dan 1900 Mdpl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lichen yang ditemukan sebanyak 7 jenis dengan 2 tipe morfologi talus lichen yaitu foliose dan crustose. Lichen yang ditemukan terletak pada pohon dengan diameter 40 cm dan pada zona 2, zona 3 dan zona 4.
Inventarisasi Tumbuhan Paku Terestrial (Pteridophyta) di Kawasan Hutan Girimanik Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah Nugroho, Rio Abdi; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.771 KB)

Abstract

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan cormophyta berspora yang dapat hidup di habitat manapun seperti terestrial, aquatik maupun epifit. Kawasan hutan Girimanik Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah memiliki tingkat kelembaban yang tinggi, sehingga ditemukannya Pteridophyta dengan jenis keberagaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk klasifikasikasi jenis Pteridophyta terestrial di Hutan Kawasan Girimanik Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam penentuan lokasi dibagi menjadi dalam 2 stasiun. Stasiun I (1200-1350 m dpl) dan stasiun II (1350-1500 m dpl). Hasil penelitian ditemukan 15 jenis Pteridophyta terestrial yaitu, Cyatheacontaminans, Lycopodium cernuum, Asplenium adiantum-nigrum, Asplenium laetum, Blechnum sp, Adiantum hispidulum, Adiantum raddianum, Davalia pulmonalis, Gleichenia linearis, Paesia scaberula, Polypodium scolopendria,Polypodium glycyrrhiza, Pteris vittata, Selaginella bryopteris, dan Thelypteris sp.
Keanekaragaman Rumput di Kawasan Cemoro Sewu Magetan Sulaiman, Rizky Ta'ziyah; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.459 KB)

Abstract

Keanekaragaman hayati tidak terbatas hanya pada tumbuhan berkambium saja, namun berbagai macam tumbuhan bawah tegakan juga memiliki jenis keragaman yang tinggi. Vegetasi dasar yang tersebar di bawah tegakan pohon merupakan tipe vegetasi yang meliputi rerumputan, herba dan semak belukar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman rumput di kawasan Cemoro Sewu, Magetan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan menjelajah lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan 2 stasiun pada ketinggian 1800 dan 1900 M dpl dengan menggunakan plot berukuran 2 x 2 m. Jenis rumput yang ditemukan pada penelitian ini terdiri dari 1 famili dan 5 spesies. Famili Poaceae terdiri dari 5 spesies yaitu Eragrotis amabilis (L.) Wight & Arn. ex Nees., Imperata cylindrica (L.) Raeusch., Axonopus compressus (Sw.) P. Beauv., Leersia hexandra Sw., dan Ottochloa nodosa (Kunth) Dandy.
Lichen dalam Perspekstif Perkembangan Penelitian Biologi di Masa Kini dan Nanti Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen atau yang biasa diistilahkan dengan lumut kerak adalah organisme simbiosis antara alga dan jamur (fungi). Dinamakan lumut kerak karena tubuh menyerupai lumut dan tumbuh mengerak (menempel sangat erat) pada substrat. Lichen merupakan kelompok tumbuhan rendah yang saling bersimbiosis yang dinamakan symbiont. Bagian alga dinamakan photobiont merupakan bagian yang mempu melakukan proses fotosintesis sedangkan jamur dinamakan mycobiont, merupakan bagian yang memberikan perlindungan dan bentuk tubuh lichen. Tubuh lichen masih sangat sederhana sehingga diistilahkankan dengan thalus. Thalus ini menempel pada substrat yang menjadi tempat hidupnya, beberapa jenis substrat tersebut misalnya bebatuan, beton, tanah yang keras dan pohon.
Distribusi Spasial Kelimpahan Zooplankton Subclass Copepoda di Waduk Klego Boyolali Jawa Tengah Ramadansyah, Ilham Bukhori; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Copepoda adalah organisme invertebra mikroskopis yang tersebar melimpah di ekosistem aquatik termasuk ke dalam kelompok crustacea yang berukuran mikroskopis berukuran 60 – 220 µm. ukuran ini sesuai dengan bukaan mulut larva ikan karena fungsi ekologis dari copepoda adalah makanan utama larva ikan. Habitat di dasar perairan berkisar pada kedalaman 7 – 9 m dari permukaan air. Copepoda termasuk organisme zooplankton, bergerak mengikuti arus air tidak tentu arah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kelimpahan copepoda dan hubungan kelimpahan terhadap kualitas perairan di perairan Waduk Klego Boyolali Jawa Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling, dengan penentuan titik stasiun sampling. Penentuan titik sampling di masing – masing stasiun berdasarkan aktivitas manusia yaitu Satasiun I di bagian tepi waduk dimana aktivitasnya dipengaruhi oleh para pemancing ikan dan udang, Stasiun 2 merupakan keramba ikan dan Stasiun 3 merupakan bagian tengah waduk merupakan spot menjaring ikan sehingga banyak terdapat Copepoda di wilayah tersebut. hasil pengamatan diketahui bahwa genus-genus Copepoda planktonik yang ditemui di perairan Waduk Klego Boyolali Jawa Tengah didapat 6 Genus 13 spesies Copepoda yaitu Calanus, Paracalanus, Euchaeta, Cyclops, Microsetella, , dan 2 larva yaitu Naupillus. Cyklops adalah Genus Copepoda yang paling sering ditemui di okasi penelitian. Indeks Keragaman Copepoda planktonik di perairan Waduk Klego Boyolali Jawa Tengah sebesar 255 adalah kategori sedang. Faktor abiotik lingkungan di lokasi penelitian suhu permukaan air adalah 29 oC, pH air 6, kelembaban udara permukaan air berkisar antara 60 – 65 %, kecepatan angin berkisar antara 7 – 12 km/jam. Kondisi lingkungan ini adalah kondisi normal untuk habitat Copepoda.
Karakteristik Morfologi Jamur Makroskopis pada Jalur Pendakian di Kawasan Hutan Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur Nurromadhon, Muhammad Fauzi; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur adalah salah satu tumbuhan tingkat rendah yang tidak memiliki klorofil sehingga tidak melakukan fotosintetik dan bersifat heterotrof. Habitat Jamur makroskopis umumnya menempel pada serasah di tempat yang lembab dan kurang cahaya matahari. Kawasan Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur merupakan hutan di Gunung Lawu yang memiliki keanekaragaman vegetasi yang tinggi khususnya pohon. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Karakteristik morfologi jamur makroskopis yang terdapat di jalur pendakian kawasan Hutan Cemoro Sewu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jelajah (Survey Eksploratif), dengan penentuan titik menggunakan purposive sampling sehingga lokasi penelitian dibagi menjadi 3 stasiun. Stasiun 1 pada jalur pendakian dengan ketinggian 1.800 – 1.900 m dpl, Stasiun 2 pada jalur pendakian dengan ketinggian 1900-2000 m dpl, dan Stasiun 3 pada jalur pendakian dengan ketinggian lebih dari 2.100 m dpl. Jamur Basidiomycota ditemukan tersebar pada tiga stasiun ketinggian yang berbeda, yaitu pada Stasiun 1, Stasiun 2 dan Stasiun 3. Hasil penelitian mendapatkan 23 spesies jamur makroskopis yang terdiri 5 Ordo, 13 Familia dan 14 Genus. Didoninasi jenis Ganoderma lucidum (Curtis) P. Karst. Dengan karakteristik morfologi jamur makroskopis meliputi perbedaan pada bentuk tudung, warna tudung, permukaan tudung, Perlekatan, serta habitatnya. Data faktor abiotik di dapatkan bahwa habitat yang ditumbuhi oleh jamur makroskopis ini adalh lingkungan dengan suhu sekitar 18 – 26,3 oC dan kelembaban berkisar 62 – 85%. Indeks Keanekaragaman jamur makroskopis di jalur pendakian di Hutan Cemoro Sewu adalah sedang.
Distribusi Lichen Genus Lobaria di Jalur Pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur Puspitasari, Defi Maretiani; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen adalah organisme simbiotik antara fungi dan alga. Ada tiga tipe umum life form lichen yaitu crustose, foliose dan fruticose. Crustose adalah lichen yang sangat menempel pada substrat, lichen foliose memiliki bentuk seperti helai daun dan fruticose adalah lichen dengan thalus menyerupai semak (serabut). Lichen foliose umum ditemukan di jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu salah satunya lichen Lobaria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi Lichen Genus Lobaria yang berada di jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022 menggunakan metode purposive sampling melalui eksplorasi dengan menelusuri lokasi. Ditemukan sebanyak 4 spesies Lobaria di 8 titik yaitu Lobaria pulmonaria (L) Hoffm., Lobaria scrobiculata (Scop.) P. Gaertn, Lobaria virens (With.) Laundon, dan Lobaria amplissima (Scop) Forss dari Famili Lobariaceae. Spesies yang paling banyak ditemui adalah spesies Lobaria virens (With.) Laundon. Faktor abiotik yang di catat adalah suhu, kelembaban, ketinggian dari permukaan laut. Suhu berkisar antara 15,2 – 21,6 °C, kelembaban 76 – 99 % dan ketinggiannya 1.945 - 2.822 m dpl.
Co-Authors Abidah Rohmatillah Adiningsih, Sasmita Ike Wahyu Adnan Nurrahman Al Farisi Afrika Arianto Agyuni, Khurotul Ahmad Syarif Aji, Wachid Bayu Saputro Akbar, Shohifa Aulia Aksiwi, Daniek Hayu Aksiwi, Daniek Hayu Al Farisi, Adnan Nurrahman Alden Ganendra Madhava Priya Hardianto Aldila Septiani Alfianti, Meilinia Nurul Aly, Fuad Hasan Amalia Noviasari Annur Indra Kusumadani Arianto, Afrika Arif Rohman Arum Dyah Ripdiyanti Arwantara, Rayhandika Duan Astari, Nilam Asy’ari, Muhammad Iqbal Bayu Bagas Adityaradja Bayu Kurniawan Choirul Amin Danardono, Danardono Daniar Eka Nur Fauziah Daniek Hayu Aksiwi Dela Rizki Utami Desty Sekar Prameswari Destya, Anatri Dian Putri Utami Dian Wahyuningsih Dwi Astuti Efi Maysaroh Endang Setyaningsih Eriza Putri Ayu Ning Tias Fadila, Cikita Fadilatin, Nuha Syaj’in Fatimaturrohmah, Richa Putri Feby Istifarini Fikriyah, Vidya N. Fito Zuhud Abdillah Fitri Izzatu Roniyah Furi, Ade Ratna Guntur Nurcahyanto Hamim Zaky Hadibasyir Hapsari, Kharisma Margiyana Dinda Hidayah, Awalia Ristyani Ima Aryani Indah Purnamasari Indah Purnamasari Inta Isnaningrum Irnawati, Dika Dwi Izzah, Nisrina Arifatul Jumadi, J Khurotul Agyuni Kristiono, Andris Kuswaji Dwi Priyono Laikha Listiyani Leneng, Nurdina H. Lina Agustina Lotfata, Aynaz Masruroh, Heni Maysaroh, Efi Meilinia Nurul Alfianti Mufida Sholihatunisa Muhammad Galih Wicaksono Muhammad Halim Maimun Muhammad Iqbal Bayu Asy’ari Muhammad Reisa Andika Mustofiyah, Lilik Mutia Ayu Kusuma Nawaz, Muhammad Nisrina Arifatul Izzah Nugroho, Rio Abdi Nuha Syaj’in Fadilatin Nur Aini Dewi Setyowati NURFITRIANTI, RIZKA Nurromadhon, Muhammad Fauzi Pambudi, Edwin Fajar Pristiwi, Yunitisia Puspitasari, Defi Maretiani Putri Agustina Rafika Dian Rahmawati Rahayu Rahayu Rahayu, Ruruh Catur Ramadansyah, Ilham Bukhori Ratnasari Nur Rohmah Rina Astuti Rohmatillah, Abidah Sabrina Nur Alifah Santhyami Sari, Siti Kartika Sattar, Farha Septiani, Aldila Setyowati, Nur Aini Dewi Setyowati, Nur Aini Dewi Siti Kartika Sari Sri Wahyuni Sudrajah Warajati Kisnawaty Suherman Sulaiman, Rizky Ta'ziyah Suparti Suparti SUPRIYONO Swari, Azzahra Amay Ririh Titik Suryani Triastuti Triastuti Ummie Masrurah Utami, Dela R. Utomo, Ichtiar Aji Vina Listiawati YAN ADITYA PRADANA Yasmin, Hasna Aulia Yunitisia Pristiwi