Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Concept Analysis of Self Efficacy Among Coronary Heart Disease Patients Undergoing Percutaneous Coronary Intervention Aria Wahyuni; Setyowati Setyowati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 4: December 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.713 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i4.1275

Abstract

Mortality and morbidity due to coronary heart disease (CHD) are increasing. Patients with coronary heart disease are undergone Percutaneous Coronary Intervention (PCI) have different perceptions regarding these actions so the belief of inability to care for self is different for everyone, therefore, it is important to build the capability of patients which is called self-efficacy. The purpose of this article is to explain the definition of the concept of self-efficacy in CHD patients undergoing PCI. The method used in this concept analysis is using Walker and Avant’s concept approach. The three definitions of self-efficacy attributes are strong self-confidence in self-care, perceived ability to engage in self-care activities, and effort and ability to control risk factors. The antecedents of the self-efficacy concept of CHD patients undergoing treatment consist of age, socioeconomic, the number of coronary blockages, duration since the first PCI, health education, self-awareness, social support, depression, adherence, and physical activity. The consequence of self-efficacy increases in health status, behavior toward health, and quality of life. The conclusion of this analysis concept increases nurse knowledge about the self-efficacy of patients with CHD that undergo PCI so that it is expected can develop evidence-based nursing through nursing intervention in improving self-efficacy and also conduct further research to dig more into self-efficacy. Abstrak: Kematian dan kesakitan akibat penyakit jantung koroner (PJK) semakin meningkat. Pasien penyakit jantung koroner yang menjalani Percutaneous Coronary Intervention (PCI) memiliki persepsi yang berbeda mengenai tindakan tersebut sehingga keyakinan ketidakmampuan untuk merawat diri berbeda untuk setiap orang, oleh karena itu penting untuk membangun kemampuan pasien yang disebut efikasi diri. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan definisi konsep self-efficacy pada pasien PJK yang menjalani PCI. Metode yang digunakan dalam analisis konsep ini menggunakan pendekatan konsep Walker dan Avant. Tiga definisi atribut efikasi diri adalah keyakinan diri yang kuat dalam merawat diri, kemampuan diri yang dirasakan untuk terlibat dalam kegiatan perawatan diri, dan upaya dan kemampuan melakukan pengendalian terhadap faktor risiko. Anteseden konsep efikasi diri pasien PJK yang menjalani terdiri dari usia, sosial ekonomi, jumlah penyumbatan koroner, durasi sejak PCI pertama, pendidikan kesehatan yang diterima, kesadaran diri, dukungan sosial, depresi, kepatuhan, dan aktivitas fisik. Konsekuensi dari efikasi diri meningkat pada status kesehatan, perilaku terhadap kesehatan, dan kualitas hidup. Kesimpulan dari konsep analisis ini meningkatkan pengetahuan perawat tentang efikasi diri pasien PJK yang menjalani PCI sehingga diharapkan dapat mengembangkan keperawatan berbasis bukti melalui intervensi keperawatan dalam meningkatkan efikasi diri dan juga melakukan penelitian selanjutnya lebih banyak menggali efikasi diri.
Pendidikan Kesehatan tentang Gerakan Peduli Diabetes Mellitus di Puskesmas Kota Bukittinggi Oktorina, Rola; Rahmiwati, Rahmiwati; Juwita, Lisavina; Wahyuni, Aria
Jurnal of Community Health Development Vol 5 No 1 (2024): Journal Of Community Health Development
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2024.5.1.3551

Abstract

Diabetes adalah penyakit yang lazim dijumpai dan insidensinya meningkat. Diabetes melitus merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi glukosa darah disertai munculnya gejala utama yang khas. Di kota Bukittinggi terdapat penderita diabetes melitus sekitar 2,6 %. Di 4 puskesmas yang ada diBukittinggi, puskesmas guguak panjang terdapat 312 orang penderita DM, puskesmas tigo baleh dengan jumlah penderita DM 38 orang, puskesmas mandiangin dengan jumlah penderita DM 1057 orang dan puskesmas gulai bancah dengan jumlah penderita 141 orang. 4 puskesmas inilah yang memiliki pasien Diabetes Melitus terbanyak di kota Bukittinggi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode ceramah secara lisan. Pengetahuan peserta tentang diabetes mellitus sebelum dilakukan penyuluhan masih kurang dan sangat minim terlihat jelas dari 20% peserta yang mengetahui tentang penyakit diabetes mellitus. Ketika diberikan pendidikan kesehatan dan penyampaian materi serta diskusi tentang diabetes mellitus, peserta dapat lebih mengetahui penyakit diabetes mellitus dengan terjadi peningkatan 76% peserta mengetahui tentang diabetes melitus. Diharapkan kegiatan ini hendaknya dapat dilakukan di puskesmas yang lainnya guna meningkatkan kesadaran tentang diabetes melitus.
Pendidikan Kesehatan tentang Hipertensi dan Terapi Komplementer Wahyuni, Aria; Juwita, Lisavina; Rahmiwati, Rahmiwati; Oktorina, Rola
Jurnal of Community Health Development Vol 2 No 2 (2021): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Juli 2021
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.723 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2021.2.2.3557

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit kronik yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan seseorang dikemudian hari akibat berbagai komplikasi. Data Depkes Sumbar, (2010) menyebutkan bahwa enam Kabupaten atau Kota yang tertinggi angka penderita hipertensi adalah Bukittinggi (41,8%) dari jumlah penduduk Sumbar 4.846.909/jiwa. Semakin tinggi tekanan darah maka semakin beresiko terkena penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke dan penyakit ginjal. Oleh sebab itu, hipertensi harus dihindari dengan mengurangi faktor risiko terjadinya hipertensi sehingga dapat mengurangi angka kematian akibat hipertensi. Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Terapi komplementer juga ada yang menyebutnya dengan pengobatan holistik. Pengobatan dengan menggunakan terapi komplementer mempunyai manfaat meningkatkan kesehatan secara lebih menyeluruh salah satunya dengan senam kaki menggunakan batok kelapa. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode ceramah secara lisan. Pengetahuan peserta tentang hipertensi dan terapi komplementer sebelum dilakukan penyuluhan masih kurang dan sangat minim terlihat jelas dari 43% peserta yang mengetahui tentang penyakit hipertensi. Ketika diberikan pendidikan kesehatan dan penyampaian materi serta diskusi tentang hipertensi dan terapi komplementer, peserta dapat lebih mengetahui penyakit hipertensi dengan terjadi peningkatan 82% peserta mengetahui tentang hipertensi. Diharapkan kegiatan ini hendaknya dapat dilakukan di puskesmas yang lainnya guna meningkatkan kesadaran tentang hipertensi dan terapi komplementernya.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG GERAKAN PEDULI DIABETES MELLITUS Oktorina, Rola; Rahmiwati, Rahmiwati; Juwita, Lisavina; Wahyuni, Aria
Jurnal of Community Health Development Vol 3 No 1 (2022): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari 2022
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.738 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2022.3.1.3558

Abstract

Diabetes adalah penyakit yang lazim dijumpai dan insidensinya meningkat. Diabetes melitus merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi glukosa darah disertai munculnya gejala utama yang khas. Di kota Bukittinggi terdapat penderita diabetes melitus sekitar 2,6 %. Di 4 puskesmas yang ada diBukittinggi, puskesmas guguak panjang terdapat 312 orang penderita DM, puskesmas tigo baleh dengan jumlah penderita DM 38 orang, puskesmas mandiangin dengan jumlah penderita DM 1057 orang dan puskesmas gulai bancah dengan jumlah penderita 141 orang. 4 puskesmas inilah yang memiliki pasien Diabetes Melitus terbanyak di kota Bukittinggi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode ceramah secara lisan. Pengetahuan peserta tentang diabetes mellitus sebelum dilakukan penyuluhan masih kurang dan sangat minim terlihat jelas dari 20% peserta yang mengetahui tentang penyakit diabetes mellitus. Ketika diberikan pendidikan kesehatan dan penyampaian materi serta diskusi tentang diabetes mellitus, peserta dapat lebih mengetahui penyakit diabetes mellitus dengan terjadi peningkatan 76% peserta mengetahui tentang diabetes melitus. Diharapkan kegiatan ini hendaknya dapat dilakukan di puskesmas yang lainnya guna meningkatkan kesadaran tentang diabetes melitus.
Penguatan Kapasitas Pramu Werdha dalam Melatih Keseimbangan Lansia dengan Sistem Endokrin di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut usia (PRSLU) Karawang Sartika, Aprilina; Wahyuni, Aria; Patricia, Agnes
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4769

Abstract

Memasuki usia tua akan mengalami kondisi kemunduran fisik yang ditandai dengan pendengaran kurang jelas, penglihatan semakin memburuk, penurunan kekuatan otot (gangguan musculoskeletal) dan penurunan system tubuh yang lain seperti sistem endokrin sering terjadi pada lansia yang mengakibatkan sering keletihan,gerakan lambat, dan gerakan tubuh yang tidak proporsional. Akibat perubahan fisik lansia tersebut, mengakibatkan penurunan keseimbangan lansia dan menyebabkan terjadinya risiko jatuh pada lansia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai upaya pencegahan resiko jatuh dengan menjaga keseimbangan pada lansia. Target kegiatan ini adalah Pramu werdha dan lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Lansia Karawang. Metode pelaksanaan dengan penyuluhan Latihan keseimbangan, sosialisasi dan demontrasi Latihan kesimbangan pada Pramu werdha dan Lansia. Rencana tahapan kegiatan meliputi pertemuan dengan Pramu Werdha,Pekerja Sosial, persiapan alat dan materi, pelaksanaan penyuluhan dan monitoring serta evaluasi. Hasil evaluasi dengan pre dan post-test kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan 80 % tingkat pengetahuan peserta meningkat. Evaluasi hasil kegiatan penguatan kapasitas Pramu werda dalam melatih keseimbangan lansia dengan mampu meningkatkan pengetahuan dan tingkat keseimbangan pada lansia.
PELATIHAN PERSONAL HYGIENE UNTUK PRAMU WERDHA DI PANTI REHABILITASI SOSIAL LANJUT USIA (PRSLU) KARAWANG Sartika, Aprilina; Elizabeth, Beatrix; Wahyuni, Aria
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.4771

Abstract

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Kurang perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya. Personal hygiene perlu di lakukan semua orang khususnya pada lansia untuk mencegah adanya infeksi. Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PRSLU) di karawang memiliki pramu werdha yang memiliki fungsi membantu para lansia yang ada di PRSLU. Observasi yang dilakukan di PRSLU tersebut ditemukan masih banyaknya lansia yang personal hygiene masih kurang. Fenomena tersebut diselesaikan dengan cara melakukan pengabdian seperti pelatihan pada pramu werdha. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya personal hygiene dan cara melakukan perawatan personal hygiene. Metode pengabdian dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Pramu werdha yang mengikuti pengabdian ini berjumlah tujuh orang. Evaluasi kegiatan ini mengunakan kuesioner pengetahuan dan chek list pengetahuan pre-posttest. Hasil pelatihan diperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan perawatan personal hygiene dengan peningkatan skor pengetahuan antara sebelum dan setelah pelatihan sebesar 1,88. Setelah pengabdian ini dilakukan diharapkan pramu werdha ini memperhatikan dan melakukan personal hygiene yang rutin kepada lansia. Kata Kunci: Personal Hygiene, Pramu Werdha, Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia 
PENATALAKSANAAN TERAPI KOMPLEMENTER PADA REMAJA PUTRI DENGAN DISMINORE DI SMP MEKARMURNI SUKAKARYA KABUPATEN BEKASI Sartika, Aprilina; Wahyuni, Aria; Anisya, Anisya
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.4852

Abstract

Menstruasi atau datang bulan merupakan salah satu ciri dari perempuan yang sudah mengalami transisi dari kanak-kanak ke dewasa dengan ditandai dari menarche (menstruasi pertama) sampai dengan menopause (berakhirnya masa menstruasi). Keluhan yang selalu dirasakan oleh remaja yang sedang mengalami datang bulan ialah dismenore. Dismenore atau nyeri haid merupakan gejala, bukan suatu penyakit. Dysmenorrhea merupakan suatu fenomena simptomatik yang meliputi nyeri abdomen, kram dan sakit punggung. Gejala gastrointestinal seperti mual dan diare dapat terjadi sebagai gejala dari nyeri menstruasi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan penatalaksanaan dismenorea pada remaja putri di SMP Mekarmurni Sukakarya. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah para siswi di SMP Mekarmurni Sukakarya yang akan diberi pelatihan tentang penatalaksanaan dismenorea. Metode yang digunakan berupa pre test, pelatihan dan post test. Hasil Post Test yang telah dilakukan menunjukan bahwa pelatihan penatalaksanaan dismenore melalui penyuluhan memberikan dampak yang sangat baik, dimana remaja putri di SMP Mekarmurni Sukakarya dapat melakukan penatalaksanaan penanganan disminore dengan Terapi Komplementer, yaitu akupresure dan senam disminore.
Pengaruh Teknik Nafas Dalam dan Posisi Semi Fowler Terhadap Frekuensi Nafas Pada Pasien Asma Pratama, Wira Agung; Yenni, Yenni; Oktorina, Rola; Wahyuni, Aria
REAL in Nursing Journal Vol 7, No 3 (2024): REAL in Nursing Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/rnj.v7i3.3271

Abstract

Background: Asthma is a disease characterized by narrowing and inflammation of the respiratory tract which results in shortness of breath (difficulty breathing). Data from (WHO, 2020) shows that the prevalence of asthma in 2019 was 262 million people and caused 455,000 deaths worldwide. The aim of the research is to determine the effectiveness of the deep breathing relaxation frequency technique and semi-Fowler position in the Lung Room of RSU Mayjen H.A Talib, Sungai Full City in 2023. Methods: This type of research is analytical descriptive with a quasi-experimental research design with a one group pre test – post test design technique on patients. asthma. The respiratory frequency assessment was carried out 2 (two) times, namely before (pretest) intervention and after (posttest) intervention. The sample taken by purposive sampling was 21 respondents. Results: The results of this research were that there was an influence of deep breathing techniques and the semi-Fowler position on asthma patients at the H.A Talib maijen hospital, Sungai Full City in 2023 with the Wilcoxon test result being a p value of 0.000. Conclusion: The conclusion of this research is that there is effectiveness of deep breathing relaxation techniques and the semi-fowler position on respiratory frequency. The results of this research can be input for nursing interventions so that nurses provide education to patients and families on how to carry out deep breathing techniques and adjust the semi-Fowler position correctly to reduce shortness of breath in asthma patients
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN SIMULASI GEMPA BUMI Oktarini, Sisca; Prima, Rezi; Sari, Yuli Permata; Utami, Annisa Sri; Nora, Rista; Putri, Marizki; Bachri, Yasherly; Wahyuni, Aria
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/9kketk89

Abstract

Gempa bumi dapat terjadi karena pergeseran lempeng bumi disebut sebagai gempa tektonik. Ini termasuk salah satu penyebab gempa bumi yang paling sering ditemui. Kegiatan pengabdian ini melakukan penyuluhan berupa pentingnya kesiapsiagaan terkait keadaan darurat gempa bumi dan pemberian materi terkait kegiatan simulasi. Kegiatan ini dihadiri sekitar 20 orang mahasiswa sebagai audiens terdiri dari mahasiswa yang berada di kampus III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat di Bukittinggi. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias dalam penyuluhan dan simulasi bencana gempa bumi. Semua aundien dapat mempraktekkan simulasi bencana gempa bumi dengan baik. Pada akhir sesi simulasi, narasumber selalu memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang mengikuti untuk bertanya bila ada hal yang kurang di pahami dan dimengerti dari isi materi penyuluhan simulasi atau berbagi pengalaman pengalaman yang di dapatkan diluar dan ada kaitannya dengan materi penyuluhan simulasi. Pemateri menjawab semua pertanyaan para peserta secara langsung dan didiskusikan secara bersama sama karena pemateri juga ingin para peserta mempunyai kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.
RELAKSASI AUTOGENIK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Wahyuni, Aria; Kartika, Imelda Rahmayunia; Pratiwi, Amira
REAL in Nursing Journal Vol 1, No 3 (2018): REAL in Nursing Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.831 KB) | DOI: 10.32883/rnj.v1i3.475

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia resulting from a lack of insulin secretion, insulin action, or both. The aim of the study was to determine the effect of autogenic relaxation on the reduction of blood sugar levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients. The research design used was Quasi Experimental with the Pretest-Posttest approach method. This research was conducted in one of the work areas of the health center in the city of Bukittinggi in June-July 2108. The population of this study was all patients with type 2 DM totaling 150 people while the samples taken were 15 people with a purposive sampling technique. The analysis used is univariate and bivariate analysis using the dependent t-test. The results of this study found that the average blood sugar level before the autogenic relaxation intervention was 214.4 gr/dl, the average blood sugar level after autogenic relaxation was 205 gr/dl with a p value = 0,000 meaning that there was an effect of autogenic relaxation on decreasing levels blood sugar in type 2 DM patients. The recommendation of this study is to continue this study with a large sample and with long and periodic interventions. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Blood Sugar Level, Autogenic Relaxation