Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Trauma Masa Kecil: Kekerasan yang Memicu Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD) Izzah Aliyah Zahra; Indah Wahyuningrum; Femas Arifin Yahman; Nadia Khairina
Flourishing Journal Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i112023p459-467

Abstract

Violence that occurs in childhood is a traumatic experience that can trigger various psychological problems in children, one of which is post-traumatic stress disorder. Post-traumatic stress disorder or post-traumatic stress disorder is a condition where a person experiences trauma due to a certain action, which causes fear and even shows certain symptoms when remembering the traumatic event. The aim of this research is to understand or gain understanding and describe the relationship between post-traumatic stress disorder and violence in childhood. With a focus on the psychological impact that can arise and its effect on children's mental health. The method used is a literature review or literature review by searching for journal articles through the ScienceDirect and Google Scholar databases between 2019 and 2023 to identify relevant journal articles, which were published in English and Indonesian. From this search, eight journals were obtained, with the keywords used being post-traumatic stress disorder, violence, and traumatic childhood. The results of the review article study are to: Find out the relationship between childhood violence and Post-Traumatic Stress Disorder, find out the impact of Post-Traumatic Stress Disorder, and find solutions for dealing with violence in childhood. AbstrakKekerasan yang terjadi pada masa kecil merupakan pengalaman traumatis yang dapat memicu berbagai masalah psikologis pada anak salah satunya yaitu gangguan stres pasca-trauma. Gangguan stres pasca-trauma atau post-traumatic stress disorder adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami trauma karena suatu tindakan tertentu, yang menyebabkan ketakutan dan bahkan menunjukkan gejala tertentu ketika mengingat peristiwa traumatis tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami atau mendapatkan pemahaman serta menggambarkan hubungan antara kondisi gangguan stres pasca-trauma dengan kekerasan pada masa kecil. Dengan berfokus pada dampak psikologis yang dapat timbul serta efeknya terhadap kesehatan mental anak. Metode yang digunakan adalah literature review atau tinjauan pustaka dengan mencari artikel jurnal melalui basis data ScienceDirect dan Google Scholar antara tahun 2019 hingga 2023 untuk mengidentifikasi artikel jurnal yang relevan, yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Dari pencarian tersebut diperoleh delapan jurnal, dengan kata kunci yang digunakan adalah gangguan stres pasca-trauma, kekerasan, dan traumatis masa kecil. Hasil kajian artikel review yaitu untuk: Mengetahui hubungan kekerasan masa kecil dengan Post-Traumatic Stress Disorder, mengetahui dampak Post-Traumatic Stress Disorder, dan mencari solusi untuk penanganan kekerasan pada masa kecil.
Hubungan Pola Tidur Remaja dan Gangguan Depresi: Sebuah Kajian Literatur Frida Dwi Ayunda; Indira Rasyid; Gavin Khaddafi Yulianto; Nadia Khairina
Flourishing Journal Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i112023p496-503

Abstract

Sleep disorders, commonly known as insomnia, are a significant public health problem. Insomnia has a close health relationship with other psychological illnesses such as mental disorders, anxiety disorders, and depression. This sleep disorder usually occurs when the body is unsatisfied with the duration or quality of sleep and has difficulty initiating or maintaining sleep patterns. Until now, this problem still occurs frequently, especially in teenagers who often do not have good sleep patterns. This can be caused by stress or mental disorders during the day or more often due to other medical or psychiatric disorders, such as depression. This research aims to determine the relationship between depression or anxiety disorders and sleep disorders (insomnia), as well as to find out whether there are other things related to depression that result in insomnia. The method used is a literature review. The criteria for articles used are those published in the last 10 years. Based on the research that has been collected, it has been found that there are factors that state that depression can affect sleep patterns. A study states that exercise can improve sleep quality and has many other health benefits as well. AbstrakGangguan tidur yang umum dikenal sebagai insomnia, merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Insomnia memiliki hubungan kesehatan yang erat dengan penyakit psikis lainnya seperti gangguan kejiwaan, gangguan kecemasan maupun depresi. Gangguan tidur ini biasanya terjadi saat tubuh tidak mendapatkan kepuasaan terhadap durasi atau kualitas tidur dan kesulitan dalam memulai ataupun mempertahankan pola tidur. Sampai saat ini masalah ini masih sering terjadi terutama terhadap anak remaja yang sering tidak memiliki pola tidur yang baik. Hal ini dapat disebabkan oleh tekanan atau gangguan pikiran pada siang hari atau yang lebih sering karena adanya gangguan medis atau kejiwaan lainnya, seperti gangguan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan gangguan depresi atau kecemasan dan gangguan tidur (insomnia), serta untuk mengetahui adanya hal lain yang berhubungan dengan depresi yang mengakibatkan insomnia. Metode yang digunakan ialah literature review. Adapun kriteria artikel yang digunakan adalah yang diterbitkan pada 10 tahun terakhir. Berdasarkan dari penelitian yang telah dikumpulkan telah didapatkan adanya faktor yang menyatakan bahwa depresi dapat mempengaruhi pola tidur. Sebuah penelitian menyatakan bahwa olahraga dapat meningkatkan kualitas tidur dan memiliki banyak manfaat juga pada kesehatan lainnya.
Analisis Dampak Perilaku Narsistik pada Kesehatan Mental Remaja Fraditya Lexcy Aurilio; Iin Isolawati; Jasmine Nazira Nurshafa; Nadia Khairina
Flourishing Journal Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i112023p478-485

Abstract

Social media is used as a means of communication because it allows people to interact with more people. However, social media also has negative impacts, such as triggering narcissistic behavior. Because individuals like them love themselves, and narcissism is also a mental disorder. This study aims to analyze the impact of narcissistic behavior on adolescent mental health using a descriptive qualitative approach and has a literature review type. The sample obtained was seven journal articles relevant to the topic studied. The articles show that the impact of narcissistic behavior on adolescents' mental health is feeling superior, having feelings of envy, having a high imagination, wanting to be admired, lacking empathy, feeling special, arrogant, sensitive, and believing that they are unique Another factor that influences narcissistic tendencies is loneliness. Lonely people have a strong tendency to engage in social interaction through social networks. Lonely people have difficulty withdrawing from social interactions, so they are less likely to engage in social interactions. AbstrakMedia sosial digunakan sebagai sarana komunikasi karena memungkinkan masyarakat berinteraksi dengan lebih banyak orang. Namun media sosial juga mempunyai dampak negatif seperti memicu perilaku narsistik. Karena individu seperti mereka benar-benar saling mencintai diri mereka dan narsisme juga merupakan gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perilaku narsistik terhadap kesehatan mental remaja dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan memiliki jenis kajian literatur. Sampel yang didapatkan adalah 7 artikel jurnal yang relevan dengan topik yang dikaji. Artikel-artikel tersebut menunjukkan bahwa dampak perilaku narsistik terhadap kesehatan mental remaja adalah merasa paling hebat, memiliki perasaan iri, memiliki imajinasi tinggi, sangat ingin dikagumi, kurang berempati, merasa istimewa, angkuh, sensitif, dan yakin bahwa dirinya unik. Faktor lain yang memberikan pengaruh kecenderungan narsistik ialah kesepian. Orang yang kesepian mempunyai kecenderungan kuat untuk terlibat dalam interaksi sosial melalui jejaring sosial. Orang yang kesepian mengalami kesulitan karena menarik diri dari interaksi sosial, sehingga dapat memicu tingkat kecemasan yang tinggi dan berujung pada isolasi sosial.
Dampak Discount Promotion pada Platform E-Commerce terhadap Perilaku Impulsive Buying Areta, Tiara Dini; Nadia Khairina
Flourishing Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i12024p41-46

Abstract

The more advanced the times, the more advanced the development of technology in it. The rapid development of technology makes it easier for someone to find and provide the latest information. As a result of technological developments, it also affects changes in the way individuals carry out the transaction process. Technological developments and internet access are more widely used by Gen Z. There are some assumptions that shopping online provides more benefits than shopping in person. The purpose of this study is to determine whether discount promotion in E-commerce platform has an influence on impulsive buying and to determine the impact of this. In the research conducted, the author adopted a qualitative method using an open-ended questionnaire technique to review Gen Z who use e-commerce platforms for shopping. The results show that respondents have a tendency to impulsive buying behavior which can be proven through several aspects of impulsive buying. Respondents tend to lack consideration in planning the purchase of discounted goods and feel excited when they see discounted goods that they are interested in, thus encouraging them to make unplanned purchases. AbstrakSemakin majunya perkembangan zaman semakin maju pula perkembangan teknologi di dalamnya. Pesatnya perkembangan teknologi semakin memudahkan seseorang dalam mencari maupun memberi informasi terkini. Akibat dari perkembangan teknologi juga mempengaruhi perubahan cara individu dalam melakukan proses transaksi. Perkembangan teknologi dan akses internet lebih banyak digunakan oleh Gen Z. Muncul beberapa anggapan bahwa berbelanja secara daring lebih banyak memberi keuntungan daripada berbelanja secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah discount promotion pada platform E-Commerce memiliki pengaruh terhadap impulsive buying dan untuk mengetahui dampak dari hal ini. Dalam penelitian yang dilakukan, penulis mengadopsi metode kualitatif dengan menggunakan teknik kuesioner terbuka untuk meninjau Gen Z yang menggunakan platform e-commerce untuk berbelanja. Hasil menunjukan bahwa responden memiliki kecenderungan perilaku impulsive buying yang dapat dibuktikan melalui beberapa aspek impulsive buying. Responden cenderung kurang memiliki pertimbangan dalam merencanakan pembelian barang diskon dan merasa senang saat melihat barang diskon yang mereka minati sehingga mendorong mereka untuk melakukan pembelian tak terencana.
Analisis Identitas Kolektif dan Memetic Media: Studi Kasus Reddit r/place 2022 Naufal Al Harist; Nadia Khairina
Flourishing Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i12024p1-10

Abstract

Research on the interaction between collective identity and memetic media often focuses on the drivers of the interaction. Meanwhile, this research seeks to conduct a case study analysis of the relationship between collective identity and memetic media by utilizing a quasi-natural experiment on Reddit r/place 2022 not as a driver but as a medium of expression of both. This research uses the qualitative case study method and the Place Atlas Initiative website as a data collector with two units of analysis, namely the work of The Night Watch and the flag of the United States, which then show the interaction between collective identity and memetic media in it. In general, Sense of belonging is the main motivator for individuals to behave in accordance with the collective agency of their group identity. This collective identity is formed through the 'commonality' of attributes/experiences shared by each individual in the group. In accordance with the duality of memetic structures, the cultural products of these groups are then expressed by adapting them to the r/place 2022 canvas while still preserving the main essence of it. AbstrakPenelitian tentang interaksi antara identitas kolektif dan memetic media lebih sering terfokus pada pendorong dari interaksi tersebut. Sedangkan penelitian ini berusaha melakukan studi kasus analisis mengenai keterkaitan antara identitas kolektif dan memetic media dengan memanfaatkan sebuah pseudo-eksperimen alami pada Reddit r/place 2022 bukan sebagai pendorong melainkan sebagai wadah terekspresikannya kedua hal ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan alat pengumpul data yaitu situs Place Atlas Initiative. Penelitian ini memfokuskan pada dua unit analisis yaitu karya The Night Watch dan bendera Amerika Serikat yang kemudian dipaparkan interaksi antara identitas kolektif dan memetic media didalamnya. Secara umum, Sense of belonging merupakan pemicu utama individu berperilaku sesuai dengan agensi kolektif dari identitas kelompoknya. Identitas kolektif ini terbentuk melalui 'kesamaan' atribut/pengalaman yang dimiliki tiap individu pada suatu kelompok. Sesuai dengan dualitas struktur memetic, hasil budaya kelompok kemudian diekspresikan dengan mengadaptasikannya sesuai dengan kanvas r/place 2022 dengan tetap mempertahankan esensi utama dari hasil budaya tersebut.
Gambaran Social Skills Mahasiswa dengan Bipolar Disorder Nadia Khairina; Fritamarcelin Baranandita Asriliantya
Flourishing Journal Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i82024p375-385

Abstract

Social skills are indispensable in building social relationships between people. Because social relationships are a fundamental indicator of social beings. This study aims to find out the picture of students who experience bipolar disorder, solutions in overcoming it, and the influence on their social behavior relationships in the campus environment. This study has criteria in determining the subject or participant of the research, namely at least 18 years old, diagnosed bipolar, and having the status of a student. The research uses qualitative research methods, with data collection in the form of literature studies and interviews with FS participants and validity using method triangulation techniques and source triangulation. As well as to analyze the data that has been collected using qualitative content analysis techniques. Based on interviews and observations show that individuals with bipolar disorder show changes in their social interactions in the campus environment when bipolar appears, and experience obstacles in improving their social skills so that they tend to stay away from their social environment. This study also shows a strong indication if individuals with bipolar disorder have a desire to harm themselves (self-harm). AbstrakKeterampilan sosial sangat diperlukan dalam membangun hubungan sosial antar manusia. Disebabkan hubungan sosial merupakan indikator fundamental sebagai makhluk sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mahasiswa yang mengalami kondisi gangguan bipolar, solusi dalam mengatasi tersebut, dan pengaruh bagi hubungan perilaku sosialnya dalam lingkungan kampus. Penelitian ini memiliki kriteria dalam menentukan subjek atau partisipan penelitian, yaiu berusia minimal 18 tahun, terdiagnosis bipolar, serta berstatus sebagai mahasiswa. Adapun penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pengumpulan data berupa studi literatur dan wawancara kepada partisipan FS dan melakukan validitas menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Serta untuk menganalisis data yang telah terkumpul menggunakan teknik analisis isi kualitatif. Berdasarkan wawancara dan observasi menunjukkan bahwa individu dengan kondisi gangguan bipolar menunjukan perubahan interaksi sosialnya di lingkungan kampus pada saat bipolar itu muncul, serta mengalami hambatan dalam meningkatkan keterampilan sosialya sehingga cenderung menjauh dari lingkungan sosialnya. Dalam penelitian ini juga memperlihatkan indikasi yang kuat jika individu yang mengalami gangguan bipolar memiliki keinginan untuk melukai dirinya sendiri (self-harm).
Tinjauan Pola Asuh Otoriter dari Perspektif Teori Baumrind pada Remaja dan Kaitannya dengan Perilaku Agresif Sandra Fauziyah Zahra Febrina; Nadia Khairina
Flourishing Journal Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i62024p265-273

Abstract

Parents play a big role in providing parenting patterns for children. This parenting pattern can affect one of the child's attitudes, namely aggressive behavior. Aggressive behavior includes physical aggression, verbal aggression, angry aggression, and hostility. This study aims to examine authoritarian parenting, which based on many previous studies, is one of the factors that trigger aggressive behavior in adolescents. The method used is through qualitative methods including observation of subjects with authoritarian parenting patterns and interviews. In this study, two samples consisting of subjects and informants were used as supporting data... The data obtained were then analyzed descriptively. The interviews were semi-structured and conducted by means of a series of closed themes and some prepared questions; from the results of this study, it was found that authoritarian parenting encourages aggressive attitudes in adolescents. This is concluded from the subject's parenting pattern which meets the criteria of authoritarian parenting, as well as the subject's tendency to commit aggressive acts as a consequence of the parenting pattern. AbstrakOrang tua berperan besar dalam memberikan pola pengasuhan pada anak. Pola pengasuhan ini dapat berpengaruh ke salah satu sikap anak, yaitu perilaku agresif. Perilaku agresif yang dimaksud meliputi agresi fisik, agresi verbal, agresi marah, dan sikap permusuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola asuh otoriter, yang berdasarkan banyak penelitian sebelumnya, menjadi salah satu faktor pemicu perilaku agresif pada remaja. Metode yang digunakan adalah melalui metode kualitatif meliputi observasi terhadap partisipan dengan pola pengasuhan otoriter dan wawancara. Dalam penelitian ini, digunakan dua sampel yang terdiri atas partisipan dan informan sebagai data pendukung.. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Wawancara dilakukan secara semi-struktur, dilakukan dengan cara serangkaian tema tertutup dan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan, Dari hasil penelitian ini, ditemukan bahwa pola asuh otoriter mendorong sikap agresif pada remaja. Hal ini disimpulkan dari pola pengasuhan partisipan yang memenuhi kriteria dari pola pengasuhan otoriter, serta kecenderungan partisipan untuk melakukan tindakan-tindakan agresif sebagai konsekuensi dari pola pengasuhan tersebut.
Dampak Penggunaan Media Sosial pada Mahasiswa yang Mengalami Depresi Nadia Khairina; Ragil Wahyu Hernawati; Rahma Rasyida
Flourishing Journal Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i62024p279-287

Abstract

The term depression is not something new today. Depression is an emotional disorder characterized by an individual's reduced interest in something. One of the causes of depression is related to social media. This research aims to examine the role of social media use in students who have experienced depression. This research uses a qualitative approach with in-depth interview methods. The selection of research participants was carried out using a purposive sampling technique. The criteria for participants were 1) students at the State University of Malang, 2) who had a history of depression, and 3) who were willing to be interviewed based on the criteria obtained by two research subjects. The data analysis technique used is thematic data analysis. Thematic analysis is one way to analyze data to identify patterns or find themes through data that has been collected by researchers. The interview process was carried out with participant 1 and participant 2 on Wednesday, November 22 2023. The research results showed that 1) social media has an impact on depression and 2) There is no definite pattern of relationship between the intensity of social media use and depression.
Gambaran Perilaku Perundungan dan Dampak terhadap Korban Perundungan Prisca Livania Do Rego Tilman; Amelia, Riska; Nadia Khairina
Flourishing Journal Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i62024p245-254

Abstract

Bullying is a social phenomenon because it has become a prevalent issue among adolescents and society at large. It is characterized by aggressive behavior, often in the form of repeated and intentional oppression by an individual or group using their power to harm those perceived as weaker. This phenomenon has detrimental consequences for victims, both physically and psychologically. Most bullying victims experience more psychological effects, such as anxiety, decreased self-esteem, and impaired interpersonal relationships. Therefore, this study explores the characteristics of bullying behaviors and their impact on victims. The qualitative research method was employed, utilizing in-depth interviews for data collection. Subjects in this study were 2 people. The findings reveal that the bullying experiences of the participants originated during their school years and were perpetrated by their peers. These experiences hurt both participants, causing physical and psychological harm, leading to decreased self-esteem and difficulties or lingering fear in establishing social relationships, particularly friendships. AbstrakFenomena perundungan/bullying sering sekali terjadi dikalangan remaja dan masyarakat. Perilaku perundungan sendiri merupakan tindakan agresif, atau dikenal dengan bentuk penindasan yang dilakukan berulang dan sengaja oleh seseorang maupun sekelompok orang dengan menggunakan kekuasan mereka untuk menyakiti orang yang lemah. Adanya fenomena perundungan ini, akan memberikan dampak negatif terhadap korban baik itu dampak fisik maupun dampak secara psikologis. Kebanyakan dari korban bullying mengalami dampak psikologis lebih banyak seperti kecemasan, kepercayaan diri yang menurun, serta berpengaruh pada hubungan interpersonalnya dengan orang lain. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku perundungan dan dampaknya terhadap korban perundungan. Adapun metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara. Partisipan penelitian ini terdiri dari dua orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengalaman perundungan dialami oleh korban sejak sekolah dan itu dilakukan oleh teman sebayanya. Selain itu, hal ini membawa dampak negatif bagi kedua narasumber yakni dampak fisik dan psikologis yang membuat korban mengalami penurunan kepercayaan diri dan sulit ataupun masih takut untuk melakukan relasi sosial terutama dalam relasi pertemanan.
Coping Mechanism terhadap Stress Akademik pada Mahasiswa Ismi Aisya Saptyaning Ambarwati; Sabila Jannati; Khairina, Nadia
Flourishing Journal Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i22024p47-58

Abstract

Studying and carrying out academic activities undertaken by students is inseparable from academic stress. Academic problems, such as many assignments, pressure during exams, and a low GPA, cause this academic stress. Stress experienced by students will cause various responses that cause individuals to have different coping mechanisms. This study aims to discover the importance of coping mechanisms when facing stressful situations and the difference between problem-focused and emotional-focused coping. This research uses qualitative methods through observation and interviews, and then data analysis is carried out using descriptive analysis techniques. This research includes two aspects, in the first aspect, namely problem-focused coping, the subject uses coping strategies actively, seeking instrumental support, releasing behavior, making positive meaning, and planning. Meanwhile, in the second aspect, namely emotion-focused coping, the subject expresses emotions, distracts himself, goes into denial, uses substances, and seeks emotional support, entertainment, acceptance, religiosity, and self-blame. The research results provide an understanding that there are various coping strategies used by students in dealing with academic stress situations, where each student has different strategies and cannot be the same. AbstrakProses menuntut ilmu dan melaksanakan aktivitas akademik yang dijalani oleh mahasiswa tidak terlepas dari yang namanya stress akademik. Stress akademik ini dikarenakan beberapa permasalahan akademik, seperti tugas yang banyak, tertekan saat akan menjalani ujian, dan IPK yang rendah. Stress yang dialami mahasiswa nantinya menimbulkan berbagai respon yang menyebabkan individu mempunyai coping mechanism yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya memiliki coping mechanism ketika menghadapi situasi stres dan mengetahui perbedaan antara problem-focused coping dan emotion-focused coping. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara yang kemudian dilakukan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Penelitian ini meliputi dua aspek, pada aspek pertama yaitu problem-focused coping, subjek menggunakan strategi coping secara aktif, mencari dukungan instrumental, pelepasan perilaku, memaknai secara positif, dan perencanaan. Sedangkan pada aspek kedua yaitu emotion-focused coping, subjek meluapkan emosi, mengalihkan diri, melakukan penyangkalan, penggunaan zat, mencari dukungan emosional, hiburan, penerimaan, religius, dan menyalahkan diri. Hasil penelitian memberikan pemahaman bahwa terdapat beragam strategi coping yang digunakan oleh mahasiswa dalam menghadapi situasi stres akademik, dimana setiap mahasiswa memiliki strategi yang berbeda-beda dan tidak dapat disamakan.