Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Calcium Assay of Tuna Bone Waste with Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Najmah, Najmah; Ramadhani, Andi Indra Wulan Sari; Pagalla, Devi Bunga; Arviani, Arviani; Sangkota, Vivi Dia Afrianti
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i1.14705

Abstract

Yellowfin tuna in Gorontalo is very abundant and is often exported outside the region and even abroad as fillets, so yellowfin tuna bones are also very plentiful. The community frequently processes yellowfin tuna bones into kuah asam or namely ilahe. One of the sources of ilahe is Averrhoa bilimbi L., but the leftover tuna bones are only a source of pollution. This research focuses on processing the waste into a product of high nutritional value and highlights the novelty of a more environmentally friendly fish bone calcium extraction method. One of the main novelties of this research is the use of natural materials, namely star fruit, as an alternative for calcium extraction, which reduces dependence on harmful chemicals and supports the principle of sustainability. The extraction method used heat, followed by drying to reduce moisture content, pulverizing (blender) to reduce particle size and sieving. The calcium content in tuna bone meal was then analyzed using the Atomic Absorption Spectroscopy (SSA) method. The results showed that the tuna bone meal was white in colour, and the calcium content was 184.4890 mg/g or 18.45%. This product has the potential to be applied in various fields, such as food, health, animal feed, pellets, and organic fertilizer, as well as a solution to reduce fishery waste and support environmental sustainability.
Identifikasi Tahap Perkembangan Mikrospora melalui Ukuran Floret pada Jantung Pisang Tanduk Pagalla, Devi Bunga; Ahmad, Jusna; Husain, Indriati; Lamante, Nazwa S.; Eyato, Rika
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.17681

Abstract

This study aimed to identify the relationship between floret length and the developmental stages of microspores in banana male inflorescence (Musa spp. cv. Tanduk), and to determine the optimal floret size range as an explant source for initiating microspore culture. Ten bract layers were analyzed, with five florets randomly selected from each layer and measured for their length. Anthers were extracted from each floret, crushed in sterile water, and observed microscopically using a wet mount preparation. The results revealed a strong correlation between floret length and microspore developmental stages. Microspores at the late uninucleate (vacuolated) to early bicellular stages were consistently found in florets ranging from 4.68 to 4.34 cm in length. Based on these findings, florets within the 4.60 to 4.00 cm range are recommended as the optimal size for microspore culture initiation, as they contain a higher proportion of developmentally competent microspores for embryogenesis induction. In conclusion, this study provides essential morphological and cytological criteria to support efficient explant selection for in vitro regeneration of banana through the microspore culture approach.
Induksi Kalus pada Tangkai Daun dan Batang Muda Tepurang (Momordica Cochinchinensis) dengan Kombinasi Bap dan Iaa Secara In Vitro Fadlia Dunggio; Devi Bunga Pagalla; Jusna Ahmad; Novri Youla Kandowangko; Febriyanti Febriyanti
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.246

Abstract

Tepurang (Momordica cochinchinensis) memiliki potensi besar dalam bidang farmasi dan pangan, namun keterbatasan bibit dan rendahnya tingkat perkecambahan biji menghambat perbanyakannya. Kultur jaringan menjadi alternatif dalam pelestarian dan perbanyakan tanaman ini, terutama melalui induksi kalus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi Benzylaminopurine (BAP) dan Indole Acetic Acid (IAA) terhadap induksi kalus dari batang muda M. cochinchinensis secara in vitro. Eksplan berupa batang muda ditanam pada media Murashige & Skoog (MS) dengan kombinasi BAP dan IAA dalam berbagai konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi ZPT mampu menginduksi pembentukan kalus dengan warna putih dan tekstur friable setelah 2 minggu subkultur. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan metode perbanyakan M. cochinchinensis secara in vitro untuk mendukung konservasi dan pemanfaatannya dalam bidang bioteknologi.
Pemanfaatan Genomik untuk Jagung Tahan Kekeringan: Analisis Bibliometrik Ramlah, Ramlah; Rahmah, Mufti Hatur; Irfan, M.; Pagalla, Devi Bunga; Nurman, Nurman; Sari, Retno
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.61878

Abstract

Perubahan iklim meningkatkan frekuensi kekeringan yang mengancam produksi jagung global. Genomik menawarkan pendekatan inovatif untuk mengembangkan varietas toleran kekeringan. Studi ini melakukan analisis bibliometrik untuk memetakan lanskap penelitian genomik jagung toleran kekeringan periode 2014-2024. Data diekstrak dari Scopus menggunakan kata kunci (TITLE-ABS-KEY ("Zea mays") AND TITLE-ABS-KEY ("abiotic stress") AND TITLE-ABS-KEY ("drought tolerance")) menghasilkan 159 dokumen dari 84 sumber. Analisis menggunakan VOSviewer dan RStudio untuk visualisasi jaringan dan pemetaan geografis. Hasil menunjukkan tingkat pertumbuhan publikasi 16,23% per tahun dengan rata-rata sitasi 29,47 per dokumen. China mendominasi dengan kontribusi tertinggi, diikuti India dan Amerika Serikat. Kolaborasi internasional mencapai 25,79%. Fokus penelitian meliputi identifikasi gen toleransi kekeringan, mekanisme fisiologis stres, dan strategi pemuliaan berbasis genomik. Jurnal terkemuka seperti Frontiers in Plant Science, Plant Physiology, dan International Journal of Molecular Sciences menjadi platform publikasi utama. Analisis ini mengidentifikasi kesenjangan riset dalam pemanfaatan plasma nutfah lokal, integrasi data multi-omics, dan translasi penanda molekuler ke program pemuliaan praktis. Penelitian ini memberikan roadmap untuk arah riset masa depan genomik jagung toleran kekeringan. Hasil analisis ini menyediakan landasan strategis bagi formulasi kebijakan riset genomik tanaman yang lebih terarah, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi adaptasi perubahan iklim.
Respon Eksplan Tangkai Daun Dan Batang Muda Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza L.) pada Media dengan Penambahan IAA dan Kinetin Moha, Tri Vinesa; Kandowango, Novri Youla; Ahmad, Jusna; Febriyanti, Febriyanti; Pagalla, Devi Bunga; Husain, Indriati
Jambura Edu Biosfer Journal Vol 7, No 1 (2025): Jambura Edu Biosfer Journal
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jebj.v7i1.27840

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas lingkungan pesisir, namun keberadaannya terus mengalami tekanan akibat aktivitas manusia. Salah satu spesies mangrove yang penting untuk dikembangkan dalam upaya rehabilitasi kawasan pesisir adalah Bruguiera gymnorrhiza L. Ketersediaan bibit secara konvensional masih menjadi kendala karena membutuhkan waktu relatif lama dan sangat bergantung pada ketersediaan bahan tanam di alam. Oleh karena itu, kultur jaringan in vitro menjadi salah satu alternatif potensial untuk mendukung perbanyakan tanaman mangrove secara lebih cepat dan terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi IAA dan kinetin terhadap induksi kalus pada eksplan tangkai daun dan batang muda mangrove Bruguiera gymnorrhiza L. secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan terdiri atas P1, yaitu 0,25 ppm IAA + 0,25 ppm kinetin; P2, yaitu 0,5 ppm IAA + 0,5 ppm kinetin; P3, yaitu 0,75 ppm IAA + 0,75 ppm kinetin; P4, yaitu 1 ppm IAA + 1 ppm kinetin; dan P5 sebagai kontrol tanpa penambahan IAA dan kinetin. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul kalus, morfologi kalus, dan warna kalus. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 memberikan respons terbaik terhadap induksi kalus dengan waktu muncul kalus tercepat, yaitu pada 19 hari setelah tanam (HST). Kalus yang terbentuk pada perlakuan tersebut memiliki karakteristik berwarna kuning. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi IAA dan kinetin pada konsentrasi rendah berpotensi mendukung induksi kalus pada eksplan tangkai daun dan batang muda Bruguiera gymnorrhiza L. secara in vitro.