Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Evaluasi Pengaruh Teknologi Pruning pada Berbagai Usia Pertanaman terhadap Mutu Benih Padi (Oryza sativa L.) Annisa Khoiriyah; Elea Nur Aziza; Geraldo Adinugra Rimartin
Jurnal Agroteknologi (Agronu) Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/agronu.v5i01.2163

Abstract

This study aimed to analyze the effects of pruning at different crop ages on the physical, physiological, and biochemical quality of rice seeds, as well as to identify seed responses to variations in pruning timing. The experiment was conducted using a non-factorial Completely Randomized Design on the rice variety Inpari 32. Four pruning treatments were applied, namely no pruning (P0), pruning at 25 days after transplanting (DAT) (P1), 35 DAT (P2), and 45 DAT (P3), with three replications for each treatment. Observations focused on physical seed quality parameters, including moisture content, seed purity, and 1000-seed weight, as well as physiological seed quality parameters, namely germination percentage, vigor index, growth rate, rapid emergence (RE), percentage of normal seedlings, percentage of non-emerged fresh weight, and seed biochemical composition (total sugars, starch, and carbohydrates). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a 5% significance level, followed by Duncan’s Multiple Range Test. The results revealed that pruning treatments did not significantly affect moisture content, seed purity, growth rate, germination percentage, vigor index, rapid emergence, percentage of abnormal seedlings, non-emerged fresh weight, starch content, or carbohydrate content. However, the highest 1000-seed weight was observed in the non-pruned treatment. In contrast, pruning at 35 DAT resulted in the highest total sugar content compared to other treatments, indicating its potential contribution to improved seed physiological quality. These findings suggest that pruning at an appropriate growth stage may influence specific seed quality attributes, particularly biochemical characteristics.
Evaluasi Organoleptik Teh Celup Herbal dari Mint, Telang, dan Lemon (Ronmint) Tetta Pangesti; Endah Puspitojati; Annisa Khoiriyah
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan tingkat kesukaan konsumen terhadap produk teh celup herbal Ronmint. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2025 di Kelompok Tani Hijau Daun, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pemilihan lokasi menggunakan purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, eksperimen, kuesioner, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis dilakukan menggunakan uji organoleptik skala hedonik yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan calon konsumen dengan deskriptif kuantitatif, uji statistik menggunakan Kruskal-Wallis dan uji lanjutan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang paling disukai konsumen, yaitu F2 dengan komposisi 0,75 gram daun mint, 0,75 gram bunga telang, dan 0,5 gram buah lemon, menghasilkan rerata kesukaan konsumen sebesar 79% dan termasuk ke dalam kategori suka. Analisis statistik menunjukkan bahwa F1 dan F3 tidak terdapat perbedaan nyata (Sig. > 0,05). Hal ini berarti bahwa panelis lebih menyukai dan menerima F2 secara nyata dibandingkan dengan F1 dan F3.
Respons Bibit Melon (Cucumis melo L.) Varietas TM Gaiya dan Manika terhadap Berbagai Media Persemaian Shinta Rahmalia; Annisa khoiriyah; Asih Farmia
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i2.325

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) was a high-value horticultural commodity with increasing demand in both domestic and international markets. However, melon productivity in Indonesia remained unstable, partly due to low seed quality and the inappropriate selection of seedling media. The seedling stage played a crucial role in determining the success of plant growth in subsequent stages. Therefore, optimal seedling media were required to support the viability, vigor, and early growth of melon seedlings. This study aimed to determine the effects of different seedling media and melon varieties, as well as their interaction, on seed viability, vigor, and early seedling growth. The research was conducted from October 2024 to July 2025 at the Teaching Factory (TEFA) Celeban and the Seed Technology Laboratory of the Agricultural Development Polytechnic of Yogyakarta Magelang. A factorial randomized complete block design (RCBD) with four replications was used. The first factor was seedling media (soil, cocopeat, rice husk charcoal, and vermiculite), and the second was melon varieties (TM Gaiya and Manika). Data were analyzed using ANOVA, DMRT, multiple linear regression, and Pearson correlation for normally distributed data, and Kruskal–Wallis, Mann–Whitney, Generalized Linear Model (GLM), and Kendall Tau-b correlation for non-normal data. Vermiculite showed the best results and was recommended as an effective medium to enhance viability, vigor, and early seedling growth of melon.
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN AGRONOMI LIMA AKSESI TOMAT (Solanum lycopersicum L.) LOKAL KUTOARJO Dani Arya Armadhan; Elea Nur Aziza; Annisa Khoiriyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 2 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i2.23533

Abstract

This study aimed to characterize the morphological and agronomic traits of five local tomato accessions from Kutoarjo (A, B, C, D, and E) as a foundation for plant breeding programs. The experiment was conducted using a randomized complete block design with six replications. Observations included qualitative and quantitative characters based on the IPGRI and UPOV descriptor guidelines. The analysis results proved that vegetative traits, such as plant height, stem diameter, and leaf size, did not show significant differences among the accessions. In contrast, generative traits (days to flowering, fruit size, productivity, and seed weight) showed highly significant differences. The Kutoarjo E accession exhibited the best agronomic performance with a productivity of 2.20 kg/plant, 67.83 fruits/plant, and a 1000-seed weight of 3.47 g. In conclusion, these local tomato accessions possess phenotypic and agronomic variations with great potential for sustainable utilization as basic breeding materials.
Pengaruh Durasi Accelerated Aging Test (AAT) dan Suhu Penyimpanan terhadap Mutu Fisiologis serta Pendugaan Daya Simpan Benih Tomat (Solanum lycopersicum L.) Rezha Octaviana; Annisa Khoiriyah; Sari Megawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/7yywsa74

Abstract

Metode Accelerated Aging Test (AAT) merupakan metode pengusangan cepat yang efektif untuk menduga vigor dan daya simpan benih melalui simulasi kondisi penyimpanan tidak optimal. Metode ini penting diterapkan pada benih tomat (Solanum lycopersicum L.), yang merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi namun rentan mengalami penurunan mutu selama penyimpanan akibat deteriorasi benih. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh durasi AAT, suhu penyimpanan, serta interaksinya terhadap mutu fisiologis benih tomat, sekaligus mengidentifikasi hubungan antarvariabel viabilitas dan vigor benih. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) dengan suhu penyimpanan sebagai petak utama (5°C, 20°C, dan 35°C) dan durasi AAT sebagai anak petak (0, 24, 48, dan 72 jam), masing-masing diulang tiga kali. Perlakuan AAT dilakukan pada suhu 41°C dengan kelembapan relatif ±95%. Variabel yang diamati meliputi daya berkecambah, kecepatan tumbuh, benih segar, benih kering, dan panjang kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan durasi AAT menurunkan seluruh variabel mutu fisiologis benih, sedangkan suhu rendah (5°C) mampu mempertahankan viabilitas dan vigor lebih baik dibandingkan suhu 20°C dan 35°C. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif sangat kuat antarvariabel viabilitas dan vigor, yang mengindikasikan keterkaitan erat dalam menentukan kualitas benih. Secara keseluruhan, metode AAT efektif digunakan untuk mensimulasikan proses penuaan benih secara cepat dan menduga daya simpan serta mutu fisiologis benih tomat secara lebih akurat.
Pengaruh Penambahan Konsentrasi Coklat Terhadap Karakteristik Sensoris Arrowroot Cookies di UMKM Artoita Rita, Elegia; Khoiriyah, Annisa; A’yuni , Nur Rohmah Lufti
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3996

Abstract

Pengembangan produk pangan berbasis bahan-bahan lokal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing UMKM. Tepung garut memiliki potensi sebagai pangan fungsional, namun pemanfaatan olahan seperti arrowroot cookies masih terbatas karena kurangnya variasi rasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan coklat pada karakteristik sensoris arrowroot cookies. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan penambahan coklat, yaitu 10, 20, dan 30%. Penilaian dilakukan melalui uji sensoris dengan menggunakan skala hedonik yang melibatkan 30 panelis yang tidak terlatih dengan parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan aftertaste. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan coklat memberikan pengaruh signifikan terhadap warna, rasa, dan tekstur, namun tidak menunjukkan pengaruh nyata pada aroma dan aftertaste. Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan coklat sebesar 30% yang menghasilkan nilai rerata keseluruhan 4,12 yang termasuk kategori disukai. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi coklat mampu memperbaiki kualitas sensoris dan penerimaan konsumen terhadap produk. Dengan demikian, pengembangan formulasi berbasis tepung garut berpotensi meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pangan lokal, khususnya pada skala UMKM.