Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar PAI Di SMP NU Tebat Jaya Yulia Zahrotun Nais; Marlina, Marlina; Romdloni, Romdloni
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v11i3.3767

Abstract

Indonesia telah mengadopsi berbagai program pendidikan, mulai dari tahun 2000 dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), hingga Kurikulum 2013 (K-13). Kurikulum K-13 terus dievaluasi hingga pada 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI memperkenalkan Kurikulum Merdeka sebagai penyempurnaan inovatif. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan data utama dari kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa SMP NU Tebat Jaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMP NU Tebat Jaya dimulai pada tahun ajaran 2022/2023 dan terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan melibatkan penyusunan perangkat ajar, analisis karakteristik siswa, serta ketersediaan sumber dan media pembelajaran. Pelaksanaan menggunakan metode ceramah, keteladanan, dan pembiasaan baik di dalam maupun luar kelas. Evaluasi dilakukan berkesinambungan dengan instrumen tes dan nontes. Faktor pendukung utama meliputi sarana dan prasarana lengkap, kualifikasi pendidik yang memadai, respons positif siswa, serta kerjasama guru dalam memberikan keteladanan. Sedangkan kendala yang dihadapi termasuk minimnya literatur, rendahnya minat belajar siswa, dan keterbatasan buku paket.  
Analisis Faktor Lingkungan Keluarga dalam Membentuk Kemandirian Belajar Siswa Suhartono, Suhartono; Marlina, Marlina; Suwandi, Suwandi; Permana, Dika
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v11i3.3877

Abstract

This research aims to analyze family environmental factors in shaping student learning independence. The type used in this research is library research or library study. The research results show that learning independence refers to students' ability to manage their learning process independently, including personal initiative, time management, and problem-solving abilities. Family environmental factors, such as parental parenting, emotional support, and parental education, play an important role in supporting or inhibiting independent learning. Democratic parenting is considered the most effective in developing student independence because it provides freedom with clear boundaries. Positive emotional support, such as positive reinforcement and emotional involvement, also encourages children to learn to be independent. Parental education, especially higher education, has a significant impact in creating a conducive learning environment by providing adequate educational resources and guiding children in solving problems independently. This research emphasizes the important role of the family in forming students' learning independence in order to achieve optimal learning outcomes.
Sistem Sosial Pendidikan Islam pada Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Ogan Komering Ulu Timur Marlina, Marlina; Zainuri, Ahmad; Annur, Saipul
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 3 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/vyfg6757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem sosial pendidikan Islam yang diterapkan di Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Ogan Komering Ulu Timur. Fokus utama penelitian adalah pada interaksi sosial antara dosen, mahasiswa, dan lingkungan akademik dalam membentuk nilai-nilai keislaman dan karakter sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sosial pendidikan Islam di fakultas tersebut berjalan secara integratif, di mana nilai-nilai keagamaan, budaya lokal, dan etika akademik saling mendukung dalam proses pembelajaran. Interaksi sosial yang terbangun mencerminkan prinsip ukhuwah Islamiyah, tanggung jawab kolektif, dan pembinaan moral yang berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem sosial yang kuat dapat memperkuat efektivitas pendidikan Islam dalam membentuk insan akademik yang berakhlak dan berdaya saing.
Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Islami untuk Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Arab di MI Roudhotu Tolibin Pisang Indah Muslih Qomarudin; Dwi Novianti; Marlina Marlina
Edu-MI Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2025): Al Hikmah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Edu-MI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang selama ini sering dianggap sulit dan kurang diminati. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menguji efektivitas media pembelajaran berbasis video animasi Islami untuk meningkatkan minat belajar Bahasa Arab siswa MI Roudhotu Tolibin Pisang Indah. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media video animasi Islami yang dikembangkan memuat materi mufradāt dan percakapan sederhana, dikemas dengan karakter edukatif, ilustrasi bernuansa Islami, dan audio pendukung yang sesuai dengan dunia anak. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media ini sangat layak digunakan dengan skor kelayakan mencapai 90%. Respons siswa terhadap media juga sangat positif dengan persentase sebesar 94%, menunjukkan tingginya ketertarikan dan keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, hasil pengukuran minat belajar menunjukkan adanya peningkatan sebesar 30% setelah penerapan media video animasi Islami. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan video animasi Islami merupakan inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar Bahasa Arab siswa MI, sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini
Pendampingan Implementasi Pembelajaran Berbasis Digital bagi Guru Madrasah di Era Society 5.0 pada MA Miftahul Ulum Way Tuba Slamet Rianto; Dwi Sugianik; Marlina Marlina; Siti May Saroh
Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tantangan transformasi pendidikan di era Society 5.0 yang menuntut guru madrasah memiliki kemampuan mengintegrasikan teknologi digital secara efektif dalam proses pembelajaran. Pemilihan topik ini didasarkan pada kondisi guru Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Way Tuba yang masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan media dan platform pembelajaran digital, baik dari aspek pedagogis maupun teknis, sehingga berdampak pada belum optimalnya kualitas pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Metode pengabdian yang digunakan meliputi sosialisasi konsep pembelajaran digital di era Society 5.0, pelatihan penggunaan media dan platform pembelajaran digital, serta pendampingan praktik penerapan pembelajaran digital dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap pembelajaran berbasis digital, meningkatnya keterampilan guru dalam memanfaatkan media dan aplikasi pembelajaran digital, serta tumbuhnya sikap positif dan kepercayaan diri guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan pembelajaran berbasis digital merupakan strategi penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah dan memperkuat kesiapan guru menghadapi tantangan pendidikan di era Society 5.
Kolaborasi Pesantren dan Perguruan Tinggi Islam: Model Manajemen Kemitraan Berkelanjutan Feri Riski Dinata; Ali Kuswadi; Marlina Marlina
Islamic Management : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hikmah Bumi Agung Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63097/9s94b812

Abstract

Kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam merupakan langkah strategis dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana kedua institusi ini dapat saling melengkapi dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tradisional, memiliki kekayaan nilai-nilai moral dan spiritual yang sangat penting. Di sisi lain, perguruan tinggi Islam membawa pendekatan akademis yang lebih modern dan sistematis. Melalui metode library research, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk menganalisis praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Misalnya, kolaborasi dalam bentuk program pertukaran pelajar atau pengembangan kurikulum bersama dapat menciptakan sinergi yang bermanfaat. Namun, tantangan seperti perbedaan manajemen dan visi pendidikan sering kali muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkuat peran sosial pesantren dalam masyarakat. Dengan mengintegrasikan kekuatan masing-masing, kolaborasi ini dapat menciptakan model pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam kesimpulannya, kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam tidak hanya bermanfaat bagi institusi itu sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
INOVASI BRANDING UMKM KERAJINAN KAYU UNTUK MEMPERLUAS PASAR DAN MENDUKUNG EKONOMI KREATIF DI DESA MOJO RAHAYU Siti Afifah; Marlina Marlina; Bagus Muzaki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56852

Abstract

UMKM kerajinan kayu memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi kreatif lokal. Namun, permasalahan branding dan keterbatasan akses pasar sering menjadi kendala dalam pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi inovasi branding UMKM kerajinan kayu di Desa Mojo Rahayu agar mampu memperluas pasar sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi kreatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas visual, digital branding, storytelling, kolaborasi desain, dan sertifikasi produk menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya saing. Dengan strategi ini, UMKM kerajinan kayu tidak hanya dapat meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga memperluas pasar hingga ke tingkat global
HUMANIST RELIGIOUS VALUES BASED ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM: AN ANALYSIS OF PHILOSOPHICAL FOUNDATIONS AND GLOBAL NEEDS Fajar Sidik; Muhamad Azim; Marlina Marlina
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v4i2.315

Abstract

The urgency to reform the Islamic Religious Education (PAI) curriculum stems from a widening gap between its normative-dogmatic orientation and the global demand for inclusive, humanistic education. Although Islamic teachings emphasize compassion, justice, and respect for human dignity, these values are not yet systematically embedded in current curriculum structures. Previous studies have examined humanistic-religious education in limited scopes, but few have explored its philosophical foundations and global relevance. This study investigates how humanistic-religious values can be philosophically integrated into the PAI curriculum to meet global educational needs. Employing a qualitative method with a normative-philosophical approach, data were gathered through literature review and document analysis of curriculum texts and scholarly works. The data were analyzed using thematic reduction, categorization, and synthesis. The study offers a significant contribution by proposing a curriculum framework that balances spiritual and social dimensions, rooted in Islamic ethics and responsive to multicultural realities. It recommends a conceptual shift in curriculum design, teacher training in transformative pedagogy, and policy support for embedding universal human values into religious education. These findings enrich the discourse on global Islamic education and provide a foundation for future empirical research and curriculum innovation.
Islamic Education Portfolio Evaluation System And Its Relevance To Era 5.0 Independent Curriculum Learning Qoidul Khoir; Kruger Margarida; Marlina Marlina; Embrechts Xavier; Zulaekah Zulaekah
Journal Neosantara Hybrid Learning Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/jnhl.v2i1.849

Abstract

With the emergence of the Era 5.0 independent curriculum which emphasizes personal and holistic learning, evaluation of Islamic education needs to be adjusted so that it can measure a student's competency achievement in a comprehensive and sustainable manner. It is hoped that the development of an Islamic education portfolio evaluation system can facilitate a learning process that provides room for the progress of individual students. This research aims to analyze the relevance of the Islamic education portfolio evaluation system with the learning principles of the Era 5.0 independent curriculum and to identify the benefits and challenges in its implementation in educational institutions. The research methods used are literature study, observation, and interviews with Islamic education experts and curriculum development practitioners. Data was collected and analyzed to evaluate the success of implementing the Islamic education portfolio evaluation system in the context of the Era 5.0 independent curriculum. The research results show that the Islamic education portfolio evaluation system plays an important role in supporting learning in the Era 5.0 independent curriculum. This evaluation system provides opportunities for students to express their understanding of Islamic teachings creatively and contextually, and allows educators to track individual student development. The implementation of this research states that the Islamic education portfolio evaluation system has strong relevance to Era 5.0 independent curriculum learning because it is able to accommodate personal, holistic and progressive learning principles. To ensure successful implementation, comprehensive efforts are needed to develop fair and accurate assessment guidelines, as well as training for educators in consistently assessing portfolios. Thus, developing an Islamic education portfolio evaluation system can be a significant contribution in realizing learning objectives that are in line with the demands of the Era 5.0 independent curriculum