Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penentuan Nilai Biaya Perjalanan Pada Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Laila Febrina; Purnomo Sutji Dyah Prinadjati; Muhammad Egga Arigayo
Management & Accounting Expose Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/mae.v2i1.97

Abstract

Kebun Raya Bogor (KRB) adalah kawasan konservasi di Bogor yang menjadi wahana berbagai tanaman tropis terbesar di dunia. Secara ekologis, keberadaan KRB sebagai penyerap karbon dioksida, penghasil oksigen, area penyerapan air, nilai estetika. Secara ekonomi, KRB telah berkontribusi pada upaya meningkatkan pendapatan negara dari atraksi dan meningkatkan pendapatan daerah di kota Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi pengunjung KRB, menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi fungsi permintaan rekreasi, serta menilai permintaan ekonomi untuk pariwisata di KRB. Kuesioner persepsi pengunjung dianalisis deskriptif menggunakan skala Likert, metode perumusan fungsi permintaan dan pendekatan biaya perjalanan digunakan untuk memperkirakan permintaan untuk pariwisata KRB dan nilai ekonominya. Permintaan pariwisata KRB dimodelkan dalam bentuk regresi linier berganda. Permintaan wisata atau frekuensi kunjungan seseorang ke KRB dipengaruhi secara signifikan oleh biaya perjalanan dan usia pengunjung.
Dinamika Konsentrasi Oksigen Terlarut Akibat Limbah Cair Domestik di Hulu Sungai Citarum Menggunakan Model Dinamik Fanny Novia; Laila Febrina
Jurnal Dampak Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.15.2.7-13.2018

Abstract

High pollutant load from municipal discharges around the upstream of Citarum River contributes to the water quality problems of the river. Dynamic modelling was developed to analyze the behaviour of dissolved oxygen in upper of Citarum river using STELLA® as a tool. The modelling area consist of four segments namely Wangisagara, Jembatan Koyod, after Cisirung WWTP and Nanjung. Calibration and validation was done to get the most approaching simulated data to actual data. Average Mean Error (AME) and Average Variation Error (AVE) for all segments was 1.65% and 5.8%, therefore the developed model was valid. Sensitivity analysis shown that the dynamic of dissolved oxygen in upper of Citarum river was most affected by BOD load from municipal sources, decay coefficient of BOD (Kd), maximum rate of photosynthesis (pm) and fractional duration of daylight (f).
STUDI PENURUNAN KADAR BESI (FE) DAN MANGAN (MN) DALAM AIR TANAH MENGGUNAKAN SARINGAN KERAMIK Laila Febrina; Astrid Ayuna
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.7.1.35-44

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang meningkat  akan memberikan tekanan  besar terhadap jumlah ketersediaan sumber-sumber air. Untuk daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya masyarakat menggunakan air tanah (sumur), air sungai, air hujan, dan sumber air lainnya. Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kualitas air tanah yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air bersih dan air minum yang sehat diminum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 492/Menkes/Per/IV/2010. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, di  kelurahan Mekarsari Kota Bekasi, beberapa air tanahnya ada yang berbau dan berwarna coklat atau kemerahanan, apabila digunakan untuk mandi, kulit menjadi kering. Jika dilihat dari akibat yang ditimbulkan, ada dugaan bahwa air tanah tersebut  mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) yang cukup tinggi. Untuk mengurangi masalah- yang ditimbulkan oleh adanya zat besi dan mangan dalam jumlah yang berlebih di dalam air tanah, maka  dilakukan studi penurunan kandungan zat besi dan mangan dengan menggunakan saringan keramik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa air yang dihasilkan dengan menggunakan saringan keramik mampu mereduksi kandungan besi hingga 95,20% dan mangan sebesar 94,63%. Air tanah yang dilewati melalui saringan keramik telah memenuhi parameter yang ditetapkan oleh Permenkes Nomor : 492/Menkes/Per/IV/2010. Namun saringan keramik dianggap kurang efisien dalam  segi penggunaannya karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyaringnya, keadaan ini dinilai sebagai kekurangan dari saringan keramik.
KARBON AKTIF AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN PENURUN KADAR BESI DAN MANGAN LIMBAH AIR ASAM TAMBANG Azwardi Imani; Tatan Sukwika; Laila Febrina
Jurnal Teknologi Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.1.33-42

Abstract

Bagasse contains cellulose that can be used as raw material to activated carbon. Acid mine drainage has high levels of iron and manganese so bagasse activated carbon is used as an adsorbent for reducing iron and manganese levels in acid mine drainage. Bagasse was converted into activated carbon by dehydration, carbonization, and activation processes. Then activated carbon was tested for weight quality, optimum contact time, and effectiveness for reducing iron and manganese levels in acid mine drainage. The results of the quality test of activated carbon have met the standards required by SNI No. 06-3730-1995. The optimum weight of activated carbon is 3 grams with a contact time of 60 minutes. Iron content obtained at 4 mg / L with a removal percentage of 79.65% and Manganese content obtained at 4.12 mg / L with a removal percentage of 60.00% in acid mine drainage. The value of Manganese content still does not meet the quality standard set by the Decree of the State Minister for Environment No. 113 of 2003. For future studies can make a higher variation in the weight of activated carbon bagasse.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Tentang Etika Lingkungan Melalui Implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Laila Febrina; Kholil Kholil; Evelyn Hanaseta Nurakbari; Purnomosutji Dyah Prinajati
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.1941

Abstract

Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan pemerintah untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dan pengalaman nyata untuk memasuki pasar kerja/industri melalui experiential learning di lapangan atau di dunia industri. Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Sahid telah mengimplementasikan kebijakan MBKM ini melalui kerjasama dan sinergi dengan lembaga mitra strategis yang bergerak di bidang lingkungan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan MBKM terhadap pemahaman mahasiswa terhadap pemecahan masalah lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Pengumpulan data melalui diskusi mendalam dan wawancara kepada mahasiswa yang telah magang di industri. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang melakukan magang di industri lingkungan menyatakan  pemahamannya terhadap isu lingkungan meningkat, demikian pula kepercayaan dirinya. Selain itu, terungkap pula bahwa sistem pemagangan yang dilakukan memberikan pengalaman nyata untuk melihat permasalahan lingkungan  dan membangun kesadaran diri.   Oleh karena itu  perlu mengajak masyarakat untuk menerapkan etika lingkungan dalam memanfaatkan sumber daya alam.
PKM MIJEL MENJADI BERKAH DI DESA NANGGERANG KECAMATAN TAJUR HALANG KABUPATEN BOGOR Laila Febrina; Soecahyadi Soecahyadi; Titin Astuti
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 5, No 1 (2022): JUNE
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v5i1.840

Abstract

Desa Nanggerang adalah salah satu desa di Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Salah satu potensi tanaman pangan di desa itu adalah singkong. Sebagian dari penduduk desa telah mengolah singkong menjadi makanan ringan, seperti keripik singkong. Proses pengolahan keripik dilakukan secara sederhana. Desa Naggerang dikenal sebagai desa yang memiliki banyak UMKM keripik singkong dan keripik pisang yang banyak melibatkan ibu-ibu rumah tangga disekitaran usaha mereka. Hal ini tentunya menyebabkan semakin banyaknya minyak jelantah (mijel) seiring semakin banyaknya penggunaan minyak goreng dalam aktivitas UMKM tersebut. Penggunaan minyak goreng yang berkali-kali dapat membahayakan Kesehatan manusia. Disisi lain, membuang sisa minyak goreng ke lingkungan akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Permasalahan yang sering muncul adalah minyak jelantah yang dihasilkan pada proses produksi tersebut yang tidak terkelola dengan baik yang bila dibuang sembarangan dapat menyebabkan permasalahan lingkungan Tujuan dan sasaran kegiatan ini adalah peningkatan partisipasi masyarakat melalui ibu-ibu PKK, Desa Nangerang, Kabupaten Bogor melalui program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan minyak jelantah melalui pelatihan dalam pembuatan lilin padat dan cair serta sabun dari minyak jelantah.. Metode kegiatan dilakukan berupa (1) Sosialisasi tentang pemasaran, (2) Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang bernilai guna (sabun batangan, lilin cair dan lilin padat). Target luaran yang dicapai pada kegiatan ini adalah peningkatan ketrampilan dan pengetahuan mitra sehingga menjadikan mitra memiliki ketrampilan dalam mengolah minyak jelantah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
POKIMAS (PROGRAM KEBUN GIZI MASYARAKAT) DI KOMUNITAS BGBJ, TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH TERPADU (TPST), BANTAR GEBANG, BEKASI, JAWA BARAT Wardina Humayrah; Megah Stefani; Laila Febrina
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v3i2.71

Abstract

Tujuan umum kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah terbentuknya Kebun Gizi Masyarakat Percontohan di Komunitas Kerajaan BGBJ, Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat sebagai motivator dan penggerak masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam POKIMAS di masing-masing rumah tangga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini menyesuaikan situasi dan kondisi pandemi Covid 19, pelatihan dilakukan secara daring dan modul edukasi diberikan secara lengkap yang akan diberikan kepada semua sasaran sehingga mudah dipelajari mandiri di rumah. Tim PKM akan memberikan TOT (Training of Trainer) secara daring kepada tim inti Komunitas Kerajaan BGBJ dan selanjutnya tim Inti tersebut bertanggung jawab memberikan pelatihan ke 10 peserta sasaran POKIMAS. Hasil dan manfaat yang telah dicapai antara lain: data-data baseline awal tentang kondisi sosio-ekonomi dan pemahaman awal masyarakat sasaran sekitar mitra tentang kebiasaan makan sayur- buah dan kebun; 3 modul terdiri dari rangkaian video-video singkat dan sederhana dalam bentuk Compact Disk (CD) dan link YouTube antara lain: edukasi POKIMAS perwujudan gizi seimbang, pembuatan pupuk takakura, dan pembuatan vertical garden rumahan; serta tindak lanjut pelaksanaan kegiatan POKIMAS di 10 rumah tangga sasaran.
PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN POKLIMAN TAMAN TJIMANOEK INDRAMAYU Kholil Kholil; Nafiah Ariyani; Ninin Gusdini; Laila Febrina
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3820

Abstract

Taman Tjimanoek merupakan kawasan taman terbuka berkonsep ekoriparian  yang terletak di tepian Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu. Popularitas Taman Tjimanoek sebagai taman rekreasi keluarga mampu mendorong peningkatan jumlah pengunjung dari waktu ke waktu. Namun kesadaran terhadap kebersihan,  keindahan, dan rasa ikut memiliki dari para pengunjung yang masih rendah menyebabkan fasilitas yang ada di taman ini cepat rusak. Jika kondisi ini tidak diatasi maka akan mengurangi keindahan taman bahkan mengancam kelestariannya. Oleh karena itu perlu ada kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga taman berbasis sungai yang cukup langka di Indonesia ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk kelompok peduli masyarakat. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat melalui pembentukan kelompok peduli taman (Pokliman). Proses pembentukan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: tahap persiapan, tahap pembentukan, dan tahap formalisasi. Metode yang digunakan pada tahap persiapan adalah observasi dan wawancara, pada tahap pembentukan digunakan metode focus group discussion, sedangkan pada tahap formalisasi mengikuti prosedur yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu. Melalui sosialisasi dan proses pendampingan yang intensif oleh Tim PKM, serta memilih pendekatan bottom-up dalam proses pembentukan kelompok, telah terbentuk Kelompok Peduli Taman Tjimanoek beserta struktur dan tujuan organisasi, serta tugas dan tanggung jawab pengurus. Kelompok Peduli Taman Tjimanoek menjadi wujud kepedulian dan rasa ikut memiliki masyarakat yang diharapkan mempunyai peranan dan kontribusi penting dalam menjaga dan merawat keindahandan kelestarian Taman Tjimanoek yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Indramayu
KELAYAKAN BUDI DAYA RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII DI PULAU SEMAK DAUN KEPULAUAN SERIBU Soecahyadi .; Laila Febrina
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan, Vol 7 No 1 Januari 2018
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semak Daun island is one of the island’s wealth owned by Indonesia, but still hasn’t maximized its potential. Through this research, the author would like to developed the island producers cultivating seaweed Cottonii Euchema type. This research aims to know the feasibility of cultivating seaweed Cottonii Euchema types in Semak Daun Island Provincial Jakarta reviewed aspects of the market, technical aspects and fnancial aspects. Based on aspects of the target market, the production of seaweed Indonesia in the year 2017 is enhanced by the Government be 13.4 million tons from 11 million tons in the year 2016. So this is a chance for the Government of Jakarta to be able to develop the cultivation of seaweed in particular types of Eucheuma cottonii. The proper method for aquaculture Eucheuma Cottonii seaweed with the condition of the waters on the islands of Shrub leaves are Floating Raft Method. Assessment criteria based on the analysis of the fnancial aspects of the investments declared viable, it is obtained through calculation of NPV is Rp. 768,148.62, IRR of 18.76%, as well as the length of time a faster refund from economical is over 2 years 1 month.
PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN POKLIMAN TAMAN TJIMANOEK INDRAMAYU Kholil Kholil; Nafiah Ariyani; Ninin Gusdini; Laila Febrina
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3820

Abstract

Taman Tjimanoek merupakan kawasan taman terbuka berkonsep ekoriparian  yang terletak di tepian Sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu. Popularitas Taman Tjimanoek sebagai taman rekreasi keluarga mampu mendorong peningkatan jumlah pengunjung dari waktu ke waktu. Namun kesadaran terhadap kebersihan,  keindahan, dan rasa ikut memiliki dari para pengunjung yang masih rendah menyebabkan fasilitas yang ada di taman ini cepat rusak. Jika kondisi ini tidak diatasi maka akan mengurangi keindahan taman bahkan mengancam kelestariannya. Oleh karena itu perlu ada kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga taman berbasis sungai yang cukup langka di Indonesia ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk kelompok peduli masyarakat. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat melalui pembentukan kelompok peduli taman (Pokliman). Proses pembentukan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: tahap persiapan, tahap pembentukan, dan tahap formalisasi. Metode yang digunakan pada tahap persiapan adalah observasi dan wawancara, pada tahap pembentukan digunakan metode focus group discussion, sedangkan pada tahap formalisasi mengikuti prosedur yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu. Melalui sosialisasi dan proses pendampingan yang intensif oleh Tim PKM, serta memilih pendekatan bottom-up dalam proses pembentukan kelompok, telah terbentuk Kelompok Peduli Taman Tjimanoek beserta struktur dan tujuan organisasi, serta tugas dan tanggung jawab pengurus. Kelompok Peduli Taman Tjimanoek menjadi wujud kepedulian dan rasa ikut memiliki masyarakat yang diharapkan mempunyai peranan dan kontribusi penting dalam menjaga dan merawat keindahandan kelestarian Taman Tjimanoek yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Indramayu