Claim Missing Document
Check
Articles

Membangun Desa Wisata Arum Jeram Berkelanjutan: Optimalisasi Potensi dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Poduwoma, Gorontalo Kadir, Suprianto; Prasetyo, Agung; Nakoe, Moh. Rivai; Suardika, I Kadek; Karim Hulopi, Abdul Karim Hulopi; Gaib, Moh. Alwy L.
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1744

Abstract

Desa Poduwoma, Gorontalo, memiliki potensi arum jeram yang strategis namun belum berkembang akibat keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kelembagaan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas lokal dalam mengelola potensi tersebut secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, yang meliputi (1) identifikasi dan pemetaan potensi bersama masyarakat, (2) pelatihan intensif bagi calon pemandu wisata dan manajemen keselamatan, (3) pembangunan infrastruktur pendukung berupa jalur akses sepanjang 1 km dan pos informasi, serta (4) pendirian dan penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dilatih dalam administrasi dan pemasaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas 15 pemandu bersertifikat, kelembagaan Pokdarwis yang aktif, dan tersedianya fasilitas dasar. Dampak nyata terlihat dari peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 40% dalam triwulan pertama operasi, yang langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga. Program ini menyimpulkan bahwa transformasi potensi alam menjadi produk wisata yang kompetitif memerlukan intervensi holistik yang memadukan peningkatan kapasitas SDM, penyediaan infrastruktur minimal, dan penguatan kelembagaan berbasis komunitas. Keberlanjutan program dijamin melalui komitmen pemerintah desa dan kabupaten dalam integrasi program serta dukungan regulasi.
Manual Material Handling Risk Assessment Using the Leitmerkmal Method on Porters at the Gorontalo Logistics Agency Warehouse Siti Deafni Hadju; Herlina Jusuf; Moh Rivai Nakoe
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 6 No. 3 (2026): August 2026
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v6i3.661

Abstract

Manual material handling (MMH) activities in the warehousing sector still have the potential to cause ergonomic risks due to heavy lifting, high work frequency, and less ergonomic work postures. This study aims to analyze the level of MMH risk in porters at the Perum BULOG Gorontalo Warehouse using the Leitmerkmal Method (LMM). The study used a quantitative approach with a descriptive design. The study population consisted of 23 porters and all were sampled using a total sampling technique. Data were collected through observation, interviews, and LMM checklists, then analyzed univariately based on the assessment of work time indicators, load mass, body posture, work conditions, and the final LMM score. The results showed that all respondents had a load rating >40 kg, most had a time rating of 1 to <4 km per day, work postures were dominated by slightly bent, work conditions were classified as ergonomic, and all respondents were in the very high risk category. The conclusion of the study shows that the risk of MMH in warehouse porters at Perum BULOG Gorontalo is at a very high level which is mainly influenced by lifting loads, working time, and body posture, so that the implementation of ergonomic control is needed to reduce the risk of musculoskeletal disorders.
Inovasi CharCool Box sebagai Teknologi Penyimpanan Buah Berbasis Pendinginan Evaporatif untuk Ketahanan Pangan di Wilayah Pesisir Sarinah Basri K; Ayu Rofiah Nurfadillah; Moh Rivai Nakoe; Tri Septian Maksum; Gunawan Lanjahi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1524

Abstract

Wilayah pesisir memiliki tantangan dalam menjaga kualitas pangan segar akibat suhu dan kelembapan lingkungan yang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan buah mudah mengalami kerusakan dan pembusukan sehingga berdampak pada ketahanan pangan rumah tangga. Masyarakat Desa Bintalahe, Kecamatan Kabila Bone, Provinsi Gorontalo, masih menerapkan metode penyimpanan buah secara konvensional yang kurang efektif dalam mempertahankan kesegaran buah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna CharCool Box sebagai media penyimpanan buah berbasis pendinginan evaporatif alami menggunakan arang. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan mitra, edukasi melalui media video, praktik sanitasi dan higiene dalam penanganan buah, demonstrasi pembuatan dan penggunaan CharCool Box, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai praktik sanitasi dan higiene, penanganan buah yang aman, serta pemanfaatan CharCool Box sebagai teknologi penyimpanan yang murah, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan. Inovasi CharCool Box dinilai sesuai dengan kondisi wilayah pesisir dan berpotensi mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan.
The Effectiveness of the Combination of Moringa Seeds and Leaves (Moringa Oleifera) as a Natural Coagulant to Reduce Turbidity in Excavated Well Water in Wumialo Village, Gorontalo City Melani Koniyo; Irwan; Moh. Rivai Nakoe
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10545

Abstract

Dug well water is still widely used by the community as a source of clean water, but the quality often does not meet turbidity requirements. High turbidity levels can reduce water quality and increase health risks, so effective, safe, and environmentally friendly water treatment efforts are needed by utilizing natural coagulants. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the combination of moringa seeds and leaves (Moringa oleifera) as a natural coagulant in reducing the turbidity level of dug well water. The type of experimental research with a pre-test-post test research design uses a combination dose of moringa seeds and leaves, namely 10 mg, 20 mg and 30 mg. The water sampling technique is Purposive sampling. Data analysis used the One-Way Anova test and the LSD (Least Significant Difference) follow-up test. The results of the study showed that the turbidity value of dug well water in pre-test conditions was 15.5 NTU. The reduction in cloudiness after treatment with a dose of 10 mg had an average of 3.77 NTU (75.67%), the 20 mg dose of 2.53 NTU (83.67%), and the 30 mg dose of 3.17 NTU (79.54%). The Anova One-Way test showed a significant difference in effectiveness between doses of coagulants (p-value = 0.038 < 0.05). Follow-up LSD tests showed a significant difference between the 10 mg and 20 mg doses (p-value = 0.014 < 0.05), but there was no significant difference between the 10 mg and 30 mg doses (p-value = 0.146 > 0.05), as well as between the 20 mg and 30 mg doses (p-value = 0.128 > 0.05). It is recommended for subsequent researchers to test variations in stirring speed as well as other water quality parameters.
Effectiveness Of Corn Cob Charcoal Powder To Reduce Iron (Fe) Levels In Dug Well Water East Dulalowo Village Ni Nyoman Ardiyanti; Irwan; Moh. Rivai Nakoe
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10769

Abstract

Dug well water is one of the sources of clean water that is used by the community as a water supply facility in daily life. However, the water quality of dug wells often does not meet the requirements, especially in chemical parameters, especially iron content (Fe). High iron levels in water can reduce water quality and increase health and economic problems, so effective, safe and environmentally friendly water management efforts are needed. Corn cobs can be used as activated carbon which acts as a bioadsorbent against iron ion (Fe) pollution. This study aims to test the effectiveness of corn cob charcoal powder in reducing iron (Fe) levels in dug well water with variations in corn cob dosages of 10 grams, 15 grams and 20 grams. The type of true experimental research with a pre-test-post test approach. Iron levels were determined using the spectrophotometry method with three repetitions. Data were analyzed using the Kruskal Wallis test (alpha = 5%). The results of the study showed that the decrease in iron content in the water of the dug well after treatment with a dose of 10 grams with an average value of 0.2341 Mg/L, a dose of 15 grams with an average value of 0.1859 Mg/L, and a dose of 20 grams with an average value of 0.2076 Mg/L This study shows that corn cob charcoal powder is effective in reducing iron levels in dug well water and the dose of corn cob charcoal powder that is effective in reducing iron (Fe) levels in dug well water is the dose 15 grams with a p-value of 0.026 < 0.05, iron content reaches 0.1859 Mg/L and the effectiveness reaches 82%. It is suggested that the community can use corn cob waste as an adsorbent in reducing iron levels and modifying the management of corn cob waste.
Tanaman Genjer (Limnocharis Flava) sebagai Agen Penyerap Logam Berat Mangan (Mn) dari Limbah Cair Industri Tahu: Genjer Plant (Limnocharis Flava) as an Absorbing Agent for the Heavy Metal Manganese (MN) from Liquid Waste of the Tofu Industry Firli Oktaviani Bahute; Moh Rivai Nakoe; Herlina Jusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i6.5499

Abstract

alah satu masalah yang dihadapi di lingkungan adalah kontaminasi logam berat, karena limbah cair industri yang tidak diolah dengan baik. Ditemukan kadar logam mangan pada limbah cair industri tahu remaja karya 10,85 mg/L tidak memenuhi syarat baku mutu yang ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan PengeloIaan Lingkungan Hidup sebanyak 2-5 mg/l. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas daya serap tanaman genjer dalam menurunkan kadar logam berat mangan (Mn) pada limbah cair industri remaja karya kelurahan Ipilo Kota Gorontalo. Desain penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) pretest-postest control group dengan faktor variasi jumlah tanaman (5,10 dan 15 rumpun) dan waktu perlakuan (5,10 dan 15 hari). Sampel dalam penelitian ini adalah limbah cair pabrik tahu remaja karya, Teknik analisis data menggunakan kruskal-wallis. Hasil penelitian dengan fitoremediasi menggunakan tanaman genjer (Limnocharis flava) mampu menurunkan logam mangan (Mn) 90% terjadi pada variasi tanaman 15 rumpun dengan waktu paparan 5, 10 dan 15 hari. Yang menunjukkan semakin lama waktu tinggal dan banyaknya jumlah tanaman maka semakin besar penurunan kadar Berdasarkan uji kruskal-wallis diperoleh hasil p-value = 0,027 < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa ada perbedaan penurunan kadar logam mangan (Mn) pada setiap perlakuan yang diberikan. Diharapkan pemilik industry tahu bisa menggunakan tanaman genjer sebagai alternatif pengolahan limbah cair tahu dalam menurunkan logam berat Mangan (Mn).
Penyuluhan Kesehatan Tempat Pembuangan Sampah dan Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick di Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo: Health Counseling for Waste Disposal Sites and Training on Processing Plastic Waste into Ecobricks in Sidomukti Village, Mootilango District, Gorontalo Regency Nikmatisni Arsad; Herlina Jusuf; Amanda Adityaningrum; Moh. Rivai Nakoe; Tri Nurlaila Mamonto
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5758

Abstract

Pembangunan kesehatan dapat meningkatkan kesadaran, dan kemampuan hidup sehat di antara individu, komunitas, sektor swasta, dan pemerintah untuk memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Edukasi kesehatan berupa penyuluhan harus diberikan oleh berbagai pemangku kepentingan, yang dapat dilakukan melalui berbagai metode, untuk menjadikan masyarakat yang mengerti pentingnya kesehatan dan pencegahan penyakit, serta untuk memastikan bahwa pesan-pesan tersebut dipahami dengan jelas dan diterima oleh masyarakat umum. Sehingga, kegiatan pengabdian berupa penyuluhan kesehatan ini dilakukan. Kegiatan ini berupa penyuluhan terkait tempat pembuangan sampah dan pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick di Desa Sidomukti Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk membuat tempat sampah dan membuang sampah pada tempatnya, serta menambah keterampilan masyarakat untuk memanfaatkan limbah plastik menjadi ecobrick. Setelah kegiatan dilaksanakan, terdapat peningkatan jumlah rumah tangga yang memiliki tempat sampah di halaman rumah, selain itu sudah ada beberapa masyarakat yang mengolah sampah plastik menjadi ecobrick.
Penguatan Pilar STBM dan Pengembangan Produk Minuman Serbuk Daun Kelor sebagai Upaya Preventif Kejadian Stunting: Strengthening the STBM Pillars and Developing Moringa Leaf Powder Beverage Products as a Preventive Effort Against Stunting Occurrence Tri Septian Maksum; Moh. Rivai Nakoe; Ariani H. Hutuba
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6224

Abstract

Indonesia memiliki permasalahan gizi yang cukup berat, salah satunya adalah stunting. Berdasarkan SSGI 2022, prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 21.6%, Provinsi Gorontalo dengan prevalensi 23.8%, dan Kabupaten Pohuwato 6.4%. Menurut data dari Puskesmas Motolohu Kabupaten Pohuwato tahun 2022 bahwa untuk status gizi balita usia 24-59 bulan dengan kategori pendek dan sangat pendek berjumlah 33 balita dimana Desa Ayula dengan 2 balita. Pengabdian KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat guna mempercepat penurunan stunting yang dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Program intervensi gizi spesifik berupa program pengembangan produk inovatif minuman serbuk kemasan berbahan dasar daun kelor sedangkan untuk program intervensi gizi sensitif berupa program penguatan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan demonstrasi. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 50 hari (1 Juli – 19 Agustus 2024) dengan melibatkan 21 mahasiswa. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan penguatan 5 pilar STBM pada masyarakat serta terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam hal pemanfaatan daun kelor sebagai produk inovatif minuman serbuk kemasan guna mencegah kejadian stunting di Desa Ayula.
Perbandingan Efektivtas Modifikasi Ovitrap Gula Merah Dan Air Rendaman Kulit Jagung Terhadap Jumlah Kepadatan Nyamuk Dewasa Di Kecamatan Kota Barat Kelurahan Buliide : Comparison of the Effectiveness of Modified Brown Sugar Ovitrap and Corn Husk Soaked Water on the Density of Adult Mosquitoes in Kota Barat District, Buliide Village Citrawati Botutihe; Herlina Jusuf; Moh Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6678

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu serangga yang sangat mengganggu bagi manusia maupun hewan melalui gigitannya. Selain menyebabkan rasa gatal, nyamuk juga dapat berperan sebagai vektor penyakit. Untuk mengetahui keberadaan vektor nyamuk yaitu dengan pemasangan ovitrap. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas modifikasi ovitrap gula merah dan air rendaman kulit jagung terhadap jumlah kepadatan nyamuk dewasa di Kelurahan Buliide Kecamatan Kota Barat. Desain penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) sampel sebanyak 64 rumah yang berbeda tempat peletakan ovitrap yang dipilih secara acak, masing-masing rumah diletakan 2 pasang ovitrap pada bagian dalam dan luar rumah. Data di analisis menggunakan rumus ovitrap index dan uji Mann-Whitney dengan tingkat kemaknaan (?) = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa gula merah terdapat 124 ovitrap (96,8%) menggunakan ovitrap index dan jumlah keseluruhan nyamuk yang terperangkap dalam ovitrap 153 nyamuk dewasa dan air rendaman kulit jagung terdapat 110 ovitrap (85,9%) menggunakan ovitrap index dan jumlah keseluruan nyamuk yang terperangkap dalam ovitrap 123 nyamuk dewasa. Kedua antraktan tersebut tidak ada pengaruh atau perbandingan secara signifikan terhadap kepadatan nyamuk (p-value 0.152). Disarankan untuk masyarakat dapat membudidayakan bahan dan tanaman dalam upaya pengendalian populasi nyamuk.
Faktor Yang Berhubungan dengan Keluhan Heat Strain pada Pekerja Pabrik Tahu Kota Gorontalo: Factors Related to Heat Strain Complaints in Tofu Factory Workers in Gorontalo City Jihan Puasa; Sylva Flora Ninta Tarigan; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7023

Abstract

Heat Strain merupakan dampak akut atau kronis yang diakibatkan oleh paparan tekanan panas yang dialami oleh seseorang dari aspek fisik maupun mental. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 31 pekerja menggunakan total sampling. Data di kumpulkan melalui pengukuran tekanan panas menggunakan alat heat stress monitor, serta wawancara keluhan heat strain, suhu tubuh dengan alat termometer, indeks masa tubuh diukur menggunakan alat timbangan dan microtoise. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunujukan bahwa terdapat hubungan antara tekanan panas memiliki (p-value 0,004) dimana p-value <? (0,05), suhu tubuh memiliki (p-value 0.000) dimana p-value <? (0,05), Indeks Masa Tubuh (IMT) memiliki (p-value 0,002) dimana p-value <? (0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang Signifikan antara tekanan panas, suhu tubuh, indeks Masa tubuh (IMT) dengan keluhan heats Strain pada pekerja pabrik Tahu Kota Gorontalo. Saran untuk pabrik tahu diharapkan dapat melakukan pengendalian teknis dengan cara memasang ventilasi yang memadai, memberikan pembatas antara sumber panas dengan pekerja dan menyediakan tempat istirahat dengan suhu yang sejuk untuk mengurangi keluhan heat strain pada pekerja. Saran untuk pekerja diharapkan lebih memperhatikan lagi pola makan serta ritin berolahraga dan juga memaki APD lengkap ketika bekerja.