Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Risiko Kejadian Shoulder Pain Pada Pekerja Depot Air Minum Isi Ulang Di Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo: Risk Factor Analysis of Shoulder Pain Occurrence in Refill Drinking Water Depot Workers in Kota Tengah District, Gorontalo City Mohammad Tasyrik Zakaria; Irwan; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7744

Abstract

Nyeri bahu sering kali dirasakan pada bagian depan bahu maupun bagian atas lengan dan dirasakan ketika melakukan pergerakan lengan sepeti pengangkatan benda contohnya pada pekerjaan pengangkatan galon air. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor risiko kejadian Shoulder Pain pada pekerja depot air minum isi ulang di Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional. Desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini seluruh pekerja depot air minum di kecamatan kota Tengah kota Gorontalo yang berjumlah 46 pekerja dari 25 depot air minum. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil analisis menggunakan uji Spearman’s Rho terdapat hubungan antara; usia dengan nilai 0.014, lama kerja dengan nilai 0.038, masa kerja dengan nilai 0,001, dan postur kerja dengan nilai 0,000 dengan kejadian shoulder pain. Tidak terdapat hubungan antara indeks masa tubuh dengan kejadian shoulder pain dengan nilai 0,407. Kesimpulan terdapat hubungan antara; usia, lama kerja, masa kerja, postur kerja dengan kejadian shoulder pain dan tidak terdapat hubungan antara indeks masa tubuh dengan kejadian shoulder pain. Saran untuk pekerja depot air agar dapat memperhatikan lagi prosedur pengangkatan yang baik dan benar serta jika perlu menggunakan alat bantu pengangkatan untuk menghindari terjadinya shoulder pain.
Analisis Spasial Titik Lokasi Dan Jalur Evakuasi Dalam Mitigasi Pengurangan Risiko Bencana Banjir Kelurahan Biawu Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo: Spatial Analysis of Location Points and Evacuation Routes in Flood Disaster Risk Reduction Mitigation in Biawu Village, South City District, Gorontalo City Fadila; Herlina Jusuf; Moh. Rivai NakoE
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7905

Abstract

Banjir menjadi jenis bencana yang sering terjadi di Indonesia. Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan banjir tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara spasial titik lokasi dan jalur evakuasi dalam rangka mitigasi pengurangan risiko bencana banjir. Metode penelitian, deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis variabel fisik seperti kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, dan penggunaan lahan, serta menentukan titik dan jalur evakuasi berdasarkan kriteria waktu tempuh, daya tampung, ketersediaan MCK, kemiringan lereng dan kondisi jalan. Hasil penelitian, Kelurahan Biawu memiliki curah hujan berkisar 0,3- 257 mm/tahun, kemiringan lereng 2-15%, jenis tanah fluvisol, dan penggunaan lahan dominan sebagai permukiman. Titik utama evakuasi yaitu Masjid Hunto Sultan Amai, lokasi ini merupakan lokasi yang sering digunakan sebagai tempat evakuasi ketika terjadi banjir. Jalur evakuasinya yaitu Jl. Hi. A. R. Konio dan Jl. Gn. Tilongkabila, kedua jalan aman untuk dilalui menuju titik lokasi evakuasi berdasarkan hasil route analyst. Penerapan analisis spasial SIG terbukti efektif dalam membantu perencanaan mitigasi bencana banjir, memberikan arah strategis dalam menentukan lokasi aman dan jalur evakuasi yang layak saat kondisi darurat. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan acuan dalam perencanaan mitigasi kebencanaan pleh pemerintah. Saran kepada pemerintah dan masyarakat untuk melakukan uji coba terkait keefektifan dari hasil penelitian.
Efektifitas EM-4 (Effective Microorganisms-4) Dalam Menurunkan Kadar Cod Pada Air Limbah Industri Tempe: The Effectiveness of EM-4 (Effective Microorganisms-4) in Reducing COD Levels in Tempe Industrial Wastewater Abd Ziad Mohamad; Herlina Jusuf; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8308

Abstract

Air limbah hasil industri tempe memiliki kadar bahan organik yang tinggi, di tandai dengan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas larutan Effective Microorganisms-4 (EM-4) dalam menurunkan kadar COD pada air limbah tempe dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Metode penelitian eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk menguji efektivitas EM-4 dalam menurunkan kadar COD air limbah. Sampel berupa air limbah yang diberi perlakuan dengan variasi konsentrasi menggunakan EM4. Analisis data menggunakan uji One-Way Anova untuk mengetahui signifikansi perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penurunan tertinggi diperoleh pada konsentrasi 25% dengan efisiensi sebesar 65,98%, diikuti oleh konsentrasi 75% sebesar 65,79%, dan 50% sebesar 65,35%. Penurunan kadar COD paling besar terjadi pada konsentrasi 25%, yaitu dari 1854 mg/L menjadi 630 mg/L, dibandingkan dengan konsentrasi 50% yaitu 636 mg/L dan 75% yaitu 686 mg/L. Berdasarkan hasil uji statistik, tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antar ketiga konsentrasi tersebut terhadap penurunan kadar COD (p-value = 0,143). Disarankan pada pemilik usaha tempe agar menerapkan penggunaan EM-4 dalam pengolahan limbah cair sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan.
Analisis Kualitas Udara Mikrobiologi Terhadap Gangguan Psikosomatis Masyarakat Sekitar Peternakan Ayam Di Kelurahan Tilihuwa: Microbiological Air Quality Analysis of Psychosomatic Disorders in Communities Surrounding Chicken Farms in Tilihuwa Subdistrict Elsariyanti; Herlina Jusuf; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8856

Abstract

Usaha peternakan ayam pedaging (broiler) memiliki kontribusi penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Namun, keberadaan peternakan yang berdekatan dengan pemukiman dapat memicu permasalahan lingkungan, salah satunya pencemaran udara mikrobiologi yang diduga berdampak terhadap kesehatan psikis masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kualitas udara mikrobiologi terhadap gangguan psikosomatis pada masyarakat sekitar peternakan ayam di Kelurahan Tilihuwa. Metode penelitian ini yaitu analisis survey. Pengambilan sampel udara dilakukan pada tiga titik dengan jarak berbeda dari kandang ayam, dan dilakukan pengujian mikrobiologi untuk mengidentifikasi jumlah, jenis koloni bakteri dan jamur. Data gangguan psikosomatis diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, serta dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan jumlah koloni bakteri tertinggi terdapat pada titik 1 sebesar 1.062 CFU/m³ dan terendah pada titik 3 sebesar 297 CFU/m³, dengan jenis dominan Monobacillus sp, Streptococcus sp, dan Diplobacillus sp. Koloni jamur terbanyak ditemukan pada titik 2 sebesar 239 CFU/m³, didominasi oleh Aspergillus sp dan Rhizopus sp. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas udara mikrobiologi(bakteri maupun jamur) dengan gangguan psikosomatis pada masyarakat sekitar peternakan ayam di Kelurahan Tilihuwa, diharapkan pada peternak untuk tetap menjaga kandang dan mengelola limbahnya dengan baik untuk mengurangi resiko pencemaran.
Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan, Frekuensi Mandi, Kebersihan Pakaian Dan Tempat Tidur Dengan Keluhan Scabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Hubulo Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango: The Relationship Between Handwashing Habits, Bathing Frequency, Clothing and Bedding Cleanliness and Scabies Complaints Among Students at the Hubulo Islamic Boarding School, Tapa District, Bone Bolango Regency Nur Hairunnisa Abaidatai; Laksmyn Kadir; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8861

Abstract

Keluhan scabies pada santri putra maupun putri yaitu mengalami gatal-gatal pada malam hari selain itu gatal tersebut menyebar dengan cepat diantara para santri yang kemungkinan disebabkan karena adanya kontak antar santri. Pihak pesantren mengatakan bahwa ada lebih dari 50 santri yang terkena penyakit scabies. Faktor yang berperan dalam tingginya prevalensi scabies pada pondok pesantren adalah personal hygiene seperti kebiasaan mencuci tangan, frekuensi mandi, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur. Para santri yang malas mencuci tangan setelah beraktifitas, mandi hanya sekali sehari, berbagi alat pribadi dengan yang lain dan jarang menjemur tempat tidur. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kebiasaan mencuci tangan, frekuensi mandi, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur dengan keluhan scabies pada santri di pesantren Hubulo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 255 santri dan sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah 163 santri. Data di analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi squere. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan keluhan scabies adalah kebiasaan mencuci tangan (p=0,000), frekuensi mandi (p=0,000), kebersihan pakaian (p=0,000) dan kebersihan tempat tidur (p=0,000). Disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan, frekuensi mandi, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur dengan keluhan scabies pada santri. Saran bagi santri untuk menjaga kebersihan diri dan tidak berbagi alat-alat pribadi dengan orang lain. Bagi pesantren untuk memberikan edukasi atau penyuluhan pada santri.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kesehatan Berdasarkan Status Akreditasi Puskesmas Di Kota Gorontalo: Overview of Patient Satisfaction Levels with Health Services Based on the Accreditation Status of Community Health Centers in Gorontalo City Widya Ramadanti Kasim; Herlina Jusuf; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9710

Abstract

Puskesmas harus memiliki pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga masyarakat mampu hidup sehat dan tujuan pembangunan tercapai. Baik atau tidaknya kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh puskesmas, tetapi juga melibatkan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas berdasarkan permasalahan mengenai kepuasan masyarakat, penangan, dan pengaduan terhadap pelayanan puskesmas. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan berdasarkan status akreditasi puskesmas di Kota Gorontalo. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan berdasarkan status akreditasi puskesmas di Kota Gorontalo. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung di Puskesmas yang berjumlah 18.823. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 392 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling. Hasil uji statistik menunjukkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Dumbo Raya berstatus akreditas dasar yaitu Kategori Baik (63,7 %), Puskesmas Sipatana berstatus akreditas madya yaitu kategori Baik (58,1 %), Puskesmas Kota Utara berstatus akreditas utama yaitu kategori Baik (71,3 %), dan Puskesmas Kota Barat berstatus akreditas Paripurna yaitu kategori Baik (52,6 %). Simpulan dari penelitian ini adalah 4 lokasi puskesmas masing-masing memiliki kepuasan pasien yang baik.Disarankan perlunya mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan yang ada di puskesmas.
Evaluation of the Application of Electronic Medical Record Based on the Perspective of the Inpatient User Toto Kabila Regional General Hospital Stay Nurmita Hasan; Herlina Jusuf; Moh. Rivai Nakoe
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8165

Abstract

The application of Electronic Medical Record (EMR) as a digital technology in healthcare that is used to record and store patient handling data, has become a major need in the transformation of healthcare services in Indonesia. However, the success of its implementation is largely determined by user acceptance. This study aims to identify the application of EMR from the perspective of users in the inpatient room of the Toto Kabila Regional General Hospital as seen from the factors of work expectation, business expectations, social influence and facility conditions. This study used a quantitative approach of a descriptive method, with a population of 150 nurses and a sample of 109 inpatient nurses and data collection through questionnaires. Based on the results of the study, it was found that in the work expectations 32.11% of respondents rated it as good, 67.89% adequate; business expectations of 26.61% were good, 73.39% adequate; social influence 19.27% was good, 75.23% was adequate and 5.50% was lacking; facility conditions were 28.44% good, 69.72% were adequate and 1.83% were poor. Overall, the implementation of EMR at Toto Kabila Hospital was considered good by 30.28% of respondents, and adequate by 69.72%. It is suggested that the implementation of EMR in the inpatient Toto Kabila Hospital can run optimally, improvements are needed in the form of periodic system evaluation, development of EMR features, strengthening team collaboration, improving technology infrastructure, and supporting a responsive IT team.
Comparative Analysis of the Effectiveness of Eco Enzyme from Waste Orange Fruit Peel (Citrus Sp.) and Pineapple (Pineapple Comossus) as an Effort to Sterilize Chicken Coops Rohana Pakaya; Laksmyn Kadir; Moh. Rivai Nakoe
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8332

Abstract

Chicken coops are one of the places where pathogenic microorganisms develop that can cause problems for the health of chickens and the surrounding community, so sterilization efforts are necessary. This study aims to compare the effectiveness of eco enzyme liquid from orange and pineapple peel waste in reducing the number of bacteria in chicken coops. A type of pre-experimental research with a one-shot case study design. The samples in this study are two chicken coop samples that were treated each using orange and pineapple eco enzyme liquid . Data collection was carried out before and after treatment with the pour plate method. The data was analyzed using Paired Sample T-Test and Independent Sample T-Test with an error rate of 5%. The results of this study showed that there was a significant decrease in the number of bacterial colonies in cage A (orange) and cage B (pineapple), with significance values of p=0.002 and p=0.001, respectively. However, the results of the comparison test between cages showed no significant difference in the results after treatment (p=0.967). This shows that both eco enzyme liquids are equally effective in reducing the number of bacteria. It is recommended to test the number of bacteria also on other disinfectants to see how much advantages and disadvantages of eco enzymes are compared to commonly used disinfectants.
Phytochemical Analysis on Matcha Product Content in Gorontalo City Fitra Nur Aini Idrus; Sunarto Kadir; Moh. Rivai Nakoe
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) - July 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.11034

Abstract

Matcha is known to have a high content of bioactive compounds compared to regular green tea. This is because matcha is consumed in the form of a whole powder, so that all the compounds in tea leaves are also consumed. In Gorontalo City, matcha drinks are becoming more and more popular so KL, NK, and RHU were chosen as the sampling locations because they offer a variety of matcha products. The formulation of the problem in this study is what are the ingredients contained in matcha products in Gorontalo City. This study aims to identify and analyze the content contained in matcha products. This study uses a quantitative descriptive design to determine the content of matcha through phytochemical analysis. The study population included matcha drinks from 25 coffee shops and 8 street coffees in Gorontalo City, with samples taken from KL, RHU, and NK. The results showed that the RHU sample had the highest total phenol content of 209.34 mg GAE/g, followed by NK 184.64 mg GAE/g, and KL 149.30 mg GAE/g. The mean value of IC₅₀ showed that the antioxidant activity of RHU was very strong (34.87 ppm), strong NK (52.41 ppm), and moderate KL (109.32 ppm). In conclusion, KL, NK, and RHU matcha samples in Gorontalo City are still safe to consume based on their phenol content. The antioxidant activity of the KL sample is moderate, NK is strong, and RHU is very strong, it is recommended to consume matcha wisely and business actors need to pay attention to the quality of raw materials and processing processes to maintain the content of active compounds of the product.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN PEMUDA POSITIF MELALUI INTEGRASI LIFE SKILLS DALAM PELATIHAN DAN PEMBINAAN OLAHRAGA DESA PANGGULO I Kadek Suardika; Arief Ibnu Haryanto; Moh. Rivai Nakoe; Mohammad Son Dadu; Husnina Datau
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i1.21381

Abstract

Abstract. Integration of life skills in sports training and coaching is a constructive response to the moral degradation of adolescents as reflected in the situation analysis in Panggulo Village, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province. Scenario analysis identified the main causes of poor moral development of adolescents as the lack of opportunities to engage in constructive activities, modification of family structures, and uncontrolled media influence. The purpose of this program is to instill moral values ??in the next generation through family involvement, community service initiatives, and moral education. Active community participation is needed for identification, analysis, and resolution of problems in the community service method using the Participatory Action Research (PAR) approach. The understanding and application of sports values ??by adolescents increased as a result of this program, especially in the areas of teamwork, goal setting, time management, emotional intelligence, communication, social skills, leadership, problem solving, and decision making. This program successfully involved 50 adolescents from Panggulo Village, with 95% of them actively participating in training sessions and sports activities. Life skills evaluation showed significant improvements in teamwork, time management, and emotional intelligence, with an average evaluation score increasing by 40% after participating in the program. Thus, through positive sports experiences, this community service program not only improves physical components but also helps young people develop a strong moral foundation or positive youth development.   Abstrak. Integrasi life skills dalam pelatihan dan pembinaan olahraga adalah respons konstruktif terhadap degradasi moral remaja yang tercermin dalam analisis situasi di Desa Panggulo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Analisis skenario mengidentifikasi penyebab utama buruknya pembinaan moral remaja adalah tidak adanya kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan yang membangun, modifikasi struktur keluarga, dan pengaruh media yang tidak terkendali. Tujuan dari terciptanya program ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi penerus melalui keterlibatan keluarga, inisiatif pengabdian kepada masyarakat, dan pendidikan moral. Partisipasi aktif masyarakat diperlukan untuk identifikasi, analisis, dan penyelesaian masalah dalam metode pengabdian kepada masyarakat yang menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pemahaman dan penerapan nilai-nilai olahraga oleh remaja meningkat sebagai hasil dari program ini, khususnya dalam bidang kerja sama tim, penetapan tujuan, manajemen waktu, kecerdasan emosional, komunikasi, keterampilan sosial, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Program ini berhasil melibatkan 50 remaja dari Desa Panggulo, dengan 95% di antaranya aktif berpartisipasi dalam sesi pelatihan dan kegiatan olahraga. Evaluasi life skills menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan kerja sama tim, manajemen waktu, dan kecerdasan emosional, dengan rata-rata skor evaluasi meningkat sebesar 40% setelah mengikuti program. Dengan demikian, melalui pengalaman olahraga yang positif, program pengabdian masyarakat ini tidak hanya meningkatkan komponen fisik tetapi juga membantu generasi muda mengembangkan dasar moral yang kuat atau positive youth development.