Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaman Tanaman Perdu yang Tumbuh di Sepanjang Jalur Pendakian Cemoro Sewu, Magetan Hidayah, Awalia Ristyani; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cemoro Sewu adalah salah satu jalur pendakian Gunung Lawu dengan ketinggian 2.212 m dpl yang terletak di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur yang memiliki tingkat keanekaraman hayati cukup tinggi. Jalur pendakian Cemoro Sewu memiliki berbagai macam jenis vegetasi, salah satunya yaitu tumbuhan perdu. Tumbuhan perdu merupakan tumbuhan berkayu yang memiliki beberapa batang yang bercabang dari dekat akarnya dan tingginya dapat mencapai 6 m, serta memiliki diameter batang kurang dari 10 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis tanaman perdu yang tumbuh di sepanjang jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan. Jenis penelitian ini yaitu eksplorasi dengan metode penjelajahan dan teknik pengambilan data yang digunakan yaitu purpossive sampling menggunakan petak kuadrat. Petak kuadrat yang digunakan berukuran 10 x 10 m. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 18 spesies tanaman perdu. Tanaman perdu yang mendominasi di jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan adalah spesies Chromolaena odorata sebanyak 62 individu, Debresia longifoliaW. sebanyak 48 individu, Rubus fraxinifolius P. sebanyak 38 individu, Rubus molucanus S sebanyak 25 individu dan Miconia laevigata L sebanyak 18 individu. Indeks Keragaman tanaman perdu di jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan adalah 2,2yang terkategori sedang.
Kandungan Klorofil Thalus Lumut Kerak di Jalan Protokol Kecamatan Tawangmangu Aly, Fuad Hasan; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumut kerak adalah organisme tingkat rendah simbiosis antara fungi dan alga. Lumut kerak membentuk struktur thalus yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Bagian fungi dinamakan mycobiont dan bagian alga dinamakan phobiont. Photobiont ini mengandung klorofil sehingga lumut kerak termasuk organisme autotrof yang mampu berfotosintesis. Eksistensi klorofil dipengaruhi oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan klorofil pada thalus lumut kerak di jalan protokol Kecamatan Tawang Mangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Metode yang digunakan yaitu Purpossive sampling, dengan menentukan kriteria tertentu untuk menghasilkan sampel secara logis sehingga dapat mewakili populasi. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 Stasiun Utama dimana di masing – masing Stasiun dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorofil a tertinggi adalah 4.30 yaitu lumut kerak dari spesies Peltigra cania. Klorofil b yang tertinggi adalah 1.72 yaitu Phlyctis agelaea. Klorofil a + b yang tertinggi adalah 6.08 pada spesies Peltigra cania. Suhu lingkungan di lokasi penelitian berkisar antara 27,3 – 33.2 ℃ . Kelembaban berkisar pada 53 – 68 %. Ketinggian lahan di lokasi penelitian berkisar pada 352 – 976 mdpl. Tingkat pencemaran teetinggi pada stasiun 3, titik 3, ulangan 3 yang ditunjukkan dengan nillai jumlah kendaraan yang lewat yaitu sebanyak 1992 /jam. Sehingga disimpulkan bahwa semakin tinggi jumlah kendaraan yg melewati lokasi penelitian maka semakin rendah kandungan klorofil pada lumut kerak yang hidup pada habitat tersebut.
Keanekaragaman Fitoplankton di Waduk Klego Desa Bade Kabubaten Boyolali Jawa Tengah Aji, Wachid Bayu Saputro; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitoplankton adalah mikroorganisme tumbuhan yang mampu melakukan fotosintesis dan berperan sebagi dasar dari rantai makanan atau produsen dilingkungan perairan. Fitoplankton dapat digunakan sebagai indikator kualitas air. Fitoplankton umumnya berukuran mikroskopis antara 2 – 50 µm, sehingga fitoplankton hidup melayang diperairan dan bergerak mengikuti arus air tidak tentu arah. Habitat fitoplankton yaitu pada daerah-daerah perairan pada permukaan air dan juga kedalaman air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis fitoplankton yang terdapat di perairan waduk Klego Desa Bade, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling, dengan penentuan titik stasiun sampling. Penentuan titik sampling di masing – masing stasiun berdasarkan pada kondisi lingkungan waduk dan aktivitas manusia. Yaitu Sasiun A di bagian tepi waduk dimana aktivitasnya dipengaruhi oleh pepohonan dan wisatawan, Stasiun B merupakan bagian tengah waduk yang dalam dan Stasiun C merupakan spot memancing ikan dan menjaring ikan. Sampel Fitoplankton yang diambil dari Waduk Klego Boyolali dan dilakukan pengamatan sampel menggunakan mikroskop. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan 4 kelas, 11 famili, 12 genus. Bahwa genus-genus yang ditemukan seperti Oscillatoria, Pediastrum, Trachelomonas, Dictyosphaerium, Anabaena, Synedra, Chlorella, Microcystis, Spirogyra, Pandorina, Gonium, Phacus. Dengan faktor abiotik di lingkungan Waduk Klego Boyolali dengan suhu permukaan air adalah (27-33 °C), pH air 6, kelembaban udara permukaan air berkisar antara 30–60 %, kecepatan angin berkisar antara (5–15 km/j). Kondisi lingkungan ini adalah kategori kondisi normal untuk habitat Fitoplankton. Niai indeks keanekaragaman rata-rata pada Waduk Klego Boyolali sekitar (2,27) termasuk keanekaragaman kategori sedang.
Inventory of microalgae at Sepanjang Beach the coastal area of Gunung Kidul Jogjakarta Roziaty, Efri; Akbar, Shohifa Aulia
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2018: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2287

Abstract

Research conducted in the coastal area along Sepanjang Beach Gunung Kidul Jogjakarta aims to find out what types of microalgae are present in the region. The area of Sepanjang Beach Gunung Kidul Jogjakarta is one of the most favourite beach visited by tourists both domestic and foreign. The research was conducted in March - October 2018. The sampling method used was Purpossive Sampling where it was determined as many as 5 sampling points called the Station. Then at each station created 2 substations are made as replications. From the results of the study found as many as 12 species from 4 families namely Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Euglenophyceae and Cyanophyceae. Of the four families produced 12 species including Navicula sp., Euglena viridis, Spirulina sp. and Oscillatoria sp. It indicates that the environment is still good.
Lichen: Comparative Study between Campus Area and Forest Sekipan Karanganyar Central Java Roziaty, Efri; Furi, Ade Ratna
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2017: Proceeding ISETH (International Conference on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2315

Abstract

Lichens are organism usually found on tree trunk and rocks. They are also very sensitive to pollutions. Meanwhile, the rapid increase in the use of motor vehicles has a huge impact on the emergence of pollution in most of environments. In fact, the increasing quantity of emission from the transportation sector, especially vehicles on the roads, has resulted high level of air pollution that influences the morphology of lichens. The aim of the research was to identify lichens growing naturally in the campus area and the natural habitat of the Sekipan forest. It was done by observing the population of lichens in two different stations. The study site was divided into two stations, namely campus area and the Sekipan forest. The research employed exploration method. The 1st station was the campus area and the 2nd station was the Sekipan forest. The parameters were the morphology and the colony of lichens. Species richness was revealed in which the diversity of lichens in Sekipan forest was higher in compared with those in the campus area. The results of the survey demonstrated the different species of lichen in campus area (Station 1) and Sekipan forest in Karanganyar, Central Java. Basically, lichens in the campus area are less in species diversity, but they have species richness in forest.
REVIEW : KAJIAN LICHEN : MORFOLOGI, HABITAT DAN BIOINDIKATOR KUALITAS UDARA AMBIEN AKIBAT POLUSI KENDARAAN BERMOTOR Roziaty, Efri
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1632

Abstract

artikel ini akan mengeksplorasi masalah lichen terkait dengan fungsinya sebagai bioindikator. Beberapa kriteria dikemukakan untuk bisa mengarahkan bahwa lichen memang layak untuk dijadikan bioindikator lingkungan khususnya mengenai kualitas udara. Polusi udara dapat mempengaruhi kondisi tumbuhan termasuk lichen secara fisiologis. Beberapa jenis lumut kerak dilaporkan dapat menjadi bioindikator yang peka terhadap pencemaran udara. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas tentang lichen dari sisi morfologi, anatomi dan habitat serta keterkaitan lichen dengan polusi udara khususnya polusi yang disebabkan oleh pencemaran kendaraan bermotor. Berdasarkan atas substrat tempat tumbuhnya, lichen dibagi menjadi – Corticolous (lichen yang tumbuh di permukaan pohon), Follicolous (lichen yang tumbuh di permukaan daun), Saxicolous (lichen yang tumbuh di permukaan batu), Terricolous (lichen yang tumbuh di tanah), dan Musicolous (lichen yang tumbuh dengan lumut). Beberapa jenis lichen yang dapat dijadikan bioindikator pencemaran udara misalnya Parmelia, Hypogymnia dan Strigula selain itu masih ada jenis – jenis lichen lainnya yang terdeteksi sebagai indikator di daerah  yang tercemar seperti Buelia punctata, Laurera bengaulensis, Lecanora paliida, D. picta, Trypethelium tropicum, Graphis liberta, dan Cryptothecia sp, Verrucaria sp., Heterodermia sp., Phaeographis sp., dan Heterodermia sp.
KEANEKARAGAMAN SPESIES DALAM SISTEM AGROFORESTRI DI DESA SURAJAYA KECAMATAN PEMALANG KABUPATEN PEMALANG JAWA TENGAH Roziaty, Efri; Pristiwi, Yunitisia
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.11743

Abstract

Agroforestry is sustainable land management system which integrate the yields of crops including trees and forest plants to increase the yields.This research intend to knowing the diversity type of vegetation in Desa Surajaya, Pemalang, Jawa Tengah. The research use exploration method by exploring all the research site and take the sample using purposive sampling method. The research done by exploring all the forest area and take a note for every new kind of vegetation. Research result shown that there are 19 kind of different vegetation, which is divided by a horticulture and non-horticulture. Forest land cleared for agriculture by agroforestry was 287,89 Ha or as much as 19,4% of the total forest area leaving 1.193,41 Ha of teak forest area.
Cantigi (Vaccinium varingifolium (Blume) Miq.) Di Jalur Pendakian Gunung Lawu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah Roziaty, Efri; Al Farisi, Adnan Nurrahman
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.18086

Abstract

Cantigi is one of the shrubs that grows at the height of the mountain. Camtigi is a plant endemic to the mountains. Among climbers, Cantigi is one of the fruits on the mountain that can be consumed. This study aims to determine the diversity of the Cantigi plant population that grows in the Mount Lawu area, Karanganyar Regency, Central Java. The research method is exploratory through exploration. The sampling technique was purpossive sampling. The selection of sampling locations was divided into 3 stations taken based on different altitudes. At an altitude of 2.819 – 3.025 m above sea level (Station I), an altitude of 3.025 – 3.192 (Station II) and an altitude of 3.192 – 3.265 (Station III). These three stations are the Mount Lawu Peak Area. The results of the study found that only 1 species of Cantigi was found in the top area of Mount Lawu, namely the species Vaccinium varingiaefolium Miq. The number of individuals encountered at each station were 67 individuals at an altitude of 2,819 – 3,025 m asl (Station I), 160 individuals at an altitude of 3.025 – 3.192 m asl (Station II) and 154 individuals at an altitude of 3.192 – 3.265 m asl (Station III). The highest number found was in the altitude range of 3.025 – 3.192 m above sea level. The results of the Diversity Index (H') obtained are 3,084 categorized as moderate and tend to be low. The conclusion of this study is that Cantigi is mostly found in areas with an altitude range of 3.025 – 3.192 m above sea level, which is about 160 individuals.
KERAGAMAN PLANKTON DI WILAYAH PERAIRAN WADUK CENGKLIK BOYOLALI JAWA TENGAH Roziaty, Efri; Aksiwi, Daniek Hayu; Setyowati, Nur Aini Dewi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i1.5935

Abstract

Penelitian mengenai keragaman plankton di wilayah perairan Waduk Cenglik Boyolali masih sangat sedikit. Penelitian bertujuan untuk: mengidentifiasi keragaman jenis plankton yang berada di wilayah perairan Waduk Cengklik Boyolali. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purpossive random sampling yaitu metode pengambilan sampel secara acak berdasarkan tujuan tertentu yang ditargetkan dalam penelitian. Pengambilan sampel akan dilakulan di bagian tepi waduk utama dekat pintu masuk waduk dan lokasi berikutnya adalah di bagian tengah waduk dengan menggunakan perahu. Pengambilan sampel dilakukan pada pagi dan sore hari dengan harapan menemukan plankton yang terkategori fioplankton dan zooplankton. Sampel plankton kemudian diidentifikasi di laboratorium Pendidikan Biologi FKIP UMS. Hasil yang didapatkan berupa jenis-jenis plankton yang terdiri dari fioplankton yang merupakan produsen di perairan dan zooplankton yang merupakan konsumen I di perairan. Indeks keanekaragaman zooplankton di Waduk Cengklik Boyolali didominasi oleh phylum Rotifera dan disusul oleh phylum Sarcomastigophora yang berkisar antara -3,30 sampai -3,35, sedangkan indeks keanekaragaman fioplankton didominasi oleh divisi acillariophyta yang berkisar antara -2,43 sampai -3,08 yang menunjukkan bahwa komunitas biota tidak stabil disebabkan karena kualitas air tercemar berat. Kuantitasi dan jenis plankton yang ada mengindikasikan kualitas perairan tersebut.
A Diversity of Copepods in Gajah Mungkur in Wonogiri Regency, Central Java, Indonesia Roziaty, Efri; Arianto, Afrika; Listiawati, Vina
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 2: September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i2.23143

Abstract

GajahMungkur Reservoir is a freshwater ecosystem thatis located6kmsouthofWonogiri Regency,CentralJavaProvince. Zooplankton is the primary consumer in the food chain of aquatic ecosystems. One of the common zooplankton found in freshwater ecosystem is copepod. Copepod is sensitive organism and play an important role as bioindicatator of water quality. The aimed of this study was to investigate the copepods diversity in Gajah Mungkur Reservoir. The method applied to this study is exploration and application of purposive sampling techniques in sampling.  Copepods were collected from three different station, namely Station 1 (fishing area), Station 2 (tourism area), and Station 3 (fish cage area or keramba). The abiotic parameters were found to be varied on each station. Results showed that Gajah Mungkur Reservoir has moderately diverse copepods species with the average of diversity index 1.21. There were 7 species of copepods found in Gajah Mungkur Reservoir which mostly dominated by Mesocyclops sp., especially in Station 1 (fishing area). Meanwhile Microcyclops sp. was only found in Station 3 (fish cage area or keramba), suggesting that this species has a potential as bioindicator in Gajah Mungkur Reservoir. This study suggest that changes in physicochemical parameters might influence the diversity and abundance of copepod in Gajah Mungkur Reservoir.
Co-Authors Abidah Rohmatillah Adiningsih, Sasmita Ike Wahyu Adnan Nurrahman Al Farisi Afrika Arianto Agyuni, Khurotul Ahmad Syarif Aji, Wachid Bayu Saputro Akbar, Shohifa Aulia Aksiwi, Daniek Hayu Aksiwi, Daniek Hayu Al Farisi, Adnan Nurrahman Alden Ganendra Madhava Priya Hardianto Aldila Septiani Alfianti, Meilinia Nurul Aly, Fuad Hasan Amalia Noviasari Annur Indra Kusumadani Arianto, Afrika Arif Rohman Arum Dyah Ripdiyanti Arwantara, Rayhandika Duan Astari, Nilam Asy’ari, Muhammad Iqbal Bayu Bagas Adityaradja Bayu Kurniawan Choirul Amin Danardono, Danardono Daniar Eka Nur Fauziah Daniek Hayu Aksiwi Dela Rizki Utami Desty Sekar Prameswari Destya, Anatri Dian Putri Utami Dian Wahyuningsih Dwi Astuti Efi Maysaroh Endang Setyaningsih Eriza Putri Ayu Ning Tias Fadila, Cikita Fadilatin, Nuha Syaj’in Fatimaturrohmah, Richa Putri Feby Istifarini Fikriyah, Vidya N. Fito Zuhud Abdillah Fitri Izzatu Roniyah Furi, Ade Ratna Guntur Nurcahyanto Hamim Zaky Hadibasyir Hapsari, Kharisma Margiyana Dinda Hidayah, Awalia Ristyani Ima Aryani Indah Purnamasari Indah Purnamasari Inta Isnaningrum Irnawati, Dika Dwi Izzah, Nisrina Arifatul Jumadi, J Khurotul Agyuni Kristiono, Andris Kuswaji Dwi Priyono Laikha Listiyani Leneng, Nurdina H. Lina Agustina Lotfata, Aynaz Masruroh, Heni Maysaroh, Efi Meilinia Nurul Alfianti Mufida Sholihatunisa Muhammad Galih Wicaksono Muhammad Halim Maimun Muhammad Iqbal Bayu Asy’ari Muhammad Reisa Andika Mustofiyah, Lilik Mutia Ayu Kusuma Nawaz, Muhammad Nisrina Arifatul Izzah Nugroho, Rio Abdi Nuha Syaj’in Fadilatin Nur Aini Dewi Setyowati NURFITRIANTI, RIZKA Nurromadhon, Muhammad Fauzi Pambudi, Edwin Fajar Pristiwi, Yunitisia Puspitasari, Defi Maretiani Putri Agustina Rafika Dian Rahmawati Rahayu Rahayu Rahayu, Ruruh Catur Ramadansyah, Ilham Bukhori Ratnasari Nur Rohmah Rina Astuti Rohmatillah, Abidah Sabrina Nur Alifah Santhyami Sari, Siti Kartika Sattar, Farha Septiani, Aldila Setyowati, Nur Aini Dewi Setyowati, Nur Aini Dewi Siti Kartika Sari Sri Wahyuni Sudrajah Warajati Kisnawaty Suherman Sulaiman, Rizky Ta'ziyah Suparti Suparti SUPRIYONO Swari, Azzahra Amay Ririh Titik Suryani Triastuti Triastuti Ummie Masrurah Utami, Dela R. Utomo, Ichtiar Aji Vina Listiawati YAN ADITYA PRADANA Yasmin, Hasna Aulia Yunitisia Pristiwi