La Tike
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

MANTRA KAGHOTINO KALIBU (PERSIAPAN LAHAN UNTUK BERCOCOK TANAM): KAJIAN SEMIOTIK RIFFATERRE La Tike
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 3 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i3.247

Abstract

Penelitian ini mengkaji mantra yang digunakan dalam ritual Kaghotino Kalibu dari sudut pandang semiotic riffaterre yakni suatu jenis kajian yang melihat bahasa sebagai system tanda yang bermakna. Data diperoleh dari pawang berupa tuturan mantra dengan cara direkam lalu diubah dalam bentuk tulisan. Mengingat mantra menggunakan Bahasa daerah (Muna), maka penulis menerjamahkannya terlebih dahulu ke dalam Bahasa Indonesia sesuai arti kata. Dalam mengolah data, penulis mendeskripsikan makna mantra melalui pendekatan semiotic riffaterre. Adapun Langkah-langkah kerja analisis semiotic riffaterre di antaranya; 1) ketidak langsungan ekspresi, 2) pembacaan heuristic dan hermeneutic, 3) matriks, model, varian-varian, dan 4) Hipogram. Berdasarkan kajian semiotic Riffaterre, mantra ritual kaghotino kalibu dapat dimaknai sebagai ungkapan yang berisi rayuan pada mahluk gaib agar tidak mengganggu tanaman (kebun) manusia.
KEBERTAHANAN KOSAKATA BAHASA MUNA PADA KALANGAN REMAJA DI KOTA RAHA KABUPATEN MUNA Yunus; La Ode Balawa; Harmin; La Tike
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.416 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i1.78

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kebertahanan kosakata bahasa Muna pada kalangan remaja di Kota Raha Kabupaten Muna. Penelitian dilatabelakangi oleh hasil penelitian Summer Institute of Linguistics Internasional melalui etnologi mencatat 6912 bahasa di dunia, tidak termasuk bahasa yang diduga pernah ada didunia ini tetapi telah antara lain bahasa Latin, Aram, Yunani Kuno, Jawa Kuno). Metode yang digunakan adalah metode survei deskriptif yaitu metode lapang dengan cara kerja perekaman dan pencatatan,, Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian survei, Penelitian dilaksanakan di Kota Raha Kabupaten Muna pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Responden dalam penelitian ini adalah kalangan remaja yang mendiami lokasi penelitian. Penelitian yang dilakukan pada kalangan remaja di kota Rahamengisyaratkan bahwa mulai terjadi pergeseran pemakaian bahasa yang dari pemakaian bahasa daerah menjadi pemakaian bahasa Indonesia sehingga akan menimbulkan kekawatiran tentang kebertahanan bahasa daearah Muna pada masa yang akan dating di Kalangan remaja sebagai penerus dan pewaris bahasa daerah. Pengetahuan dan pemahaman kosakata bahasa Muna pada kalangan remaja di kotaRaha tergolong rendah sehingga akan menimbulkan kekhawatiran ketidakbertahannya bahasa Muna yang berdampak pada matinya bahasa Muna itu sendiri pada penuturnya pada masa yang akan datang. Diperlukan kesadaran kalangan remaja tentang pentingnya pengetahuan dan pemahaman kosakata bahasa Muna sebagai ciri khas suatu etnik.
MASALAH-MASALAH SOSIAL DALAM NOVEL NEGERI PARA BEDEBAH DAN NEGERI DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT Andi Muh. Ruum Sya'baan; La Tike
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 3 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JULI-SEPTEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.267 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i3.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah-masalah Sosial dalam Novel Negeri Para Bedebah dan Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye Sosiologi Sastra Ian Watt. Metode yang digunakan ialah sosiologi sastra Ian Watt yang berfokus pada Pengarang dan karya sastra itu sendiri. Permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini berkaitan dengan (1) Latar belakang pengarang, (2) Bentuk kritik sosial pengarang terhadap masalah-masalah sosial, (3) kritik sosial yang berkaitan dengan masalah sosial yang terdapat dalam karya sastra, dan (4) Nilai-nilai pendidikan karakter. Berdasarkan hasil penelitian analisis terhadap objek kajian novel Negeri Para Bedebah dan Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye menggunakan pendekatan sosiologi sastra, peneliti menemukan: (1) Sosiologi pengarang meliputi: (a) Status sosial pengarang, (b) Ideologi sosial pengarang, (c) Latar belakang sosial budaya pengarang, (d) Masyarakat pembaca yang dituju, (e) mata pencaharian pengarang dan profesionalisme dalam kepengarangan. (2) Kritik sosial pengarang terhadap masalah-masalah sosial, (3) Kritik sosial yang berkaitan dengan masalah sosial dalam novel Negeri Para Bedebah dan Negeri Di Ujung Tanduk karya Tere Liye meliputi: (a) White Collar Crime, (b) Isu Moralitas, (c) Mafia hukum. (4) Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Negeri Para Bedebah dan Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye, meliputi: (a) Tangguh, (b) Nasionalis, (c) Berani mengambi resiko.
PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU “MIRASANTIKA” KARYA RHOMA IRAMA La Tike
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i5.371

Abstract

Penelitian ini mengkaji gaya Bahasa dari sudut pandang “langsung tidaknya makna” yang dipakai dalam lirik lagu “Mirasantika” Karya Rhoma Irama. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pustaka karena data primer atau bahan utama yang diperlukan bersumber dari Pustaka. Dalam mengumpulkan data, penulis memanfaatkan berbagai sumber Pustaka yang memuat infromasi tentang lirik lagu “Miransantika” baik melalui buku, majalah, dukumen, jurnal, ensklopedi, serta sumber lain yang relevan. Setelah terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan pendekatan gaya Bahasa dilihat dari langsung tidaknya makna menurut teori yang dikemukakan oleh Gorys Keraf. Berdasarkan hasil analisis, dalam lirik lagu “Mirasantika” karya Rhoma Irama terdapat penggunaan gaya bahasa retoris dan kiasan. Bahasa retoris meliputi; aliterasi, asonansi, anastrof, serta hiperbola. Sedangkan Bahasa kiasan meliputi majas personifikasi, sinekdok dan satire. Melalui Gaya Bahasa retoris, menjadikan lirik lagu “Mirasantika” sangat enak didengar karena ada permainan bunyi yang lahir dari pengulangan huruf konsonan dan vocal serta pembalikkan susunan kata. Sedangkan penggunaan Bahasa kiasan dipakai untuk menyindir bahaya minuman keras dan narkoba terhadap keselamatan jiwa dan kehancuran masa depan sehingga mendorong setiap orang ataupun lembaga pemerhati untuk mengambil bagian dalam pencegahan penggunaan minuman keras dan norkoba yang tidak sesuai peruntukkannya.
REFLEKSI SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI PERJAMUAN KHONG GUAN KARYA JOKO PINURBO Hartati; Irianto Ibrahim; La Tike
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i2.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan refleksi sosial dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian dengan metode deskriptif kualitatif dilakukan untuk memudahkan dalam mendapatkan informasi mengenai refleksi sosial yang terdapat dalam puisi Agama Khong Guan, Doa Khong Guan, Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya, Malam Minggu di Angkringan, Wawancara Kerja, Demokrasi, Pesta, Uang Minnah, Kabar Burung, Senja Minnah, dan Aku Tuh Minnah karya Joko Pinurbo. Adapun hasil dari penelitian ini terdapat refleksi sosial pada aspek budaya yang meliputi kepercayaan/agama dan politik dalam puisi Agama Khong Guan, Doa Khong Guan, Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya, Malam Minggu di Angkringan, Wawancara Kerja, Demokrasi, dan Pesta. Refleksi sosial pada aspek lingkungan sosial yang meliputi hubungan sosial dan profesi dalam puisi , Uang Minnah dan Kabar Burung. Refleksi sosial pada aspek ekonomi yang meliputi gaya hidup dalam puisi Senja Minnah, dan Aku Tuh Minnah karya Joko Pinurbo.
ANALISIS BAHASA PERSUASIF (DALAM GROUP FACEBOOK KENDARI JUAL-BELI ONLINE) La Tike
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.524

Abstract

Penelitian ini menganalisis Bahasa persuasive yang dipakai oleh penjual dalam Group Kendari Jual-Beli Online (KJB-Online) dalam menawarkan barang dagangannya pada konsumen. Penelitian dilakukan kurang lebih selama satu minggu, dari tanggal 2 sampai 9 November 2023. Data yang diperoleh berupa kata, frasa, kalimat, dan pragraf kemudian dideskripsikan dengan melihat cara yang dipakai oleh penjual agar Bahasa persuasifnya dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan, penjual dalam Group Kendari Jual-Beli Online menggunakan beberapa cara atau teknik persuasive di antaranya; Rasional, Identifikasi, Sugesti, Konfirmitas, Kompensasi, Penggantian, dan Proyeksi. Melalui Teknik persuasive tersebut, penjual berhasil meyakinkan atau menarik perhatian konsumen terkait barang dagangannya.
KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA DALAM PELAKSANAAN DISKUSI MATERI PERKULIAHAN La Tike; Harmin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.525

Abstract

Penelitian ini membahas kesantunan berbahasa mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo dengan kajian sosiopragmatik. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantuann berbahasa, skala kesantunan berbahasa serta mendeskripsikan nilai-nilai karakter dalam kesantunan berbahasa. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif kualitatif.   Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk kesantunan berbahasa terdiri atas tuturan deklaratif, tuturan interogatif, dan tuturan imperatif. Skala kesantunan pada tuturan antar mahasiswa terdiri atas 3 maksim, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim pemufakatan, dan maks im penghargaan; Kesantunan berbahasa mahasiswa Angkatan 2023 Jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo memiliki korelasi dengan nilai-nilai karakter. Wujud perilaku kesantunan berbahasa mahasiswa Angkatan 2023 Jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo dalam  berbahasa  saat  berkomunikasi  memunculkan  penanda-penanda  gramatikal di antaranya seringkalinya muncul mungkin dan barangkali dalam tuturan. Penggunaan bentuk-bentuk gramatikal tersebut seolah adanya ketidaktegasan untuk menunjukkan kesantunan dalam berbahasa. Latar belakang budaya menentukan karakter dalam bertutur. Ketidaktegasan atau ketidaklugasan dalam bertutur harus dibedakan dengan kesantunan berbahasa. Untuk itu diperlukan sebuah revolusi mental. Sejak usia dini perlu dibiasakan ketegasan dan kelugasan dalam bertutur sehingga ada perbedaan yang signifikan antara tuturan yang tidak tegas dengan perilaku santun dalam berbahasa.
MAKNA, FUNGSI DAN SISTEM NILAI DALAM SASTRA LISAN “MANTRA RITUAL KAGHOTINO BUKU PADA MASYARAKAT MUNA” La Tike
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 6 No. 3 (2021): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan - Penelitian bertujuan mendeskripsikan makna, fungsi, dan sitem nilai sastra lisan mantra ritual kaghotino buku pada masyarakat Muna. Desain / metodologi / pendekatan - Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat naturalistic atau dilakukan pada kondisi alamiah dan kemudian dianalisis secara kualitatif yang lebih menekankan makna daripada generalisasi. Analisis data meliputi; 1) analisis makna, analisis ini digunakan untuk mengungkap makna di balik setiap tuturan atau kata pada mantra ritual kaghotino buku; 2) analisis fungsi, digunakan untuk melihat fungsi keberadaan mantra ritual kaghotino buku bagi masyarakat Muna (pelaksana ritual) dan 3) analisis sistem nilai, digunakan untuk menganalisis seperangkat nilai yang terkandung dalam mantra ritual kaghotino buku (nilai sosial, nilai psikologis dan pedagogis, nilai religius, serta nilai intelektual dan kecerdasan) Temuan/ Hasil - berdasarkan analisis makna,fungsi, dan sistem nilai yang terkandung dalam mantra ritual kaghotino buku ditemukan bahwa mantra ini berisi permohonan pada Tuhan serta pada kekutan gaib lainnya (arwah leluhur, jin, dan sebagainya) agar peserta ritual deberi kesehatan, kekuatan, umur panjang, kelancaran rezeki, kehidupan yang baik, serta dijauhkan dari segala bahaya. Mantra ritual kaghotino buku dapat membangkitkan kesadaran masayarakat setempat atas kekuasaan Tuhan dalam hidupnya. Mendorong insan untuk selalu mengingat dan mendekatknya diri dengan Tuhan baik bentuk ibadah maupun prilaku sosial.
FAKTA CERITA DAN TEMA DALAM NOVEL DIKTA DAN HUKUM KARYA DHIA'AN FARAH Niza Alnur Ayyun; Marwati; La Tike
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.871

Abstract

This research is a study of literary works (novels) which aims to describe a structure in the story in detail and in detail. This research discusses story facts and themes in the novel Dikta and Hukum by Dhia'an Farah. The aim of this research is to describe story facts and themes in the novel Dikta and Hukum by Dhia'an Farah. This research is library research. The method used in this research is descriptive qualitative. This research data is written data, namely all story elements related to story facts and themes in the novel Dikta and Hukum by Dhia'an Farah. The data source in this research is the novel entitled Dikta and Hukum by Dhia'an Farah, published by Asoka Aksara X Loveable (2021). The data collection technique in this research is using intensive reading techniques and analytical reading techniques. Furthermore, this research will be analyzed using a structural approach. The results of this research show that the novel Dikta and Hukum by Dhia'an Farah has 2 main characters and 15 additional characters. The flow used is a mixed flow because apart from using a forward flow there is also a backward flow in each event. The settings in the novel Dikta and Hukum by Dhia'an Farah are Nadhira's house, class, school canteen, law faculty, Dikta's house, library, parking lot, faculty canteen, hospital, bus stop, cafe, Jodi boarding house, Sentul rest area , Secretary of HIMA, School Rooftop, Beach and cemetery. The time setting in the novel Dikta and Hukum by Dhia'an Farah is morning, afternoon, afternoon and evening. The social setting in the novel Dikta and Hukum by Dhia'an Farah is thick with beliefs, traditions and language.  
MASALAH-MASALAH SOSIAL DALAM NOVEL TANAH PARA BANDIT KARYA TERE LIYE Ningsih; La Ode Syukur; La Tike
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1220

Abstract

The novel Tanah Para Bandit by Tere Liye serves as the research basis for this study, which focuses on talking about societal issues raised in the book. A novel is a piece of prose fiction that describes the difficult existence of a fictional character or persona. An author's literary works often address societal issues that the author want to make readers aware of. Social difficulties are issues that run counter to societal standards and ideals. What societal issues are raised in Tere Liye's novel Tanah Para Bandit is the wording of the research problem. The purpose of this study is to outline the societal issues raised by Tere Liye's novel Tanah Para Bandit. A qualitative descriptive method was used in this investigation. The research's source material is Tere Liye's novel Tanah Para Bandit, which addresses societal challenges. The data source is Tere Liye's book Tanah Para Bandit, published in 2023 by PT Sabakgrip Nusantara. The methods of analysis and close reading were both used to collect the data for this investigation. The data analysis process employs a literary sociology technique that focuses on the sociology of literary works. The sociological approach to literature focuses on the topic of literary works' contents, objectives, and other components alluded to in the work itself, as well as how these relate to society concerns and the intended message or purpose. Eight different types of social problems were identified as a result of research on the themes of social problems in Tere Liye's novel Tanah Para Bandit. These problems included issues with poverty, violence, family disarray, the younger generation, breaking community norms, population, the environment, and crime.